Kamis, 28 Januari 2010

LKNU Sumenep Periksa 400 Penderita Sakit Mata

Sumenep, Pondok Pesantren Tegal. Lembaga Kesehatan Nahdatul Ulama (LKNU) Kabupaten Sumenep mengadakan pemeriksaan (screening) mata di sekretariat PCNU pada Sabtu (2/10. Sekitar 400 orang memeriksakan kesehatan matanya.

Menurut Ketua LKNU Sumenep Hadariyadi, jumlah pengunjung yang memeriksakan kesehatan matanya di luar dugaan. Hingga H-1, peserta yang mendaftar hanya sekitar 300 orang. "Gak tahu tiba-tiba banyak yang datang dan langsung mendaftar di tempat," katanya.

LKNU Sumenep Periksa 400 Penderita Sakit Mata (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Sumenep Periksa 400 Penderita Sakit Mata (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Sumenep Periksa 400 Penderita Sakit Mata

Sebelumnya, LKNU telah menyebarkan pengumuman operasi katarak gratis melalui SMS dan jejering sosial. Dalam pengumuman itu disebutkan warga yang hendak mengikuti program tersebut harus terlebih dahulu mendaftar kepada beberapa panitia yang telah ditunjuk dan disyaratkan menyerahkan selembar foto copy kartu tanda penduduk.

Pondok Pesantren Tegal

Sekalipun langsung mendaftar di tempat, semua pengunjung dilayani. "Sekalipun di luar kuota kami, semuanya tetap diperiksa. Kasihan mereka telah datang jauh-jauh dari rumahnya," katanya di kantor PCNU Jalan Trunojoyo.

Pemeriksaan mata tersebut untuk mengetahui orang-orang yang akan dioperasi katarak. Karena tidak semua orang yang diduga mengalami katarak bisa dioperasi karena ternyata bukan katarak, atau katarak tetapi sudah sangat parah sehingga tidak bisa dioperasi.

Pondok Pesantren Tegal

Dari ratusan orang yang memeriksakan kesehatan matanya, terdapat 96 orang yang positif menderita katarak. Mereka akan menjalani operasi pada tanggal 15-17 November 2013 di RSUD dr. H. Moh. Anwar, Sumenep. (Kamil Akhyari/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Nahdlatul, Daerah Pondok Pesantren Tegal

Kamis, 29 Oktober 2009

Wahyu Saputro-Khotimatus Saadah Pimpin Pelajar NU Kudus

Kudus, Pondok Pesantren Tegal

Konferensi Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus telah menetapkan ketua baru masa khidmah 2016-2018.

Wahyu Saputro-Khotimatus Saadah Pimpin Pelajar NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Wahyu Saputro-Khotimatus Saadah Pimpin Pelajar NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Wahyu Saputro-Khotimatus Saadah Pimpin Pelajar NU Kudus

Pada sidang pemilihan secara terpisah di aula SMK NU Maarif, Sabtu (13/8) itu, M Wahyu Saputro terpilih menjadi ketua IPNU Kudus dan Khotimatus Saadah sebagai ketua IPPNU.

?

Dalam pemilihan yang dipimpin PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah, M Wahyu Saputro memperoleh 53 suara mengungguli calon lain M Tausiul Ilma yang memperoleh 51 suara dan Saiful Huda (Bae) yang meraih hanya 2 suara. Sementara Khotimatus Saadah meraih 69 suara lebih unggul dari dua calon lain Nurul Afifah (23 suara) dan Asri Awaliyah (9 suara).

?

Pondok Pesantren Tegal

Setelah terpilih, keduanya menyatakan kesediaannya mengemban amanah badan otonom NU beranggotakan para pelajar ini tiga tahun mendatang. Kendati tidak menyangka mendapat kepercayaan, Wahyu Saputro menegaskan kesiapannya memimpin pelajar NU Kudus.

"Ini adalah sebuah amanah yang harus dijalankan, semoga mendapat ridha dari Allah SWT," ujarnya.

?

Pondok Pesantren Tegal

Kader terbaik dari Kecamatan Jati ini akan berusaha memperbaiki sistem pendirian komisariat di madrasah, sekolah dan pesantren guna menyiapkan kader sejak dini. Di samping itu, Wahyu juga akan membenahi sistem kaderisasi dari tingkatan cabang, anak cabang, ranting, hingga komisariat.

