Senin, 08 Agustus 2011

Tokoh Syiah Minta Rakyat Irak Lukis Pesan Anti-AS

Baghdad, Pondok Pesantren Tegal. Tokoh Syiah Irak Muqtada al-Sadr, Senin (30/4), meminta rakyat Irak untuk melukiskan pesan-pesan anti AS di sekitar Baghdad dengan lukisan dinding sebagai simbol "wajah jelek" pasukan AS di Irak.

Pasukan AS dan Irak secara bertahap sedang membangun dinding-dinding di sekitar Baghdad yang disebut para komandan pasukan AS dan Irak dirancang untuk menghindarkan rakyat Irak dari kekerasan sektarian.

Tokoh Syiah Minta Rakyat Irak Lukis Pesan Anti-AS (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh Syiah Minta Rakyat Irak Lukis Pesan Anti-AS (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh Syiah Minta Rakyat Irak Lukis Pesan Anti-AS

Namun, sebagian besar rakyat Irak menganggap barikade-barikade yang dibangun pasukan AS dan Irak itu hanya akan meningkatkan ketegangan antara kaum Sunni dan Syiah.

Pondok Pesantren Tegal

Dewan Baghdad telah meminta para seniman profesional untuk melukis di dinding-dinding dengan dengan lanskap dan pemandangan-pemandangan yang menggambarkan keindahan alam Irak. Namun Sadr sebagai orator olong memiliki pandangan yang lebih dramatis.

Seperti dilaporkan sumber AFP, Sadr meminta agar para seniman itu "menggambar kejelekan dan watak teroris pendudukan pasukan AS, penghasutan, bom-bom mobil, darah dan sejenisnya yang mereka bawa kepada rakyat Irak".

Pondok Pesantren Tegal

"Lukis peradaban Irak dan kejelekan pasukan pendudukan (AS). Lukis wajah cerah (rakyat) Irak dan wajah jelek pasukan pendudukan tersebut," ungkap Sadr.

Sadr juga meminta agar para seniman melukiskan segala penderitaan yang disebabkan oleh pasukan AS dan sekutunya sejak 2003 silam. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Bahtsul Masail Pondok Pesantren Tegal

Abu Madyan Al Ghauts, Sufi Agung dari Andalusia

Oleh Idris Sholeh



Abu Madyan Al Ghauts, siapa yang tidak kenal dengan nama ini? Dialah sufi agung dari wilayah Islam paling barat. Nama lengkapnya adalah Abu Madyan Syuaib bin Husein Al Anshari Al Andalusi. Para pengagumnya menyebut dia sebagai sang sufi terbesar sepanjang sejarah, dia dianggap sebagai syaikhul masyayikh (mahaguru) karena keberhasilannya dalam menggabungkan antara syariat dan hakikat. Dia termasuk salah satu wali abdal pada masanya, dan sangat dikenal karena memiliki sifat takwa, wara, dan zuhud. Ia lahir di kota Qunthiyanah Sevilla Andalusia pada tahun 509 H. Pernah menempuh pendidikan di kota Fez Maroko, dan menetap di kota Bejaia.

Abu Madyan Al Ghauts, Sufi Agung dari Andalusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Abu Madyan Al Ghauts, Sufi Agung dari Andalusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Abu Madyan Al Ghauts, Sufi Agung dari Andalusia

Abu Madyan terlahir menjadi anak yatim dan menjalani kehidupan yang sangat sederhana sehingga telah membentuk kepribadian yang memiliki tekad sangat kuat. Al Tadili meriwayatkan cerita dari Muhammad Al Anshari yang mendengar langsung dari Abu Madyan tentang awal mula kehidupannya. "Aku adalah seorang anak yatim dari Andalusia, saudara-saudaraku mempekerjakanku sebagai penggembala ternak mereka. Setiap kali aku melihat orang shalat atau membaca Al-Quran, aku selalu tertarik dan terpesona, maka aku mendekati dan memperhatikan mereka. Namun, aku seringkali berduka lantaran tidak bisa menghafal Al-Quran dan tidak tahu cara shalat. Seketika itulah muncul keinginan yang sangat kuat dalam diriku untuk meninggalkan gembalaan agar aku bisa belajar Al-Quran dan mempelajari syariah."

