Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Banser Tanggap Bencana Jember Bantu Evakuasi Korban Puting Beliung

Jember, Pondok Pesantren Tegal. Hujan deras yang disertai terjangan angin puting beliung di Desa/Kecamatan Pakusari Jember Jawa Timur, Kamis sore (5/1) menyisakan duka yang memilukan. Duka tersebut tidak hanya diderita korban dan keluarganya, tapi juga dirasakan tim Bagana (Banser Tanggap Bencana) Jember. Pada Jumat (6/1) tim penanggulangan bencana yang dibentuk? GP Ansor Jember tersebut menurunkan 10 anggotanya untuk membantu penanganan rumah dan fasilitas yang rusak akibat hantaman puting beliung.

Menurut salah seorang? pernonil Bagana, Rasyidi, puting beliung itu cukup dahsyat sehingga menghunjam kekagetan bagi warga. “Kata saksi mata, puting beliung? itu hanya berlangsung? beberapa saat, namun besar. Untungnya, warga segera berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” ujarnya kepada Pondok Pesantren Tegal.

Banser Tanggap Bencana Jember Bantu Evakuasi Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Tanggap Bencana Jember Bantu Evakuasi Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Tanggap Bencana Jember Bantu Evakuasi Korban Puting Beliung

Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember dan masyarakat, tim Bagana Jember menyasar Desa Pakusari. Desa inilah yang paling parah dirusak puting beliung. Tercatat ada 25 rumah roboh dan? 240 rumah rusak sedang hingga ringan serta sejumlah pohon tumbang. Di desa ini pula korban atas nama Ny Musia (60) meninggal dunia dan beberapa lainnya cedera, mulai dari patah tulang hingga lecet dan memar. Tim Bagana bahu membahu dengan elemen lain membereskan reruntuhan rumah yang berserakan.

“Kalau korban cedera sudah ditangani Puskesmas. Kami kerja bakti membantu menangani rumah-rumah yang rusak,” lanjutnya sambil menambahkan bahwa tim Bagana akan turun lagi untuk membantu berikutnya.

Selain menghantam Pakusari, angin? puting beliung? juga menerjang beberapa desa di Kecamatan Sumbersari, Mayang dan Silo. Namun kerusakan yang ditimbulkan tidak sebetapa parah. Data BPBD Kabupaten Jember menyebutkan total ada 292 rumah rusak akibat amukan puting beliung. (Aryud A. Razaq/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal Humor Islam Pondok Pesantren Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi

Karanganyar, Pondok Pesantren Tegal - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Karanganyar mengadakan ziarah ke makam Raden Mas Said atau Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi. ?

Ketua IPPNU Karanganyar Muflichah mengatakan, ziarah itu bermaksud untuk menyambung ruh perjuangan leluhur dengan pelajar NU Karanganyar.

Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi

"Dengan ziarah, ruh perjuangan bisa sambung dan tetap terjaga kekompakan dan semangat dalam belajar, berjuang, dan bertakwa. Walaupun anggota IPNU-IPPNU Karanganyar usianya bervariasi dari 13-27 tahun, tapi tetap kompak," ujarnya pada ziarah yang berlangsung Ahad (12/3) yang diikuti 84 pelajar putra dan putri.

Muflich juga mengatakan bahwa Eyang Samber Nyawa merupakan salah satu pahlawan nasional yang sangat berjasa, khususnya di tanah Jawa. Ia merupakan keturunan dari kraton Surakarta.

Pondok Pesantren Tegal

"Kedua Mbah Chusnan Rosyidi, beliau merupakan tokoh pendiri NU di Karanganyar sekaligus pendiri Ponpes Miftahul Ulum, sekaligus salah satu guru dari Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf," tambanya.

Pondok Pesantren Tegal

Ia berharap setelah diadakan ziarah itu IPNU dan IPPNU di Karanganyar terus berkembang dan terus aktif dalam menjalankan roda organisasi dengan meneladani para pahlawan dan leluhur yang berjuang untuk negara ini. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Humor Islam Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Habib Syekh: Ikutlah Kiai..!

Jombang, Pondok Pesantren Tegal. Puluhan ribu warga NU tumplek blek di alun-alun kota Jombang,  Rabu (8/5) malam. Dengan pakaian serba putih dan juga kopyah putih, mereka larut dalam  lantunan bacaan Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW yang didengungkan Habib Syekh Abd Qodir  Assegaf.

Kegiatan Jombang bersholawat dalam rangka Isro miroj dan tasyakuran Jombang menerima penghargaan ke-5 pemerintahan terbaik oleh Pemerintah Pusat juga dihadiri Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf alias Gus Ipul serta ratusan kiai, pengasuh serta santri pondok pesantren se-Jombang.

Habib Syekh: Ikutlah Kiai..! (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syekh: Ikutlah Kiai..! (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syekh: Ikutlah Kiai..!

Bupati Suyanto Jombang mengatakan, Jombang  Bersholawat digelar dalam rangka Isro miroj dan tasyakuran karena Jombang meraih penghargaan sebagai  pemerintahan terbaik kelima.

Pondok Pesantren Tegal

Usai sambutan Bupati,  Habib Syekh Abd Qodir Assegaf  langsung menggebrak dengan lantunan syiir Gus Dur, seperti dikomando ribuan jamaah Nahdliyin, menyahudi syiiran yang sudah mendarah daging dikumandangkan di musholla-musholla dan radio menjelang magrib tersebut. 

Hampir 1,5 jam lebih gema sholat dengan iringan musik rebana memenuhi pusat kota santri. Dan bagaikan konser musik Slank, para Syehker sebutan pecinta Habib asal Solo itu juga mengibarkan bendera kebesaran kelompoknya masing-masing, seperi Remaja Masjid, IPNU, Ansor serta Jamaah Sholawat bahkan bendera Merah Putih juga nampak berkibar ditengah-tengah lautan manusia berbaju putih.

Pondok Pesantren Tegal

Jombang Sholawat ditutup dengan doa oleh KH Masduqi Abd Rohman Al Hafidz, setelah sebelumnya Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf memberikan sambutan dan Habib Syech memberikan wejangan. 

"Para kiai sudah menyediakan kendaraan untuk kita,  tinggal kita ikut saja. Terserah kita memilih, apakah pingin ikut jalur sugeh? Yo melok’o wong sugeh (Apakah ingin mengikuti jalur orang kaya? ya ikutlah mereka, red), jika ingin selamat dunia akhirat silahkan ikut kiai," ujarnya.

Habib juga sedikit menyinggung pemahaman tentang Islam kelompok tertentu yang selalu mengkafirkan NU. Menurutnya, tidak ada yang salah di NU. "Saya pribadi mendukung pemimpin yang berahlussunah wal Jamaah. Bukan hanya orang yang berjenggot panjang yang sering menyalahkan," imbuhnya.

Jombang bersholawat ditutup dengan lantunan lagu Indonesia Raya yang dipimpin langsung Kapolres Jombang AKBP Tri Bisno. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Tegal, Humor Islam Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru

Bojonegoro, Pondok Pesantren Tegal. Pasca Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur KH Misbah Syakur wafat, posisinya kosong sebelum diadakan pelantikan. Namun setelah diadakan rapat tertutup pengurus harian Syuriyah PCNU Bojonegoro di Kantor PCNU, jalan Ahmad Yani Bojonegoro, Sabtu (14/9), KH Maimun SyafiI terpilih sebagai Rais Syuriyah 2013-2018.