?

"Kita akan menginventarisir kader-kader di madrasah-sekolah dan pesantren untuk dijadikan cikal bakal pendirian komisariat," katanya.

?

Langkah lainnya, imbuh pria yang biasa disapa Yoyok ini, akan melakukan pendekatan kepada kepala madrasah/sekolah terutama wakil kepala kesiswaan dalam rangka mewujudkan pendirian komisariat.

?

"IPNU akan bersinergi LP Maarif, kepala madrasah/sekolah NU. Tanpa kekuatan sinergis tidak bisa berjalan program-program IPNU-IPPNU," ujarnya menyadari.

?

Senada dengan Yoyok, Khotimatus Saadah menyatakan siap mengemban amanah dan akan menjalin kerja sama dalam mengembangkan organisasi dengan visi keterpelajaran. "Doakan saja semoga kami amanah menjalankan mandat konferensi," ujarnya singkat.

?

Untuk melengkapi kepengurusan, ketua terpilih dibantu tim formatur yang terdiri dari ketua terpilih, ketua lama, dan 9 ketua Pimpinan Anak Cabang se-Kudus. (Qomaru Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Meme Islam Pondok Pesantren Tegal

Senin, 19 Oktober 2009

Ini Kriteria Pakaian Serupa Pakaian Lawan Jenis (Tasyabbuh) dalam Syariat Islam

Islam memang tidak menjelaskan secara detail bagaimana model pakaian Islam. Tidak ada aturan khusus di dalam Islam terkait kesunahan memakai pakaian tertentu. Urusan pakaian ini diserahkan kepada tradisi dan lokalitas masyarakat. Hanya saja, Islam memberikan panduan umum berpakaian yang harus dipatuhi.

Di antara panduan umum tersebut adalah pakaian yang digunakan tertutup, tidak transparan, tidak terbuka, dan tidak menyerupai lawan jenis. Apapun bentuk pakaiannya, kalau selaras dengan panduan umum ini, pakaian itu sudah termasuk pakaian islami.

Ini Kriteria Pakaian Serupa Pakaian Lawan Jenis (Tasyabbuh) dalam Syariat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Kriteria Pakaian Serupa Pakaian Lawan Jenis (Tasyabbuh) dalam Syariat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Kriteria Pakaian Serupa Pakaian Lawan Jenis (Tasyabbuh) dalam Syariat Islam

Salah satu aturan umum berpakaian ialah tidak menyerupai lawan jenis. Pembahasan ini tampaknya perlu diperjelas untuk mengetahui batasan menyerupai lawan jenis. Misalnya, kapan pakaian yang kita gunakan dikategorikan sebagai pakaian yang menyerupai lawan jenis: apa standarnya?

Pondok Pesantren Tegal

Batasan menyerupai lawan jenis ini sudah dijelaskan Sayyid Abdurrahman Ba’lawi dalam Bughyatul Mustarsyidin. Batasannya adalah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren Tegal

Artinya, “Berhias dengan sesuatu yang dikhususkan untuk lawan jenis, atau secara umum di daerah tersebut hiasan itu dikhususkan untuk lawan jenis.”

Batasan menyerupai lawan jenis menurut Sayyid Abdurrahman adalah menggunakan pakaian atau hiasan yang lazim digunakan oleh lawan jenis. Bila ada laki-laki yang menggunakan model pakaian perempuan sehingga orang yang melihat laki-laki tersebut menyangka kalau dia perempuan, maka itu sudah termasuk kategori menyerupai lawan jenis.

Menggunakan pakaian lawan jenis dalam Islam tidak boleh. Sebab itu, sebaiknya masing-masing orang menggunakan pakaian yang sesuai dengan dirinya. Tujuan dari aturan ini tentu untuk menjaga fitrah manusia. Laki-laki sebaiknya bergaya sebagaimana laki-laki pada umumnya, begitu pula perempuan. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Hikmah, Pertandingan Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 16 Oktober 2009

Tingkatkan Perekonomian, Ansor Temanggung Produksi Kopi Bubuk

Temanggung, Pondok Pesantren Tegal

Sudah jamak diketahui bahwa Kabupaten Temanggung Jawa Tengah merupakan salah satu daerah sentra penghasil tembakau dengan mutu kualitas tinggi. Namun, taukah anda jika Temanggung juga mempunyai hasil pertanian lainnya yang tidak kalah potensialnya, yakni tanaman kopi. Beragam variasi kopi terutama jenis robusta banyak ditemui di Kecamatan Kandangan, Gemawang, Candiroto dan Wonoboyo.

