Minggu, 04 Agustus 2013

Menakertrans Hadiri Pelantikan PC IPNU-IPPNU Gresik

Gresik, Pondok Pesantren Tegal. Mengambil tema "Sinergitas Kader Dalam Rangka Membangun Karakter Palajar NU di Era Globalisasi", acara pelantikan dan seminar pendidikan PC IPNU-IPPNU Kab Gresik berlangsung meriah di Pesantren Al Ikhlas Mulyorejo, Gresik, kemarin (26/5).

Menakertrans Hadiri Pelantikan PC IPNU-IPPNU Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
Menakertrans Hadiri Pelantikan PC IPNU-IPPNU Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

Menakertrans Hadiri Pelantikan PC IPNU-IPPNU Gresik

Berlangsung sehari penuh, acara juga diisi Bedah Film Sang Kiai yang lagi hangat di tengah masyarakat, terutama Nahdliyin. Dibuka dengan penampilan paduan suara, drumband, dan band reliji SMK Al Ikhlas Gresik, acara dihadiri oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, anggota DPR RI dari PKB, Andi Muawiyah Ramli dan Jazilul Fawaid, ketua tanfidh PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar, ketua DPRD Kab Gresik, Zulfan Hasyim, tokoh-tokoh dari PCNU Gresik, perwakilan banom-banom dari lingkungan PCNU Gresik, dan pengurus beserta anggota IPNU-IPPNU se-kab Gresik.

Dalam mengisi seminar pendidikan, Muhaimin Iskandar yang juga ketua umum DPP PKB menyampaikan bahwa umat Islam Indonesia telah menunjukkan kekuatannya pada dunia.

Pondok Pesantren Tegal

"Umat Islam Indonesia telah melalui sejarah pahit. Sehingga umat Islam Indoensia saat ini paling solid, kompak, dan stabil diantara umat Islam yang lain," tuturnya

Pondok Pesantren Tegal

Ia menambahkan, NU yang lahir dari gerakan pemikiran (Taswirul Afkar), berlanjut pada gerakan ekonomi (Nahdlatut Tujjar), sampai kemudian melahirkan Nahdlatul Ulama pada tahun 1926, telah memberikan sumbangsih besar diakuinya umat Islam Indonesia di mata dunia. Oleh karena itu, sebagai pewaris bangsa ini, ia berharap IPNU dan IPPNU mampu menjadi organisasi kader yang maksimal untuk melanjutkan perjuangan para pendahulunya.

"Melalui NU, kekuatan Islam Indonesia diakui dunia," tegasnya

Ia pun mengingatkan, bahwa pelajar NU harus mengingat 4 sejarah penting andil NU dalam sejarah Indonesia. Pertama, Munas Alim Ulama pada tahun 1938 di Banjarmasin yang membahas hubungan Islam dan negara (Darussalam). Kedua, peran NU melalui KH Wahid Hasyim di BPUPKI dalam menentukan konsep negara. Ketiga, peran NU dalam memposisikan Pancasila sebagai asas tunggal. Keempat, peran NU melalui Gus Dur dalam menyuarakan demokrasi pasca lengsernya orde baru.

M Muslih selaku ketua PC IPNU Kab Gresik terlantik menyampaikan banyak terima kasihnya kepada segenap pihak yang telah membantu terselenggaranya acara tersebut.

"Terutama kepada pihak Pesantren Al Ikhlas yang telah antusias dan menyediakan fasilitas mewah untuk terselenggaranya acara ini," tuturnya

Ia melanjutkan, sebagai basis pelajar, sinergitas IPNU-IPPNU dengan Maarif akan menjadi prioritas pertama bagi IPNU dan IPPNU yang dipimpinnya. Hal tersebut terkait dengan wacana pelajar NU dalam menghadapi tantangan global dan aswaja. Disamping itu, ekonomi mandiri dalam menghidupi organisasi juga akan menjadi hal yang prioritaskan ke depannya.

Di akhir sambutan, ia menegaskan bahwa IPNU-IPPNU sebagai organisasi kader NU bersikap konsekuen terhadap jati diri NU sebagai organisasi sosio-keagamaan. Hal tersebut dipertegaskannya mengingat masa-masa Pilgub dan pemilu yang semakin dekat.

