Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2018

Dilantik, Muslimat NU Maros Diminta Perkuat Ranting

Maros, Pondok Pesantren Tegal

Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan Majdah Agus Arifin Numang melantik Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Maros serta 13 Pimpinan Anak Cabang sekabupaten Maros. Kegiatan tersebut dirangkai dengan deklarasi dan penandatangan Laskar Anti Narkoba di Ruang Pola Kantor Bupati Kabupaten Maros pada Ahad (20/11).

Dilantik, Muslimat NU Maros Diminta Perkuat Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Muslimat NU Maros Diminta Perkuat Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Muslimat NU Maros Diminta Perkuat Ranting

Majdah mengatakan, keberadaan pengurus PAC menjadi program utama Pimpinan Wilayah Muslimat untuk membangun jaringan sampai ke pelosok desa.

Karena, kata dia, kekuatan Muslimat berada di kepengurusan Anak Cabang dan Anak Ranting sebagai perpanjangan tangan untuk menyebarkan paham Islam Ahlusunnah wal-Jamaah Annahdliyah.

Pondok Pesantren Tegal

"Selain itu dengan adanya Deklarasi Laskar Anti Narkoba yang merupakan program nasional Muslimat NU sebagai upaya untuk bahu-membahu dalam mereduksi korban penyalahgunaan narkoba, melawan penyebaran narkoba, tentunya dimulai dari keluarga masing-masing," Rektor Universitas Islam Makassar tersebut.

Ketua PC Muslimat NU Maros Mardiah mengucapkan rasa terima kasih atas motivasi Pimpinan Wilayah sehingga pengurus mampu mengembangkan Muslimat sampai ke tingkat ranting.

Pondok Pesantren Tegal

"Kami bertekad bersatu padu bersama seluruh kader untuk memberantas narkoba, mendukung rehablitasi korban penyalahgunaan narkoba, dan akan melakukan gerakan masif sedini mungkin untuk menghindarkan Narkoba dari keluarga," tambahnya.

Bupati Kabupaten Maros yang diwakili Asisten I Pemkab Maros A Arifuffin mengatakan, setiap organisasi akan mendapati permasalahan SDM.

“Oleh karena itu kami berharap kepada NU, Muslimat NU, Ansor, IPNU, IPPNU, dan badan otonom lainnya untuk mengambil peran dan membantu Pemerintah dalam hal mencerdaskan masyarakat Maros,” pintanya.

Pengemban amanah

Sementara Rais Syuriyah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan Anregurutta KH M. Sanusi Baco dalam tausiahnya menyinggung pentingnya pemimpin amanah.

Menurutnya, manusia adalah satu-satunya makhluk yang berakal yang siap mengemban amanah. Bahkan seluruh langit serta isinya tak mampu memikul amanah yang diberikan oleh Allah Swt.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh pengurus yang telah dilantik menjalanakn tanggung jawab untuk memajukan Muslimat NU di daerahnya masing-masing.

"Jadi jabatan yang kita terima adalah amanah dari Allah. Terkait masalah keterlibatan Muslimat NU dalam memberantas narkoba, tentunya ini perlu kita apresiasi bersama dan bersama-sama untuk membangun keluarga yang jauh dari bahaya narkoba," tambah Ketua MUI Sulsel tersebut.

Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Kementerian Agama Kabupaten Maros Syamsuddin, Ketua Fatayat NU Maros, Ketua GP Ansor Maros, Wakil Sekretaris IPNU Sulsel, Muhammad Faqih, Ketua IPNU Maros Fudail, dan Ketua Lembaga Nahdlatul Ulama Kabupaten Maros. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Meme Islam, Daerah Pondok Pesantren Tegal

Senin, 26 Februari 2018

YPM Sidoarjo, Tuan Rumah Pasar Rakyat

Sidoarjo, Pondok Pesantren Tegal. Kegiatan Pasar Rakyat Indonesia untuk wilayah Sidoarjo diselenggarakan di dua kampus Yayasan Pendidikan Maarif (YPM). Kampus pertama adalah di Jalan Raya Ngelom Sepanjang Sidoarjo. Ada  lima unit pendidikan yang berada di kampus ini, yakni SMP, SMA serta tiga SMK.