Usai rapat Katib PCNU BOjonegoro sekaligus pemimpin rapat dan notulensi KH Moh Shofiyullah menerangkan pertemuan di sore itu terkait dengan pengisian posisi kosong, yakni Rais Syuriyah PCNU Bojonegoro sepeninggal KH Misbah Syakur yang wafat beberapa waktu lalu. Rapat terbatas itu menghadirkan Wakil Rais Syuriyah KH Makmur Soelaiman, KH Munaamul Khoir, KH M Saifuddin Zuhri, KH Abdul Muhaimin Rifai, KH Masyhuri, KH Asfiror Ridlwan, KH M Ghufron Umar, dan Kiai Muhammad Harsono. 

PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru

Dari Katib Syuriyah, mereka yang hadir Wakil Katib Kiai Asyrofi, KH M Jauharul Maarif, Agus Sholahuddin, KH Muhammadun, KH Famudji, KH M Zuhri, H Syaroni, dan H Habrun Hasan. Rapat ini juga dihadiri Ketua Tanfidziyah terpilih 2013-2018 H Cholid Ubed.

Pondok Pesantren Tegal

Setelah ditawarkan proses pemilihan yang dilakukan secara demokrasi, berdasarkan AD/ART organisasi NU, disepakati voting tertutup. "Hasil kesepakatan rapat yang sesuai AD/ART ini terpilih KH Maimun Syafi sebagai Rais Syuriyah PCNU Bojonegoro 2013-2018, yang sebelumnya menduduki Mustasyar," ujar KH Shofiyullah kepada Pondok Pesantren Tegal.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Rosyid Dander Bojonegoro itu, langkah selanjutnya yang akan dilakukan, mengajukan permohonan Surat Keputusan (SK) dan sekaligus membahas persiapan pelantikan.

Pondok Pesantren Tegal

Pasalnya pembahasan terkait pelantikan akan dibahas bersama dan tentunya membentuk kepanitiaan. "Rencananya pelantikan akan dilaksanakan setelah musim haji," terangnya. Namun kegiatan akan berjalan sesuai bidangnya masing-masing seperti halnya Aswaja Center yang terus mengadakan kegiatan.

Sementara dalam kesempatan terpisah, Cholid Ubed mengatakan jika pertemuan itu merupakan wilayah syuriyah untuk memilih rais pengganti. "Siapapun yang terpilih sebagai Rais Syuriyah atau Owner PCNU Bojonegoro, kita mengikuti," jelasnya.

Terpilihnya KH. Maimun Syafii sudah sesuai AD/ART dan sesuai kesepakatan seluruh pengurus yang mengikuti rapat. "Langkah selanjutnya keputusan ini akan dikirim ke PWNU Jatim untuk dilantik," ungkapnya.

Setelah pelantikan nanti, seluruh pengurus PCNU akan segera melaksanakan agenda program kerja yang dibuat dan kegiatan-kegiatan lainnya. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Cerita, Tegal, Humor Islam Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Mengembangkan Perguruan Tinggi sebagai Media Diplomasi Internasional

Malang, Pondok Pesantren Tegal. Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang mengembangkan universitas sebagai media diplomasi internasional. UNIRA tergabung dalam jaringan Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT-NU). Hal ini dilakukan, agar mahasiswa dapat memahami kondisi ekonomi-politik global dan menjadi agen dari misi pendidikan Indonesia. 

Mengembangkan Perguruan Tinggi sebagai Media Diplomasi Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengembangkan Perguruan Tinggi sebagai Media Diplomasi Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengembangkan Perguruan Tinggi sebagai Media Diplomasi Internasional

Misi ini tercermin, dalam Ambassador Lecture "Comprehensive Interactive an Efficient Approach for ASEAN-China Economically and Socially Integration", di Auditorium Unira, Malang, pada Sabtu, 07 Oktober 2016. Agenda ini, dihadiri oleh Tim Young (Executive Board of Jakarta Foreign Correspondents Club and Chief of Correspondent of CED ASEAN Bureau). 

Dalam agenda ini, Rektor UNIRA, Hasan Abadi mengungkapkan bahwa pimpinan kampus berusaha mendorong UNIRA sebagai universitas yang berjejaring di level internasional dan menjadi media diplomasi. 

"Kami ingin agar UNIRA berjejaring tidak hanya di level nasional, namun juga internasional. Dengan kedutaan China, kami sedang menjalin kerjasama tentang pengembangan masyarakat, di antaranya Green Technology dan peningkatan SDM perempuan desa," terang Hasan Abadi, yang juga Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Malang. 

Pondok Pesantren Tegal

Tim Young, dalam forum Ambassador Lecture, mengungkapkan bahwa Indonesia dan China harus bersama-sama mengembangkan potensinya. "Hubungan kerjasama antara pemerintah Indonesia dan China perlu diintensifkan lagi, tidak hanya dalam politik dan ekonomi, namun juga dalam pendidikan, kebudayaan dan dimensi sosial," terang Tim Young, yang menjadi Executive Board Member of Jakarta Foreign  Correspondent Club. 

Dalam analisanya, Tim Young berharap generasi muda, khususnya akademisi UNIRA Malang, memahami peta diplomasi global, sekaligus berperan aktif dalam perbaikan bangsa. "Saya harap, dengan kerjasama antara Pemerintah dan beberapa lembaga China dengan kampus UNIRA, akan terbentuk kesepahaman dalam pemberdayaan masyarakat serta pengembangan ekonomi di antara kedua negara," ungkap Tim. 

Ia berharap, kerjasama China dan Indonesia  dalam pengembangan infrastruktur, khususnya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dapat terealisasi dengan maksimal. "Kami berjanji dengan Presiden Joko Widodo agar proyek ini selesai sebelum tahun 2019. Jadi, kami berharap dukungan dari semua pihak agar dapat bekerja efektif," jelas Tim Young. 

Agenda Ambassador Lecture merupakan kerjasama antara Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS) UNIRA dengan Economic Daily-JFCC, untuk peningkatan pemberdayaan masyarakat dan diplomasi internasional. Saat ini, UNIRA dan beberapa lembaga dari China sedang menjalin kerjasama dalam pengembangan riset dan pemberdayaan. (Red: Fathoni)

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Humor Islam, Warta Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

IPPNU Aktifkan Kembali Korp Kepanduan Putri

Bandung, Pondok Pesantren Tegal

Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mengaktifkan kembali Lembaga Korp Kepanduan Putri (L-KPP) sebagai sayap organisasi yang bertugas melakukan perekrutan kader-kader potensial, pembangunan sumber daya manusia dan program pengabdian masyarakat.

Lencana tugas disematkan oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bagdja sesaat setelah pembukaan Rapat kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Pondok Pesantren Darul Ma’arif, Cigondewah Bandung, Kamis (30/8).

IPPNU Aktifkan Kembali Korp Kepanduan Putri (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Aktifkan Kembali Korp Kepanduan Putri (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Aktifkan Kembali Korp Kepanduan Putri

L-KKPdibentuk berdasarkan Keputusan Konbes I IPPNU di Pekalongan, Jawa Tengah, pada 28 Oktobner 1964. Pada awalnya korp ini bernama CPB-Wati yang dibentuk untuk mengimbangi munculnya berbagai barisan yang berkibar dari panji-panji komunis.