Salah satu guru Abu Madyan di kota Fez adalah seorang pakar fikih bernama Abu Hasan Ali bin Ghalib (w 592 H), kepada beliau juga, Abu Madyan belajar ilmu hadits yaitu kitab As-Sunan karya Abu Isa Al Tirmizi. Sedangkan mengenai ilmu tasawuf, beliau berguru kepada Abu Abdullah Al Daqqaq dan Abu Yaza Yalnur bin Maimun. Tentang guru-gurunya, Abu Madyan pernah bercerita "Saya mendengarkan cerita-cerita orang shaleh sejak zaman Uwais Al Qarni hingga sekarang, tidak ada yang menakjubkan bagiku selain tentang sosok Abi Yaza, dan tidak ada kitab yang menakjubkan bagiku selain kitab Ihya Ulumuddin karya Al Ghazali."

Karena kemasyhuran Abu Madyan atas keluasan ilmu dan karamahnya, akhirnya banyak orang-orang yang menimba ilmu kepadanya. Di antara murid-murid beliau adalah : 

Pondok Pesantren Tegal

1. Abdurrazaq Al Jazuli, kuburan beliau terletak di kota Alexandaria Mesir. Seperti dilansir oleh Ibnu Qanfazd dalam kitab Al Wafayat, beliau adalah salah satu guru dari Sidi Abi Muhammad Abdul Aziz Al Mahdawi dan Abi Baqa Abdullah.

2. Jafar bin Sidi Bunnah Al Khazai. Murid Abu Madyan ini pernah yang disebutkan oleh Lisanudin Ibnu Khatib dalam kitab Al Ihathah fi Akhbar Al Gharnathah.

3. Abdussalam bin Masyisy, beliau adalah salah satu guru dari tokoh besar yaitu Abu Hasan Al Syazili.

Pondok Pesantren Tegal

Diakhir hidupnya, beliau difitnah oleh orang-orang yang dengki dan iri atas kemasyhuran namanya, sehingga mereka memprovokasi penguasa Muwahidin pada saat itu yaitu Yakub Al Mansur dengan menyematkan kepadanya sebutan ulama Zindiq. Akhirnya beliau meninggalkan kota Bejaia menuju kota Tlemcen sampai akhir hayatnya pada tahun 594 H.

Salah satu karya beliau yang sangat terkenal adalah qasidah Ma Lazdah Al Isy . Berikut sebagian kutipan dan pesan-pesan yang terkandung didalamnya :

1. ? ? ? ? ? ? *** ? ? ? ?

Tidak ada kenikmatan hidup kecuali berteman dengan orang-orang fakir

Mereka adalah para sultan, para pemimpin dan para penguasa



2. ? ? ? ? *** ? ? ? ? ?

Maka bertemanlah dan bersikap baiklah di dalam majelis-majelis mereka

Dan tinggalkanlah kepentingan pribadimu sekalipun mereka menawarkan kepadamu



3. ? ? ? ? ? *** ? ? ? ? ? ?

Manfaatkanlah waktu, dan hadirlah selalu bersama mereka

Ketahuilah! sesungguhnya keridhaan itu tercurahkan khusus bagi orang yang hadir



4. ? ? ? ? ? *** ? ? ? ? ?

Ikutilah seorang guru dalam segala hal, semoga

Kebaikannya akan memberikan pengaruh kepadamu.

Penulis adalah wakil ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU), kepala Pondok Pesantren Luhur Al Tsaqafah Ciganjur Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal IMNU, Kajian Sunnah Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 26 Juli 2011

PMII Jabar Minta Kadernya Siaga Bencana

Bandung, Pondok Pesantren Tegal - Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat mengeluarkan instruksi untuk kader-kadernya agar siaga bencana di daerahnya masing-masing. Siaga bencana ini sejalan dengan maraknya bencana yang terjadi di beberapa daerah seperti Bandung, Garut, Sumedang, Subang, Karawang, Sukabumi, Cianjur dan beberapa daerah lain di Jawa Barat.