Sedangkan kampus dua di  Megare Sepanjang Sidoarjo menampung kegiatan akademik untuk Akademi Analis Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Teknik, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum, SMP Unggulan serta SMA Unggulan. Kedua kampus jaraknya tidak terlalu jauh, sekitar lima ratus meter.

YPM Sidoarjo, Tuan Rumah Pasar Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
YPM Sidoarjo, Tuan Rumah Pasar Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

YPM Sidoarjo, Tuan Rumah Pasar Rakyat

Cukup beralasan kalau kemudian  pasar murah  diselenggarakan di kampus ini, khususnya di kampus Megare karena mayoritas masyarakat sekitar adalah alumnus dari kampus ini. Bahkan beberapa siswa dan mahasiswa yang kini menempuh studi juga adalah warga sekitar.

Pondok Pesantren Tegal

Pada acara pembukaan Sabtu (19/1) sore, lautan manusia berduyun-duyun mendatangi kampus YPM Megare. "Antuasias masyarakat luar biasa," kata Achmad Farich ST MPd yang dipercaya sebagai ketua panitia.  Pak Farich sangat bangga karena hampir seluruh stand diserbu pengunjung. "Para peserta pasar rakyat puas dengan antusias pengunjung," katanya kepada Pondok Pesantren Tegal.

Apalagi sebelum acara pembukaan, masyarakat menyaksikan kirab drum band dari kampus Ngelom menuju Megare. Jarak antara kampus yang dialui atraksi drum band seakan memberikan pengumuman bahwa akan ada acara penting di kampus ini. Dan benar saja, warga dengan antusias memadati kampus YPM Megare yang memang terbilang baru tersebut.

Pondok Pesantren Tegal

YPM selain mengelola lembaga pendidikan formal di dua lokasi tersebut juga mendirikan dan mengelola unit pendidikan di berbagai daerah. Total ada 28 unit pendidikan yang meliputi Play Grup, TK, SD, SMP (tujuh unit), MTs (dua unit), SMA (empat unit), SMK (sembilan unit) dan perguruan tinggi (empat unit). Jumlah ini mengalami penyusutan karena beberapa sekolah cabang YPM yang berada di luar Sidoarjo dudah dilepas dan dipasrahkan kepada NU maupun pengelola setempat.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Kajian Sunnah, Meme Islam Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran

Grobogan, Pondok Pesantren Tegal. Bertepatan dengan Hari Jadi ke-288 Kabupaten Grobogan dan Harlah ke-68 Muslimat NU, Pimpinan Cabang Muslimat NU Grobogan mengadakan takhtimul qur’an bil ghaib (hafalan). Acara ini diikuti kader Muslimat penghafal Al-Qur’an se-Grobogan.

Acara yang bertajuk “Grobogan Bertakhimul Qur’an” ini, berlangsung di Gedung Ikatan Haji Muslimat (IHM) Kuripan, Grobogan, Senin (3/3) pagi.

Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran

Sebanyak 19 khataman dirampungkan oleh para hafidzah per 19 Anak Cabang. Sebanyak 6 hafizhah yang mewakili masing-masing anak cabang ini melantunkan ayat demi ayat di hadapan para mustami’in.

Pondok Pesantren Tegal

Pada kesempatan itu, PC Muslimat NU Grobogan membentuk dan mengesahkan pengurus hafizhah di masing-masing anak cabang. Pembentukan unit ini bertujuan untuk mengembangkan potensi cinta Al-Qur’an di masing-masing kecamatan, bahkan di desa yang belum terjamah Al-Qur’an.

Seorang hafizhah perwakilan anak cabang Tawangharjo Eka Novianti menyatakan rasa senangnya terhadap acara khataman ini.