Melihat potensi ini, pengurus GP PC ANSOR Temanggung berinisiatif memproduksi kopi hitam bubuk dengan merek "Lintang 9".  

Tingkatkan Perekonomian, Ansor Temanggung Produksi Kopi Bubuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Perekonomian, Ansor Temanggung Produksi Kopi Bubuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Perekonomian, Ansor Temanggung Produksi Kopi Bubuk

"Kopi Temanggung, diproduksi oleh KSU, Ansoruna. Kopi ini dijual dalam kemasan 100 gram dan tujuan memproduksi kopi ini adalah untuk meningkatkan kemajuan perekonomian di kalangan sahabat ANSOR Kabupaten Temanggung,"  kata pengurus PC ANSOR Temanggung, Muhammad Mujib.

Untuk  memperkenalkan potensi mengembangkan produk kopi, pada Sabtu (21/5) akhir pekan lalu digelar festival kopi di balai Desa Menggoro Kecamatan Tembarak, Temanggung. Festival ini bekerja sama dengan mahasiswa KKN STAINU Temanggung.



Pondok Pesantren Tegal



"Festival ini juga turut mengundang UKM-UKM lain yg ada di daerah Menggoro," kata Ketua panitia kegiatan, Ahmad Khudori.

Pondok Pesantren Tegal





Selain demonstrasi cara membuat kopi oleh para barista, festival ini juga dimeriahkan lomba mancing, pentas seni dari berbagai sekolah se-Kecamatan Tembarak, saresehan kewirausahaan dan pagelaran wayang orang dari Bengkel Kreasi Universitas Negeri Tidar Magelang.( M. Haromain/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pesantren Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 09 Oktober 2009

Tatkala Kena Teror PKI, Pemerintah Berlindung ke Pesantren

Bandung, Pondok Pesantren Tegal

Tidak benar bahwa NU sepanjang periode 1948-1965 tatkala melawan pemberotakan Partai Komunis Indonesia (PKI) semata-mata karena perintah TNI. Sebab, secara spontan warga NU kalau tidak melawan, para kiai juga akan dibunuh oleh PKI.

Demikian disampaikan Wakil Sekretaris PBNU H Abdul Mun’im saat membedah bukunya yang berujudul “Benturan NU-PKI 1948-1965” yang digelar Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Selasa (26/1) siang.

Tatkala Kena Teror PKI, Pemerintah Berlindung ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Tatkala Kena Teror PKI, Pemerintah Berlindung ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Tatkala Kena Teror PKI, Pemerintah Berlindung ke Pesantren

Mun’im menerangkan, ada pembalikan sejarah yang ditujukan kepada NU sebagaimana tuduhan yang dibuat sebuah majalah nasional. Padahal, katanya, peristiwa 1965 merupakan puncak dari seluruh konflik horizontal yang sudah dimulai sejak tahun 50-an dan 60-an oleh PKI. Yang terlibat melawan pemberontakan PKI tidak hanya NU, tetapi juga pemerintah, seluruh partai dan elemen di masyarakat secara bersama-sama.

Pondok Pesantren Tegal

Menurut Mun’im, selain itu ada fakta menarik dalam masa pergolakan itu. Pada tahun 60-an banyak staf kantor-kantor pemerintah yang mengungsi ke pesantren karena tak tahan dengan teror dari PKI. Di antaranya, kantor Kodam Diponegoro, pemerintah daerah Kabupaten Pekalongan, pemerintahan Lasem, pemerintahan kecamatan di Kabupaten Klaten.

Pondok Pesantren Tegal

“Justru yang melindungi pemerintah adalah pesantren karena pemerintah mendapatkan teror dari PKI,” ungkap Mun’im.

Perihal peristiwa 1965, Mun’im mengingatkan kepada masyarakat Indonesia untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh kerukunan bangsa, terutama pihak asing. “Kita jangan sampai dihadapkan, diajak untuk perang,” terangnya.