Dalam perjalannnya CBP-Wati mengalami stagnasi dan selanjutnya diputuskan dalam amanat Kongres XII IPPNU di Makassar dengan perubahan nama menjadi L-KKP yang dikukuhkan dalam kongres XIII di Surabaya.

Sebagai salah satu ujung tombak dalam pergerakan IPPNU, L-KKP diharapkan mampu menjadi monitor utama perekrutan potensi-potensi kader IPPNU yang belum tergarap secara organisatoris. Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU Wafa Patria Umma pada kesempatan itu berharap korp ini menjadi pendukung utama dalam menjalankan segala aktifitas organisasi IPPNU.

Pondok Pesantren Tegal

L-KKP diaktifkan kembali dengan mengadakan perubahan-perubahan yang disesuaikan dengan dinamika dan kebutuhan organisasi serta peran kemasyarakatan saat ini.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal Sejarah, Humor Islam Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Masyarakat Adat Papua Serahkan Penghargaan Kepada Gus Dur

Jayapura, Pondok Pesantren Tegal

Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menerima penganugerahan penghargaan masyarakat adat Papua yang diserahkan Ketua Dewan Adat Papua, Tom Beanal, di Gedung Olahraga (GOR) Cendrawasih Jayapura, Selasa (14/11) kemarin.

Penyerahan penghargaan berupa plakat yang diawali dengan tari-tarian khas Papua itu disaksikan Wakil Ketua DPRP, Komarudin Watubun, dan Ketua Majelis Rakyat Papua, Agus Alua, dihadiri sekitar 250 warga masyarakat.

Seusai menerima penghargaan tersebut, Gus Dur menyatakan, sangat berterima kasih kepada kaum adat dan masyarakat di Papua yang telah memberikan penghargaan ini. “Saya tahu ini nilainya sangat tinggi dan ini juga pernah saya terima dari masyarakat Timika yang datang ke Jakarta dan memberikan keladi bakar sebagai penghargaan. Mudah-mudahan dengan demikian mempererat hubungan saya dengan teman-teman di Papua,” kata Gus Dur.

Masyarakat Adat Papua Serahkan Penghargaan Kepada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Adat Papua Serahkan Penghargaan Kepada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Adat Papua Serahkan Penghargaan Kepada Gus Dur

Ketika ditanya rencananya mewujudkan Theys Eluay menjadi pahlawan nasional, Gus Dur mengatakan dia telah membicarakan rencana tersebut dengan Tom Beanal yang (Ketua Dewan Adat Papua/DAP) selanjutnya diharapkan dapat menyurati DPR Papua untuk kemudian diusulkan ke pemerintah pusat.

“Saya juga, sekembalinya nanti ke Jakarta akan menyurati DPRP Papua, sehingga dapat diproses dan diusulkan,” jelas Gus Dur seraya menambahkan dirinya akan terus memperjuangkan hingga rencana tersebut dapat terwujud.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Gus Dur mengatakan, alm. Theys Eluay sudah seharusnya mendapat penghargaan tersebut karena beliau mengorbankan hidupnya untuk rakyat semua, walaupun apa yang diperjuangkan itu salah diartikan oleh beberapa orang.

Pondok Pesantren Tegal

Namun rakyat Papua mencatat apa yang sangat penting, sehingga dirinya belum puas bila Theys belum menjadi `pahlawan nasional`, tegas Gus Dur. (ant/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal Humor Islam Pondok Pesantren Tegal

Senin, 15 Januari 2018

PBNU: Interpelasi Lapindo Harus Jalan Terus

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, interpelasi kasus luapan lumpur panas Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, harus jalan terus.

Ia menegaskan, Sidang Paripurna yang sedang digagas sebagian anggota DPR RI itu perlu didorong untuk mengetahui secara rinci semua penyebab telantarnya para korban Lapindo hingga saat ini. Demikian dikatakan Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Ahad (17/6).

PBNU: Interpelasi Lapindo Harus Jalan Terus (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Interpelasi Lapindo Harus Jalan Terus (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Interpelasi Lapindo Harus Jalan Terus

Hasyim mengaku kerap menerima keluhan dari para korban Lapindo. Menurutnya, 30 persen para korban, kini mengidap penyakit jiwa, baik ringan, sedang maupun berat. “Kondisi para korban saat ini telah masuk pada tahap darurat.” Belum lagi kerusakan moral para korban serta terganggunya perekonomian Jatim.

Kini, katanya, harapan korban Lapindo, hanya tertuju kepada pemerintah. Meski mereka telah bertemu langsung dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, para korban hingga kini masih terlantar.

“Presiden dan Wakil Presiden telah menerima mereka, toh tidak selesai. Sekarang dicoba melalui interpelasi DPR RI, kalau tidak selesai juga, berarti pupuslah harapan rakyat terhadap perlindungan negara,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jatim, itu.

Pondok Pesantren Tegal

Hasyim menambahkan, anggota DPR, kini sedang diuji dengan interpelasi Lapindo yang diharapkan dapat menekan pemerintah untuk lebih maksimal dalam menangani luapan lumpur panas tersebut berikut para korbannya. Interpelasi itu, lanjutnya, akan menjadi ukuran besarnya perhatian anggota DPR terhadap nasib rakyat.

“Dengan interpelasi, sekaligus bisa diketahui mana anggota DPR yang peduli dan mana yang menganggap kepedihan rakyat kurang penting karena tidak menyentuh kepentingan mereka,” tutur Mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim itu.

Namun demikian, ia mengingatkan kepada anggota parlemen agar interpelasi tersebut dilakukan secara tulus dan ikhlas, bukan untuk tujuan menjatuhkan Presiden. ”Bukan pula sekedar politik pencitraan yang hanya menghasilkan pemimpin yang seolah-olah pemimpin,” katanya.

Upaya membendung luapan lumpur dengan teknologi canggih yang kini sedang dilakukan, katanya, sulit membuahkan hasil. Karena, bercampurnya kesalahan manusia dengan nuansa kezaliman yang mengundang murka Tuhan. Karena itu, ia meminta agar nasib para korban Lapindo diutamakan untuk menghindari dampak sosial yang lebih besar lagi.

Pondok Pesantren Tegal

 “Kalau seluruh korban telah tertolong dengan baik dan kembali hidup normal, baru bisa diupayakan doa dan ikhtiyar teknologi untuk menyumbat semburan lumpur semoga dikabulkan Tuhan,” pungkasnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Tokoh, Cerita, Humor Islam Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa

Brebes, Pondok Pesantren Tegal - Hari pertama puasa, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menggelar Safari Jelajah Desa Hebat (Sajadah) di bulan Ramadhan 1437 Hijriyah. Kegiatan tahunan di bulan Ramadhan ini dilakukan sebagai ajang silaturahmi mendekatkan diri antara ulama dan umara serta umat.

“Kerja gotong-royong antara ulama, umara, dan umat bisa meningkatkan pembangunan di segala bidang, terutama pembangunan rohani,” terang Bupati saat menggelar Sajadah di Masjid Nurul Hikmah Desa Banjarannyar Kecamatan Brebes, Senin (6/6) malam.

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa

Sebagai daerah yang agamis, lanjutnya, pembangunan rohani mendapat perhatian yang penuh dari Pemkab. Maka dari itu, enam pilar pembangunan Kabupaten Brebes memasukan program program yang menyentuh rohani menjadi prioritas utama.