Pondok Pesantren Tegal

“Acara seperti ini ke depan bisa istiqomah tiap tahun sehingga Grobogan bisa menjadi kabupaten yang Qur’ani,” harap Eka usai acara. (Asnawi Lathif/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Berita, Meme Islam Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Upaya Deradikalisasi Efektif Jika Masyarakat juga Berperan Aktif

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Pondok Pesantren Tegal berkerja sama dengan INFID (International NGO Forum on Indonesia Development) menggelar Kompetisi Esai dan Video bertajuk Islam damai. Kegiatan ini dilakukan untuk terus menangkal dan menanggulangi radikalisme terutama di dunia maya dan media sosial. Kompetisi ini juga dimaksudkan agar masyarakat juga aktif dalam kegiatan deradikalisasi dengan memperbanyak konten-konten positif.

(Baca:? Pondok Pesantren Tegal Buka Kompetisi Esai dan Video Islam Damai Berhadiah Total 29 Juta)

Upaya Deradikalisasi Efektif Jika Masyarakat juga Berperan Aktif (Sumber Gambar : Nu Online)
Upaya Deradikalisasi Efektif Jika Masyarakat juga Berperan Aktif (Sumber Gambar : Nu Online)

Upaya Deradikalisasi Efektif Jika Masyarakat juga Berperan Aktif

Direktur Eksekutif INFID Sugeng Bahagijo mengatakan, penanggulangan atau pengurangan intoleransi di Indonesia lebih efektif jika masyarakat dan warga ikut serta secara aktif. Tidak mungkin pemerintah dapat melakukannya sendiri, karena masyarakat memiliki ide-ide dan solusi-solusi, dan lebih dari itu memiliki energi yang positif untuk bisa mengimbangi dan melawan intoleransi dan ekstremisme.?

“INFID bangga dan merasa terhormat bisa bekerja sama dengan Pondok Pesantren Tegal untuk membuka kesempatan seluas-luasnya bagi warga Indonesia, termasuk kaum muda dari berbagai latar belakang untuk bisa merajut dan merawat Indonesia yang damai dan toleran melalui kompetisi esai dan multimedia ini,” ujar Sugeng.

Pondok Pesantren Tegal

Sugeng mengungkapkan, Pondok Pesantren Tegal dan INFID prihatin bahwa Indonesia sekarang ini masih diwarnai dan didera oleh tindak-tindak kekerasan yang bersumber dari sikap intoleran, ekstremisme dan radikalisme yang berakibat menipisnya kohesi sosial dan gotong royong di antara masyarakat. Praktik yang seperti ini tentu bertentangan dengan semangat ke-Indonesia-an dan Islam yang melindungi semua (Rahmatan lil ‘Alamin).

Pemimpin Redaksi Pondok Pesantren Tegal Achmad Mukafi Niam menerangkan bahwa selama ini Pondok Pesantren Tegal sebagai corong media yang konsisten dengan konten-konten Islam damai terus berusaha melakukan penanggulangan radikalisme di dunia maya. Dia menilai, selama ini dunia maya digunakan sebagai alat (instrumen) paling strategis untuk menyebarkan narasi-narasi ekstremisme, terutama kepada anak-anak muda yang sebagian besar pengguna media sosial.

Pondok Pesantren Tegal

Narasi-narasi ekstermisme ini berdampak pada munculnya tindakan terorisme sebagai akibat dari pemahaman agama yang cenderung eksklusif atau tertutup. Selain itu, kata Mukafi Niam, media sosial sebagai basis penyebaran radikalisme juga digunakan sebagai alat propaganda oleh kelompok radikalis, termasuk oleh kelompok teroris yang mengatasnamakan dirinya sebagai Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS).?

Mereka secara nyata menyebarkan keresahan dan ketakutan kepada warga dunia atas kekejian yang mereka lakukan terhadap orang atau kelompok yang tidak mengikuti paham NIIS dengan membunuhnya secara membabi buta. Kekejian tersebut tidak hanya dilakukan mereka kepada umat Islam, tetapi juga kepada umat agama lain.?

“Bahkan pada tahun 2014, sebanyak 50.000 akun media sosial radikal mereka ciptakan sebagai alat penyebar propaganda dan ketakutan-ketakutan kepada masyarakat dunia dengan mengunggah kekejian-kekejian mereka,” ungkap Niam.?