"Dalam beberapa hari terakhir memang sudah terjadi sejumlah bencana baik banjir maupun longsor di beberapa daerah di Jawa Barat," ujar Sekretaris PMII Jawa Barat Ayi Sofwanul Umam (Obay), Selasa (15/11).

PMII Jabar Minta Kadernya Siaga Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jabar Minta Kadernya Siaga Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jabar Minta Kadernya Siaga Bencana

Berdasarkan hasil observasinya, Obay ini menyebutkan ihwal kemungkinan bencana akan terus terjadi sampai beberapa bulan ke depan.

"Saya mendapatkan informasi bahwa Jawa Barat ini masuk dalam kategori daerah rawan bencana sampai Mei 2017 mendatang," jelasnya.

Pondok Pesantren Tegal

Berdasarkan hal tersebut, lanjut dia, kader-kader PMII harus menjadikan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII sebagai spirit untuk melakukan kontribusi nyata terhadap masyarakat ketika berbicara konteks hablum minan nas (hubungan sesama manusia, red) dan hablum minal alam (hubungan dengan alam, red).

Pondok Pesantren Tegal

"Bahwa tugas aktivis PMII itu sejauh mana memberikan manfaat terhadap sosial masyarakat sekecil apapun," tegasnya.

Menyikapi hal tersebut, pihaknya berharap agar kader-kader PMII di Jawa Barat senantiasa memberikan terobosan konstruktif untuk masyarakat.

"Dua hal PR besar yang harus dikerjakan oleh kader PMII, yakni menumbuhkan kesadaran terhadap sosial untuk mempertajam analisa dan pendampingan terhadap masrayakat," pungkas Mantan Ketua PMII Cianjur tersebut. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pertandingan Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 22 Juli 2011

Dari Perang Diponegoro hingga Resolusi Jihad

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Sebagai rangkaian peringatan hari lahir atau harlah ke-28, Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa mengkaji dua buku sekaligus, Selasa (21/1) besok di aula utama kantor PBNU Jakarta. Buku pertama tentang Pangeran Diponegoro bertajuk “Kuasa Ramalan” dan buku kedua bertajuk “Lasykar Ulama-Santri dan Resolusi Jihad”.

Dari Perang Diponegoro hingga Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Perang Diponegoro hingga Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Perang Diponegoro hingga Resolusi Jihad

Buku Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa (1785-1855) ditulis oleh peneliti kebudayaan Jawa dari Amerika Serikat, Dr Peter Carey. Ia adalah seorang yang paling serius dan banyak sekali karyanya tentang Pangeran Diponegoro.

Buku Kuasa Ramalan itu cukup tebal, lebih dari seribu halaman yang dibegi ke dalam tiga jilid. Menurut Ketua Panitia Harlah, M. Roghib, Peter Carey berkenan hadir dan mempresentasikan di acara bedah buku besok.

Pondok Pesantren Tegal

Buku kedua “Lasykar Ulama-Santri dan Resolusi Jihad” karya Zainul Milal Bizawie sebenarnya baru akan diluncurkan awal Februari besok. “Penulinya sudah berkenan buku itu dibedah besok,” kata Roghib.

Sebagai pembahas, sejarawan NU Agus Sunyoto dihadirkan dari Malang, Jawa Timur. Kajian dan bedah buku akan dipandu langsung oleh penulis muda NU paling popular, Ahmad Baso. Bedah buku dimulai pukul 13.00 WIB.

Pondok Pesantren Tegal

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pencak Silat Pagar Nusa H Aizuddin Abdurrahman mengatakan, dua buku yang akan dibedah itu memiliki kesamaan momentum dan pelaku. Ada semangat yang ingin digali dari dua buku itu.

