Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

NU Sumberwetan Terbitkan Buletin Sumber Pena NU

Probolinggo, Pondok Pesantren Tegal



Dalam rangka sebagai media komunikasi, informasi dan dakwah bil qolam lil ummah, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Sumberwetan Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo menerbitkan buletin Sumber Pena NU. Buletin ini disebarluaskan kepada seluruh Nahdliyin di Kota Probolinggo.

NU Sumberwetan Terbitkan Buletin Sumber Pena NU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sumberwetan Terbitkan Buletin Sumber Pena NU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sumberwetan Terbitkan Buletin Sumber Pena NU

“Buletin Sumber Pena NU singkatan dari Suara Umum Media Berita Pendidikan Agama Nahdlatul Ulama. Buletin ini merupakan sebuah insprirasi yang datang begitu saja tanpa ada undangan dan permintaan dari pihak lain,” kata Ketua PRNU Kelurahan Sumberwetan Hamdan Amrullah, Selasa (10/1).

Menurut Hamdan, buletin ini diterbitkan atas dorongan banyaknya buletin-buletin yang beredar di berbagai masjid dan majelis yang isinya justru memprovokasi dan mendiskriminalisasi keutuhan NKRI, ke-NU-an dan ke-Aswaja-an.

“Menyikapi hal tersebut, kita patut mengklarifikasi dan menjawab yang sebenarnya lewat media buletin juga. Dalam artian membuat tandingan argumen yang sudah jelas dan benar menurut referensi dalil-dalil kitab mu’tabaroh dan fakta sejarah,” jelasnya.

Buletin Sumber Pena NU jelas Hamdan juga diperkuat dan didukung penuh oleh para pengurus Ranting NU Kelurahan Sumberwetan yang dievaluasi setiap lailatul ijtima’ yang diikuti para pengurus ranting NU dan beberapa alumnus berbagi pesantren.

Pondok Pesantren Tegal

“Isi buletin ini meliputi ke-NU-an, ke-Aswaja-an dan konsultasi fiqh yang diisi dan dikaji oleh para pengurus Ranting NU sendiri dan dibahas sebelum diterbitkan. Durasi edarnya setiap bulan dan terdiri 4 halaman sederhana. Buletin ini diedarkan diberbagi masjid se-Kota Probolinggo,” terangnya.

Hamdan menegaskan bahwa pencetaan buletin Sumber Pena NU dilakukan setiap bulan dari 3-4 ribu exemplar. Harapannya penerbitan buletin ini bisa memberikan manfaat kepada seluruh Nahdliyin yang ada di Kota Probolinggo.

Pondok Pesantren Tegal

“Semoga dari MWCNU dan PCNU juga bisa membuat buletin yang lebih bagus atau setidaknya memberikan semangat, penguatan manajemen, dukungan pemikiran, materi, terlebih dukungan pendanaan,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Warta, Halaqoh, Kyai Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Ansor Blitar Susun Kepengurusan Baru

Blitar, Pondok Pesantren Tegal. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Blitar di bawah kepemimpinan nahkoda baru Lutfi Azis sedang menggodog susuan kepengurusan yang baru. Konferensi Cabang (Konfercab) Ansor dalam tata tertib pemilihan, memberikan waktu 3 minggu untuk menyusun kepengurusan GP Ansor periode 2012-2016.

“Kita diberi waktu tiga minggu untuk menyusun kepengurusan yang baru. Insyaallah akan kami laksanakan amanat tersebut,’’ ujar Lutfi Azis kepada Pondok Pesantren Tegal di Blitar, Selasa (18/12).

Ansor Blitar Susun Kepengurusan Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Blitar Susun Kepengurusan Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Blitar Susun Kepengurusan Baru

Menurutnya, dalam melaksanakan amanah organisasi, ia akan melaksanakan beberapa program andalan yang telah dirancang saat sidang komisi-komisi. Yakni pendirian BMT dibeberapa PAC Ansor. Mengadakan beberapa pelatihan. Baik untuk Banser maupun anggota Ansor dan jamiyah Sholawat.

Pondok Pesantren Tegal

“Mungkin untuk tahap pertama tiga PAC dulu yang akan kita dirikan BMT.Kalau sudah berjalan dilanjutkan ke PAC yang lain,’’ katanya.

Program lain, lanjut Ilut, adalah mengadopsi progam lama yang masih sesuai.

Pondok Pesantren Tegal

“Kita akan mempertahankan program lama yang masih baik dan memasukkan program baru yang nilainya lebih bermutu untuk meningkatkan kemandirian organisasi,’’ ungkap Ilut yang kini juga menjabat anggota DPRD Kabupaten Blitar ini.

Disinggung apakah susunan pengurus lengkap sudah terbentuk? Ia mengatakan sudah. Tinggal melengkapi dan memasukkan kepengurusan dibeberapa departemen saja. 

“Susunan sudah terbentuk. Tinggal melengkapi departemen saja. Setelah itu kita ajukan SK ke Pimpinan Pusat setelah lebih dulu dimintakan rekomendasi dari PW Ansor Jatim,’’  kata Ilut.

Lutfi Azis terpilih sebagai ketua dalam Konfercab GP Ansor Kabupaten Blitar, dua minggu lalu di MTs Darussalam, Kademangan, Blitar.

Ilut panggilan akrab, Lutfi Aziz, terpilih setelah berhasil mengungguli Arif  Faizin dalam pemungutan suara yang dipimpin oleh Wakil Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Mohammad Ma’ruf.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Kyai Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

PC IPNU-IPPNU Ini Gelar Lomba Baca Puisi Gus Mus

Brebes, Pondok Pesantren Tegal. Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Brebes kembali menggelar lomba baca puisi religi karya KH Mustofa Bisri (Gus Mus) tingkat Kabupaten Brebes. Acara yang berlangsung di aula Gedung NU Brebes pada Minggu (14/11) ini mendapat antusias yang tinggi, terutama dari kalangan pelajar dan pemuda di Kabupaten Brebes.

PC IPNU-IPPNU Ini Gelar Lomba Baca Puisi Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU-IPPNU Ini Gelar Lomba Baca Puisi Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU-IPPNU Ini Gelar Lomba Baca Puisi Gus Mus

Lomba baca puisi religi yang diikuti sekitar 50 peserta ini bekerjasama dengan Dewan Kesenian Daerah Brebes dan Badan Narkotika Kabupaten Brebes. Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE melalui Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Brebes Drs. Atmo Tan Sidik mengapresiasi ide cerdas dakwah lewat seni ini, terlebih dalam lomba yang diikuti pemuda dan pelajar ini disisipi sosialisasi bahaya narkoba.

“Dakwah dengan berkesenian adalah langkah yang cerdas, terlebih tema lomba membangun generasi bangsa yang bebas narkoba sangat tepat dengan kondisi generasi muda saat ini,” kata Atmo.

Pondok Pesantren Tegal

Menurutnya, kemampuan Wali Songo dalam membumikan ajaran Islam di Indonsia ini patut menjadi renungan kita, tidak hanya mengandalkan logika saja tidak cukup, maka melalui seni lah akhirnya agama Islam dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Pondok Pesantren Tegal

Untuk itu, melalui lomba baca puisi religi ini, diharapkan para pemuda generasi penerus bangsa mampu mengaktualisasikan diri dengan baik dan memiliki jiwa seni yang tinggi sehingga terhindar dari bahaya narkoba.

Melalui lomba baca puisi karya Gus Mus ini, peserta diharapkan tidak hanya dapat membacakan puisi karya-karyanya. Juga dapat mengartikulasikan setiap kata yang sehingga didapat nilai filosofi dan ruhiyah yang tinggi.

Sementara itu, Ketua Cabang IPNU-IPPNU Brebes Zaki Al Aman, SPd mengatakan bahwa dipilihnya puisi kaya Gus Mus adalah selain beliau tokoh NU, juga karyanya mempunyai nilai sastra dan religi yang tinggi dan tentunya sudah dikenal di seluruh Indonesia.

Pengurus BNK Brebes, Lukman Suyanto, SH memberikan sosialisasi bahaya narkoba bagi generasi muda, dan mengingatkan akan bahaya penjajahan dengan narkoba. Menurutnya dalam 30 tahun mendatang bukannya tidak mungkin bangsa Indonesia sudah terjajah oleh kekuatan asing. Untuk itu, narkoba yang dijadikan alat jajahan bangsa lain harus disadari oleh generasi muda.

