Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Wadah Pencetak Instruktur Banser itu Bernama Susbalan

Mojokerto, Pondok Pesantren Tegal. 150 lebih anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna) dari berbagai Satkorcab di Jatim mengikuti Kursus Banser Lanjutan (Susbalan).Acara berlangsung di Vila Cemara Sajen Pacet Kabupaten Mojokerto, Jumat-Ahad (12-14/8).

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H Rudy Tri Wahid mengatakan Susbalan selain sebagai wahana pendidikan dan latihan Banser (tingkat lanjutan), juga diharapkan dapat ? melahirkan anggota Banser yang memiliki kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang dapat memimpin dan menggerakkan organisasi Banser di tingkat kelompok, rayon, cabang dan wilayah.

Wadah Pencetak Instruktur Banser itu Bernama Susbalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Wadah Pencetak Instruktur Banser itu Bernama Susbalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Wadah Pencetak Instruktur Banser itu Bernama Susbalan

Pernyataan mantan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Ngawi ini disampaikan saat sambutan pembukaan acara Susbalan di Vila Cemara Sajen Pacet Mojokerto, Jumat (12/8).

Disamping itu juga diharapkan akan muncul calon-calon pendidik dan pelatih Banser yang dapat bergabung dalam Corp Instruktur Banser, yang pada saatnya tinggal dimantapkan dalam pelatihan pelatih atau sering disebut kursus pelatih (Suspelat).?

“Jadi pentingnya Susbalan ini sebagai pintu masuk mencetak instruktur di masing-masing cabang, rayon, dan kelompok. Tentunya setelah ini harus melanjutkan ke jenjang selanjutnya, yakni ikut Suspelat,” ungkap Rudy.

Pondok Pesantren Tegal

Ikut hadir mendampingi Rudy Tri Wahid, diantaranya Kepala Satkorwil Banser Jawa Timur, H. Umar Usman, beserta para pengurus pimpinan PW GP Ansor Jawa Timur beserta para pimpinan Satkorwil Banser-nya. (Imam Kusnin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal Pemurnian Aqidah, PonPes Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Tingkatkan Minat Sastra, Pelajar NU Babat Adakan Lomba Menulis Cerpen

Babat, Pondok Pesantren Tegal

Kecintaan dan minat para pelajar Indonesia terhadap karya sastra masih harus di tingkatkan lagi, terlebih pada era globalisasi ini minat sebagian pelajar terhadap cerpen yang bernilai sastra masih kurang. Padahal cerpen mengandung nilai sastra yang berpeluang tinggi untuk diminati bila ketertarikan itu mulai ditumbuhkan.

Tingkatkan Minat Sastra, Pelajar NU Babat Adakan Lomba Menulis Cerpen (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Minat Sastra, Pelajar NU Babat Adakan Lomba Menulis Cerpen (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Minat Sastra, Pelajar NU Babat Adakan Lomba Menulis Cerpen

Maka, untuk mengembangkan minat kreativitas dan ketertarikan para pelajar terhadap karya sastra, Lembaga Pers Pelajar Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Babat, Jawa Timur menggelar lomba menulis cerpen untuk pelajar Indonesia Tingkat SMA/MA dan mahasiswa (umum).

Untuk memancing minat pelajar, Program semester dua pada periode pertama PC IPNU-IPPNU Babat ini diadakan secara gratis tanpa dipungut biaya yang dimulai pada tanggal 1 Mei sampai dengan 15 Oktober 2016.

Pada umumnya, minat para pelajar di karya tulis menyangkut kehidupan sehari-hari mereka, maka kegiatan dengan tema "Cita, Cinta dan Karya untuk Indonesia" yang dilaksanakan ini diharapkan mampu mempengaruhi dan meningkatkan kemampuan pelajar dalam hal menulis.

Pondok Pesantren Tegal

“Kita berharap dengan adanya lomba menulis cerpen ini, pelajar Indonesia dapat mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka melalui karya sastra,” ucap Putri, Wakil Ketua IPPNU Bidang L-Pers PC IPPNU Babat.

Koordinator Lembaga Pers PC IPNU Babat Hendrik Wahyudin menambahkan, dengan adanya program ini, niscaya pelajar Indonesia dapat menggali potensi serta dapat mempertahankan sastra Indonesia.

Program yang dilaksanakan jangka panjang ini juga melibatkan 189 sekolah dan madrasah tingkat SLTA di bawah naungan PC Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Babat. (Anisah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal Amalan, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Menulis Adalah Pertobatan Menjadi Manusia Berpikir

Kudus, Pondok Pesantren Tegal. Dalam ilmu mantiq (logika), manusia disebut sebagai hayawanun natiq (makhluk yang berpikir), tetapi belum  beranjak sebagai status hayawanun katib wal qori (manusia yang menulis dan membaca) bila tidak mendokumentasikan dalam bahasa yang baik dan mudah dipahami.

"Karena itulah, menulis merupakan sebentuk pertobatan kita menjadi manusia yang yang punya kuasa menyebarkan pikiran maupun gagasan," kata penulis Muda dari el Wahid Center Semarang Nafiul Haris saat menjadi pembicara Latihan Jurnalistik Dasar (LDJ) Forum Komunikasi pimpinan Komisariat (Forkapik) IPNU-IPPNU kecamatan Dawe di Aula SMA Hidayatul Mustafidin Dawe, Kamis (2/5).

Menulis Adalah Pertobatan Menjadi Manusia  Berpikir (Sumber Gambar : Nu Online)
Menulis Adalah Pertobatan Menjadi Manusia Berpikir (Sumber Gambar : Nu Online)

Menulis Adalah Pertobatan Menjadi Manusia Berpikir

Di depan peserta yang sebagian pelajar MA/SMA itu, Haris memberikan motivasi dan teknik penulisan. Dikatakan, menjadi penulis itu harus memiliki sikap percaya diri bahwa karya tulis ini sangat bermanfaat, benar dan berdaya tahan.

Pondok Pesantren Tegal

"Kalau bahasa ekstrim, penulis harus sombong dulu untuk meyakinkan kalau kita punya pikiran dan ide yang layak dibaca khalayak umum," tandasnya.

Pondok Pesantren Tegal

Untuk menjadi penulis handal, ujar mahasiswa Fisip Hubungan Internasional Unwahas Semarang ini, para pelajar harus mulai memperbanyak membaca. Tanpa membaca, hampir bisa dipastikan akan menjadi serpihan gagasan yang kurang sistematis dan mendalam.

"Menulis itu kelanjutan dari membaca. Ibarat sekeping mata uang, membaca dan menulis itu bersaudara," imbuhnya.

Ditambahkan, untuk merampungkan tulisan harus mendiskusikan tulisan dengan orang lain. Dengan begitu, akan tahu kekurangan karya dan pikiran yang ditulis.