Pondok Pesantren Tegal

Di antaranya memberikan bisyarah atau stimulant untuk guru ngaji, imam masjid dan mushalla, hafizh-hafizhah, dai-daiyah dan pengasuh pesantren. Program ini terbukti mampu menggairahkan semangat kerja sama dalam membangun umat. “Ulama, kiai dan tokoh agama lainnya sangat berperan dalam pembangunan Kabupaten Brebes,” ungkap Idza.

Pondok Pesantren Tegal

Dalam kesempatan ini, Bupati juga menjelaskan tentang pentingnya peningkatan sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Ketiga bidang tersebut diupayakan terus peningkatannya dalam rangka mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia.

Orang tua juga diminta untuk menjaga anak-anaknya dari kekerasan terhadap anak dan perempuan. Idza mendukung penuh kalau pelaku kejahatan seksual dan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan dihukun berat. “Pantau terus anak-anak kita, apalagi di saat liburan sekolah,”

Menjelang Idhul Fitri jalan tol Brebes Timur sudah dioperasikan sehingga masyarakat Brebes harus menyambut dengan gembira namun juga berhati-hati karena di eksit tol Pejagan maupun Banjaranyar akan terjadi lonjakan kepadatan kendaraan. “Kita harus sambut tamu-tamu kita dengan ramah, juga bisa menjajakan jajanan khas Brebes kepada para pelancong atau pemudik,” tuturnya.

Gelar Sajadah hari pertama diisi dengan buka puasa bersama, sholat maghrib berjamaah, shalat isya dan tarawih berjamaah serta seremonial dan ceramah agama. Shalat isya dan tarawih dipimpin Imam Masjid Nurul Hikmah Banjaranyar KH Umar Amrullah. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Humor Islam, Pertandingan, Kyai Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Lewat Diklatama, IPPNU-IPPNU Rembang Cetak Kader Tanggap Bencana

Rembang, Pondok Pesantren Tegal

Untuk mewujudkan kader siaga bencana, Pmpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mengadakan Pendidikan Latihan Dasar Tingkat Pertama atau Diklatama bagi anggota dua badan semiotonomnya, Corp Brigade Pembangunan IPNU CBP dan Korps Pelajar Putri IPPNU.

Pelatihan tersebut dipusatkan di Madrasah Mualimin Mualimat Rembang (M3R), mulai Jumat (27/1) dan berakhir pada Ahad (29/1). Sore tadi, terlihat ratusan calon kader tanggap bencana mengikuti upacara pembukaan..

Lewat Diklatama, IPPNU-IPPNU Rembang Cetak Kader Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Diklatama, IPPNU-IPPNU Rembang Cetak Kader Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Diklatama, IPPNU-IPPNU Rembang Cetak Kader Tanggap Bencana

Ketua PC IPNU Rembang Ahmad Humam menjelaskan, hingga pembukaan usai, ada 140 peserta yang sudah mendaftarkan diri untuk mendapatkan pembekalan seputar pertolongan kebencanaan.

Pondok Pesantren Tegal

Menurutnya, jumlah tersebut melebihi kuota dan target yang sudah ditetapkan oleh pengurus cabang, yaitu hanya 120 peserta saja.

"Ya ini merupakan bentuk salah satu program kerja pengurus cabang untuk melakukan Diklatama di tahun 2017. Target kita sementara 120 peserta, tapi sampai sore ini membludak hingga 140 peserta," jelasnya.

Pondok Pesantren Tegal

Sebagai kader pelajar NU yang dipersiapkan untuk mengantisipasi bencana di Kabupaten Rembang, CBP-KPP akan diterjunkan apabila sudah saatnya tiba.

Dengan diadakannya Diklatama tahun ini, Humam berharap tahun depan seluruh lulusan Diklatama dapat mengikuti Diklatmadya yang diselenggarakan pengurus IPNU-IPPNU yang baru. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pendidikan, Humor Islam, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun

Rejanglebong, Pondok Pesantren Tegal. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa akan menyekolahkan Yayan, saudara kembar Yuyun, siswi SMP di Rejanglebong, Provinsi Bengkulu yang menjadi korban perkosaan dan pembunuhan.

"Saudara kembaran laki-laki almarhumah Yuyun ini bernama Yayan, akan kita bawa ke Malang untuk masuk Pondok Pesantren sesuai dengan cita-cita ibu dan bapaknya," kata Mensos Khofifah saat berkunjung ke rumah orang tua Yuyun di Dusun V Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Jumat.

Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun

Yayan yang merupakan saudara kembar laki-laki dari almarhumah Yuyun akan masuk Pondok Pesantren di Malang, Jawa Timur, setelah selesainya 40 hari meninggalnya saudari perempuannya itu.

Di rumah duka ini, Mensos Khofifah selain memberikan semangat kepada orang tua korban yaitu Yakin (32) dan istrinya Yana (30).

Menteri juga melakukan ziarah ke makam Yuyun. Selain itu Mensos memberikan sumbangan materiil guna membantu biaya persedekahan.(Antara/Mukafi Niam)

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Humor Islam, Doa, News Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Sholawatan di Korsel, 800 TKI Kumpulkan Dana Rp 100 Juta

Korsel, Pondok Pesantren Tegal - Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Korea Selatan menggelar sholawat di masjid Kota Gimpo, Korea Selatan, Ahad (17/4). Kegiatan yang melibatkan sedikitnya 800 orang warga Indonesia di Korsel ini berhasil menggalang dana 10 juta Won, setara dengan 100 juta Rupiah lebih.

“Secara sepontan pada acara ini terkumpul dana 10 juta Won. Kalau dirupiahkan sekitar Rp 100 juta lebih,” kata Kasatkorcab Banser Korsel Soe Karyadi.

Sholawatan di Korsel, 800 TKI Kumpulkan Dana Rp 100 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Sholawatan di Korsel, 800 TKI Kumpulkan Dana Rp 100 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Sholawatan di Korsel, 800 TKI Kumpulkan Dana Rp 100 Juta

Sholawatan ini digelar GP Ansor Korsel yang bekerja sama dengan PCINU Korsel. Sebanyak 800 orang Indonesia ini mayoritas terdiri atas kalangan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Korsel.

Pondok Pesantren Tegal

Gema sholawat ini berbarengan dengan genap satu tahun berdiri masjid Kota Gimpo, Korsel. Sementara taushiyah pada pengajian umum ini diisi oleh Gus Reza M Syarif dengan tema Menjalin Ukhuwah Tegakkan Dakwah.

Pondok Pesantren Tegal

Gus Reza berpesan terkait pentingnya persaudaraan dan kebersamaan. Ia juga memberi motivasi kepada hadirin untuk mendirikan pusat kegiatan dan kajian Islam di Kota Gimpo. (Yoyok Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Humor Islam Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Menag: Proses Hukum Tak Seperti Balik Telapak Tangan

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal



Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta para demonstran memahami prosedur hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang masih sedang berjalan.

Menag: Proses Hukum Tak Seperti Balik Telapak Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Proses Hukum Tak Seperti Balik Telapak Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Proses Hukum Tak Seperti Balik Telapak Tangan

"Tentu proses hukum kan tidak bisa seperti membalik telapak tangan ya, perlu ada tahapan yang harus dilampaui, ada pemeriksaan, penyelidikan, penyidikan, sampai lalu dibawa ke pengadilan," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Gerbang Wisma Negara Jakarta, Jumat.