“Kita harus mewaspadai kepentingan asing. Apalagi sekarang kita sedang berhadapan dengan alat baru, yakni radikalisme. Itu yang harus kita waspadai,” ajaknya di hadapan ratusan mahasiswa yang memenuhi aula Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jawa Barat. (M. Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Meme Islam, Hadits, Ubudiyah Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 11 September 2009

Kisah Kecintaan Pendiri IPNU terhadap Buku

Sleman, Pondok Pesantren Tegal

Kiai Tolchah Mansur, pendiri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), adalah orang yang cinta dengan buku. Menurutnya, dengan membaca buku, kita bisa jalan-jalan ke tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau oleh fisik kita. Dengan membaca buku, kita bisa menambah pengetahuan.

Hal demikian disampaikan putra KH Tolchah Mansur, H Romahurmuziy, dalam acara Pidato Kebangsaan dengan tema “Meneguhkan Peran Pelajar dan Santri dalam Memperkokoh NKRI”, Selasa (14/3) malam di Sleman.

Kisah Kecintaan Pendiri IPNU terhadap Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kecintaan Pendiri IPNU terhadap Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kecintaan Pendiri IPNU terhadap Buku

“Saking cintanya dengan buku, Kiai Tolchah itu pernah berkata, orang yang paling bodoh itu orang yang meminjamkan bukunya kepada orang lain. Tetapi ada orang yang lebih bodoh lagi yaitu orang yang meminjam buku dan mengembalikannya,” kelakarnya yang disambut gelak tawa peserta.

Pondok Pesantren Tegal

Secara syariah, lanjut pria yang akrab disapa Gus Romi itu, apa yang dikatakan ayahnya salah. Tapi hal itu sebagai bukti bahwa Kiai Tolchah mencintai buku.

Pada kesempatan tersebut, Gus Romi juga menceritakan bahwa Kiai Tolchah juga seorang kiai yang terbuka terhadap ilmu-ilmu umum.

Pondok Pesantren Tegal

“Meski dari keluarga pesantren, Bapak melarang anak-anaknya sekolah di madrasah dan mondok. Bapak bilang, ‘biar saya saja yang langsung mengajari anak-anak saya ilmu agama,’” ujar Gus Romi menirukan ucapan Kiai Tolchah Mansur.

Selain berbicara tentang Kiai Tolchah, Gus Romi juga mengajak anak-anak IPNU agar peka terhadap permasalahan bangsa, termasuk propaganda kaum anti-Pancasila yang semakin menguat.

“Kalau mereka mengampayekan khilafah islamiyah berarti mereka anti-Pancasila. Ini berbahaya kalau kita tidak peka,” tandas Gus Romi.

Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut merupakan rangkaian acara kegiatan ziarah pendiri IPNU di Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat IPNU bekerja sama dengan Pondok Pesantren Sunni Darussalam Sleman, DI Yogyakarta. Esoknya, mereka berziarah dan membaca doa bersama untuk Pendiri IPNU, Kiai Tolchah Mansur di kompleks makam keluarga besar Kiai Munawwir. (Nur Rokhim/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Anti Hoax Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 30 Agustus 2009

IPNU-IPPNU Jakarta Pusat Dilantik

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Administrasi Jakarta Pusat mengadakan pelantikan pengurus masa khidmat 2012-2014 bertempat di gedung walikota Jakarta Pusat, Senin pagi, 18 Juni 2012.

Hadir dalam acara tersebut Walikota Jakarta Pusat H Saefulloh yang memberikan sambutan sekaligus nasehat kepada para pengurus IPNU-IPPNU yang baru saja dilantik agar IPNU-IPPNU benar-benar menjadi organisasi pembelajaran (learning organization). 

IPNU-IPPNU Jakarta Pusat Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jakarta Pusat Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jakarta Pusat Dilantik

Sebagai organisasi yang menjadi wadah berhimpunnya para pelajar, IPNU-IPPNU Jakarta Pusat dituntut untuk senantiasa mengupgrade diri dan metode pengkaderannya sesuai dengan kondisi zaman sekarang ini. Agar para pelajar NU memiliki completing tool (kelengkapan peralatan) untuk berkompetisi dengan para kaum pelajar lainnya. Para pelajar NU kini tak boleh terstigma lagi sebagai kaum pelajar sarungan yang hanya pandai mengaji. Tapi lebih dari itu para pelajar NU harus bisa menjadi sarjana ekonomi yang pandai mengaji, sarjana tehnik yang juga pandai mengaji. Anak IPNU juga harus ada yang menjadi pengusaha yang paham ilmu agama, IPNU sekarang ini yang juga kelak harus menjadi gubernur yang dekat dengan para ulama dan berlandaskan faham ahlussunnah wal jama’ah.