Sebab itu, menurutnya, sinergi NU dan INFID untuk meningkatkan konten-konten damai di dunia maya dengan mengadakan lomba esai dan vVideo Iklan Layanan Masyarakat terkait Islam ramah, damai, dan toleran mempunyai peran yang sangat penting dalam rangka menanggulangi dan mencegah semakin merebaknya narasi-narasi ekstremisme di media sosial dan di dunia maya secara luas.

Untuk kualitas konten, Pondok Pesantren Tegal dan INFID menggandeng beberapa pakar yang kompeten terkait Islam damai di dunia maya diantaranya, Mohamad Sobari, Alissa Wahid, Abdul Mun’im DZ, Savic Ali, Inayah Wahid, dan Daniel Rudi. Tema esai terkait dengan Islam damai, Bhinneka Tunggal Ika, dan Kewarganegaraan.?

Peluncuran dan konferensi pers kegiatan ini telah dilaksanakan Selasa (27/9) kemarin dengan menghadirkan Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini, aktivis pemuda, dan para awak media di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Olahraga, Kajian Islam, Meme Islam Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Orang yang Paling Ditakuti Penjajah itu Santri

Sumedang, Pondok Pesantren Tegal

Wakil Rais PWNU Jawa Barat KH Muhammad Aliyuddin bercerita bahwa dulu ketika zaman penjajahan, orang yang paling ditakuti para penjajah adalah para santri. Artinya, santri dari dahulu sampai sekarang tetap konsisten mengerjakan kebaikan dan mencegah kemungkaran, atau dalam bahasa santri, amar maruf nahi munkar.

Orang yang Paling Ditakuti Penjajah itu Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang yang Paling Ditakuti Penjajah itu Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang yang Paling Ditakuti Penjajah itu Santri

Banyak para santri di zaman penjajahan yang menjadi pahlawan, sebut saja misalnya Pangeran Dipenogoro, Jendral Sudirman, Ki Hajar Dewantara, Kiai Hasyim Asyari, atau Raden Ajeng Kartini. Mereka contoh santri yang ditakuti oleh penjajah.

Nasihat tersebut disampaikan di hadapan para wisudawan santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (4/6). Saat itu di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah sedang ada kegiatan Wisuda RA, MTs, dan MA Plus Al-Hikam.

Pondok Pesantren Tegal

Kiai Muhammad Aliyuddin juga berpesan kepada pada wisudawan agar mempertahankan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah ala Nahdlatul Ulama. “Jangan sampai keluar dari NU. Kebiasaan ubudiah yang ada di pesantren seperti jamaah waqiah, tabarak, tahlilan, dzibaan, semaan, ziarah kubur, dan lain sebagainya harus terus dilakukan ketika sudah ada di rumah,” tuturnya.

Pondok Pesantren Tegal

“Jangan lupa untuk terus bersilaturahmi dengan orang tua supaya rezekinya dijembarkan, dan jangan lupa sering-seringlah bersilaturahmi ke guru supaya ilmunya bermanfaat,” tegas Kiai Aliyuddin.

Ia juga mengingatkan orang tua santri, alangkah bahagianya jika mempunyai seorang anak yang mencari ilmu di pesantren. Begitu anaknya pergi ke pesantren, katanya, maka setan yang ada di rumah akan dihilangkan, dosa-dosa ibu dan bapaknya akan dihapus. “Oleh karena itu jangan merasa ragu untuk memesantrenkan anaknya,” paparnya.

Sementara Ketua PCNU Sumedang KH Sadulloh yang hadir dalam kegiatan wisuda tersebut menyampaikan, pesantren didirikan salah satu tugasnya untuk membantu pemerintah membentengi NKRI. Oleh karena itu semua santri harus mencintai tanah air Indonesia.

“Jangan lupa jika suatu saat nanti sudah terjun di masyarakat, urus serta memakmurkan masjid dan NU. Karena dengan memakmurkan mesjid maka sama dengan menjaga NU. Ketika NU sudah terjaga maka NKRI akan tetap kokoh,” kata Kiai Sadulloh.