Ia juga menegaskan bahwa bukan berarti pemerintah tidak menghormati dan menempuh jalur hukum.

"Proses hukum ini sudah berlangsung, bahkan Polri kemarin sudah mengatakan sudah dilayangkan undangan kepada yang bersangkutan, Senin mendatang," katanya.

Menurut Menag, beberapa saksi sudah dipanggil dan dimintai keterangan.

Pondok Pesantren Tegal

"Pemerintah sadar menengahi sengketa apakah yang bersangkutan sudah menodai agama atau tidak, itu hukum yang jawab. Kita harus komitmen tunduk dan patuhi hasil hukum. Apapun keputusan hakim melalui pengadilan, kita harus tunduk dan menghormatinya," katanya.

Ia juga mengatakan, unjuk rasa besar yang digelar 4 November 2016 tidak akan mempengaruhi proses hukum yang sedang berjalan.

Menag berharap para hakim tetap memiliki kearifan dan indenpendensi selain juga integritas yang ada dalam diri untuk mengatasi dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.

Pondok Pesantren Tegal

"Tentu, hakim haruslah merdeka sehingga betul-betul nanti saat mengambil putusan, adalah putusan berdasarkan fakta-fakta, berdasarkan fakta hukum dan juga, sejumlah keterangan para saksi, baik saksi yang ikut menyaksikan peristiwa itu, maupun saksi ahli sehingga kemudian betul-betul objektif untuk memenuhi rasa keadilan kita semua," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Humor Islam Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Menyikapi Perbedaan; Refleksi Atas Piagam Madinah

Oleh Muhamad Hizbullah



Perbedaan adalah sunnatullah dan sudah ada sejak manusia pertama kali ada di pentas dunia ini. Mulai dari jenis kelamin, warna kulit, budaya, bangsa, bahasa hingga cara pandang. Kemajemukan sudah taken for granted,realitas yang harus diterima dan disikapi secara arif dan bijaksana. Bahkan Allah menjadikan perbedaan tersebut menjadi rahmat sebagai bukti ke-Maha Kuasa dan Kayanya Zat Allah yang mampu menciptakan manusia dengan beraneka bentuk dan rupa yang berbeda.?

Menyikapi Perbedaan; Refleksi Atas Piagam Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyikapi Perbedaan; Refleksi Atas Piagam Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyikapi Perbedaan; Refleksi Atas Piagam Madinah

Tetapi perbedaan tersebut tidak semuanya disikapi dengan bijak dan toleran. Indonesia misalnya sebagai negara terbesar yang terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, budaya, dan agama rawan menimbulkan konflik. Meskipun banyak menyanggah bahwa konflik-konflik yang terjadi di Indonesia tidak berkaitan dengan suku, agama, dan budaya. Konflik-konflik tersebut lebih dilihat karena perbedaan cara pandang dan pemahaman yang berbeda atas sesuatu hal. Tetapi tetap tidak bisa dipungkiri bahwa perbedaan suku, agama, dan budaya jelas memperkuat sinyal konflik tersebut. Kasus Tolikara pada tahun 2015 dan kasus pembakaran Gereja di Aceh bulan Oktober 2015 menjadi saksi sejarah bahwa Indonesia belum bisa menerima perbedaan, mayoritas belum secara utuh menerima dan mengayomi minoritas.?

Benar yang dikatakan Gus Mus dalam bukunya Islam Nusantara: Dari Ushul Fiqh Hingga Faham Kebangsaan (Mizan, 2015) menyatakan, “…kita tidak ? pernah diajari berbeda. Maka, orang pun terkaget-kaget setiap melihat perbedaan. Lalu mereka yang berbeda pun saling memutlakkan pendapat dan kecendrungannya masing-masing.” Kasus perbedaan yang paling dirasakan adalah karena sentimen agama. Karena agama sebagai sebuah doktrin keyakinan maka banyak orang yang memahaminya secara sepintas dan awam, kemudian dengan gampang memberi lebel munafik, murtad, kafir, bahkan masuk neraka terhadap golongan yang berbeda dengan pemahamannya, munculnya intoleransi dan menghalalkan kekerasan hingga pembunuhan atas nama agama, Mayoritas berhak terhadap minoritas apalagi ditambah dengan hukum Indonesia yang tak bertaring maka rusaklah bangsa ini.?

Munculnya konflik berbau SARA, anti terhadap kelompok dan etnis tertentu akhir-akhir ini menjadi kehawatiran bersama dan menjadi tugas lebih berat lagi kepada pemerintah untuk lebih agresif mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Memang diakui penggunanaan simbol-simbol tertentu dan golongan banyak ditunggangi oleh oknum-oknum yang haus kekuasaan dan jabatan, tetapi pemerintah harus lebih agresif melakukan langkah-langkah preventif supaya tidak menimbulkan perpecahan dan percekcokan yang lebih parah lagi. Penyadaran wawasan kebangsaan dan keagamaan oleh para tokoh, ilmuan, dan cendekiawan di perguruan tinggi harus lebih digalakkan kembali. Dalam Pasal 2 UUD No 12/2012 tentang pendidikan tinggi disebutkan, pendidikan tinggi berdasarkan Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. landasan yuridis tersebut harus lebih dimaksimalkan dan menjadikannya sebagai doktrin kebhinekaan yang membumi dalam kehidupan yang beragam. Selain itu,wawasan keagamaan yang ditanamkan harus ingklusif dan terbuka. Agama tidak semata dipandang sebagai sebuah ajaran yang kaku, membahas masalah eskatologis semata, tetapi juga masalah-masalah pembangunan kemanusiaan, keadilan, kerjasama, pergaulan, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat atau menjadi rahmatan lil alamiin.?

Pondok Pesantren Tegal

Dua tahun ke depan, tahun 2019 sebagai puncak pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, antsipasi penggunaan isu berbau sara harus diperhatikan dari sekarang oleh pemerintah dan semua pihak. Pilkada DKI Jakarta yang baru berlangsung beberapa waktu lalu cukup menyita dan menguras tenaga serta merongrong nilai-nilai berdemokrasi, percekcokan, hingga perhatian lupa terhadap masalah-masalah pembangunan bangsa.?

Refleksi Piagam Madinah?

Contoh interaksi dengan masyarakat plural adalah pada saat Rasulullah hijrah ke Madinah. Ketika itu beliau mendapati keadaan masyarakat yang beraneka ragam, ada yang dahulu menjadi musuhnya, golongan Yahudi, dan ada yang Muslim dan non-Muslim. Langkah pertama Rasulullah ketika tiba di Madinah adalah membangun masjid sebagai tempat ibadah, kemudian mempersatukan kaum Muhajirin dan Ansor, dan selanjutnya Rasulullah membuat perjanjian dengan seluruh penduduk Madinah yang kemudian dikenal dengan Piagam Madinah. Dalam Piagam Madinah itu semua golongan diakui eksistensinya, berhak menjalankan ritual keagamaanya, dan tidak boleh diganggu oleh siapapun. Ketika itu mereka bersepakat menjadikan Nabi Muhammad sebagi pemimpin mereka dan berjanji bersama-sama menjaga Madinah dari segala macam bentuk rongrongan dan intimidasi dari pihak luar. Mereka mendirikan pasar, pusat interaksi masyarakat, dan segala macam bentuk kesejahtraan warga Madinah. Mayoritas tidak boleh menindas minoritas. Muhammad sebagai pemimpin ketika itu menjunjung tinggi nilai keadilan. Siapapun yang terbukti melakukan kesalahan harus disalahkan dan diberikan sanksi walaupun Muslim. QS. An-Nisa’: 105 menyatakan seorang Yahudi yang dituduh melakukan pencurian oleh seorang Muslim padahal si Muslim sang pencurinya. Ayat tersebut memberikan penegasan kepada Muhamad supaya jangan terpengaruh dengan “keislaman” sang pencuri itu kemudian ia memenangkan sang Yahudi.?