"IPNU-IPPNU tidak kemana-mana, dan IPNU-IPPNU ada dimana-mana," tegasnya yang disambut tepuk tangan hadirin

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ahmad Faiz 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Budaya Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 26 Juni 2013

JQH-NU Ada di Garda Depan Pengembangan Ilmu Al-Quran di Bali

Denpasar, Pondok Pesantren Tegal. Jam`iyyatul Qurra`wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQH-NU) akan selalu berada di garda depan pengembangan ilmu Al-Qur’an di kawasan minoritas Muslim Bali.

Ketua Umum Pimpinan Pusat JQH-NU, Dr. KH. Muhaimin Zen, M.Ag, saat memberikan pengarahan pada acara pelantikan Pengurus Wilayah JQH NU Propinsi Bali masa khidmat 2008-2012 menegaskan bahwa tujuan didirikannya JQH-NU adalah untuk memelihara kesucian dan keagungan Al-Quran, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran Al-Quran.

JQH-NU Ada di Garda Depan Pengembangan Ilmu Al-Quran di Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
JQH-NU Ada di Garda Depan Pengembangan Ilmu Al-Quran di Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

JQH-NU Ada di Garda Depan Pengembangan Ilmu Al-Quran di Bali

Lebih lanjut Kiai Muhaimin Zen mengingatkan bahwa JQH didirikan untuk merekatkan persatuan para qari dan hafidz Al-Quran di lingkungan Ahlussunnah wal Jamaah. Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ) Nasional yang pertama kali dilaksanakan oleh JQH adalah rangkaian dari tujuan itu.

Pondok Pesantren Tegal

Pelantikan diselenggarakan di Gedung Serba Guna IKMS (Ikatan Keluarga Minang Saiyo) Masjid Minang Al-Muhajirin Saribuana, Denpasar Bali, Jum`at (4/4) lalu, sebagai wujud terbentuknya Perhimpunan Qari` Qariah dan Hafzh-Hafizhah di propinsi seribu pura ini

Pondok Pesantren Tegal

Pelantikan Pengurus Wilayah JQH NU Propinsi Bali masa khidmat 2008-2012 tampak meriah penuh semangat di awali dengan mars dan parade Qiraah Sab`ah oleh Ustadz H. Saiful Munir S.Ag. (Qori` Internasional), Ustadzah Hj.Khodijah Sholihah, M.Ag (Dosen PTIQ Jakarta) bersama Qari` dan Qari`ah Pulau Dewata.

Sedang baiat pengurus dipimpin Drs.KH M. Sholeh Qosim, MSi dari pengurus pusat JQH. Hadir PWNU Bali KH. Nor Hadi (Rais Syuriah), H.Didik Kurniawan S.Ag (Sekretaris), H. Mahfudz Haris (Bendahara). H.M. Nadlah, M.Ag (Mapenda), Drs. HM. Ishaq, MH (Pengadilan Agama) dan ratusan warga Nahdliyin Bali.

Ketua Wilayah JQH NU Propinsi Bali Hj. Yunisia Ishaq, SQ,MH memohon dukungan dan bimbingan untuk mengemban amanah Jam`iyah, khususnya Bali yang bisa dikatakan masih muallaf dalam hal ini.

Sebagai lanjutan pelantikan pada Sabtu (5/4) diadakan Diklat Qira`ah dan Keorganisasian oleh Pengurus Pusat. KH Nor Hadi, pengasuh PP Tahfizhul Qur`an Kediri Tabanan dalam taushiyah penutupan mengharapkan para peserta selalu garda terdepan dalam pengembangan ilmu Al-Quran di Bali yang masyarakat Islamnya minoritas. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Hikmah Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 14 Juni 2013

Wabup Jombang: Saya Belajar Organisasi dari IPPNU

Jombang, Pondok Pesantren Tegal. Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Jombang Hj Munjidah Wahab mengajak kepada kader-kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) setempat siap berada di berbagai sektor penting, baik di elemen masyarakat ataupun di pemerintahan.

Wabup Jombang: Saya Belajar Organisasi dari IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Jombang: Saya Belajar Organisasi dari IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Jombang: Saya Belajar Organisasi dari IPPNU

Menurut Munjidah, kader IPNU-IPPNU adalah selain kader NU, juga sebagai kader bangsa, mereka hendaknya belajar dengan baik dan memaksimalkan waktunya untuk mengabdi kepada NU dan bangsa.