"Yang perlu diingat cara penulisannya, dimulai dari mencari masalah, melengkapinya dengan bahan bacaan, lalu mendiskusikan apa yang telah kita tulis," tandas Haris panggilan akrabnya.

LDJ yang berlangsung Kamis-Jumat (2-3/5) ini dibuka PC IPNU Kudus dengan jumlah peserta 30 pelajar MA/SMA se Kecamatan Dawe. Berbagai materi dasar jurnalistik seperti pengenalan teknik  penulisan  berita, sastra, artikel dan praktek hunting mencari berita.

Disamping M. Nafiul Haris, yang menjadi fasilitator lainnya adalah Pimpinan Umum majalah IPNU-IPPNU Pilar Abdul Rochim dan jurnalis Pondok Pesantren Tegal di Kudus.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pemurnian Aqidah, Makam Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Kiai dan Santri Demak Ngaji Ekonomi Bareng OJK

Demak, Pondok Pesantren Tegal. Sebagai upaya meningkatkan Industri Keuangan Syariah Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKB, Fathan Subchi menggandeng OJK untuk memberi pelatihan kepada kiai dan santri Kabupaten Demak. Menurutnya sudah saatnya santri dan kiai ikut andil membangun perekonomian umat yang lebih besar.

"Peran dan andil Pesantren dalam mendidik dan melestarikan tradisi keilmuan luar biasa, sudah saatnya peran tersebut bertambah besar dengan ikut berkontribusi menguatkan ekonomi umat," ujar Fathan di Hotel Amantis, Demak, Rabu (14/6).

Kiai dan Santri Demak Ngaji Ekonomi Bareng OJK (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai dan Santri Demak Ngaji Ekonomi Bareng OJK (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai dan Santri Demak Ngaji Ekonomi Bareng OJK

Konsep ekonomi syariah, menurutnya merupakan solusi bagi masyarakat berkembang utamanya menengah ke bawah. Kemudahan dan barokah yang ditawarkan akan menjadi kelebihan yang mengangkat perekonomian warga.

?

"Lembaga Keuangan syariah mudah dan barokah, pasti dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin," jelasnya.

Pondok Pesantren Tegal

Fathan yang juga pengurus Lembaga Perekonomian PBNU itu menegaskan pentingnya manajemen dan leadership yang baik dalam membangun Industri keuangan syariah.?

Pondok Pesantren Tegal

"Pesantren sudah memiliki modal berupa kuantitas santri dan ilmu. Saya kira akan sukses dan besar membangun Industri Keuangan Syariah jika manajemen dan leadershipnya baik,” bebernya.

Sementara itu, Deputi Direktur Managemen Strategis dan Kemitraan Pemerintah Daerah OJK, Dedy Patria, mengatakan bahwa OJK berusaha masuk keberbagai komunitas termasuk pesantren untuk terus mensosialisasikan cara menginvestasikan keuangan dengan baik.

Selain sosialisasi, OJK juga melakukan pembinaan dan pelatihan untuk para UMKM dan pebisnis pemula. Ia juga mengatakan pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) merupakan upaya untuk mengadvokasi UMKM dan pengusaha pemula.

"Adanya Satgas Waspada Investasi, TPKAD dan yang lainnya bertujuan untuk memberantas investasi bodong dan membina pengusaha pemula maupun UMKM,” jelas Dedy.

Sementara itu, Kiai Musyaddad Syarif, Ketua PCNU Kabupaten Demak berharap supaya santri dan pondok pesantren mampu menjadi basis penggerak ekonomi.

?

"Saya mengharap pondok pesantren sebagai motor penggerak ekonomi syariah khususnya di Demak,” terangnya.

Acara ini dihadiri oleh 200 peserta dari kalangan kiai dan santri seluruh Kabupaten Demak. (M. Farid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Sarang Narkoba di Penjara, Bukan di Pesantren

Pamekasan, Pondok Pesantren Tegal

Pernyataan Badan Narkotika Nasional (BNN) bahwa pesantren menjadi bagian dari mata rantai jaringan pelaku peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba, dimentahkan oleh Pengamat Sosial Madura, Imaduddin, saat menjadi pembicara dalam diskusi yang berlangsung di Kedai 11 12 Jalan Trunojoyo Pamekasan, Kabupaten Pamekasan Madura, Jawa Timur, Selasa (29/3) malam. Acara yang digagas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan tersebut diikuti oleh para pemuda dan aktivis PMII, HMI, GMNI, dan badan taktis kemahasiswaan.

Menurut Imaduddin, sarang narkoba sejatinya ialah di penjara atau lapas pemasyarakatan (lapas). Sejauh ini, terangnya, pemakaian dan peredaran barang haram di lapas terbilang aman. Sebab, mendapat perlindungan dari oknum aparat kepolisian dan pihak-pihak yang menjadi bagian dari jejaring Bandar narkoba.

Sarang Narkoba di Penjara, Bukan di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarang Narkoba di Penjara, Bukan di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarang Narkoba di Penjara, Bukan di Pesantren

Sepuluh orang narapidana (napi) penghuni Lapas Narkotika Klas IIA Pamekasan yang diciduk petugas Satreskoba pada pertengahan tahun lalu, terangnya, menjadi salah saatu bukti tak terbantahkan betapa lapas adalah surga pemakai narkoba. Sebab, penangkapan tersebut dilakukan menyusul ditemukannya 22 pocket kecil sabu yang disembunyikan dalam kulit kacang.

Disusul peristiwa pada Selasa (22/3) lalu, aparat kepolisian di daerah Surabaya melakukan penangkapan terhadap sipir Lapas Klas IIA Pamekasan. Kepolisian daerah Surabaya langsung membekuk sipir LP Pamekasan, setelah diketahui membawa sabu-sabu (SS) 2 ons.

Pondok Pesantren Tegal

"Belum lagi para penyebar dan pengguna narkoba di luar lapas, nyaris didominasi atau bahkan semuanya bukan dari kalangan pesantren," sela Anggota DPRD Jawa Timur, Baddrut Tamam, yang juga menjadi pemateri dalam diskusi tersebut.

Sebut saja pada Senin (21/3) lalu, beber Ketura Fraksi PKB DPRD Jawa Timur tersebut, pihak kepolisian meringkus tiga orang yang tengah berpesta SS di Dusun Daun Lebar Desa Panaguan, Kecamatan Proppo, Pamekasan. Mereka adalah Mujahri, pemilik rumah dan dua rekanya Samsul Arifin dan Subairi warga Desa/Kecamatan Omben, Sampang.

Meski dilakukan penangkapan, pada penggerebekan dua orang yang diduga juga terlibat menggunakan SS berhasil mengelabuhi petugas. Mereka adalah M dan HD yang saat ini mereka ditetapkan DPO. Dari tangan pelaku itu, polisi menyita barang bukti (BB) berupa 2 buah kompor, 1 buah timbangan, 2 buah bong, 5 buah sedotan  dan 2 pipet kaca, serta sisa sabu yang sampat dikonsumsi pelaku seberat 0,37 gram.