KH Hasyim Muzadi menyampaikan pendapatnya dalam seminar di ITS Surabaya dalam acara Isra Mi’raj 2015, “Indonesia itu ? mirip dengan kondisi yang terjadi pada masa Rasulullah, karena Indonesia bukan negara agama seperti Vatikan dan Timur Tengah, dan Indonesia bukan negara sekuler seperti AS dan Eropa, namun Indonesia negara Pancasila atau daulah salam (negara bangsa) yang menjadikan agama sebagai inspirasi kenegaraan.” Lebih jauh ia menyatakan Pancasila itu harus menjadi “pintu masuk” mengundang semua tokoh agama dari NU, Muhamadiyah, NW, bahkan dengan agama di luar Islam untuk membuat kesepakatan seperti Piagam Madinah supaya tidak menimbulkan konflik intraagama dan antaragama. Karena Piagam Madinah tidak hanya sebuah perjanjian antarumat Islam tetapi dengan seluruh penduduk Madinah yang heterogen dan multikultural ketika itu.?

Karena tidak mungkin menciptakan tatanan global tanpa prinsip-prinsip keadilan, kerjasama, toleransi, dll seperti yang terkandung dalam Piagam Madinah tersebut. Hans Kungdalam Global Responsibility: In Search of a New World Ethic, pun ketika memaparkan rumusan deklarasi Dewan Parlemen Agama-agama yang kemudian menjadi 4 point yaitu, pertama, komitmen budaya antikekerasan dan menghormati kehidupan. Kedua, solidaritas dan tatanan ekonomi yang adil. Ketiga, toleransi dan hidup tulus. Keempat, kesamaan hak dan membangun kerjasama antara laki-laki dan perempuan. secara tidak sadar point-point tersebut sudah mengadopsi butir-butir isi Piagam Madinah yang dibuat Rasulullah empat belas abad yang lalu.?

Pondok Pesantren Tegal

Rasulullah di tengah keragaman mampu membangun sebuah masyarakat madani, membangun peradaban, dan stabilitas politik Madinah menjadi lebih baik. Dengan prinsip cinta kasih, damai, toleransi, keadilan, kerjasama, dan menerima perbedaan, beliau mampu merangkul semua pihak tanpa ternodai hak-haknya sebagai warga Madinah. Indonesia sebagai sebuah negara yang hampir sama dengan kondisi Madinah ketika itu juga bisa menjadikan point-point tersebut untuk menjadikan keberagaman Indonesia ini menjadi modal dan anugerah besar membangun masyarakat Indonesia yang maju dalam keberagaman.?

Penulis adalah Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Fragmen, Humor Islam, IMNU Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Menuju Konfercab, PCNU Jombang Adakan Evaluasi Program Organisasi

Jombang, Pondok Pesantren Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, Jawa Timur mengadakan workshop hasil evaluasi program kepengurusan periode 2012-2017 di aula Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Rabu (29/3).

.

Menuju Konfercab, PCNU Jombang Adakan Evaluasi Program Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Menuju Konfercab, PCNU Jombang Adakan Evaluasi Program Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Menuju Konfercab, PCNU Jombang Adakan Evaluasi Program Organisasi

Acara sengaja dilakukan jelang konferensi cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama (NU) Jombang sebagai bahan pertimbangan untuk konfercab 2017. Pada evaluasi kali ini di fokuskan pada pencapaian program kepengurusan satu periode.

Dalam pelaksanaan kegiatan evaluasi ini dipimpin oleh tim khusus bagian meneliti dan melakukan kajian mendalam terkait program PCNU Jombang. Tim ini di isi oleh Machwai Huda, Mochammad Muchlis, Alfiyah Ahmad, Maghfirul Ridwan, Muhammad Fathoni Mahsun dan Titik Hidayati.

Pondok Pesantren Tegal

Menurut Machwal Huda, dalam melakukan penggalian kinerja kepengurusan PCNU, tim evaluasi melakukan dua metode yakni wawancara dan quitioner. Selain itu, tim juga dibekali dokumen yang dimiliki oleh PCNU, program kerja 5 tahun dan pertahun.

"Tim melakukan evaluasi atas program kerja, antara lain yaitu majalah nahdah yang hanya terbit 5 kali. Di lain sisi, komunikasi antara syuriah, tahfidziyah dan banom sudah bagus, ini harus di lanjutkan untuk kepengurusan selanjutnya," jelasnya

Ia menambahkan, evaluasi ini bukan untuk menyudut satu kepengurusan yang programnya tidak berjalan. Evaluasi disini dimaksud untuk merapikan kepengurusan PCNU dan menuju organisasi yang terbuka serta bersih.

Pondok Pesantren Tegal

"Jangan tersinggung kalau ada kinerja kepengurusan yang dinilai buruk," ujarnya di hadapan puluhan peserta workshop.

Beragam pola dakwah juga disoroti dalam evaluasi ini, pengajaran Aswaja ditingkat LP Maarif, Lazisnu diusahakan masuk keberbagai lapisan masyarakat. Selain itu BMT NU diharapkan hadir disetiap kecamatan di Jombang. Hal itu untuk membentengi warga NU dari berbagai ancaman, misalkan sisi ideologi, tatanan kemasyarakatan, pemerintahan juga terhadap gejolak perekonomian masyarakat.

"Tidak hanya ideologi yang menjadi target evaluasi kita, namun juga integrasi masyarakat, ekonomi, pemerintahan," imbuh dia.

Untuk itu kegiatan evaluasi kepengurusan PCNU pra-Konfercab dirasa sangat tepat untuk membangun sinergi antar berbagai pihak untuk bersama-sama menyelamatkan eksistensi NU di tengah-tengah masyarakat. "NU harus lebih aktif dalam menyoroti permasalahan masyarakat," ungkapnya.

Seperti diketahui, Konfercab NU Jombang akan berlangsung pada 22-23 April 2017 mendatang di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Makam, Humor Islam, Warta Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

GP Ansor Jatim Nilai Tepat Pemerintah Bubarkan HTI

Surabaya, Pondok Pesantren Tegal. Pemerintah memutuskan membubarkan dan melarang kegiatan yang dilakukan oleh organisasi kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, kegiatan HTI terindikasi kuat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, sebagaimana diatur dalam UU Ormas.

"Mencermati pertimbangan itu, maka pemerintah perlu ambil langkah tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat memberikan keterangan pers di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (8/5/2017).

GP Ansor Jatim Nilai Tepat Pemerintah Bubarkan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jatim Nilai Tepat Pemerintah Bubarkan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jatim Nilai Tepat Pemerintah Bubarkan HTI

Wiranto juga menyebut bahwa keberadaan HTI secara nyata menimbulkan benturan di masyarakat dan membahayakan keutuhan bangsa Indonesia.