“Perlawanan Pangeran Diponegoro itu merupakan awal kebangkitan Nusantara. Lalu Resolusi Jihad menunjukkan posisi ulama dan santri di garda depan menegakkan Indonesia,” katanya.

Peringatan harlah ke-28 Pagar Nusa telah dimulai pada 3 Januari 2014 lalu, tepat di hari lahir Pagar Nusa, di kantor pusat Pagar Nusa, lantai 7 gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164. Sejumlah pengurus menggelar tumpengan dan syukuran kecil-kecilan sambil menyiapkan serangkaian kegiatan.

Kegiatan harlah akan dilanjutkan dengan halaqah tentang Pagar Nusa sebagai pengawal ulama dan partisipasinya di bidang pertahanan keamanan pada 29 Januari 2014 di gedung PBNU, lalu disusul acara Silaturrahim Nasional (Silatnas) Majelis Pendekar Pencak Silat NU Pagar Nusa sampai 30 Januari siang di tempat yang sama.

Acara puncak peringatan Harlah ke-28 Pagar Nusa akan diadakan di Pondok pesantren Walisongo Cibinong, Bogor pada 30 Januari malam.

Sebagai bagiaan dari acara harlah ke-28, pada 7-16 Februari diselenggarakan pelatihan pelatih pencak silat di Pusdiklat Rengasdengklok Karawang, Jawa Barat. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memelihara kontinuitas sekaligus regenerasi bagi para pelatih pencak silat. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pemurnian Aqidah, Bahtsul Masail Pondok Pesantren Tegal

Kamis, 07 Juli 2011

Ke Iran Temui Sejumlah Tokoh Berpengaruh

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr KH Hasyim Muzadi kembali bertolak ke Iran, Rabu (28/2) kemarin. Ia ke Iran untuk menemui sejumlah tokoh berpengaruh di negara tersebut untuk meredakan konflik di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, terutama di Irak.

Hasyim mengatakan, kepergiannya ke Iran kali ini masih terkait dengan akan diselenggarakannya konferensi internasional oleh pemerintah Indonesia untuk mencari solusi konflik Timur Tengah. ”Saya ke Iran untuk menemui tokoh-tokoh berpengaruh di sana,” ungkapnya di Jakarta, beberapa saat sebelum keberangkatannya ke Iran.

Sejumlah nama yang akan ditemui Hasyim, di antaranya, penasehat Presiden Iran Ayatullah Ali Attasykhiri dan mantan Presiden Iran Ali Akbar Hashemi Rafsanjani. Mereka adalah tokoh yang punya pengaruh besar, baik di Iran maupun sejumlah negara di Timur Tengah lainnya.

Ke Iran Temui Sejumlah Tokoh Berpengaruh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Iran Temui Sejumlah Tokoh Berpengaruh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Iran Temui Sejumlah Tokoh Berpengaruh

Saat ini, Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP) ini sedang sibuk mempersiapkan konferensi internasional. Sebab, dialah orang pertama yang mencetuskan gagasan tersebut kepada pemerintah. Hasyim berharap, selain Ayatullah Ali Attasykhiri dan Ali Akbar Hashemi Rafsanjani, beberapa tokoh berpengaruh lainnya juga bersedia hadir dalam konferensi itu, seperti Presiden Palestina Mahmud Abbas dan tokoh Hamas Chalid Messal.

Perlu diketahui, beberapa waktu lalu, pangasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang, Jawa Timur itu telah menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait dengan gagasannya. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, pemerintah Indonesia merespon positif gagasan tersebut. ”Dulu saya katakan kepada Presiden, masa kita diam saja melihat konflik di Timur Tengah,” ungkap mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur.

Hasyim kembali menegaskan, untuk meredakan konflik Timur Tengah peran ulama atau tokoh agama sangat dibutuhkan. Karena itu, Hasyim akan mengoptimalkan peran organisasi ulama se-Dunia, International Conference of Islamic Scholars (ICIS), di mana ia Sekretaris Jenderalnya. ”Ulama memegang peran penting dalam meredakan konflik di Timur Tengah,” katanya.