Turut hadir Pengurus NU Cabang Brebes Imam Badjuri, MPd mewakili Ketua PC NU Brebes.

Setelah melalui penjurian yang ketat, akhirnya Rr Adinda Prameswari? dari Brebes menjadi Juara 1, juara 2 Siti Cahaya dari Kota Tegal, juara 3 Amalia Hardiyanti dari Brebes. Selain mendapatkan piala Ketua PC NU Brebes, Ketua BNK dan Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Brebes, pemenang juga mendapatkan sejumlah uang pembinaan. (Wasdiun/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Kyai, Warta Pondok Pesantren Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Raperda Mihol Ditolak Bamus DPRD, NU Surabaya Sinyalir Ada “Permainan”

Surabaya, Pondok Pesantren Tegal. Penolakan Bamus (Badan Musyawarah) DPRD Kota Surabaya terhadap hasil Pansus (Panitia khusus) Mihol yang mengamanatkan pelarangan total peredaran Mihol di Surabaya menuai protes keras. 

Raperda Mihol Ditolak Bamus DPRD, NU Surabaya Sinyalir Ada “Permainan” (Sumber Gambar : Nu Online)
Raperda Mihol Ditolak Bamus DPRD, NU Surabaya Sinyalir Ada “Permainan” (Sumber Gambar : Nu Online)

Raperda Mihol Ditolak Bamus DPRD, NU Surabaya Sinyalir Ada “Permainan”

"NU Kota Surabaya mensinyalir ada permainan dalam proses itu yang melibatkan pihak-pihak luar yang berkepentingan terhadap peredaran Mihol," kata H Muhibbin Zuhri, Ketua PCNU Surabaya di tempat berbeda saat mengawal aksi NU Surabaya, Senin (25/4).

NU juga menilai pimpinan Bamus dan anggota yang tidak mau menindaklanjuti keputusan Pansus adalah sikap amoral. "Mereka kelihatannya melakukan apa saja untuk mengganjal lolosnya pelarangan peredaran Miras. Ini politik amoral, mengabaikan nilai-nilai moral dalam berpolitik," tegas Muhibbin.

Lebih lanjut, Muhibbin menduga ada persekongkolan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap peredaran miras dengan orang-orang dalam DPRD. "Jangan-jangan ada yang happy dengan peredaran miras di Surabaya dan semakin rusak moral generasi muda Surabaya akibat peredaran miras," lanjutnya.

Penjegalan Raperda pelarangan total Mihol ini sudah mulai kelihatan sejak Pansus memutuskan tekad tersebut. Seperti diketahui, setelah kedatangan rombongan para ulama dari PCNU, Pansus akhirnya mengubah arah pembahasan raperda Mihol, dari yang semula pembatasan dan pengendalian mihol menjadi pelarangan.

Pondok Pesantren Tegal

Enam orang dari sepuluh anggota pansus penyetujui pelarangan total peredaran mihol. Sedangkan empat diantaranya tidak bergeming pada pelarangan di supermarket dan hipermart saja. Akhirnya, pansus memutuskan pelarangan total. "Keputusan pelarangan itu didasarkan pada komitmen bersama untuk mewujudkan Surabaya bebas narkoba dan Mihol," jelas pria yang juga dosen di UIN Sunan Ampel Surabaya.

Namun kini nasib keputusan itu menjadi tidak jelas, setelah Bamus tidak menindaklanjuti hasil Pansus. Menyikapi hal ini, PCNU surabaya akan menyerukan pemberian sanksi moral kepada para anggota DPRD yang dinilai pro-peredaran miras. "Kami akan menggerakkan pemberian sanksi moral kepada pihak-pihak yang tidak sensitif terhadap keinginan warga surabaya untuk membebaskan kotanya dari peredaran Narkoba dan Miras," pungkas Muhibbin. (Rof Maulana/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal Kyai, Doa, Daerah Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong

Jember, Pondok Pesantren Tegal - Wakil Sekretaris PCNU Jember Moch. Eksan mengaku prihatin dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk menuntaskan pendidikan dasar 9 tahun. Sebab, hal tersebtu berkelit kelindan dengan rendahnya kualitas sumberdaya manusia (SDM) dan daya saing Indonesia di hadapan dunia internasional.

Penyataan tersebut diungkapkan Eksan saat menjadi narasumber seminar yang digelar mahasiswa peserta KKN (Kuliah Kerja Nyata) Posko 90 IAIN Jember di SDN Sumberpandan, Dusun Curah Kebo, Desa Sumberpandaan, Kecamatan Grujugan, Bondowoso, Rabu (24/8).

Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong

Keprihatinan yang diungkapkan Eskan bukan tanpa alasan. Ia merujuk pada data yang dibeber United Nations Childrens Fund (UNICEF). Di situ disebutkan bahwa pada tahun 2016 lalu, jumlah putus sekolah di Indonesia mencapai 2,5 juta anak.

Pondok Pesantren Tegal

Jumlah tersebut terdiri dari anak SD 600 ribu, sementara anak SMP 1,9 juta. Anak-anak yang putus sekolah, disebabkan karena kekurangan biaya, bekerja membantu orang tua, melanjutkan pendidikan ke pesantren dan/atau keterampilan, dan lain sebagainya. Padahal, pemerintah telah menetapkan wajar (wajib belajar) 9 tahun gratis.

"Kondisi tersebut membuktikan bahwa semangat belajar anak rendah, dan kesadaran pentingnya pendidikan bagi masa depan dari orang tua juga sama-sama rendah. Karena itu, minat dan kesadaran masyarakat akan Wajar 9 tahun, perlu terus didorong," lanjutnya.

Pondok Pesantren Tegal

Ia menambahkan, Islam menaruh perhatian yang sangat besar terhadap betapa pentingnya pendidikan bagi manusia. Terbukti, begitu banyak rekomendasi dan dorongan agar manusia terus mencari ilmu.

"Tanpa ilmu, seorang mustahil menggapai kesuksesan. Sebab, dunia butuh ilmu, akhirat membutuhkan ilmu, dan kedua-keduanya juga membutuhkan ilmu," ucapnya.

Dikatakannya, ilmu adalah satu-satunya cara untuk merubah nasib dan meningkatkan derajat sosial ekonomi bangsa. Allah bahkan menggaransi bahwa kaum yang beriman dan berilmu, derajatnya akan dinaikan.

"Pengertian derajat sangat luas, ya derajat kemuliaan, derajat ekonomi, derajat sosial dan sebagainya," lanjutnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Quote, Kyai, Meme Islam Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa

Brebes, Pondok Pesantren Tegal - Hari pertama puasa, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menggelar Safari Jelajah Desa Hebat (Sajadah) di bulan Ramadhan 1437 Hijriyah. Kegiatan tahunan di bulan Ramadhan ini dilakukan sebagai ajang silaturahmi mendekatkan diri antara ulama dan umara serta umat.

“Kerja gotong-royong antara ulama, umara, dan umat bisa meningkatkan pembangunan di segala bidang, terutama pembangunan rohani,” terang Bupati saat menggelar Sajadah di Masjid Nurul Hikmah Desa Banjarannyar Kecamatan Brebes, Senin (6/6) malam.

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa

Sebagai daerah yang agamis, lanjutnya, pembangunan rohani mendapat perhatian yang penuh dari Pemkab. Maka dari itu, enam pilar pembangunan Kabupaten Brebes memasukan program program yang menyentuh rohani menjadi prioritas utama.

Pondok Pesantren Tegal

Di antaranya memberikan bisyarah atau stimulant untuk guru ngaji, imam masjid dan mushalla, hafizh-hafizhah, dai-daiyah dan pengasuh pesantren. Program ini terbukti mampu menggairahkan semangat kerja sama dalam membangun umat. “Ulama, kiai dan tokoh agama lainnya sangat berperan dalam pembangunan Kabupaten Brebes,” ungkap Idza.

Pondok Pesantren Tegal

Dalam kesempatan ini, Bupati juga menjelaskan tentang pentingnya peningkatan sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Ketiga bidang tersebut diupayakan terus peningkatannya dalam rangka mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia.

Orang tua juga diminta untuk menjaga anak-anaknya dari kekerasan terhadap anak dan perempuan. Idza mendukung penuh kalau pelaku kejahatan seksual dan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan dihukun berat. “Pantau terus anak-anak kita, apalagi di saat liburan sekolah,”

Menjelang Idhul Fitri jalan tol Brebes Timur sudah dioperasikan sehingga masyarakat Brebes harus menyambut dengan gembira namun juga berhati-hati karena di eksit tol Pejagan maupun Banjaranyar akan terjadi lonjakan kepadatan kendaraan. “Kita harus sambut tamu-tamu kita dengan ramah, juga bisa menjajakan jajanan khas Brebes kepada para pelancong atau pemudik,” tuturnya.