Tindakan tegas Pemerintah yang membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), diapresiasi Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur.

Pondok Pesantren Tegal

"Keluarga besar GP Ansor Jatim mendukung Pemerintah Republik Indonesia untuk membubarkan HTI karena itu langkah yang tepat dan konstitusional," jelas Ketua PW GP Ansor Jatim H Rudi Tri Wahid melalui siaran pers.

Menurut dia, HTI ini jelas adalah organisasi makar yang tidak mengakui dan menolak Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 sebagai ideologi bangsa dan konstitusi RI.?

“Keberadaan HTI jelas mengancam keutuhan NKRI dan memecah belah generasi anak negeri," katanya usai menyimak pernyataan Pemerintah saat Rapat Pleno PW GP Ansor Jatim, Senin (08/5).

PW GP Ansor Jatim juga mengimbau kader Ansor dan Banser agar segera mengambil langkah-langkah inisiatif cepat untuk mengawal sikap resmi Pemerintah yang telah membubarkan HTI dan aktif membangun suatu gerakan penyadaran bagi keutuhan bangsa dan negara dengan jangkauan sosial yang luas melibatkan semua elemen masyarakat setelah perintah secara resmi membubarkan HTI.

GP Ansor, kata dia, harus mengembangkan makna kehadirannya lebih dari sekadar perwujudan aktivisme Islam, tapi juga aktivisme kebangsaan dan kemanusiaan, menuju harmoni peradaban. (Red: Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren Tegal

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Santri, Kyai, Humor Islam Pondok Pesantren Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Komisi Bahtsul Masail Dukung Inisiasi RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal - Koordinator Komisi Bahtsul Masail Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) KH Mujib Qulyubi mendukung terhadap inisiasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) tentang Rancangan Undang-Undang? Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren.

Demikian disampaikan Kiai Mujib pada acara Focus Group Discussion (FGD) RUU (LPKP) di lantai lima, gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (24/10).

Komisi Bahtsul Masail Dukung Inisiasi RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Komisi Bahtsul Masail Dukung Inisiasi RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Komisi Bahtsul Masail Dukung Inisiasi RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren

Sebagai upaya dukungan terhadapa rencana RUU LPKP itu, Kiai Mujib pun menyatakan akan membawanya ke Musyawaroh Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul ulama (Munas-Konbes NU) di Lombok, Nusa Tenggara Barat bulan depan.

Oleh karena itu, ia berharap agar pertemuan tentang pembahsana RUU LPKP inibukan pertemuan terakhir supaya segera menjadi RUU yang matang dan dapat diputuskan.

Pondok Pesantren Tegal

Menurutnya, di antara alasan pentingnya RUU LPKP masuk ke dalam pembahasan, karena Hari Santri yang sudah ditetapkan presiden dan dijalankan selama tiga tahun terakhir ini hanya menjadi uforia semata. Sementara penghargaan yang akan datang untuk pesantren dan santri belum jelas.

Pondok Pesantren Tegal

Selain itu, pesantren, katanya, tidak bisa dipisahkan dari NU. NU adalah pesantren besar, pesantren adalah NU kecil.

“Jadi, NU dan pesantren adalah satu kesatuan. Tidak ada NU kalau tidak ada pesantren dan tidak langgeng pesantren kalau tidak ada NU,” jelasnya.

Hadir pada FGD ini Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Ketua PBNU H Robikin Emhas, Ketua PBNU H Umar Syah, anggota DPR FPKB Taufiq Abdullah, Pimpinan Komisi VIII DPR FPKB Malik Haramain, Ketua LP Ma’arif H Z Arifin Junaidi, perwakilan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), dan lain-lain. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pendidikan, Humor Islam, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 28 November 2017

PBNU Mengutuk Keras Bom Mapolresta Cirebon

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj berduka cita dan mengutuk tindakan pengeboman yang terjadi di Masjid Mapolresta Cirebon, pada saat salat Jumat, 15 April 2011. “Ini adalah bukti kelemahan intelijen kita. Dan yang lebih memprihatinkan lagi ini terjadi di Kota Cirebon yang terkenal sebagi Kota Wali,” kata Kang Said di Jakarta.

“Sebagai orang kelahiran Cirebon, saya mengajak masyarakat Cirebon baik muslim maupun non muslim untuk bersatu melawan terorisme dan radikalisme. Karena dalam kondisi dan atas nama apapun tindakan pengeboman tidak bisa dibenarkan,” tambah Kang Said.

PBNU Mengutuk Keras Bom Mapolresta Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Mengutuk Keras Bom Mapolresta Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Mengutuk Keras Bom Mapolresta Cirebon

Kang Said juga sudah menginstruksikan seluruh elemen NU Cirebon untuk bergerak dan mengusut tuntas kasus ini. “Saya telah memerintahkan Ketua PCNU Cirebon untuk segera bergerak dan berkoordinasi bersama aparat terkait. Saya yakin kalau polisi tidak mampu bergerak sendirian. NU dengan segala sumberdayanya akan bergerak untuk membantu aparat terkait,” tambah Kang Said.

Pondok Pesantren Tegal

Masih menurut Kang Said, dari serangkaian kasus yang terus terjadi hingga hari ini muncul kesan pembiaran. Penanganan yang dilakukan aparatur pemerintah selama ini cenderung reaksioner. Dari hari ke hari kasus bom terus menerus terjadi. Hal itu memunculkan dugaan ketidakseriusan pemerintah dalam menangani kasus terorisme dan radikalisme secara sungguh-sungguh.

Sebagai orang Cirebon, Kang Said tahu persis situasi dan kondisi di daerah Cirebon dan sekitarnya. “Di Cirebon, Kuningan, dan sekitarnya ada beberapa komunitas yang mengajarkan radikalisme dan mencaci maki ajaran NU yang selama ini sudah mapan. “Ini adalah teror teologi yang tinggal sedikit lagi menjadi tindakan teror. Saya minta yayasan-yayasan yang didanai oleh Arab diawasi secara penuh. Saya tidak menuduh, tapi saya minta masyarakat untuk waspada,” ujar Kang Said. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal Humor Islam Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 21 November 2017

Kisah Pilu Nabi Muhammad dan Yatim Terlantar di Hari Raya Idul Fitri

Di suatu hari raya Rasulullah SAW keluar rumah untuk melaksanakan shalat Idul Fitri. Sementara anak-anak kecil tengah bermain riang gembira di jalanan. Tetapi tampak seorang anak kecil duduk menjauh berseberangan dengan mereka. Dengan pakaian sangat sederhana dan tampak murung, ia menangis tersedu.

Melihat fenomena ini Rasulullah SAW segera menghampiri anak tersebut. “Nak, mengapa kau menangis? Kau tidak bermain bersama mereka?” Rasulullah membuka percakapan.

Kisah Pilu Nabi Muhammad dan Yatim Terlantar di Hari Raya Idul Fitri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Pilu Nabi Muhammad dan Yatim Terlantar di Hari Raya Idul Fitri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Pilu Nabi Muhammad dan Yatim Terlantar di Hari Raya Idul Fitri

Anak kecil yang tidak mengenali bahwa orang dewasa di hadapannya adalah Rasulullah SAW menjawab, “Paman, ayahku telah wafat. Ia mengikuti Rasulullah SAW dalam menghadapi musuh di sebuah pertempuran. Tetapi ia gugur dalam medan perang tersebut.”