Di tempat terpisah, polisi juga meringkus Ahmad Hermawan warga Dusun Kramat Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. Dia harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah diketahui menjadi pengedar narkoba yang beroperasi di Gerbang Salam. Pria berusia 32 tahun ini sempat ditetapkan Daftar pencarian Orang (DPO) setelah mengelabui petugas saat penggerebekan pertama berlangsung beberapa waktu lalu.

Pondok Pesantren Tegal

Pada penggerebekan itu dia meninggalkan BB sabu sebarat 6,235 gram. Ahmad berhasil diringkus di rumahnya setelah polisi melakukan pengintaian beberapa minggi lamanya.

"Silakan cek sendiri, tidak ada yang dari atau alumnus pesantren. BNN mestinya fokus pada sterilisasi peredaran narkoba di lapas, tidak hanya berkutat pada polemik yang menyudutkan pesantren," tekannya.

Diterangkan, merebaknya penggunaan narkoba di lapas merupakan fakta yang tidak terlalu mengejutkan. Sebab, sudah sejak lama pihaknya mengendus banyaknya oknum aparat yang menjadi bagian dari jejaring narkoba.

"Bekuk dan hukum seberat-beratnya aparat yang terjerat narkoba! Sebab, mereka telah lalai terhadap amanah untuk menjadi bagian dari komitmen perang terhadap narkoba," pungkasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pemurnian Aqidah, Makam, Kajian Sunnah Pondok Pesantren Tegal

Lazisnu Jawa Barat Bagikan 2000 Kantung Daging Kurban

Bandung, Pondok Pesantren Tegal. Bertempat di Komplek PWNU Jawa Barat, Lazisnu Jawa Barat membagikan 2000 kantung daging kurban ke warga NU Kota Bandung (24/09/2015). Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus PWNU, Sekretaris Pergunu Jabar H. Saepuloh, M.Pd, Wakil Ketua IPNU Jawa Barat Iman Iyanfauni, Sekretaris ? Lesbumi Jabar Muhamad Sulaeman, dan Sekretaris Lapeksdam Jabar H. Dasuki.

Lazisnu Jawa Barat Bagikan 2000 Kantung Daging Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Lazisnu Jawa Barat Bagikan 2000 Kantung Daging Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Lazisnu Jawa Barat Bagikan 2000 Kantung Daging Kurban

Menurut Sekretaris Lazisnu Jawa Barat Ganjar Abdul Mujib, hewan kurban yang terkumpul sebantak 4 ekor sapi dan 8 ekor domba.

"Pada kesempatan ini, 1 ekor titipan dari Extrajoss, 1 ekor dari Pemprov Jabar, sisanya dari jamaah NU Jawa Barat," tutur Ganjar.

Pondok Pesantren Tegal

Selain itu, Menurut Sekretaris Lazisnu Jawa Barat Ganjar Abdul Mujib kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah.

Turut memeriahkan dalam kegiatan tersebut, sebelum prosesi penyembelihan Sekretaris PW Lesbumi Jawa Barat Muhammad Sulaeman membacakan puisi tentang kisah keluarga Nabi Ibrahim AS.

Pondok Pesantren Tegal

Menurut Sekretaris Lesbumi Jawa Barat Muhamad Sulaeman, kegiatan kurban tahun ini sangat mengesankan dan ini harus terus dijaga dan dilestarikan

"Kegiatan kurban tahun ini sungguh luar biasa, dan tahun depan lebih khidmat dan meriah," tutur Kang Sule. (Awis SaepulohMukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Hadits, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Bahan Munas-Konbes 2014 Akan Dikirim ke PWNU se-Indonesia

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Bahtsul masail yang memuat landasan fiqih terkait konsep Ahlul Halli Wal Aqdi dan NKRI dalam perspektif Aswaja, mengeluarkan sejumlah putusan di Jakarta, pada Sabtu (31/5) pagi. Bahan yang akan dibahas di Munas-Konbes NU 2014 mendatang ini, akan disebarkan ke seluruh pengurus wilayah NU di Indonesia.

Bahan Munas-Konbes 2014 Akan Dikirim ke PWNU se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahan Munas-Konbes 2014 Akan Dikirim ke PWNU se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahan Munas-Konbes 2014 Akan Dikirim ke PWNU se-Indonesia

“Sebelum dikirim ke semua PWNU, materi bahtsul masail ini akan kita laporkan di forum rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU Senin besok,” kata staf Syuriyah PBNU H Mahbub Ma’afi kepada Pondok Pesantren Tegal di Jakarta, Sabtu (31/5).

Materi ini sengaja kita kirim lebih dini, kata H Mahbub, agar para pengurus wilayah mempelajarinya terlebih dahulu sebelum hadir sebagai peserta Munas-Konbes NU 2014.

Pondok Pesantren Tegal

“Kedudukan NKRI pernah dibahas secara umum dalam sebuah Muktamar NU. Dalam materi ini, kita perkuat lagi dengan sejumlah sisinya. Rumusan yang akan dimatangkan pada forum Munas NU nanti, dapat menjadi pedoman bernegara bagi warga NU,” kata Mahbub.

NKRI dalam perspektif Aswaja ini bukan sekadar tanggapan atas sejumlah kelompok kecil umat Islam di Indonesia yang mempertanyakan NKRI dari sudut agama. “Misalnya HTI,” ujar Mahbub. Materi ini lebih merupakan sebuah pandangan utuh dan menyeluruh dari sudut pandang syari’at terhadap NKRI. (Alhafiz K)

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pemurnian Aqidah, Olahraga Pondok Pesantren Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Inilah Tafsir Al-Qur’an Karya Ulama-ulama Nusantara

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal

Pesantren dikenal kental dengan fiqh dan tasawuf. Padahal, menurut Islah Gusmian, saat mengisi kajian di Islam Nusantara Center, Jumat (21/7/2017), ada banyak karya kiai pesantren di bidang tafsir.

“Ada banyak varian yang ditulis para ulama di pesantren itu di bidang tafsir,” ujarnya saat membuka kajian.

Inilah Tafsir Al-Qur’an Karya Ulama-ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Tafsir Al-Qur’an Karya Ulama-ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Tafsir Al-Qur’an Karya Ulama-ulama Nusantara

Kitab Tarjuman al-Mustafid merupakan kitab tafsir Al-Qur’an 30 juz pertama di Nusantara. Tetapi jika dilihat dari praktik penafsiran, kitab tersebut bukan kitab tafsir pertama. Sebab sebelumnya telah ada beberapa tafsiran meskipun tidak secara menyeluruh, seperti dalam bait-bait syairnya Hamzah Fansuri.

Pondok Pesantren Tegal

“Kajian tafsir tidak hanya terjadi pada konteks kitab tafsir, tapi juga pada praktik penafsiran,” katanya.