Pondok Pesantren Tegal

Sambutan kedua disampaikan oleh.KH Amar Ahmad selaku ketua tanfidziyah PCNU Jakarta Pusat. Ia menyampaikan bahwa IPNU Jakarta Pusat harus menjadi standarisasi dan tolak ukur bagi cabang-cabang IPNU lainnya di Indonesia karena bagaimana tidak bahwa Jakarta Pusat merupakan sentral dari segala aktifitas negara. Menjadi anak IPNU di Jakarta Pusat tentu mempunyai tantangan tersendiri yang tidak dihadapi IPNU lainnya. Di Jakarta Pusat tidak ada pesantren yang biasanya menjadi basis IPNU selayaknya di Jawa Timur. Di Jakarta Pusat tidak ada Ma’arif atau sekolah-sekolah NU lainnya. Yang ada di Jakarta Pusat hanyalah SMA-SMA unggulan yang notabene memiliki kultur pelajar yang cenderung hedonis. Namun demikian justru itulah yang menjadi tantangan yang harus dihadapi untuk dapat mengenalakan Islam ala NU di tingkatan terendah yakni kalangan pelajar agar mereka memahami betul apa makna Islam yang rahmatan lil alamin.

Pelantikan Pengurus IPNU Jakarta Pusat ini dikukuhkan langsung oleh para pengurus Pimpinan Pusat baik IPNU dan IPPNU. Ahmad Rayhan selaku wakil ketua PP IPNU membacakan naskah pelantikan yang diikuti oleh 30 pengurus PC.IPNU Jakarta Pusat masa khidmat 2012-2014.  Begitu pula Margareth Aliyatul Maimunah selaku ketua umum PP IPPNU melantik langsung para pengurus PC IPPNU Jakarta Pusat yang tampak rapi dengan jas IPPNU dibalut kerudung putih.Friyadi Maulana yang terpilih menjadi ketua PC IPNU Jakarta pusat pada konferensi cabang IPNU Jakarta pusat bulan Mei lalu menggantikan Muhammad Said mengatakan

“Ber-IPNU artinya adalah berkhidmat, berkhidmat adalah mengabdi, mengabdi kepada NU, kepada para kyai, mengabdi kepada bangsa dan agama,” ujarnya setelah beberapa saat dilantik. 

Pondok Pesantren Tegal

Acara yang dirangkaikan dengan dialog pelajar ini mengambil tema peningkatan wawasan demokrasi di kalangan pelajar Jakarta. Tema ini dirasakan sangat penting mengingat mata pelajaran tentang demokrasi yang diajarkan di sekolah dirasakan sangat minim sehingga ada dua paradigma yang menjadi pola pikir para pelajar saat ini ketika berbicara tentang demokrasi. 

Secara teori dan realita para pelajar berbeda dalam memahami demokrasi. Mereka beranggapan bahwa demokrasi identik dengan politik, dan politik identik dengan transaksi kepentingan, berbagi kekuasaan dan lainnya. Hal inilah yang dibantah dalam pemaparan narasumber pada dialog tersebut yakni Idy Muzayyad, mantan ketua umum PP IPNU 2006-2009 dan juga Dani Setiawan, Koalisi Anti Hutang. 

Mereka menjelaskan sebagai kalangan pelajar IPNU dituntut memahami dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan berdemokrasi. Karena para pelajarlah yang seharusnya menjadi agent of controlling dan agent of change apalagi melihat perjalanan sejarah demokrasi bangsa Indonesia yang selalu dipelopori oleh para kalangan pelajar. 

Idy Muzayyad menambahkan kader IPNU di Jakarta senantiasa dapat memainkan peran pentingnya sebagai etalase IPNU yang ada di ibukota dengan membuka berbagai akses dan jaringan serta mencitrakan IPNU sebagai organisasi pelajar modern yang siap mewarisi tonggak estafet kepemimpinan bangsa. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Bahtsul Masail, Ubudiyah Pondok Pesantren Tegal