Pondok Pesantren Tegal

Rasulullah SAW terus mengikuti cerita anak yang murung tersebut. Sambil meraba ke mana ujung cerita, Rasulullah SAW mendengarkan dengan seksama rangkaian peristiwa dan nasib malang yang menimpa anak tersebut.

Pondok Pesantren Tegal

“Ibuku menikah lagi. Ia memakan warisanku, peninggalan ayah. Sedangkan suaminya mengusirku dari rumahku sendiri. Kini aku tak memiliki apapun. Makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal. Aku bukan siapa-siapa. Tetapi hari ini, aku melihat teman-teman sebayaku merayakan hari raya bersama ayah mereka. Dan perasaanku dikuasai oleh nasib kehampaan tanpa ayah. Untuk itulah aku menangis.”

Mendengar penuturan ini, batin Rasulullah SAW runtuh. Ternyata ada anak-anak yatim dari sahabat yang gugur membela agama dan Rasulnya di medan perang mengalami nasib malang begini.

Rasulullah SAW segera menguasai diri. Rasul yang duduk berhadapan dengan anak ini segera menggenggam lengannya.

“Nak, dengarkan baik-baik. Apakah kau sudi bila aku menjadi ayah, Aisyah menjadi ibumu, Ali sebagai paman, Hasan dan Husein sebagai saudara, dan Fatimah sebagai saudarimu?” tanya Rasulullah.

Mendengar tawaran itu, anak ini mengerti seketika bahwa orang dewasa di hadapannya tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW.

“Kenapa tak sudi ya Rasulullah?” jawab anak ini dengan senyum terbuka.

Rasulullah SAW kemudian membawa anak angkatnya pulang ke rumah. Di sana anak ini diberikan pakaian terbaik. Ia dipersilakan makan hingga kenyang. Penampilannya diperhatikan lalu diberikan wangi-wangian.

Setelah beres semuanya, ia pun keluar dari rumah Rasulullah dengan senyum dan wajah bahagia. Melihat perubahan drastis pada anak ini, para sahabatnya bertanya. “Sebelum ini kau menangis. Tetapi kini kau tampak sangat gembira?”

“Benar sahabatku. Tadinya aku lapar, tetapi lihatlah, sekarang tidak lagi. Aku sudah kenyang. Dulunya aku memang tidak berpakaian, tetapi kini lihatlah. Sekarang aku mengenakan pakaian bagus. Dulu memang aku ini yatim, tetapi sekarang aku memiliki keluarga yang sangat perhatian. Rasulullah SAW ayahku, Aisyah ibuku, Hasan dan Husein saudaraku, Ali pamanku, dan Fatimah adalah saudariku. Apakah aku tidak bahagia?”

Mendengar sahabatnya, mereka tampak menginginkan nasib serupa. “Aduh, cobalah ayah kita juga gugur pada peperangan itu sehingga kita juga diangkat sebagai anak oleh Rasulullah SAW.”

***

Waktu terus berjalan. Usia semakin bertambah. Kebahagiaan anak ini pun lenyap ketika selang beberapa tahun setelah itu Rasulullah SAW meninggal dunia. Meratapi kepergian ayah angkat paling mulia ini, ia keluar rumah seraya menaburkan debu di atas kepalanya.

“Celaka, sungguh celaka. Kini aku kembali terasing. Aku bukan siapa-siapa lagi. Aku kini menjadi yatim. Sepi,” katanya terisak.

Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq yang menyaksikan anak ini segera memeluknya. Sayyidina Abu Bakar kemudian mengambil alih pengasuhannya… Wallahu a‘lam.

***

Kisah ini dikutip dari Durratun Nashihin karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad Syakir Al-Khubawi, tanpa tahun, Surabaya, Syirkah Ahmad bin Saad bin Nabhan wa Auladuh, halaman 264-265. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Amalan, Humor Islam, Internasional Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Marhabanan Keliling Ala Pelajar NU

Brebes, Pondok Pesantren Tegal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Ketanggungan Brebes menggelar marhabanan keliling. Tradisi sebagai ungkapan penghormatan atas kelahiran Nabi Muhammad tersebut digelar sebagai rangkaian gebyar Maulid Nabi 1438 Hijriyah pelajar NU.

“Memperingati Maulid Nabi, kami semarakan dengan marhabanan keliling ke mushola dan masjid,” ungkap Pembina PAC IPNU-IPPNU Ketanggungan Ahmad Fauzan El Azizi di sela kegiatan di Masjid Jami Darussalam Desa Baros Kec Ketanggungan Brebes, Ahad (4/12) kemarin. Marhabanan dikonsep dengan gelaran PAC IPNU-IPPNU Bersholawat yang dihadiri ribuan pelajar dan anak muda NU se-Kec Ketanggungan.?

Fauzan berharap, dengan momentum? marhabanan, anak-anak muda NU akan bisa meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai Uswatun Hasanah.?

Marhabanan Keliling Ala Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Marhabanan Keliling Ala Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Marhabanan Keliling Ala Pelajar NU

Ketua PAC IPNU Ketanggungan Rekan Abdul Azid dalam sambutannya mengatakan kekompakan seluruh anggota IPNU-IPPNU dalam setiap kegiatan diharapkan bisa istiqomah. “Kemajuan organisasi, terletak pada kebersamaan atau kekompakan seluruh anggota,” tegas Azid.?

Marhabanan diawali dengan pembacaan Tahlil, Barzanzi dan shalawat serta mauidhotul hasanah oleh KH Hasan Amrozi dari Tegal.?

Pondok Pesantren Tegal

Kiai kondang tersebut berpesan hendaknya, anak-anak muda NU bisa menjadi suri tauladan yang baik di masyarakat sekitarnya. Selain itu untuk faham sejarah Wali Songo saat menyebarkan Islam di Indonesia. Pelajar NU harus meneruskan juga bagaimana para ulama berjuang untuk kemerdekaan NKRI. “Kalian IPNU-IPPNU adalah generasi muda aset bangsa yang kelak menjadi penerus para ulama serta nanti ada pula yg menjadi pejabat atau birokrat.

Kiai Amrozi juga mengajak kepada seluruh orang tua yang hadir, untuk mendukung dan dorong anak-anaknya agar ikut IPNU-IPPNU. Jangan sampai, ikut IPNU IPPNU malah dimarahi. Kiai Amrozi menyakini, IPNU-IPPNU menjadi wadah yang benar bagi kalangan pelajar. “IPNU IPPNU bisa menjadi benteng anak muda untuk melawan maraknya penggunaan narkoba dan pergaulan bebas di kalangan anak muda,” pungkasnya.

Pondok Pesantren Tegal

Dalam kesempatan tersebut juga dilantik Pengurus Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Baros Kecamatan Ketanggungan. Kepengurusan PR IPNU-IPPNU desa Baros antara lain Ketua IPNU A Cecep Maulana, Sekretaris Agus Munawir. Bendahara Ahmad Noor Basor. Sedangkan untuk PR IPPNU Baros Ketua Nina Inayah, Sekretaris Siti Zulfatmah dan Bendahara Aidha Nurussyamsi. (wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Humor Islam, Fragmen Pondok Pesantren Tegal