Pondok Pesantren Tegal

Dosen tafsir Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta itu mengemukakan bagaimana ulama pesantren menulis tafsir Al-Qur’an. Ada yang menulis dengan berbahasa Arab.

Ia mencontohkan Tafsir al-Asrar karya H Habibuddin Arifuddin abad 18, Tafsir al-Muawwidzatain karya KH Ahmad Yaasin Asymuni, Attibyanyang ditulis di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, yang digunakan untuk praktik belajar mengajar, Jami’ al-Bayan karya Kiai Muhammad bin Salman Solo, dan Tafsir Madrasi yang sampai saat ini masih digunakan di Pondok Pesantren Gontor.

Penulis buku Khazanah Tafsir Indonesia itu juga mengatakan bahwa ada banyak tafsir Al-Qur’an yang ditulis dengan bahasa daerah, seperti karya orang Madura, Al-Qur’an al-Karim Nurul Huda dalam bahasa Madura ditulis oleh politisi dan aktivis NU Mudhar Tamim. Ada pula yang berbahasa Sunda bahkan dengan bentuk danding, seperti mocopat kalau di Jawa, karya Kiai Hasan Mustofa.

Dalam konteks aksara, Islah Gusmian menjabarkan, bahwa ada yang ditulis dengan aksara Jawi. “Dalam konteks aksara, misalnya. Tarjuman al-Mustafid ditulis dengan aksara Jawi. Ada juga Nurul Ihsan,” ujarnya.

“Pada era itu, aksara Jawi menjadi sarana ulama untuk menulis tafsir,” lanjutnya.

Ada juga yang ditulis dengan menggunakan aksara Lontara, seperti Tafsir al-Munir karya Gurutta Ismail. Ada pula tafsir berkasara Jawa Honocoroko, seperti Serat Fatekah dan Tafsir Jawen.

Selain itu, tentu lebih banyak lagi karya yang beraksara Pegon. Islah mengatakan, “Ada juga pegon. Ini sangat kaya sekali.”

Alumni Pesantren Kajen itu menyebutkan beberapa kitab tafsir karya para kiai yang beraksara pegon tersebut, seperti Al-Ibriz karya KH Bisri Mustofa, Al-Iklil dan Taj al-Muslimin? karya KH Misbah Mustofa, Raudhatul Irfan yang ditulis oleh KH Ahmad Sanusi dari Sukabumi dua jilid lengkap 30 juz, Faidl al-Rahman yang ditulis Mbah Soleh Darat, Tafsir al-Mahalli karya Mbah Mujab Mahalli Jogja, Tafsir Anom karya Anom, murid Mbah Soleh Darat, dan tafsir yang ditulis oleh Perkumpulan ulama Mardikintoko di Solo.

Sebelum sesi tanya jawab, alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu menyimpulkan, bahwa pada dasarnya, praktik penafsiran yang dilakukan oleh ulama Nusantara, khususnya kiai-kiai pesantren, itu sangat beragam atau dinamis.

“Sangat dinamis sebetulnya cara ulama menulis tafsir di Nusantara ini, bahkan ada yang danding itu” ujarnya. (Syakirnf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren Pondok Pesantren Tegal

Senin, 25 Desember 2017

MWCNU Compreng Segera Miliki Sekretariat Permanen

Subang, Pondok Pesantren Tegal

Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Compreng Kabupaten Subang akan segera memiliki sekretariat permanen.

MWCNU Compreng Segera Miliki Sekretariat Permanen (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Compreng Segera Miliki Sekretariat Permanen (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Compreng Segera Miliki Sekretariat Permanen

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua MWC NU Compreng, Tata Casmita usai penyelenggaraan Halal Bihalal dan Shilaturahmi Ulama dan Umaro yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Compreng bekerja sama dengan MWC NU Compreng di Pendopo Kecamatan, Sabtu (22/7).

"Alhamdulillah, peletakan batu pertama sudah kita lakukan sekitar bulan Mei kemarin. Dalam momentum halal bihalal ini, kita harapkan progresnya semakin meningkat," ujar Tata yang merupakan Ketua Penyelenggara Halal Bihalal tersebut.

Pondok Pesantren Tegal

Pihaknya berharap proses konstruksi pembangunan sekretariat tersebut bisa segera direalisasikan sehingga bisa selesai pada 2018 mendatang.

"Alhamdulillah pembangunan sekretariat ini mendapatkan support dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Subang sehingga pengerjaannya bisa cepat selesai," jelasnya.

Pondok Pesantren Tegal

Camat Compreng, Deni Setiawan mendorong dan mendukung cita-cita MWC NU Kecamatan Compreng tersebut sebagai pusat kegiatan dakwah Islam di wilayahnya.

"Nantinya ini akan dijadikan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan menjadi benteng ajaran Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah. Dengan keikutsertaan semua kepala desa, mudah-mudahan cita masyarakat Compreng sgera terlaksana," paparnya.

Sekretariat MWC NU Kecamatan Compreng tersebut rencananya akan dibangun di lahan seluas 28 X 19 persegi. Rencananya, sekretariat yang percis berada di depan Kantor Camat Compreng tersebut akan dibangun dua lantai. Selain itu, lokasinya juga berdampingan dengan Masjid Agung Kecamatan Compreng, As-Saad. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pemurnian Aqidah, Fragmen, Santri Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Puluhan Ribu Jamaah Dzikir di Masjid Agung Solo

Solo, Pondok Pesantren Tegal 

Puluhan ribu jamaah memenuhi Masjid Agung Solo. Mereka mengikuti dzikir dan tablig akbar bertajuk "20 ribu yasin untuk hajat Anda menuju Solo Kota Santri" bersama Habib Noval bin Muhammad Alaydrus pada Ahad (13/10).

Puluhan Ribu Jamaah Dzikir di Masjid Agung Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Ribu Jamaah Dzikir di Masjid Agung Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Ribu Jamaah Dzikir di Masjid Agung Solo

Berdasarkan pengamatan Pondok Pesantren Tegal, mayoritas jamaah yang hadir berpakian putih. Selebihnya berjaket dengan nama majelis di punggungnya, seperti Majelis Rosululloh, Majelisul Maulid Wat Talim Riyadlul Jannah (Malang), dan Ahbabul Musthofa. 

Sambil menanti acara dimulai, para jamaah asyik mendengarkan lantunan solawat yang dilantunkan oleh kelompok hadroh Jamuri Solo dan Fatahilah.

Pondok Pesantren Tegal

"Sebelum dimulai, yuk berdoa kepada Allah agar dikirimkan mendung atau angin yang semilir," ungkap Habib Noval mengawali majelis. 

Ucapan tersebut keluar setelah melihat ada sebagian jamaah diluar masjid yang kepanasan, meski panitia telah menutup halaman masjid dengan tenda. Lima menit kemudian, jamaah membaca Alfatihah dipimpinnya. Mendung dan hawa dingin pun mulai datang. 