Gelar Sajadah hari pertama diisi dengan buka puasa bersama, sholat maghrib berjamaah, shalat isya dan tarawih berjamaah serta seremonial dan ceramah agama. Shalat isya dan tarawih dipimpin Imam Masjid Nurul Hikmah Banjaranyar KH Umar Amrullah. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Humor Islam, Pertandingan, Kyai Pondok Pesantren Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Pentas Rodad dan Reog Meriahkan Setengah Abad Pesantren Al-Huda

Boyolali, Pondok Pesantren Tegal. Pesantren Al-Huda Doglo Cepogo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, akhir pekan ini (7-9/2), menggelar peringatan setengah abad berdirinya pesantren.

Pentas Rodad dan Reog Meriahkan Setengah Abad Pesantren Al-Huda (Sumber Gambar : Nu Online)
Pentas Rodad dan Reog Meriahkan Setengah Abad Pesantren Al-Huda (Sumber Gambar : Nu Online)

Pentas Rodad dan Reog Meriahkan Setengah Abad Pesantren Al-Huda

Salah satu putra pengasuh pondok, Gus Aunullah A’la, menerangkan acara ini akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan.

“Rangkian acara peringatan setengah abad Pondok Pesantren Al-Huda, mulai dari Jumat, dengan acara Haul Masyayikh dan Pemutaran Film Sang Kiai,” terang pria yang akrab disapa Gus A’la itu.

Pondok Pesantren Tegal

Sehari setelahnya, kegiatan akan berlanjut dengan pementasan seni daerah Rodad dan Reog. ? Gus A’la menambahkan, pada hari yang sama juga akan digelar lomba hadrah.

Pondok Pesantren Tegal

Puncak acara peringatan setengah abad Pesantren Al-Huda, diadakan pada Ahad (9/2), yang ditandai dengan kirab Santri dan pagelaran seni barongsai. Rangkaian acara tersebut akan ditutup dengan pengajian akbar bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal IMNU, Kyai, Internasional Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Ali Masykur: Kepemimpinan Sekarang Cenderung Cari Untung

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Ketua Umum PP ISNU Ali Masykur Musa yang lazim disapa Cak Ali mengatakan, kepemimpinan oleh sebagian orang sekarang dijadikan alat mencari keuntungan. Suatu kepemimpinan tidak tertutup kemungkinan disalahgunakan demi kepentingan para pemodal.

Ali Masykur: Kepemimpinan Sekarang Cenderung Cari Untung (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Masykur: Kepemimpinan Sekarang Cenderung Cari Untung (Sumber Gambar : Nu Online)

Ali Masykur: Kepemimpinan Sekarang Cenderung Cari Untung

Pemimpin kita siapa? tanya Cak Ali kepada peserta Konbes IPPNU 2014 di Gedung PP PON Kemenpora Jakarta Timur, Jumat (28/2) petang.

“Tetapi siapa pemimpin kita kalau tidak memiliki idealisme maka ia akan melelang akses kekuasaannya,” kata Cak Ali. Ia mengajak peserta Konbes IPPNU 2014 untuk mencermati betapa besar ekplorasi minyak dan aneka tambang yang dikuasai kekuatan modal asing maupun pribadi.

Pondok Pesantren Tegal

Dari situ, pemimpinan selanjutnya menjadi rapuh. Pemimpin yang seharusnya mengajak musyawarah, justru menekan rakyat, “Seperti kepemimpinan yang pernah ada pada era sebelum reformasi,” tegas Cak Ali.

Kepemimpinan mencari untung, sambungnya Cak Ali, melahirkan sedikitnya 3 tindakan tidak terpuji. Ketiganya berupa praktik menyuap, praktik menjilat, dan “menjual diri”.

Pondok Pesantren Tegal

Sedangkan untuk menghindari itu, ia menilai seorang pemimpin besar harus diisi dengan kepemimpinan, profesionalisme, dan integritas. Dengan ketiganya, “Kontrol dan evaluasi terhadap jalannya kepemimpinan dapat dilakukan,” tandas Cak Ali sebagai narasumber seminar bertajuk “Pengaruh Proses Pendidikan dalam Membangun Karakter Kepemimpinan”. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Kyai, Hadits Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Luka Menuju Makkah

“Ahlan wasahlan, ya ukhti!”

Sayyidah Khumairah menyapaku ketika pak Rosyad mengenalkanku kepadanya. Binar matanya menyuguhkan keramahan dan kehangatan yang meluap ke dalam kalbuku. Kegugupan yang sedari awal mencengkramku perlahan surut. Seolah Aku bukan orang asing yang baru saja menjejakkan kaki di rumahnya. Kutatap suaminya Sayyid Kamil. Tak ada beda. Mereka sama-sama hangat penuh kerendahhatian.

Luka Menuju Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Luka Menuju Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Luka Menuju Makkah

“Semoga nak Sarifa nyaman bekerja di sini,” ucap Sayyid Kamil.

Aku hanya tersenyum tanpa berucap sepatah kata pun dalam ta’aruf ini. Lalu Sayyidah Khumairah menjelaskan tugas-tugasku bekerja di rumahnya. Terhitung ringan karena mereka tidak mempunyai anak. Ia juga berulang kali mengucapkan terima kasih pada pak Rosyad yang telah mengantarkan pembantu baru di rumahnya.

Pondok Pesantren Tegal

Ya, Aku bekerja hanya sebagai pembantu rumah tangga biasa di negeri para nabi ini. Tak peduli, apapun pekerjaanku asalkan halal dan bisa membantu biaya pendidikan Naya, adikku nun di tanah air sana, serta menyampaikanku pada angan yang tak henti membara. Kuliah di Makkah adalah mimpi yang sekian tahun terjaga lekuk hidup. Tekad dan ketawakalanlah yang menyanggaku menata hidup baru, bersama kesendirian, dekapan rindu kepada keluarga dan kerabat-kerabatku di tanah air. Semoga mesir jalan awalku menggamit mimpi di kota ka’bah ini.

Cairan hangat menapaki kedua pipiku tatkala pak Rosyad pamit pulang dan tak menemaniku lagi. Ia masih banyak urusan terkait profesinya sebagai agen visa dan pengkoordinir TKW dari indonesia. Meski kami baru mengenal dalam beberapa hari, namun sungguh saat ini hanya dia orang yang setanah air denganku.

Pondok Pesantren Tegal

“Jaga dirimu baik baik, sepertinya Sayyidah Khumairah menyukaimu hingga ia begitu hangat, dan jaga pula kepercayaannya,” pesan pak Rosyad.

Aku mematung dijalari kegugupan. Oh tuhan..., bukan main saat ini aku benar-benar sendiri di negeri orang. Sering kudengar kisah kisah tragis tentang nasib para pengembara dari tanah air terutama pekerja rumah tangga sepertiku. Sebagian dari mereka didera permasalahan serius, majikan yang tak memberi gaji, pekerjaan rumah yang sangat berat, siksaan majikan perempuan yang dipicu kecemburuan kepada suaminya karena menggoda atau terlibat hubungan istimewa dengan khodimahnya.

Lalu seperti apakah nasibku ke depan? Akankah tak ada beda dengan nasib kawan kawanku yang berujung duka? Ataukah didera rindu pada tanah air yang tiada henti menjamah lorong kalbuku?

***

Goresan waktu menyadarkanku bahwa tak ada satu pun sikap yang menggundahkan jiwaku dari Sayyidah Khumairah atau Sayyid Kamil. Semakin hari rasa sayang mereka benar-benar menenangkanku. Mereka tak pernah memberi pekerjaan yang berat untukku, sewajarnya saja. Bahkan tiap pekan kami berlibur ke tempat tempat bersejarah di Mesir. Ah, andai saja Sayyidah Khumairah mengajakku singgah di Makkah, kota pemangku mimpiku, pastilah rindu dan ketidaksabaran ini sedikitnya terobati meski tidak dengan tujuan kuliah.