Sa’dulloh juga berpesan agar tidak mudah percaya kepada guru yang baru dikenal, apalagi guru tersebut dikenal di terminal. Carilah guru yang sanad atau silsilah keilmuannya jelas. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Meme Islam Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong

Jember, Pondok Pesantren Tegal - Wakil Sekretaris PCNU Jember Moch. Eksan mengaku prihatin dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk menuntaskan pendidikan dasar 9 tahun. Sebab, hal tersebtu berkelit kelindan dengan rendahnya kualitas sumberdaya manusia (SDM) dan daya saing Indonesia di hadapan dunia internasional.

Penyataan tersebut diungkapkan Eksan saat menjadi narasumber seminar yang digelar mahasiswa peserta KKN (Kuliah Kerja Nyata) Posko 90 IAIN Jember di SDN Sumberpandan, Dusun Curah Kebo, Desa Sumberpandaan, Kecamatan Grujugan, Bondowoso, Rabu (24/8).

Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong

Keprihatinan yang diungkapkan Eskan bukan tanpa alasan. Ia merujuk pada data yang dibeber United Nations Childrens Fund (UNICEF). Di situ disebutkan bahwa pada tahun 2016 lalu, jumlah putus sekolah di Indonesia mencapai 2,5 juta anak.

Pondok Pesantren Tegal

Jumlah tersebut terdiri dari anak SD 600 ribu, sementara anak SMP 1,9 juta. Anak-anak yang putus sekolah, disebabkan karena kekurangan biaya, bekerja membantu orang tua, melanjutkan pendidikan ke pesantren dan/atau keterampilan, dan lain sebagainya. Padahal, pemerintah telah menetapkan wajar (wajib belajar) 9 tahun gratis.

"Kondisi tersebut membuktikan bahwa semangat belajar anak rendah, dan kesadaran pentingnya pendidikan bagi masa depan dari orang tua juga sama-sama rendah. Karena itu, minat dan kesadaran masyarakat akan Wajar 9 tahun, perlu terus didorong," lanjutnya.

Pondok Pesantren Tegal

Ia menambahkan, Islam menaruh perhatian yang sangat besar terhadap betapa pentingnya pendidikan bagi manusia. Terbukti, begitu banyak rekomendasi dan dorongan agar manusia terus mencari ilmu.

"Tanpa ilmu, seorang mustahil menggapai kesuksesan. Sebab, dunia butuh ilmu, akhirat membutuhkan ilmu, dan kedua-keduanya juga membutuhkan ilmu," ucapnya.

Dikatakannya, ilmu adalah satu-satunya cara untuk merubah nasib dan meningkatkan derajat sosial ekonomi bangsa. Allah bahkan menggaransi bahwa kaum yang beriman dan berilmu, derajatnya akan dinaikan.

"Pengertian derajat sangat luas, ya derajat kemuliaan, derajat ekonomi, derajat sosial dan sebagainya," lanjutnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Quote, Kyai, Meme Islam Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Fatayat NU Jombang Latih Juru Dakwah Perempuan Mumpuni

Jombang, Pondok Pesantren Tegal?

Minimnya juru dakwah perempuan (daiyah) pada belakangan ini, membuat Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang mengambil langkah untuk membentuk forum dakwah Fatayat NU di setiap tingkat kecamatan.?

Fatayat NU Jombang Latih Juru Dakwah Perempuan Mumpuni (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Jombang Latih Juru Dakwah Perempuan Mumpuni (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Jombang Latih Juru Dakwah Perempuan Mumpuni

Pada setiap forum tersebut akan dikader pula para pendakwah wanita dari Pengurus Fatayat NU yang mumpuni. "Kita ingin membentuk kader-kader daiyah dari Fatayat NU yang mumpuni," kata Ema Umiyyatul Chusnah, Ketua PC Fatayat NU Jombang saat membuka acara sarasehan penguatan Forum Dakwah Fatayat (Fordaf) di Islamic Center Jombang, Ahad (09/10).?