Pondok Pesantren Tegal

Hasyim mencontohkan konflik yang terjadi di Irak dan Palestina. Menurutnya, di kedua negara tersebut, ulama dan tokoh agama memegang peran utama. Karena itu, dalam kasus konflik di Irak dan Pelestima, yang harus dipertemukan lebih dahulu adalah para pemimpinnya. “Pemimpin ini tidak harus yang ada di Irak atau Palestina saja, tapi bisa dari luar,” ungkapnya.

Permasalahan di Irak, lanjutnya, memang sangat rumit. Selain ada campur tangan dan provokasi pihak asing, rakyat Irak sendiri sulit untuk disatukan. Karena itu, untuk meredakan konflik di Irak, Hasyim lebih menekankan pada persatuan rakyat Irak terlebih dahulu. ”Soal konflik antara Syiah dan Sunni di Irak tidak dapat lepas dari pengaruh negara seperti Iran, Syria, Lebanon, Saudi Arabia, Mesir dan Pakistan. Ulama di negara-negara tersebut harus bisa dipertemukan,” katanya.

Terkait dengan konflik Timur Tengah juga, Hasyim selaku Sekjen ICIS, beberapa waktu lalu melakukan pertemuan dengan Presiden Organisasi Konferensi Islam Dr Abdullah Ahmad Badawi yang juga Perdana Menteri Malaysia. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan kerjasama antara kedua belah pihak untuk meredakan konflik Timur Tengah.

Sebelumnya, Hasyim berkunjung ke sejumlah negara di Timur Tengah, meliputi Syria, Lebanon dan Iran. Dalam kunjungan tersebut, Hasyim bertemu dengan Syekh Muhammad Rosyid Kabbany (Mufti dan Menteri Agama Republik Lebanon), Syekh Amir Qobalany (Wakil Imam Syiah di Lebanon), dan Dr Ahmad Husan (Rektor Universitas Internasional Lebanon). Hasyim juga juga bertemu dengan Komandan Markas Biro Politik Hamas Cholid Meshaal. (rif/amh)

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Habib, News Pondok Pesantren Tegal

Radat, Tarian Dzikir dari Jombang

Jombang, Pondok Pesantren Tegal

Radat adalah zikir yang dilakukan dengan melakukan gerakan dan variasi tertentu secara bersama-sama. Sehingga dalam satu event ada anggota 7, 12, 70, sampai 180 orang. Karena dilakukan secara bersama-sama maka diperlukan keseragaman, baik gerak maupun pakaian.

Pada masa lalu, radat biasa dilakukan di mushala atau mesjid setelah malam menjelang. Dilakukan untuk menghidupkan malam dengan berzikir di kampung-kampung.

Radat, Tarian Dzikir dari Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Radat, Tarian Dzikir dari Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Radat, Tarian Dzikir dari Jombang

Kiai Abdurrahman (70 tahun), penduduk desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur melestarikan tari ini di kampungnya. Ia menamakan Zikir Saman untuk kelompok radatnya.

Pondok Pesantren Tegal

Dulu ia belajar radat dari seorang santri dari Pesantren Darul Ulum, Jombang. Kemudian ia menggabungkannya dengan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah yang didapat dari gurunya, KH Adlan Ali di daerah Cukir, Jombang.

Pondok Pesantren Tegal

Dalam menyambut Ekspedisi Islam Nusantara di Pendopo Bupati Kabupaten Jombang Senin, (19/4), ia memulai dengan membaca tawasul. Kemudian, membaca kalimat-kalimat tarekat dan gerakan-gerakan ritmis sufistik. (Syakdillah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Nahdlatul, Internasional, Anti Hoax Pondok Pesantren Tegal

Kamis, 28 April 2011

LKKNU Dukung Swasembada Daging

Bogor, NU-Online. Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Bogor mengadakan pelatihan Penggemukan Kambing, Selasa (24/4) kemarin di “ Tawakal Farm” Desa Cimande Hilir Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

"LKKNU Kab.Bogor berusaha menerapkan ajaran Rasulluh, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia,” demikian dikatakan Dr Ade Heryati Helmi, Ketua PC LKKNU Kabupaten Bogor. "Melalui program penggemukan Kambing ini kami berusaha memberikan manfaat dalam lingkungan Keluarga dan Masyarakat," imbuhnya saat ditemui Pondok Pesantren Tegal.