Mantan ketua IPPNU tahun 1966 itu mengungkapkan bahwa dirinya bisa menjadi Wakil Bupati Jombang karena banyak belajar dari organisasi ke-NU-an hingga sekarang ini. Pengalaman-pengalaman berorganisasi tersebut menjadi salah satu modal mendasar dirinya untuk memimpin kota Jombang.

Pondok Pesantren Tegal

“Saya tahu betul keberadaan IPPNU. Saya mengenal awal organisasi itu adalah IPPNU. Jadi modal awal saya bisa seperti sekarang ini dari IPPNU,” ungkapnya saat memberikan arahannya di Konferensi Cabang (Konfercab) IPNU-IPPNU Cabang Jombang, Kamis (31/12).

Di sisi lain ia menuturkan bahwa perjuangan tidak boleh dilandasi pamrih dan mencari kedudukan atau jabatan, melainkan keikhlasan dan ketekunan. “Semuanya karena ketekunan kita, karena istiqomah kita, jadi berjuang itu tidak untuk pamrih untuk mencari jabatan, kedudukan, harus jadi ketua dan lain sebagainya. Tidak. Saya tidak mengira sama sekali akan jadi Wakil Bupati Jombang, dan sebelumnya tidak ada arah ke sana,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pondok Pesantren Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 15 Mei 2013

KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah

Probolinggo, Pondok Pesantren Tegal. Tidak ada orang baik tanpa masa lalu dan tidak ada orang jahat tanpa masa depan. Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memperbaiki dirinya. Oleh karena itu, belajarlah untuk selalu berpikir positif dan selalu berprasangka yang baik kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri ketika memberikan tausiyah dalam kegiatan halal bihalal yang digelar Pemkab Probolinggo antara Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo bersama ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di auditorium Kantor Bupati Probolinggo, Senin (3/7) siang.

KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah

“Usahakan bergaul dengan orang-orang terbaik dan pilihan. Sikap mental dan kepribadian seseorang dipengaruhi kuat oleh pergaulan. Jangan percaya ada orang sukses tanpa dukungan sahabat-sahabatnya. Link network orang-orang terbaik dan pilihan,” katanya.

Menurut Gus Ali, kisah orang-orang sukses pasti ada wanita hebat dibaliknya (siapa ibu yang melahirkan dan siapa istri yang mendampinginya). “Bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Di balik peristiwa pasti ada hikmah. Orang yang tidak mampu berpikir positif pasti ada sesuatu yang hilang dalam dirinya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Gus Ali mengajak ribuan ASN untuk membaca Surat Luqman yang artinya dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia karena sombong. Sesungguhnya Allah tidak senang orang yang sombong.

Pondok Pesantren Tegal

“Ada juga tafsir Ibnu Katsir yang berbunyi, jangan palingkan wajahmu. Hargai lawan bicaramu. Ciptakan suasana akrab penuh kekeluargaan. Jangan percaya orang sukses jadi pemimpin kalau komunikasinya jelek,” terangnya.

Gus Ali menerangkan bahwa prinsip dakwah adalah merangkul bukan memukul, mengobati bukan menyakiti dan mencari kawan bukan mencari lawan. Untuk berpikir positif maka kita harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT.

“Mari berfikir positif, aku bisa, aku bahagia, aku sukses, aku cerdas dan aku kaya. Insya Allah menjadi kenyataan, modalnya berpikir positif dan berbaik sangka kepada Allah SWT. Mudah-mudahan kita semua bisa sukses dengan segala kelebihan masing-masing, melengkapi bukan menjatuhkan,” pungkasnya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari menerangkan bahwa selama 10 hari lamanya para ASN menikmati libur cuti lebaran dan disibukkan dengan silaturahim dengan keluarga. Oleh karena itu, hendaknya disempatkan minimal setahun sekali untuk bersilaturahim.

Pondok Pesantren Tegal

“Bekerja dan berkoordinasi dengan teman kerja satu kantor, lintas kantor dan lintas instansi tentunya kita tidak akan pernah luput dari kesalahan dan kekurangan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin tali silaturahim dengan semua yang mendukung dan mensupport sehingga menjadi karyawan dan karyawati serta pelayaan rakyat yang lebih baik,” terangnya.