Kategori mumpuni yang harus dimiliki pendakwah, setidaknya mereka menguasai pengetahuan keagamaan yang luas, juga memahami persoalan yang berkembang, khususnya di kota santri itu.?

"Yaitu yang mampu menyampaikan isu-isu terkini, seperti tentang bahaya HIV/AIDS, narkoba, juga kekerasan pada anak dan perempuan," tutur perempuan yang juga Anggota DPRD Jombang itu.

Pada kegiatan yang diikuti oleh 85 peserta utusan dari seluruh PAC se Kabupaten Jombang itu, dipandu langsung oleh Hj Bashirotul Hidayah, Koordinator Bidang Dakwah yang juga sebagai Ketua Fordaf Kabupaten Jombang. Pantauan Pondok Pesantren Tegal, mereka tampak serius dan antusias mendengarkan sejumlah materi yang disampaikan Bashirotul Hidayah. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal Meme Islam, News Pondok Pesantren Tegal

PMII Kentingan Buka Sayembara Menulis tentang "Aku dan Buku"

Solo, Pondok Pesantren Tegal - Menyongsong hari lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-57, LSO Jurnalistik Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Kentingan, Solo, Jawa Tengah, menyelenggarakan kegiatan “Sayembara Menulis” dengan tema “Aku, Buku dan Sepotong Kisah yang Tak Terlupakan”.

Panitia kegiatan, Joko Priyono, menjelaskan 3 naskah terbaik pada lomba ini berhak untuk mendapatkan hadiah dan dari 21 naskah terbaik akan dikumpulkan menjadi sebuah buku.

PMII Kentingan Buka Sayembara Menulis tentang Aku dan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kentingan Buka Sayembara Menulis tentang Aku dan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kentingan Buka Sayembara Menulis tentang "Aku dan Buku"

“Pengiriman tulisan sudah dapat dilakukan mulai tanggal 10 Februari 2017 hingga 10 Maret 2017. Naskah dikirim ke panitia via e-mail: pmiiuns@gmail.com,” terang Joko, kepada Pondok Pesantren Tegal, Rabu (15/2).

Pondok Pesantren Tegal

Joko menambahkan para peserta lomba dapat memilih subtema, antara lain: pengalaman pertama kali dalam membaca buku dan pengalaman menarik tentang buku yang disukai,

Kemudian, sub-tema lainnya, yakni: kiat dalam menjalani dan menekuni hobi membaca buku, cerita untuk memotivasi dalam membaca buku, dan cerita dan deskripsi tentang buku yang disukai.

Joko berharap, melalui lomba menulis ini dapat menumbuhkan budaya literasi di kalangan anggota dan kader PMII. “Lomba ini sekaligus menjadi kegiatan untuk memeriahkan RTK PMII Komisariat Kentingan,: imbuhnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Meme Islam, AlaSantri, Fragmen Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Arif Hidayat Pimpin PMII Jateng

Solo,? Pondok Pesantren Tegal. Muhammad Arif Hidayat, terpilih sebagai ketua baru Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Tengah pada perhelatan Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab)PMII Jateng ke-XX di Pondok Pesantren Nurul Islam Sampang Cilacap, Senin (26/12).

Arif yang direkomendasikan PC PMII Tegal, berhasil mengungguli kandidat lainnya, yang merupakan rekomendasi dari PC PMII Kudus, Khoirul Anam. Selisih 2 suara, cukup mengantarkan Arif menjadi mandataris Konkoorcab PMII Jateng ke-XX.

Arif Hidayat Pimpin PMII Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Arif Hidayat Pimpin PMII Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Arif Hidayat Pimpin PMII Jateng

Sebelumnya, terdapat 5 nama yang maju untuk menjadi kandidat calon ketua umum. Kelima nama tersebut yakni; Saman (PC PMII Wonosobo), Devit Zaenudin (PC PMII Sukoharjo), Maimun Rosyid (PC PMII Grobogan), Khoirul Anam (PC PMII Kudus) dan M Arif Hdayat (PC PMII Tegal).