Makkah, kau semakin meliuk-liuk di dasar hatiku menawarkan sejuta kenyamanan kalbu kala gema adzan membahana. Nikmatnya shalat berjama’ah di Masjidil Haram, tiap langkah tertata rahmat dari-Nya. Apalagi sambil menimba ilmu. Sungguh, Makkah tunggullah aku meraup ilmu-ilmu di tempat nabi kita mendakwahkan syi’ar-syi’ar agung agama islam.

“Sarifa, tolong kamu jaga Abi! Dia sakit. Aku harus menghadiri acara yang sangat penting,” perintah Sayyidah Khumairah. Ia tampak tergesa gesa keluar rumah.

Pengembaraanku pada Makkah seketika buyar. Aku tercenung mencerna ucapannya. Sayyid Kamil sakit, hanya Aku yang merawatnya hingga malam nanti. Terus terang hatiku enggan menjaganya. Bukan karena aku tak ingin merawatnya, tapi hatiku berfirasat lain. Mungkin karena gugup berhadapan dengan Sayyid Kamil, apalagi sampai menunggui di kamarnya. Bayangan teh Narti, tetanggaku di Indonesia, berkelebat. Nasib tragis menimpanya ketika ia berdua di rumah majikannya.Hanya berdua dengan majikan laki laki. Si majikan bersikeras menjamah tubuh teh Narti hingga tubuhnya dipenuhi luka pukulan dan kembali ke tanah air tanpa mengantongi uang serupiah pun. Aku bergidik ngeri mengingat nasibnya berakhir luka.

Perlahan kuseret kakiku ke tempat tidur Sayyid Kamil ia nampak terkulai dalam balutan selimut tebal. Aku hanya mematung di pintu kamar tak berani menanyakan sakit yang ia derita atau sekedar menawarkan air hangat.

“Sarifa, kemarilah!” ujarnya seraya melambaikan tangan. Seketika tenggorokanku tercekat . Tak ada sepatah kata pun yang terlontar dari mulutku untuk mengiyakan atau segera menyeret langkahku ke arahnya.

“Kemarilah!” pintanya kembali ketika aku masih bergeming. Dengan segala ketawakalan, perlahan kakiku melangkah dan kini berada di sampingnya.

“Duduk!” perintahnya seraya menunjuk ke sampingnya.

Dadaku bergemuruh, bertalu-talu seakan satu kata yang ia lontarkan bagai dentuman keras yang menanggalkan kekuatanku. Mau tak mau aku pun terduduk di sampingnya. Ia beringsut dan mensejajari posisi dudukku.

Huuhhh.... dadaku semakin tak karuan. Lalu, kurasakan sesuatu tengah menggerayang di punggungku. Kontan aku bangkit dengan perasaan amat mencekam.

“Diam atau kau mati!” kecamnya begitu buas.

Langkahku tersekat menuju kamarku. Seketika tangisku memecah. Lututku terasa berat melemah dan akhirnya ambruk.

“Ya Allah........tolong Aku!” pekik hatiku.

Ia beranjak mendekatiku, ia tersenyum penuh kegetiran. Tubuhku bergetar hebat, keringatku bercampur air mata yang kini jadi isakan yang sejadinya.

Sayyid Kamil yang begitu ramah kini menjelma hewan buas.

“Diam! Jangan menangis! Aku tidak akan mengapa-apakanmu. Kalau kamu bisa memenuhi keinginanku,” bentaknya. Bengis. Tepat di telingaku.

“Sayyid kalau mau makan atau air hangat saya akan bawakan sekarang,” tawarku tetap dengan tangis membuncah dan suara yang nyaris lenyap.

“Aku tak butuh itu. Lagi pula aku tidak sakit. Bagaimana kamu bersedia menemaniku menikmati surga duniawi?”

Aku menyeret kakiku kuat-kuat. Sial! Mengapa begitu kaku dan berat. Sedangkan dia terus mendekatiku. Tak mau menyerah.

“Tap...!” ia mencengkram kedua bahuku.

Aku meronta, memukulnya sekuat mungkin. Ia semakin tertantang malah. Jilbab dan penutup wajahku dengan kasar dijambak hingga tak sehelai kain pun yang menutupi kepalaku.

Lagi-lagi ia tersenyum penuh kemenangan. Tubuhku diseret dan diempaskan begitu saja ke atas ranjang.

Ia mendekati tubuhku. Sementara aku tak henti menepisnya, meski tubuhku semakin melemah.

“ Ya Allah, tak ada yang mampu menolongku selain Kau!” batinku menjerit menunggu pertolongan-Nya .

“Abii!” seketika bentakan keras menghentakkan Sayyid Kamil yang tengah membabi-buta. Ia menoleh ke belakang.

Tampak Sayyidah Khumairah berdiri menahan lonjakan amarah. Ia berlalu tanpa melontarkan satu kata pun. Sayyid Kamil berlari memburunya. Dan entahlah yang mereka lakukan. Sejurus kemudian terdengar suara pecahan beling bersahutan.

Aku selamat! Terimakasih, ya Allah! Tangisku meledak sambil memeluk kedua lututku. Sebutir cairan menjatuhi tanganku, memerah. Kuusap, darah bersimbah dari sudut bibirku. Ah, aku terisak sejadi-jadinya.

***

Tiga hari berlalu dari kejadian itu, selama itu Sayyidah Khumairah tampak jengah di depanku. Hingga aku tak tahan. Akhirnya aku memutuskan mengemasi barang-barangku.

Malam tadi sudah kuceritakan semua kejadian kepada Pak Rosyad. Ia sangat kaget dan menyuruhku untuk segera pergi dari rumah ini. Ia juga akan menjemputku beberapa saat lagi. Terakhir kutatap gambar ka’bah yang menggantung di dinding kamarku. Aku terisak sambil beranjak berniat menata langkah baru di luar sana.

“ Tunggu perempuan penggoda!”

“Plakk...” tamparan keras mendarat di wajahku. Tubuhku seketika terpelanting.

Aku terbangun gelagapan. Tampak di depanku Sayyidah Khumairah dengan wajah bengis. Matanya membulat. Kudengar deru nafas memburu di dadanya.

“Sayyidah, sungguh saya tidak pernah menggoda Sayyid Kamil,” ujarku merajuk bercucuran air mata.

Ia tak menggubris. Malah menyungkurkanku ke lantai.

Aku meringis.

Ketika aku bangkit, sebuah benturan keras mengambrukkan tubuhku. Seketika butir-butir cahaya hitam menyergap retinaku. Bumi terasa berputar mengelilingiku. Cairan hangat membasahi kepala. Ah, tubuhku ringan melayang-layang.

Sunyi menyungkupi tubuhku.

Hai! Apa itu? Ka’bah tampak terbang seolah akan menjemputku yang tengah melayang. Lalu itu! Riuh mahasiswi Makkah memasuki sebuah gedung. Namun, mengapa ada seorang perempuan yang tersenyum kepadaku. Dan herannya, perempuan itu adalah aku! ?

Dan cahaya Makkah begitu jelas menyemburat. Gema adzan menyusuri relung-relung hatiku. Namun, tiba-tiba senyap. Ka’bah seketika hilang tak adalagi suara suara yang menangkupi telingaku.

Kemana?

Senyap!

Kombongan, 3 Maret 2013

SITI ROHMAH adalah santriwati Pondok Pesantren Nuruh Huda, Cisurupan, Garut, Jawa Barat. Ia masih tercatat sebagai siswi Madrasah Aliyah Nurul Huda.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Ulama, Kyai, AlaSantri Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

LPJ H Nusron Wahid Diterima

Sleman, Pondok Pesantren Tegal. Laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor H Nusron Wahid diterima peserta Kongres XV yang berlangsung di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman,Yogyakarta, Kamis malam (26/11).

Pernerimaan tersebut disampaikan melalui pandangan umum yang disampaikan perwakilan 3 zona. Laporan disampaikan dari zona 3 terlebih dahulu dengan juru bicara Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Maluku Utara Salim Thaib.

LPJ H Nusron Wahid Diterima (Sumber Gambar : Nu Online)
LPJ H Nusron Wahid Diterima (Sumber Gambar : Nu Online)

LPJ H Nusron Wahid Diterima

"Kami memerima secara tulus dan rasa bangga, menerima laporan pertanggungjawaban Ketua Umum H Nusron Wahid,” katanya yang mewakili Pimpinan Wilayah Maluku, Papua, Papua Barat, Seluruh Sulawesi.   

Pondok Pesantren Tegal

Kemudian hal yang sama disampaikan oleh perwakilan dari zona 2 dengan juru bicara Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Rudi Tri Wahid.