LKKNU Dukung Swasembada Daging (Sumber Gambar : Nu Online)
LKKNU Dukung Swasembada Daging (Sumber Gambar : Nu Online)

LKKNU Dukung Swasembada Daging

"Sebagai respon terhadap program pemerintah swasembada daging yang dilaksanakan oleh LKKNU Kab.Bogor, saya berharap warga NU tidak hanya ngaji kitab, tapi juga Ngaji Peternakan, supaya tercipta warga-warga NU yang punya kwalitas bidang agama, ekonomi dan peningkatan kwalitas gizi masyarakat,” kata Kang Doni, sapaan akrab Ketua PCNU Kabupaten Bogor. Program ini diharapkan juga menciptakan para Muzakki-muzakki, ( orang yang berkewajiban mengeluarkan Zakat, Red )Tambah Kang Doni saat dihubungi Pondok Pesantren Tegal via Telephon.

Pondok Pesantren Tegal

Ditempat yang sama, wakil ketua LKKNU, Subarkah mengatakan, pelatihan ini bertujuan peningkatan ekonomi ummat khususnya warga Nahdliyin, “Kebutuhan daging qurban, aqiqah, dan konsumsi warung-warung sate di kabupaten Bogor, kian meningkat, dengan diadakannya pelatihan ini tentunya untuk menjawab tantangan yang cukup menjanjikan,” tegas, Kang Barkah, yang juga sebagai salah satu Hakim di Pengadilan Agama Bogor.

Pelatihan yang diikuti oleh 40 orang peserta dan 5 pembimbing ini diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah kabupaten Bogor, diantaranya Kecamatan Jonggol, Tanjungsari,  Megamendung, Caringin, Cogombong, Ciseeng, Parungpanjang dan Ciawi, “Pesertanya cukup fariatif, mulai dari Mahasiswa, Santri, Kyai, dan Juga Praktisi Peternak Kambing, dan ini adalah Gelombang Pertama, berikutnya akan menyusul Gelombang ke II, karena beberapa calon peserta sempat kita tolak karena keterbatasan beberapa hal” kata Akhsan Ustadhi, sekretaris PCNU kabupaten Bogor kerpada Pondok Pesantren Tegal.

Pondok Pesantren Tegal

Salah satu Peserta KH Apang Sumarna dari Kecamatan Tanjungsari mengatakan “Apa yang saya dapat hari ini merupakan ilmu yang sangat bermanfaat dan akan saya praktekkan langsung sesampainya dirumah nanti” katanya dengan bangga, sementara itu Wendy Wicaksono,dari kalangan mahasiswa salah satu peserta berasal dari STANU Jakarta yang berkampus di Kemang Bogor, mengatakan  ilmu ini adalah ilmu yang tidak ia dapat dari Kampus, dan ia akan bersemangat mengikuti pelatihan tahap II, 

"Tawakal Farm” adalah salah satu tempat penggemukan Kambing yang dimiliki H Bunyamin, yang saat ini mempunyai 2800 ekor yang sedang dalam proses penggemukan, yang notabene H Bunyamin adalah salah satu Pengurus LKKNU Kabupaten Bogor. Saya senang tempat saya dijadikan tempat Pelatihan untuk warga Nahdliyin, dan akan selalu terbuka untuk memberikan ilmunya kepada semua. Saya berharap ilmu yang saya berikan bermanfaat untuk umat," tambahnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Akhsan Ustadhi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Tegal, AlaSantri Pondok Pesantren Tegal