Pondok Pesantren Tegal

Usai beberapa sambutan, Habib Noval bin Muhammad Alaydrus mengajak hadirin untuk membaca surat Fatihah dan Yasin. Selanjutnya, Habib Noval mengajak hadirin menzikirkan lafad "La ilaha Illalloh". 

Usai menzikirkan lafadz tersebut puluhan kali, habib Noval pun memimpin doa. Banyak hadirin yang menangis ketika mengamini doa sang habib. betapa tidak, sebagian besar doa yang dipanjatkan pimpinan majelis Ar-Raudhah berkaitan dengan permohonan ampun atas tiap dosa kepada orang tua.

"Ya Rabb, ampuni kata-kata kasar kami kepada orang tua kami" demikian di antara doa Habib Noval. 

Selain itu, ia juga memohonkan ampun untuk setiap kaum muslimin, serta beberapa doa lain yang diaminkan oleh ribuan jamaah. Bahkan, sang Habib mendoakan keselamatan untuk siapapun yang membenci hadirin, lahir batin. 

Setelah doa, Habib Noval menanyakan kesediaan jamaah untuk menyelenggaraan acara serupa tiap dua bulan sekali. Tentu saja ajakan tersebut diamini oleh ribuan jamaah yang hadir.

Selanjutnya, acara diisi dengan ceramah singkat dari KH Abdurrohim. Kiai yang akrab disapa Gus Rohim ini dari Majelisul Maulid Wat Talim Riyadlul Jannah ini mengutarakan bahwa wasilah doa kepada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu ajaran yang disampaikan oleh Habib Anis bin Ali Alabsyi. Habib Anis merupakan guru dan mertua Habib Noval yang diakuinya sebagai salah satu guru dari Majelisul Maulid Wat Talim Riyadlul Jannah.

Sementara itu, Habib Muhammad mengawali urainnya dengan "Anda tahu tentang surga?" Cucu Habib Anis tersebut menguraikan tentang itu, serta keyakinannya bahwa jamaah yang hadir di Masjid Agung Solo sebagai calon penghuni surga.

Sebagai penutup acara, Habib Noval bin Muhammad Alaydrus mengumumkan akan diadakannya Pameran Buku Aswaja se-Solo di bulan Muharam nanti. Selain itu, Habib Noval menyampaikan tentang diselengarakanya pembaacaan Maulid Simthudduror di Majlis Ar-Raudhah setiap Jumat Pon. (Pekik Sasongko/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Amalan, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

LPJ H Nusron Wahid Diterima

Sleman, Pondok Pesantren Tegal. Laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor H Nusron Wahid diterima peserta Kongres XV yang berlangsung di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman,Yogyakarta, Kamis malam (26/11).

Pernerimaan tersebut disampaikan melalui pandangan umum yang disampaikan perwakilan 3 zona. Laporan disampaikan dari zona 3 terlebih dahulu dengan juru bicara Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Maluku Utara Salim Thaib.

LPJ H Nusron Wahid Diterima (Sumber Gambar : Nu Online)
LPJ H Nusron Wahid Diterima (Sumber Gambar : Nu Online)

LPJ H Nusron Wahid Diterima

"Kami memerima secara tulus dan rasa bangga, menerima laporan pertanggungjawaban Ketua Umum H Nusron Wahid,” katanya yang mewakili Pimpinan Wilayah Maluku, Papua, Papua Barat, Seluruh Sulawesi.   

Pondok Pesantren Tegal

Kemudian hal yang sama disampaikan oleh perwakilan dari zona 2 dengan juru bicara Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Rudi Tri Wahid.

"Kami mengapresiasi kepemimpinan H Nusron Wahid yang sudah meletakkan pondasi berorganisasi baik dan luar biasa tepat,” katanya yang mewakili PW Yogyakarta Kalimanatan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Pondok Pesantren Tegal

Menurut dia, Ketum Nusron Wahid memiliki gagasan luar biasa, namun sering meremehkan yang bersifat teknis. “Rondwn acara kongres ini misalnya berubah-berubah, itu bersifat teknis,” ungkapnya.

Tapi menurut dia, secara umum visi misi kepengurusan 2010-2015 80 terlaksana. Sementara 20 persen yang kurang terlaksana dalam bidang ekonomi.

Zona 1 diwakili Ketua PW GP Ansor Lampung juga menerima LPJ dengan apresiasi pada bidang kaderisasi. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya karena kaderisasi berjalan dengn baik,” katanya yang mewakili PW seluruh Sumatera, Kalimantan Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pemurnian Aqidah, Kyai Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Pesantren Nurul Yaqin Adakan Lomba Cerdas Cermat Tingkat Kabupaten

Pakandangan, ? Pondok Pesantren Tegal

SDN 01 Lubuk Alung berhasil meraih juara I Lomba Cerdas Cermat Antar SD/MI se Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman yang diselenggarakan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kecamatan VI Lingkung Kabupaten Padangpariaman. SDN 01 Lubuk Alung berhasil mengalahkan 22 peserta lainnya.

Pesantren Nurul Yaqin Adakan Lomba Cerdas Cermat Tingkat Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Yaqin Adakan Lomba Cerdas Cermat Tingkat Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Yaqin Adakan Lomba Cerdas Cermat Tingkat Kabupaten

?

Utusan SDN 01 Lubuk Alung terdiri dari ? Delvi Amanda, Yuda Nur Kamil, Deya Adiva. Juara kedua diraih ? SDN 05 Enam Lingkung dengan nama pesereta Ilhaminil Khaira, Mesy Eka Putri, Sastia Nabila. Juara ketiga SDN 04 Enam Lingkung dengan nama ? Maila Asni, Ghebi Armando, Ahsanul Umara.

?

Juara harapan 1 SDN 14 Enam Lingkung dengan nama M. Izza Faturrahman, Abdu Rahman, Hijratul al-Qarizy. Harapan 2 SDN 02 Patamuan masing-masing ? Citra Permata Ali, Iradatul Wahyuni, Beauty Restuning. Harapan 3 SDN 12 ? Kecamatan 2 x11 Enam Lingkung masingp-masing Aisyah Aulia Firwanda, Devi Suci Ramadani, Nurhaliza Caniya.

Pondok Pesantren Tegal

?

Menurut Ketua Panitia Lomba Cerdas Cermat Elva Mahmudi Tuanku Katib Majolelo, Lomba CC diselenggarakan di Pondok Pesantren pada Sabtu (7/5/2016) dengan jumlah 23 peserta Satu tim terdiri dari 3 orang siswa/siswi. Materi lomba terdiri dari agama 40%, matematika 20%, ? IPA 15% , IPS 15% ? dan Kewarganegaraan 10%.

?