"Kami mengapresiasi kepemimpinan H Nusron Wahid yang sudah meletakkan pondasi berorganisasi baik dan luar biasa tepat,” katanya yang mewakili PW Yogyakarta Kalimanatan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Pondok Pesantren Tegal

Menurut dia, Ketum Nusron Wahid memiliki gagasan luar biasa, namun sering meremehkan yang bersifat teknis. “Rondwn acara kongres ini misalnya berubah-berubah, itu bersifat teknis,” ungkapnya.

Tapi menurut dia, secara umum visi misi kepengurusan 2010-2015 80 terlaksana. Sementara 20 persen yang kurang terlaksana dalam bidang ekonomi.

Zona 1 diwakili Ketua PW GP Ansor Lampung juga menerima LPJ dengan apresiasi pada bidang kaderisasi. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya karena kaderisasi berjalan dengn baik,” katanya yang mewakili PW seluruh Sumatera, Kalimantan Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pemurnian Aqidah, Kyai Pondok Pesantren Tegal

GP Ansor Jatim Nilai Tepat Pemerintah Bubarkan HTI

Surabaya, Pondok Pesantren Tegal. Pemerintah memutuskan membubarkan dan melarang kegiatan yang dilakukan oleh organisasi kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, kegiatan HTI terindikasi kuat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, sebagaimana diatur dalam UU Ormas.

"Mencermati pertimbangan itu, maka pemerintah perlu ambil langkah tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat memberikan keterangan pers di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (8/5/2017).

GP Ansor Jatim Nilai Tepat Pemerintah Bubarkan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jatim Nilai Tepat Pemerintah Bubarkan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jatim Nilai Tepat Pemerintah Bubarkan HTI

Wiranto juga menyebut bahwa keberadaan HTI secara nyata menimbulkan benturan di masyarakat dan membahayakan keutuhan bangsa Indonesia.

Tindakan tegas Pemerintah yang membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), diapresiasi Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur.

Pondok Pesantren Tegal

"Keluarga besar GP Ansor Jatim mendukung Pemerintah Republik Indonesia untuk membubarkan HTI karena itu langkah yang tepat dan konstitusional," jelas Ketua PW GP Ansor Jatim H Rudi Tri Wahid melalui siaran pers.

Menurut dia, HTI ini jelas adalah organisasi makar yang tidak mengakui dan menolak Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 sebagai ideologi bangsa dan konstitusi RI.?

“Keberadaan HTI jelas mengancam keutuhan NKRI dan memecah belah generasi anak negeri," katanya usai menyimak pernyataan Pemerintah saat Rapat Pleno PW GP Ansor Jatim, Senin (08/5).

PW GP Ansor Jatim juga mengimbau kader Ansor dan Banser agar segera mengambil langkah-langkah inisiatif cepat untuk mengawal sikap resmi Pemerintah yang telah membubarkan HTI dan aktif membangun suatu gerakan penyadaran bagi keutuhan bangsa dan negara dengan jangkauan sosial yang luas melibatkan semua elemen masyarakat setelah perintah secara resmi membubarkan HTI.

GP Ansor, kata dia, harus mengembangkan makna kehadirannya lebih dari sekadar perwujudan aktivisme Islam, tapi juga aktivisme kebangsaan dan kemanusiaan, menuju harmoni peradaban. (Red: Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren Tegal

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Santri, Kyai, Humor Islam Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Hukum Baca Surat Yasin di Malam Nisfu untuk Hajat Tertentu

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Yang terhormat redaksi Bahtsul Masail Pondok Pesantren Tegal. Malam nisfu Sya‘ban sering ditunggu masyarakat. Mereka memanfaatkan waktu setelah sembahyang Maghrib untuk membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali. Mereka juga berdoa kepada Allah agar diberikan umur panjang, rezeki yang halal, dan lain sebagainya. Pertanyaan saya, apakah kita boleh beramal tetapi diiringi permohonan kepada Allah? Bukankah beramal harus ikhlas? Mohon keterangannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Abdullah/Tuban).

Jawaban

Hukum Baca Surat Yasin di Malam Nisfu untuk Hajat Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Baca Surat Yasin di Malam Nisfu untuk Hajat Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Baca Surat Yasin di Malam Nisfu untuk Hajat Tertentu

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya dan pembaca yang budiman. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan petunjuk-Nya untuk kita semua. Yasin adalah salah satu surat mulia di dalam Al-Quran. Surat Yasin menempati kedudukan mulia karena di dalamnya mengandung banyak nasihat dan pelajaran. Karena itu, membaca Surat Yasin merupakan ibadah yang baik.

Pondok Pesantren Tegal

Adapun aktivitas masyarakat di malam nisfu Sya‘ban yang membaca Surat Yasin 3 kali yang kemudian juga diiringi dengan permintaan berupa keberkahan pada umur, harta, dan hajat-hajat lainnya tidak perlu dipersoalkan karena memang tidak ada masalah secara syar‘i di situ. Yang dibaca adalah salah satu surat di dalam Al-Quran. Pihak yang diminta juga tidak lain adalah Allah SWT. Mereka juga meminta yang baik-baik untuk kemaslahatan dunia dan akhirat baik pribadi maupun kepentingan umum. Hal ini dijelaskan dengan detil oleh Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki berikut ini.

Pondok Pesantren Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?...?.. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Tapi tak ada larangan bagi seseorang yang mengiringi amal salehnya dengan permintaan dan permohonan hajat agama dan dunia, jiwa dan raga, lahir dan batin. Siapa saja yang membaca Surat Yasin atau surat lainnya dengan ikhlas lillahi ta‘ala sambil memohon keberkahan pada usia, harta, dan kesehatan, maka hal itu tak masalah. Artinya, orang ini telah menempuh jalan yang baik (dengan catatan ia tidak meyakini bahwa amal salehnya itu disyariatkan secara khusus untuk hajat tersebut).

Silakan membaca Surat Yasin 3 kali, 30 kali, 100 kali, atau mengkhatamkan 30 juz Al-Quran secara ikhlas lillahi ta‘ala diiringi dengan permohonan atas segala hajat, doa agar harapan terwujud, permintaan agar dibukakan dari kebimbangan, pengharapan agar dibebaskan dari kesulitan, permohonan kesembuhan dari penyakit, permintaan kepada Allah agar utang terbayar. Lalu di mana masalahnya? Allah senang terhadap hamba-Nya yang bermunajat kepada-Nya atas pemenuhan hajat apapun termasuk hajat atas garam pelengkap masakan dan hajat atas tali sandal yang rusak,” (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki, Ma Dza fi Sya‘ban? cetakan pertama, 1424 H, halaman 119).

Sayyid Muhammad bin Alwi menyatakan secara jelas bahwa permohonan, munajat, dan doa kepada Allah SWT tidak menafikan keikhlasan amal tertentu. Artinya, para hamba Allah SWT boleh saja berdoa agar Allah SWT memenuhi segala hajatnya tanpa harus khawatir akan amalnya. Ini yang disebut dalam istilah agama dengan sebutan “tawassul” atau “wasilah”.

Salah satu dalil atas tawasul adalah cerita Rasulullah SAW dalam hadits shahih terkait tiga orang yang terperangkap di dalam gua. Pintu gua tertutup oleh batu besar. Di tengah keputusasaan, masing-masing dari mereka kemudian memohon kepada Allah sambil menyebut amal saleh terikhlas yang pernah mereka lakukan. Berkat tawasul dengan amal saleh itu, sedikit demi sedikit batu besar yang menutup mulut gua itu bergeser. “Tawasul jenis ini dijelaskan dengan detil dan rinci oleh Syekh Ibnu Taimiyah secara khusus dalam kitabnya terutama pada artikel berjudul ‘Qaidah Jalilah fit Tawassul wal Wasilah’,” (Sayyid Muhammad bin Alwi, 1424 H: 120).

Sebagaimana kita tahu bahwa istilah “wasilah” ini dipakai dalam Al-Quran dalam Surat Al-Maidah ayat 35. Berikut ini kami kutip istilah tersebut beserta tafsirnya.

? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? "?" ? "? ?" ? ? ? ? ?

Artinya, “(Wahai orang-orang beriman, takwalah kepada Allah) takutlah akan siksa-Nya. Caranya, taati perintah-Nya. (Untuk sampai kepada-Nya, carilah) kejarlah (sebuah wasilah) berupa amal ketaatan yang dapat mendekatkan kalian kepada-Nya,” (Lihat Jalaluddin Al-Mahalli dan Jalaluddin As-Suyuthi, Tafsirul Jalalain, Beirut, Darul Fikr, tanpa tahun).