Tantri mengharapkan agar momentum ini menjadi cambukan semangat untuk menjadi yang jauh lebih baik dan amanah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Terlebih selama selama bulan suci Ramadhan kita ditempa akhlak sehingga menjadi pelayan rakyat yang lebih baik,” pungkasnya.

Kegiatan halal bihalal ini dihadiri oleh Wakil Bupati Probolinggo H Timbul Prihanjoko, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin dan jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal RMI NU Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 21 April 2013

Pusat Studi Pesantren Jatim Buka Sayembara Artikel Pesantren se-Jatim

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal - Pusat Studi Pesantren (PSP) Jawa Timur mengadakan sayembara penulisan artikel pesantren? se-Jawa Timur. Sayembara ini dibuka untuk seluruh Pesantren di Jawa Timur mulai 25 September-30 Oktober 2016. Orientasi utama dari sayembara ini adalah menyorot ciri khas dari masing-masing pesantren di seluruh Jawa Timur.

Ketua panitia sayembara Fathul H Panatapraja mengatakan, acara ini sangat penting sebagai langkah publikasi menyebarluaskan gagasan inovasi dari setiap pesantren yang dibahas dalam artikel tersebut sehingga dapat menjadi inspirasi bagi pesantren-pesantren lain.

Pusat Studi Pesantren Jatim Buka Sayembara Artikel Pesantren se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pusat Studi Pesantren Jatim Buka Sayembara Artikel Pesantren se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pusat Studi Pesantren Jatim Buka Sayembara Artikel Pesantren se-Jatim

Pihak panitia akan memilih 20 artikel terbaik dan membukukannya serta menyebarkannya ke pesantren-pesantren di Jawa Timur. Fathul menambahkan bahwa informasi bisa dilihat melalui www.suarapesantren.net atau di email: pspjawatimur@gmail.com.

Direktur PSP Jawa Timur Ahsani Fatchur Rahman menyatakan bahwa PSP Jawa Timur merasa perlu mengadakan sayembara ini adalah semata-mata untuk turut serta memperjuangkan eksistensi dan masa depan pesantren.

Pondok Pesantren Tegal

Sementara Achmad Ubaidillah selaku Direktur Pusat Studi Pesantren sangat mendukung agenda sayembara penulisan artikel pesantren yang diselenggarakan oleh PSP Jawa Timur. “Saya sangat bangga dan mensupport agenda PSP Jawa Timur sebagai bentuk manifestasi gerakan kembali ke pesantren, pesantren harus terus kita sorot dan kita kembangkan,” ujar cicit KH Tubagus Falak Pagentongan.

Pondok Pesantren Tegal

Langkah yang sedang dilakukan PSP Jawa Timur ini akan menjadi usaha riil dari para pemuda dan santri nahdliyin yang sedang berjuang dalam wadah Pusat Studi Pesantren. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Internasional, Santri Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 20 Februari 2013

PMII Miris Situasi Nasional

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia merasa miris dengan situasi nasional dewasa ini. Terutama perilaku pemimpin negeri ini mulai eksekutif, legislatif hingga yudikatif; masih jauh dari harapan masyarakat.

PMII Miris Situasi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Miris Situasi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Miris Situasi Nasional

Menurut Ketua Umum Pengurus Besar PMII, Addin Jauharudin hal itu disebabkan banyak pengelola negeri ini yang tidak memiliki kapasitas, integritas, dan bahkan moralitas.

Hal itu, sambung Addin, menyebabkan masyarakat acuh terhadap partai politik, acuh terhadap hukum, “Menyebabkan konflik sosial masyarakat dan rebutan sumber daya alam.”

Pondok Pesantren Tegal

Hal itu dikatakan Addin pada pidato peringatan Hari Lahir ke-53 PMII bertema "Harmoni untuk Keutuhan NKRI" bertempat di Graha Mahbub Djunaidi Jl. Salemba Tengah No 57 A, Jakarta Pusat, pada Rabu, (17/4).