Sedangkan masing-masing pemenang menerima hadiah yang diberikan untuk juara 1 uang sebesar Rp.1000.000, tropi , vocher beasiswa dan sertifikat. Juara II ? uang Rp. 750.000, tropi, vocher beasiswa, sertifikat. Juara III uang sebesar Rp. 500.000, tropi, vocher beasiswa, ? sertifikat. Harapan I ? Rp.350.000, tropi, vocher beasiswa, sertifikat. Harapan II Rp.250.000, ? tropi, vocher beasiswa, sertifikat. Harapan III ? Rp. 150.000, tropi, vocher beasiswa, sertifikat. ? (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 01 November 2017

Tidur di Pesantren, Agar Peserta Dekat dengan Pendiri NU

Jombang, Pondok Pesantren Tegal. Ketua Panitia Lokal Muktamar Ke-33 NU H Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak publik untuk tidak membandingkan antara satu pesantren dan pesantren lainnya. Ia melihat jauh perbedaan antara pesantren dan hotel sebagai tempat menginap muktamirin. Ia menilai menginap di pesantren jauh lebih membawa berkah.

Tidur di Pesantren, Agar Peserta Dekat dengan Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tidur di Pesantren, Agar Peserta Dekat dengan Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tidur di Pesantren, Agar Peserta Dekat dengan Pendiri NU

“Kami memberikan fasilitas penginapan peserta muktamar di pesantren-pesantren agar mereka dapat dekat dengan para pendiri Nahdlatul Ulama,” kata Gus Ipul saat ditemui Pondok Pesantren Tegal di pesantren Denanyar Jombang, Senin (3/8) sore.

Kenapa mereka diberikan tempat tidur di pesantren? “Agar peserta bisa berziarah ke makam para pendiri NU. Mereka juga bisa dekat dengan para santri pesantren," jelas Gus Ipul di samping masjid pesantren Denanyar.

Pondok Pesantren Tegal

Saat menyambangi di Media Center malam hari, Gus Ipul juga menjelaskan bahwa pesantren sebagian mengeluarkan uang kasnya masing-masing untuk memenuhi kebutuhan para peserta muktamar.

Pondok Pesantren Tegal

"Maka sangat disayangkan jika para peserta tidak mau tinggal di pesantren yang telah disediakan oleh para panitia," jelasnya.

Gus Ipul juga mengamini kekurangan-kekurangan kerja panitia. "Tapi mulai hari ke-2 dan ke-3 mulai tertata dengan baik. Tempat tidur peserta di dalam pesantren, semangatnya adalah supaya dekar dengan pendiri-pendiri NU," ungkapnya. (Nur Sholikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pemurnian Aqidah, Tokoh Pondok Pesantren Tegal

Kamis, 05 Oktober 2017

Atasi TB-HIV, LKNU Blitar Bentuk Kelompok Relawan

Blitar, Pondok Pesantren Tegal. Pengurus Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Blitar menggelar rapat koordinasi pembentukan tim pemberantas TB-HIV, Selasa (7/10). Pembentukan tim kerja yang melibatkan unsur Pemkab Blitar, Dinkes Blitar, dan lembaga kesehatan PBB, dimaksudkan untuk menemukan kesepahaman bersama bagi tujuan program pengendalian TB-HIV di Blitar.

Atasi TB-HIV, LKNU Blitar Bentuk Kelompok Relawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Atasi TB-HIV, LKNU Blitar Bentuk Kelompok Relawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Atasi TB-HIV, LKNU Blitar Bentuk Kelompok Relawan

Wakil Bupati Blitar Drs H Rijanto dalam pembukaan menyampaikan, “Pengendalian TB dan HIV sangat ditentukan oleh komitmen dan dukungan semua pihak pemerintah maupun masyarakat. Kegiatan hari ini merupakan bentuk komitmen yang tinggi dari LKNU Blitar.”

Pada pertemuan ini, Kepala Dinkes Blitar dr Kuspardani memaparkan beberapa fakta ko-infeksi TB-HIV dan dasar kebijakan TB-HIV. Sementara Wijianto sebagai fasilitator advokasi LKNU Blitar menyampaikan isu stretegis program TB di Blitar berdasarkan hasil survey dan kajian indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pasien TB di puskesmas.

Pondok Pesantren Tegal

Di akhir pertemuan mereka menyepakati rencana tindak lanjut untuk membahas manajemen program dan jejaring pada semua tingkatan, kolaborasi dan kerjasama antara program TB dan HIV di Blitar.

Pondok Pesantren Tegal

Ketua LKNU Blitar dr Wahyuniati menyampaikan, gerakan koordinasi ini merupakan wujud kepedulian LKNU Blitar terhadap masalah kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

“Melalui program Community empowerment of People Against Tuberculosis (CEPAT-LKNU) secara proaktif kita melakukan berbagai upaya mobilisasi sumberdaya sebagai upaya pengendalian TB secara optimal.” (Red. Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Tegal

Kamis, 21 September 2017

Hadirilah, Diskusi dan Pemutaran Film Senyap di Gedung PBNU!

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Pengurus Pusat Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) mengundang masyarakat secara umum untuk hadir dalam acara “Pemutaran dan Apresiasi Film ‘Jagal’ dan ‘Senyap’” karya Joshua Oppenheimer, Selasa (27/1), pukul 13.00 WIB.

Hadirilah, Diskusi dan Pemutaran Film Senyap di Gedung PBNU! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadirilah, Diskusi dan Pemutaran Film Senyap di Gedung PBNU! (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadirilah, Diskusi dan Pemutaran Film Senyap di Gedung PBNU!

Acara yang akan digelar di Gedung PBNU Lantai 5 Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Prof Dr Hermawan Sulistyo (peneliti LIPI), Dr Ade Armando (pemerhati film), dan KH Chalid Mawardi (pelaku sejarah). Ketua PP Lesbumi Dr. Al-Zastrouw Ngatawi akan memoderatori diskusi tersebut.

“NU selalu didzalimi oleh media nasional dan internasional sebagai tersangka dalam kasus dan tragedi G30 SPKI,” bunyi siaran pers Lesbumi yang diterima Pondok Pesantren Tegal, Senin (26/1), soal latar belakang acara ini diselenggarakan.

Pondok Pesantren Tegal

Menurut Lesbumi, selama ini NU menjadi korban dari keganasan PKI sejak tahun 1926 sampai 1965 dan sangat jarang sekali terekspos.

Kedua film karya Joshua itu dinilai sebagai salah satu film yang mengambarkan PKI dengan sudut pandang hanya sebagai korban. Film tersebut mengambil latar di Sumatera Utara dan menuding beberapa ormas sebagai tersangka kekerasan.

Pondok Pesantren Tegal

Lesbumi merasa perlu mengadakan pemutaran film dan diskusi ini, agar masyarakat Nahdliyin memahami akar persoalan sejarah peristiwa dalam film tersebut. Kegiatan ini sekaligus untuk menyambut hari lahir ke-89 Nahdlatul Ulama yang jatuh pada akhir Januari nanti. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 02 September 2017

Untuk Keadilan Sosial dan Ekonomi, Gus Yahya Sebut Tugas Utama NU

Kendal, Pondok Pesantren Tegal. Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, seharusnya NU menjadi wahana konsolidasi aspirasi masyarakat demi tercapainya agar keadilan sosial dan ekonomi masyarakat bisa terwujud.