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Jadwal Kajian, Kyai, Nasional Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Mantan Rektor IIQ: Lanjutkan Rintisan Kiai Ali Mustafa Ya’qub

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal

Berpulangnya pakar Hadis Indonesia KH Ali Musthofa Ya’qub, Kamis (28/4) pagi, terus memantik kesedihan berbagai tokoh masyarakat dan ulama. Salah satunya pakar Tafsir yang juga Rektor Institut Ilmu Al-Quran masa bakti 2010-2014, Dr KH Ahsin Sakho Muhammad Asyrofuddin.

Mantan Rektor IIQ: Lanjutkan Rintisan Kiai Ali Mustafa Ya’qub (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Rektor IIQ: Lanjutkan Rintisan Kiai Ali Mustafa Ya’qub (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Rektor IIQ: Lanjutkan Rintisan Kiai Ali Mustafa Ya’qub

Menurut Kiai Ahsin, Kiai Ali Musthofa merupakan sosok yang gigih sekali dalam mencerdaskan di masyarakat melalui pembahasan hadis-hadis yang dhaif (lemah). Ini merupakan suatu usaha yang masih jarang dilakukan di Indonesia.

“Beliau selalu mengingatkan kepada masyarakat bahwa apa yang selama ini diyakini terkait amal ibadah ternyata berdasar kepada hadis palsu. Perlu kita lanjutkan apa yang dirintis beliau,” ujar Kiai Ahsin kepada Pondok Pesantren Tegal usai menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Al-Ikhlas Kementerian Agama Jln MH Thamrin Jakarta, Jumat (29/4) siang.

Rintisan Kiai Ali, lanjutnya, baik kajian hadis dari berbagai sisinya maupun pesantren Darussunnah. Kiai Ali sangat konsen di bidang ilmu hadis, sebuah rintisan yang patut diapresiasi.

Pondok Pesantren Tegal

“Beliau mengkritisi masyarakat yang cenderung lebih menekankan kepada persoalan spiritualitas pribadi tanpa melihat kepada lingkungan sekitar. Kiai Ali sedih melihat mereka yang selalu haji berkali-kali, mbok ya sebagian dananya itu untuk kepentingan fuqara’ wal masakin. Seandainya umat Islam sadar tentang itu, tentu ini patut diacungi jempol,” tuturnya.

Menurut Kiai Ahsin, upaya Kiai Ali Musthofa Ya’qub dalam mencoba mendinginkan kaum muslimin Indonesia yang mayoritas warga NU dengan kaum Wahabi juga patut diapresiasi. “Saya melihat upaya beliau ingin hubungan kedua kelompok ini menjadi cair,” ujar adik KH Husein Muhammad ini.

Bagi Kiai Ali, lanjutnya, ajaran NU dan Wahabi tidak ada perbedaan secara ushuliyyah, tapi hanya furuiyyah saja. Kiai Ali berharap hubungan warga NU dan Wahabi tidak retak hanya gegara persoalan sepele.

Pondok Pesantren Tegal

“Hal tersebut beliau lakukan dengan mengundang para tokoh, semisal Kiai Syukron Ma’mun, untuk berbicara di forum tentang bagaimana sebenarnya pandangan Wahabi dan keterkaitannya dengan para tokoh NU di sini,” ungkap doktor jebolan Universitas Ummul Quro Mekah ini.

Ditanya tentang pendapat tersebut, Kiai Ahsin mengaku sepakat dengan ijtihad Kiai Ali Musthofa ini. Pakar tafsir dan pakar hadis ini sering terlibat dalam kerja tim, misalnya saat merevisi tafsir yang diterbitkan Kementerian Agama.

“Saya dalam banyak hal sependapat dengan pemikiran beliau. Pada waktu saya ditunjuk sebagai ketua tim revisi tafsir Kemenag, beliau jadi wakil. Jadi, dalam lima tahun setiap bulannya kami kumpul di Wisma Tugu Kemenag, satu kamar dengan beliau. Tidak hanya tafsir, tapi kami juga membincang berbagai hal, mulai pesantren, kehidupan masyarakat, hingga isu-isu lainnya,” kenang Kiai Ahsin. (Musthofa Asrori/Fathoni)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Kyai, Habib, Hadits Pondok Pesantren Tegal

Kamis, 30 November 2017

Ribuan Jamaah Hadrah Peringati Harlah NU

Surabaya, Pondok Pesantren Tegal. Jalur utama di depan kantor PWNU Jawa Timur harus ditutup, Ahad (18/5) malam, karena di tempat tersebut sedang dilangsungkan Gebyar Ikatan Seni Hadrah Indonesia  (Ishari) dalam rangka hari lahir Nahdlatul Ulama yang ke-91.

Ribuan Jamaah Hadrah Peringati Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadrah Peringati Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadrah Peringati Harlah NU

Kegiatan yang diselenggarakan PT AULA Media NU ini dihadiri ribuan jamaah Ishari dari sejumlah kelompok hadrah di beberapa kota di Jawa Timur. Dalam daftar hadir tampak telah bergabung kontingen dari Bangil, Sampang, Malang, Mojokerto, Jombang dan Pasuruan.

“Mereka adalah utusan dari sejumlah cabang yang sangat antusias dengan kegiatan ini,” kata Ir H Yusuf Arif, Ketua PW Ishari Jatim.

Pondok Pesantren Tegal

Masing-masing datang dengan jumlah anggota yang beragam. Namun dari data yang diterima panitia, ada 1200 peserta. “Ini belum termasuk para kontingen yang masih dalam perjalanan,” kata Ketua Panitia, M Saiful Anwar.

Rangkaian gebyar Ishari diawali dengan ibtida’ bis syahri atau pembacaan shalawat pembuka. Selanjutnya kegiatan diisi dengan beberapa sambutan.

Pondok Pesantren Tegal

H Abdul Wahid Asa yang mewakili Majalah AULA menandaskan bahwa hal ini merupakan kegiatan pertama dalam sejarah NU di Jawa Timur. “Ini adalah peristiwa istimewa lantaran baru pertama kalinya seni hadrah yang terhimpun dalam Ishari diundang pada acara resmi NU,” kata Dewan Pakar Majalah AULA ini.

Sedangkan Drs KH Nuruddin A Rahman SH yang mewakili PWNU Jatim memberikan semangat kepada para hadirian akan keberadaan dan manfaat hadrah dalam perjalanan dakwah Islam. “Percayalah bahwa seni hadrah adalah warisan dari Nabi Muhammad SAW,” katanya yang disambut antusias peserta. Dengan demikian, Wakil Rais PWNU Jatim ini memastikan bahwa dengan melestarikan seni hadrah, berarti juga turut dalam menjaga tradisi dan warisan nabi.

Pada kegiatan ini tampil sejumlah kelompok hadrah Ishari dari berbagai kota di Jawa Timur. Tidak semata melantunkan shalawat, mereka juga akan mendapatkan hadiah paket umrah yang disediakan sponsor.

Ir H Yusuf Arif, Ketua PW Ishari Jatim, mengaku sangat bangga dan tersanjung dengan undangan ini serta berharap agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara ajeg. “Pada saat yang sama kami berharap atas dukungan dan bimbingan para kiai dan ulama demi terjaganya tradisi Islami ini,” tandasnya.

Apalagi ternyata kelahiran ISHARI hampir berbarengan dengan hari lahir NU. "Kalau Ishari lahir dan didirikan tanggal 15 Rajab, sedangkan NU adalah 16 Rajab meskipun tahunnya berbeda," katanya. Dengan demikian, saat memperingati kelahiran grup hadrah ini, bersamaan dengan harlah jamiyah Nahdlatul Ulama, lanjutnya. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Kyai, Nahdlatul Ulama, Quote Pondok Pesantren Tegal

Fadhilah Puasa Ramadhan dan Membaca Qur’an

Sidoarjo, Pondok Pesantren Tegal. Bulan Ramadhan kenapa jatuh pada saat musim panas? Pertanyaan ini dilontarkan oleh Hj Mufidah Hafidz kepada ratusan pegawai RSI Siti Hajar Sidoarjo ketika mengisi acara pengajian bertajuk "Al-Quran sebagai inspirasi dan solusi (obat) bagi hati orang mukmin" di masjid Siti Hajar, Sabtu (4/7).