Pondok Pesantren Tegal

Addin kemudian mengimbau supaya PMII dari Sabang sampai Merauke harus merespon situasi masyarakat setempat. Harus bergerak, berkontribusi untuk bangsa Indonesia.

Ia juga mengingatkan supaya organisasi yang didirikan 17 April 1960 tersebut, jangan mengabaikan dunia akademik. Anggota PMII harus bisa menyelesaikan jenjang S1, S2, dan S3. Mengedepankan kembali kekuatan pemikiran. Dan jangan meninggalkan dunia tulis-menulis.

“Kita harus kembali ke kampus,” katanya.

Kemudian, sambung Addin, PMII harus menyumbangkan ide-ide pemikiran untuk mempertahankan keutuhan Republik Indenesia.

?

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Kyai Pondok Pesantren Tegal

Kamis, 20 Desember 2012

Kartanu di Jombang Kota Sukses Besar

Jombang, Pondok Pesantren Tegal. Pelaksanaan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) di Jombang cukup menggembirakan. Bahkan untuk wilayah kota, optimis bisa melampaui target yang ditetapkan.

Kartanu di Jombang Kota Sukses Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kartanu di Jombang Kota Sukses Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kartanu di Jombang Kota Sukses Besar

Hal ini seperti hasil dari rapat evaluasi Kartanu PCNU dengan MWC NU se-Jombang, Kamis (28/3), di Aula Kantor PCNU Jombang. Bahkan strategi dan kiat khusus dari MWC NU Jombang dalam menjalankan program ini menginspirasi semua MWC NU untuk mencontoh agar bisa sukses .

Panitia Kartanu sempat dibuat khawatir terhadap upaya sebagian pihak yang ingin menggagalkan program ini. Afandi, sekretaris Panitia tidak habis mengerti dengan beredarnya informasi tersebut di salah satu harian di Jombang. “Ini harus diklarifikasi,” katanya kepada Pondok Pesantren Tegal.

Pondok Pesantren Tegal

Dalam perjalanan Kartanu yang sudah memasuki empat MWC, memang untuk Jombang kota ada peningkatan yang membanggakan.?

Pondok Pesantren Tegal

“Beberapa kali pemotretan diselenggarakan di banyak tempat,” katanya. Dan pesertanya juga lumayan besar.?

Bagi Afandi, hal ini tidak lain lantaran para pimpinan MWC NU Jombang cukup antusias. Ia mencatat, hampir di semua lokasi pemotretan, Ketua MWC NU dan sekretaris melakukan pemantauan.?

“Mereka selalu datang di lokasi pembuatan Kartanu,” kata alumnus Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum ini. Hal ini sangat berbeda dengan MWC NU yang lain.?

Karena itu, seperti dinyatakan sebelumnya bahwa kunci sukses Kartanu adalah pada antusias para pengurus untuk meyakinkan warga.?

“Apalagi khusus di Jombang, ada sejumlah rumah sakit yang bekerjasama untuk memberikan keringanan biaya kepada mereka yang memiliki kartu identitas ini,” terangnya.?

Hingga kini, jumlah warga yang memiliki Kartanu di MWC NU Jombang mencapai sebelas ribu. Dan sosialisasi untuk suksesnya kegiatan masih terus berlangsung.?

Tak heran kalau Ketua PCNU Jombang, KH Isrofil Amar memberikan perhatian khusus dan meminta kepada semua MWC NU se-Jombang yang sudah dan belum untuk mengikuti cara yang sama dari MWC NU Jombang. Kiai Isrofil mengingatkan bahwa PCNU Jombang berkewajiban mensukseskan program ini. Karena NU didirikan para masyayikh dari Jombang.?

“Maka, Kartanu di Jombang harus menjadi contoh bagi Jawa Timur,” katanya. “Dan target kita adalah mencapai angkan 400 hingga 500 ribu,” lanjutnya.

Bagi Afandi, angka tersebut memang cukup besar. “Tapi kalau pengurus bisa bergerak dan meyakinkan warga, kita sebagai panitia optimis angka lima ratus ribu dapat terlampaui,” katanya. Keberadaan panitia hanya menfasilitasi kegiatan Kartanu.?

“Yang menjadi ujung tombak adalah para pengurus, khususnya pimpinan ranting,” pungkasnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Humor Islam Pondok Pesantren Tegal