“NU bertugas menjadi konsolidator aspirasi rakyat agar dipenuhi negara, demi keadilan sosial dan ekonomi,” kata Gus Yahya dalam acara Halaqah Kiai Muda bertemakan Reforma Agraria, Jalan Menuju Keadilan Sosial di Pesantren Bani Umar Al Karim Kaliwungu Kendal, Sabtu (6/1).

Untuk Keadilan Sosial dan Ekonomi, Gus Yahya Sebut Tugas Utama NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Keadilan Sosial dan Ekonomi, Gus Yahya Sebut Tugas Utama NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Keadilan Sosial dan Ekonomi, Gus Yahya Sebut Tugas Utama NU

Mantan Juru Bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid itu menuturkan, NU harus menyuarakan dan mendukung apa yang dilakukan negara. Dari data yang ada, warga NU itu ada sekitar 90 juta lebih. Artinya sepertiga warga Indonesia adalah warga NU. Baginya, persoalan yang melingkupi 90 juta orang tersebut bukan tanggung jawab NU, tetapi itu adalah tanggung jawab negara, termasuk permasalahan kebodohan dan kemiskinan.

Dia menyayangkan, saat ini jurang ketimpangan antara yang kaya dan miskin di Indonesia masih begitu lebar. Mengutip penerima nobel ekonomi tahun 2001 dari Amerika Serikat Joseph S Stiglitz, Gus Yahya menyebutkan ketimpangan yang terjadi di Indonesia justru disebabkan kebijakan pemerintah itu sendiri. 

NU, lanjutnya, memiliki peran besar sebagai penguat aspirasi rakyat sehingga mampu merubah kebijakan pemerintah yang tidak memihak kepada rakyat. Sesuai dengan amanat Muktamar Situbondo 1984, NU berjuang hanya untuk rakyat. Sehingga apa yang dilakukan NU sudah semestinya sejalan dengan rakyat, termasuk dalam mewujudkan keadilan sosial dan menghapuskan ketimpangan sosial.

Pondok Pesantren Tegal

“NU harus independen. Soal kompetisi kekuasan politik hanyalah urusan taktis,” kata Gus Yahya. 

 

Hukum dan keadilan sosial

Gus Yahya menyebutkan, suatu kasus itu tidak berdisi sendiri karena hal itu bersangkut paut dengan kasus konflik yang lebih besar. Salah satunya adalah apa yang dialami Nur Azis, warga desa Surokonto yang menjadi terpidana kasus tanah di Kendal terkait tukar guling lahan antara PT Semen Indonesia dengan Perhutani. Seolah-olah kasus itu secara hukum selesai, tetapi kenyataannya itu menjauh dari rasa keadilan. Sehingga hukum menjadi tidak selaras dengan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh masyarakat. 

“Kasus Surokonto saya meyakini ini tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan persoalan tambang semen di pegunungan Kendeng utara,” jelasnya.

Pondok Pesantren Tegal

“Terkesan dipaksakan oleh pemerintah dengan BUMN tertentu dan sejumlah perusahaan swasta besar bahkan perusahaan asing,” lanjutnya.

 

Gus Yahya menambahkan, kebijakan pemerintah seperti redistribusi lahan seharusnya bisa menghapus kasus kriminalisasi petani seperti yang dialami Nur Azis. Ia berharap, Nur Azis dan yang lainnya bisa dibebaskan setelah pemerintah menjalankan kebijakan tersebut. (Red: Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Amalan, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 21 Juni 2017

Ketua MK Dukung Usulan Pilkada Dipilih DPRD

Rembang, ? Pondok Pesantren Tegal. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mendukung ? usulan NU terkait Pilkada langsung dipilih kembali oleh DPRD. Sebab, Pilkada secara langsung telah menimbulkan banyak ekses negatif di masyarakat.

“NU pernah punya usulan demikian, saya setuju saja karena memang Pilkada banyak ekses yang luar biasa,” katanya dalam acara penutupan Muskerwil NU Jateng di Pesantren Sarang Jateng, Sabtu (30/3) malam.

Ketua MK Dukung Usulan Pilkada Dipilih DPRD (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua MK Dukung Usulan Pilkada Dipilih DPRD (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua MK Dukung Usulan Pilkada Dipilih DPRD

Menurutnya, Pilkada secara langsung telah merusak mental rakyat dan menimbulkan pembelahan-pembelahan sosial. Artinya, ketika pilkada selesai masih saja ada pergolakan antar masyarakat.

Pondok Pesantren Tegal

“Bahkan di lingkungan keluarga kadang terjadi perpecahan gara-gara antara satu sama lain mempunyai dukungan yang berbeda,” terang mantan menteri pertahanan era Presiden Gus Dur.

Pondok Pesantren Tegal

Yang lebih parah, kata dia, banyaknya korupsi yang dilakukan penyelenggara pemerintahan yang berkuasa karena incumbent mencalonkan lagi dalam pilkada. Mahfud menjelaskan hasil Pilkada yang berperkara di MK ? itu hampir semuanya terbukti curang.

“Ada bukti yang sah telah terjadi pengguna dana negara untuk kepentingan pilkada,” tandasnya.

Dampak lainnya, imbuh Mahfud, terjadi perombakan atau penurunan pangkat ? pejabat ? pemerintahan akibat tidak mendukung bupati terpilih. Ia mencontohkan di daerah Riau, 130 pejabat pemerintah diturunkan pangkatnya karena diduga tidak mendukung.

“Bahkan di daerah ? Jawa Timur, ada sekretaris ? daerah diturunkan jadi sekretaris desa,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Mahfud menilai perilaku korupsi di Indonesia. Dikatakan, untuk melakukan praktek korupsi sudah tidak malu lagi.

“Akibatnya, banyak rakyat indonesia yang tidak bisa menikmati kekayaan alam karena telah dikorupsi,” tandasnya.

Melihat kondisi demikian, Mahfud berharap NU harus turun tangan menyelamatkan situasi kritis ? bangsa Indonesia.?

“Dulu NU ikut memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekan, tentu tidak rela bangsa Indonesia diambang kejatuhan. NU harus turun tangan,” tegasnya di depan ratusan peserta Muskerwil NU Jateng.

Mahfud menyarakan NU harus melakukan gerakan politik dengan tujuan ? untuk mempengaruhi kebijakan ? pemerintah.

“NU harus berpolitik tetapi tidak ikut parpol melainkan gerakan mempengaruhi kebijakan. Dalam bahasa agama ya amar ma’ruf nahi mungkar,” tegasnya.