Dia menjelaskan, bahwa pada saat Rasulullah SAW mendapatkan wahyu, ketika mendapatkan perintah dari Allah untuk berpuasa, kondisi saat itu kering, sumur tidak ada sumber. Seketika itu Rasulullah langsung mensosialisasikan kepada para sahabat. Tanpa basa basi, tanpa catatan dan berfikir sahabat berkata siap. Para sahabat pun menerima dengan senang hati.

Fadhilah Puasa Ramadhan dan Membaca Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Fadhilah Puasa Ramadhan dan Membaca Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Fadhilah Puasa Ramadhan dan Membaca Qur’an

"Orang berpuasa tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga saja. 14 jam tidak terisi, kalau bukan karena iman. Mereka tidak akan melakukan hal itu. Maka Allah ingin memberikan pahala kepada orang-orang yang berpuasa. Puasa dari awal hingga akhir," tuturnya.

Pondok Pesantren Tegal

Allah akan membalas setiap orang yang mau berpuasa. Bahwa di surga ada satu pintu yang namanya Arrayyan. Dimana, pintu itu disediakan hanya untuk orang-orang yang berpuasa. Bagi mereka yang berpuasa, berduyun-duyun pertama kali masuk pintu Arryyan.

Pondok Pesantren Tegal

Bulan Ramadhan adalah bulan panen. Karena di dalamnya terdapat Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar. Itulah yang menjadikan Ramadhan istimewa. Nuzulul Quran yang tidak asing lagi bagi umat Islam. 

"Kenapa Al-Quran diturunkan secara berkala? tanya Hj Mufidah. Kembali dia menjelaskan bahwa Al-Quran menjawab semua yang terjadi pada bangsa Arab waktu itu, dan bagi semua manusia di masa mendatang. Al-Quran tidak pernah lapuk dan bergeser oleh perkembangan zaman," jelasnya.

Al-Quran sebagai pegangan apapun, kondisi susah, guncang, Al-Quran menjadi kunci kita semua. Rahmatan lil alamin berguna sampai kapan pun berada. Al-Quran tidak pernah berubah redaksinya sejak diturunkan hingga masa yang akan datang, imbuhnya.

"Manfaat paling besar, ialah Al-Quran sebagai kekuatan, petunjuk kepada manusia. Al-Quran adalah obat. Penyembuh semua penyakit. Obat yang paling mujarab adalah Al-Quran. Tombo ati ada lima, salah satunya membaca Al-Quran," katanya.

Al-Quran diturunkan Allah sesuai bahasa nabinya. Bahasanya satu, bahasa Arab. Sehingga memudahkan Rasulullah untuk berdakwah dan tidak mengalami perubahan bahasa hingga sekarang.

Dia menambahkan, Al-Quran mempunyai dampak positif untuk beribadah kepada Allah. Sebaik-baiknya belajar adalah belajar Al-Quran dan mengajarkannya.

Siapapun orang tua yang memerintahkan anaknya untuk bisa membaca Al-Quran, maka Allah akan memberikan pahala kepada kedua orang tuanya. Namun sebaliknya, jika orang tua yang tidak bertanggung jawab, tanpa memberikan perintah untuk sholat dan ngaji, maka Allah akan melaknat orang tuanya.

"Jangan sampai terjadi orang tua-orang tua yang dimintai pertanggungjawaban oleh Allah di akhirat. Semoga Al-Quran bisa menjadikan penolong buat kita baik di dunia terlebih di akhirat nanti," ungkapnya.

Kalau dalam satu bulan ini komplit menjalankan ibadah puasa, diimbangi dengan shalat tarawih dan kegiatan yang bersifat positif lainnya, “insya Allah berhasil. Maka kita benar-benar kembali fitrah,” tandasnya. 

"Semoga tidak menjadi ibadah musiman, tetapi bisa kita lanjutkan di bulan-bulan yang akan datang," pungkasnya. (Moh Kholidun/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal AlaSantri, Hikmah, Kyai Pondok Pesantren Tegal

Kamis, 23 November 2017

IPPNU Jakbar Ajak Siswa Peduli Rohingya

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Pengurus Cabang IPPNU Jakarta Barat melakukan penggalangan dana untuk membantu meringankan penderitaan yang menimpa etnis Rohingya. Penggalangan dilakukan  dengan menginstruksikan kepada tujuh PAC IPPNU di wilayah Jakarta Barat untuk melakukan hal serupa.

Ketua PC IPPNU Jakarta Barat Mita Nurpatma menerangkan, penggalangan dana dilakukan di sekolah-sekolah, juga di acara Car Free Day (CFD).

IPPNU Jakbar Ajak Siswa Peduli Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Jakbar Ajak Siswa Peduli Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Jakbar Ajak Siswa Peduli Rohingya

“Kami menggalang dana selama dua minggu di beberapa sekolah di wilayah Jakarta Barat. Di MI, di SMP Ma’arif, di MAN, juga di UIN Ciputat,” terang Mita saat penyaluran donasi senilai Rp11.750.000,- ke NU Care-LAZISNU di Gedung PBNU, Rabu (25/10).

Yang menarik, sambung Mita, penggalangan di MAN 12 Jakarta dalam jangka waktu dua hari terkumpul donasi sebanyak tujuh juta rupiah. 

Mita juga mengatakan bahwa beberapa sekolah di Jakarta Barat, bagi siswa yang menggalang dana untuk Rohingya diberi penghargaan berupa sertifikat.

Pondok Pesantren Tegal

“Kami beri reward kepada beberapa sekolah yang menggalang dana. Hal itu sebagai bentuk kepedulian siswa-siswi kepada saudara muslim Rohingya. Meskipun hanya berupa sertifikat, tetapi para siswa senang sekali menerimanya,” tuturnya.

Pondok Pesantren Tegal

Penggalanagan dana untuk Rohingya juga sesuai instruksi Pimpinan Pusat IPPNU kepada IPPNU di wilayah, cabang, hingga tingkat ranting.

Manajer Fundraising NU Care-LAZISNU, Nur Rohman mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh IPPNU Jakarta Barat dan IPPNU se-Indonesia pada umumnya. Ia menjelaskan, program bantuan untuk Rohingya membutuhkan waktu yang tak sebentar karena permasalahan Rohongya yang kompleks.

“Kami apresiasi betul aksi yang dilakukan IPPNU, dari pusat sampai daerah-daerah; mengajak siswa-siswi di sekolah dan masyarakat umum untuk peduli dengan permasalahan yang menimpa etnis Rohingya. Permasalahan ini, kata ketua AKIM (Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar/M Yusuf Ali), memakan waktu yang panjang. Minimal dua tahun kita bisa menyelesaikan problem tersebut,” papar Nur Rohman.

“Kami terima donasinya untuk disalurkan ke masyarakat Rohingya. Ini akan sangat bermanfaat,” imbuhnya. (Wahyu Noerhadi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Kiai, Kyai Pondok Pesantren Tegal

PCINU Korsel Bentengi TKI dari Radikalisme

Korsel, Pondok Pesantren Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Korea Selatan terus berusaha membentengi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari paham radikalisme. Dalam berbagai kesempatan, PCINU selalu memberikan pemahaman terkait paham radikalisme dan aqidah Islam yang benar sesuai Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja).

PCINU Korsel Bentengi TKI dari Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Korsel Bentengi TKI dari Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Korsel Bentengi TKI dari Radikalisme

Ketua PCINU Korsel Zaenal Abidin mengatakan, sebagian besar TKI masih awam pemahaman terkait aliran-aliran radikalisme maupun ibadah syariat. Akibatnya, banyak para TKI terlibat dalam Jabhal an Nusro (kelompok) radikal yang berafiliasi dengan ISIS.

"Nama muslim Indonesia di Korsel sedang buruk gara-gara ada beberapa TKI menjadi militan Jabhal an Nusro. Termasuk pula banyak ustad yang berdakwah di sini," ujarnya kepada Pondok Pesantren Tegal melalui Massanger pribadinya, Rabu (22/6).

Zaenal menambahkan PCINU terus mempererat silaturrahim dan kajian-kajian keislaman di mushola-musholla. Seperti bula puasa ini, pihaknya menghadirkan da-dai dari Indonesia untuk mengisi kegiatan safari Ramadhan guna menyampaikan pencerahan kepada TKI yang ada di Korsel mengenai berbagai macam aliran/paham dalam Islam.

"Pada acara tersebut, kami juga memberikan jawaban penyelesaian atas permasalahan ibadah yang dialami TKI," imbuhnya.

Pondok Pesantren Tegal

Mengenai kegiatan-kegiatan PCINU Korsel, kata dia, masih terkendala pada jarak dan waktu. Sebab, mayoritas pekerja waktunya sangat terbatas sehingga untuk bisa berkumpul hanya pada waktu libur saja.

"Seperti kegiatan safari ramadhan ini misalnya, TKI di Korea sangat antusias. Bahkan banyak permintaan dai di berbagai wilayah namun belum bisa melayani karena terbatasnya teman-teman Dai disini," kata Zaenal.

PCINU Korsel berencana mengundang ustadz dari Indonesia guna memenuhi kebutuhan tersebut. "Mungkin nanti kita akan mencoba menjalin kerjasama dengan pondok pesantren di Indonesia terkait pengadaan dai di sini," ungkap Zaenal. (Qomarul Adib/Fathoni)

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Kyai Pondok Pesantren Tegal

Senin, 20 November 2017

GP Ansor Brebes Bentuk Biro Umroh dan Haji

Brebes, Pondok Pesantren Tegal. Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Brebes membuat Biro Umroh dan Haji Ansor Banser NU (Sorbanu). Biro ini sebagai kepanjangan tangan Sorbanu Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Jakarta. Langkah ini ditempuh mengingat banyak biro Umroh dan Haji yang abal-abal sehingga menyengsarakan umat.?

Keputusan tersebut disepakati pada rapat koordinasi (rakor) PC GP Ansor Brebes, di Gedung PC NU Brebes, Selasa (24/1/17) sore. “Alhamdulillah, kami telah membentuk biro umroh dan haji Sorbanu sekaligus pengurusnya,” ujar Ketua PC GP Ansor Brebes Ahmad Munsip, usai rakor.?

Beberapa waktu yang silam, kata Munsip, banyak sekali jamaah umroh yang terkena tipu biro abal-abal sehingga batal berangkat. Ansor memandang perlu membentuk Sorbanu untuk menolong Nahdliyin agar tidak salah arah.?

GP Ansor Brebes Bentuk Biro Umroh dan Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Brebes Bentuk Biro Umroh dan Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Brebes Bentuk Biro Umroh dan Haji

Selain itu, yang lebih penting adalah sebagai penguatan dan menjaga aqidah Ahlussunah wal-Jamaah. Sebab, banyak biro yang mencekoki jamaah sesampainya di Mekah dan Madinah dengan paham penerus Wahabi. “Sarbanu akan mengantar jamaah dari Indonesia hingga Mekah dan Madinah dengan muthowif NU,” tandasnya.

Ketua Biro, lanjut Munsip, dipercayakan kepada Kholidin yang juga Wakil Ketua PC Ansor dan Ketua PAC Ansor Songgom. Biro akan aktif mulai Februari 2017 setelah membentuk kepengurusan di 17 PAC se Kabupaten Brebes. PAC antara lain bergerak sebagai tim marketing Sorbanu. Jamaah Sorbanu, akan mendapat bimbingan langsung dari PP GP Ansor Jakarta Thowus Ainul Yakin yang biasa disapa Gus Thowus.

Ketua PC Rijalul Ansor Kabupaten Brebes Gus Faqih Maskumambang menambahkan, dalam rakor PC GP Ansor juga telah dibentuk kepanitiaan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) yang akan di gelar pada Maret mendatang. Tiap PAC Ansor ditargetkan mengirimkan pesertanya minimal tiga personel.

Pondok Pesantren Tegal

Panitia PKL, lanjut Gus Faqih, sebagai Ketua Subhan, sekretaris Bayu Muhromin dan bendahara Misbahudin. “Dengan PKL, diharapkan kader Ansor terbentuk sifat dan sikap sebagai pemimpinan yang rahmatan lil alamin,” pungkasnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal Kyai, Santri Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 15 November 2017

Mustasyar dan Rais Syuriah NU Demak Berangkat Haji Bareng

Demak, Pondok Pesantren Tegal. Mustasyar NU Demak KH Dachirin Said dan Rais Syuriah NU Demak KH Alawy Mas’udi tahun ini menuju tanah suci untuk menjalankan Rukun Islam kelima. Bersama 350 calon haji kloter 15 SOC Solo, kedua diberangkatkan dari Masjid Agung Demak sebagai petugas Tim Pemandu Haji Daerah  (TPHD) Demak, Sabtu (6/9) pagi.

Kiai Dachirin Said yang kini diamanahkan sebagai Bupati Demak memohon do’a restu kepada warga agar jama’ah asal Demak sehat dan dapat menjalankan ibadah dengan baik.

Mustasyar dan Rais Syuriah NU Demak Berangkat Haji Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar dan Rais Syuriah NU Demak Berangkat Haji Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar dan Rais Syuriah NU Demak Berangkat Haji Bareng

Ia juga mengharapkan calon jamaah haji asal Demak untuk mendoakan di tempat mustajab nanti agar Demak menjadi daerah makmur dan sejahtera.

Pondok Pesantren Tegal

Keberangkatan calon haji asal kota wali tahun ini, diikuti 3 kloter, yakni kloter 16 dan 17 SOC Solo yang dilepas hari ini. Sementara sebelumnya kloter 14 telah diberangkatkan Jumat, (5/9).

Pondok Pesantren Tegal

Jumlah calon haji asal Demak tahun 2014 tercatat sebanyak 1.014 orang. Namun, sejumlah 5 orang batal berangkat karena meninggal dunia dan sakit. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Kyai, Cerita, Anti Hoax Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Sri Mulyani Nilai Target 100 Triliun KUR Tercapai Jika Gandeng Warga NU

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Kredit Usaha Rakyat (KUR) memberikan kemudahan masyarakat kecil dan menengah dalam mengakses modal usaha. Namun, implementasinya kurang merata sehingga tidak semua masyarakat mendapat layanan KUR.

Terkait hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak memungkiri bahwa target KUR pemerintah yang mencapai 100 Triliun terasa sulit jika tidak menggandeng komunitas atau perkumpulan yang sudah terorganisir seperti warga Nahdlatul Ulama (NU).

Sri Mulyani Nilai Target 100 Triliun KUR Tercapai Jika Gandeng Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sri Mulyani Nilai Target 100 Triliun KUR Tercapai Jika Gandeng Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sri Mulyani Nilai Target 100 Triliun KUR Tercapai Jika Gandeng Warga NU

Selama ini yang telah dijalankan oleh pemerintah adalah kredit usaha rakyat (KUR) mencapai 100 Triliun. Namun dirasa ada pangsa pelaku ekonomi yang belum tersentuh sehingga belum merasakan semua,” ujar Sri Mulyani.

Menurut Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, pemerintah tidak bisa sendirian untuk mencapai target. “Sebab itu, harus melalui kegiatan ekonomi dan kelompok yang diorganisir seperti Nahdlatul Ulama adalah hal yang paling mungkin untuk dilakukan program,” ucapnya.

Pondok Pesantren Tegal

Lewat penandatanganan nota kesepahaman dengan Kemenkeu, Kemenkop UMKM, dan Kemkominfo ini, NU dan pemerintah berkomitmen membangun pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil dan menengah.?

Adapun program kerja sama ultra mikro ini, pemerintah memang telah menyediakan anggaran 1,5 Triliun. Dengan banyak lembaga yang meneken kerja sama dengan NU, banyak program dan layanan yang dapat diakses sehingga aktivitas ekonomi masyarakat meningkat.

Pondok Pesantren Tegal

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan, ketiga kementerian tersebut sangat strategis jika menggandeng NU dan warganya untuk mengembangkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat serta bersinergi membangun dinamika informasi yang baik di era digital seperti sekarang.

Menurut Kiai Said, membangun revolusi mental dan integritas selalu mudah jika menggandeng warga NU karena kalangan Nahdliyin sudah terbiasa dengan sikap kejujuran dan menghargai sesama untuk membangun integritas bangsa secara keseluruhan.

“Membangun integritas bangsa ini telah lama dilakukan oleh para kiai NU di berbagai pelosok daerah. Mereka juga selama ini ikut andil dalam memabngun perekonomian nasional dengan menghidupkan pasar, mendirikan koperasi, dan terus berupaya manangkal radikalisme serta berita palsu atau hoax di dunia maya,” ujar Kiai asal Kempek Cirebon ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal AlaNu, Ahlussunnah, Kyai Pondok Pesantren Tegal