Usai dialog bersama ketua MK ini, Muskerwil NU Jateng yang dimulai Jum’at hingga Sabtu (29-30/3) ini ditutup langsung oleh ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj setelah sebelumnya memberikan pengarahan.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor :Qomarul Adib.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Amalan, Pemurnian Aqidah, RMI NU Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 04 Februari 2017

100 Anak Ikuti Kegiatan Khitanan Massal NU Care LAZISNU

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. NU Care LAZISNU menggelar khitanan massal di Pondok Pesantren Luhur Al Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (28/7). Sebanyak 100 anak menjadi peserta dalam kegiatan yang bekerja sama dengan PT Alfaria Trijaya, Pondok Pesantren Al Tsaqafah dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU). Mereka berasal dari Jabodetbek, bahkan beberapa di antaranya datang dari Kepulauan Seribu.

100 Anak Ikuti Kegiatan Khitanan Massal NU Care LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
100 Anak Ikuti Kegiatan Khitanan Massal NU Care LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

100 Anak Ikuti Kegiatan Khitanan Massal NU Care LAZISNU

Ketua PBNU Sulton Fatoni menyampaikan khitanan massal tersebut merupakan wujud bakti sosial yang rutin dilakukan NU. Ia mengimbau para orangtua masing-masing diharapkan semakin hati-hati dalam pendidikan bagi anak. Orangtua hendaknya menitipkan anak-anak ke sekolah yang tepat, berkualitas baik dalam ilmu agama dan mapun pengetahuan umum.

“Anak-anak ini harus diititipkan di ponpes NU, karena pendidikan di luar sudah sedemikain bebas. Demikian pula pola pergaulan yang sulit dikontrol. Pilih pondok pesantren juga harus hati-hati. Jangan asal mondok. Pondok pesantren itu ada kiainya atau tidak,” pesannya.

General Manajer PT Alfaria Trijaya, Nurrahman mengungkapkan kegiatan khitanan massal hari ini merupakan salah satu pemanfaatan sumbangan uang kembalian pelanggan Alfamart yang dikumpulkan melalui NU Care LAZISNU periode 1-31 Mei 2017.

“Pada periode tersebut dana yang terkumpul senilai 864 juta rupiah. Selain khitanan ini juga akan digunakan untuk renovasi masjid, terutama tempat wudlu dan toilet.kami berharap kerjasama dengan NU Care LAZISNU dapat diteruskan,” kata Rahman.

Pondok Pesantren Tegal

Salah satu orangtua peserta, Abdusalam, mengungkapkan kegiatan khitanan massal adalah hal yang sangat bermanfaat. Ia bersyukur, dengan adanya kegiatan tersebut.

“Anak saya Irfan Ibrahim, kelas dua SD. Dia semangat dan senang ikut khitanan massal” kata pria yang tinggal di Beji, Depok.

Sementara M Rafka Aljabbar, peserta asal Ciganjur menceritakan walau awalnya sedikit takut, akhirnya senang juga sudah disunat.

Pondok Pesantren Tegal

“Senang, dapat sepeda,” cerita Rafka. Selain mendapatkan sepeda, setiap peserta juga menerima uang santunan. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Tegal

Senin, 25 Juli 2016

Ini Penyebab Kecewa Ketika Jadi Pengurus NU

Banyuwangi, Pondok Pesantren Tegal. Sekretaris PCNU Banyuwangi Guntur Al-Badri mengingatkan agar ketika seseorang telah resmi menjadi pengurus NU jangan sampai salah niat. Menurut dia, mengurus NU harus dengan niat ikhlas karena Allah semata. ?

“Ikhlaskan seluruh pengabdian kita hanya untuk Allah SWT guna mensyiarkan ajaran Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah. Hanya itu, bukan yang lain!" tegasnya pada pelantikan Ranting NU se-Kecamatan Banyuwangi di Gedung Islamic Center, Ahad (23/7) yang dirangkai dengan acara halal bihalal.

Ini Penyebab Kecewa Ketika Jadi Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penyebab Kecewa Ketika Jadi Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penyebab Kecewa Ketika Jadi Pengurus NU

Pasalnya ketika salah niatan diawal, lanjutnya, tak lain yang didapatkan hanya kekecewaan dan sakit hati belaka.

"Banyak sekali fakta lapangan, ketika dilantik hanya bermotivasi ingin menjadi, gubernur, bupati, legislatif, kepala dinas, kepala kelurahan, dan lain sebagainya. Ini keliru. Karena ketika tidak tercapai, saya tegaskan pasti akan berbuah kekecewaan dan saling menyalahkan," ulas aktivis yang berproses mulai di IPNU.

Guntur juga mengajak ketika menjadi pengurus NU, harus mensyiarkan dakwah Islam yang berideologi Ahlussunnah wal-Jama’ah.

Pondok Pesantren Tegal

"Ideologi tersebut dapat disyiarkan melalui lailatul ijtima. Sebuah perkumpulan yang dihelat dalam waktu satu bulan sekali. Seperti misalkan di Pengurus Cabang sendiri sudah banyak yang telah dilakukan untuk hal ini, mulai dari Pendidikan Kader Penggerak (PKP) NU sampai pelatihan-pelatihan," papar Guntur.

Dengan demikia, lanjutnya, ajaran dan implementasi Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah ini dapat tersyiarkan dengan massif di tengah-tengah tantangan yang kerap kali datang.

Sementara Rais Syuriah MWCNU Kecamatan Banyuwangi KH Ahmad Shiddiq berharap pengurus yang resmi dilantik ini diberikan kemudahan.

"Harapan saya ketika usai dilantik harus berjuang dengan maksimal. Bukan malah usai dilantik leha-leha tanpa perjuangan," kata pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwari Kertosari, Kecamatan Banyuwangi.

Pondok Pesantren Tegal

Di sela-sela acara, LAZISNU kecamatan tersebut memberikan santunan kepada lima anak yatim piatu dan lima orang lansia.?

"Hasil santunan ini merupakan bagian dari hasil kinerja pengurus LAZISNU dalam melaksanakan koin bakti NU setiap periode," ungkap Haikal Kafili. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)





Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal IMNU, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren Tegal

Kamis, 31 Desember 2015

Doa Masuk Rumah Kosong

Rasulullah shallallâhu alaihi wa sallam menganjurkan kita mengucap salam ketika memasuki rumah. Tetapi Rasulullah tetap menganjurkan kita mengucap salam meskipun rumah kita dalam keadaan kosong. Karena boleh jadi ketika seisi rumah keluar, makhluk jenis lain menempati rumah kita. Beginilah bunyi doa Rasulullah memasuki rumah kosong.

? ? ? ? ? ?

Doa Masuk Rumah Kosong (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Masuk Rumah Kosong (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Masuk Rumah Kosong

Assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillahis shâlihîn

Pondok Pesantren Tegal

Semoga Allah melimpahkan sejahtera-Nya atas kami dan atas hamba-hamba-Nya yang saleh. (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir) (Alhafiz K).

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Kyai, Pemurnian Aqidah, Aswaja Pondok Pesantren Tegal