Dari kelima kandidat tersebut, kemudian tersisa dua calon, dan didapat hasil akhir 11 suara untuk Arif dan 9 suara untuk Anam.

Saat dihubungi Pondok Pesantren Tegal, usai terpilih, Arif mengatakan siap untuk membangun komitmen kaderisasi berbasis Aswaja dalam gerakan sosial. "Kita juga berharap agar PMII Jateng, ke depan, bisa menjadi garda terdepan dalam mengawal kebhinekaan," tukas dia.

Pondok Pesantren Tegal

Sementara itu, ketua PMII Jateng (demisioner) Ibnu Ngakil, berharap ketua terpilih mampu menerjemahkan kebutuhan strategis bagi organisasi.? (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pertandingan, News, Meme Islam Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

KH Masduqi Ali Babakan, Sekretaris Pribadi Hadratussyekh Hasyim Asy’ari

“Santri ora mesti dadi kiai kabeh, sing penting apa bae penggaweane, ilmu lan uripe akeh manfaate kanggo wong akeh.”



Sepenggal kalimat berbahasa Cirebon yang berarti, “santri tidak semuanya harus menjadi Kiai, apa pun pekerjaannya yang penting ilmunya bermanfaat buat masyarakat luas”, itu adalah salah satu ungkapan dari KH Masduqi Ali, pengasuh Pesantren Miftahul Mutallilmin Babakan Ciwaringin Cirebon yang wafat tahun 1991, kalimat tersebut memberikan gambaran, bahwa setiap santri atau murid ketika sudah alumni apapun profesinya nanti agar ilmunya bisa bermanfaat bagi semua orang.

KH Masduqi Ali Babakan, Sekretaris Pribadi Hadratussyekh Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masduqi Ali Babakan, Sekretaris Pribadi Hadratussyekh Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masduqi Ali Babakan, Sekretaris Pribadi Hadratussyekh Hasyim Asy’ari

KH Masduqi Ali, konon adalah sekretaris pribadi Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, beliau adalah sosok ulama yang sangat kharismatik dan diakui kealimannya oleh ulama lainnya di zamannya. Saat masih nyantri di pesantren Tebuireng Jombang, beliau termasuk santri yang sangat cerdas. Karena kecerdasannya beliau kemudian diambil menantu oleh KH Muhammad Amin (Ki Madamin) Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon atas usulan putra tertua Ki Madamin yang juga teman belajarnya di pesantren; Ki Solihin. Solihin muda, yang sosoknya diabadikan dalam film “Sang Kiai” merupakan santri kesayangan Mbah Hasyim yang selalu menemaninya kemana pun sang kiai pergi, termasuk menemaninya saat dalam penjara untuk ikut merasakan susahnya sang guru dalam bilik jeruji.

Pondok Pesantren Tegal

Menurut almarhum Kiai Bulqin (Mang Bulqin), murid Kiai Masduqi saat di Tebuireng yang kemudian tinggal di Jalan Jambrut (samping kantor PBNU), selain menjadi katib-nya Mbah Hasyim, Kiai Masduqi juga sempat mengasuh Gus Dur saat masih kanak-kanak.

Tak heran Gus Dur sendiri seringkali sowan ke Pesantren Babakan, untuk bertemu “sang pengasuhnya” tersebut, bahkan saat KH Ali Yafie mengundurkan diri dari Rais ‘Aam PBNU, Gus Dur yang saat itu menjadi Ketua umum Tanfidziah PBNU sempat mengusulkan nama KH Masduqi untuk posisi Rais ‘Aam yang kosong tersebut, namun Allah punya kehendak lain, beliau keburu wafat pada tahun 1991, setahun sebelum pelaksanaan Munas Alim Ulama di Lampung (1992). Namun demikian, Gus Dur tetap meminta musyawirin (peserta Munas) bahwa penggantinya adalah wakil dari Jawa Barat, yang kemudian menyepakati KH Ilyas Rukhiyat dari Pesantren Cipasung, yang saat itu menjadi Rais Syuriyah Jawa Barat untuk ditetapkan sebagai Rais ‘Aam menggantikan KH Ali Yafie.

KH Masduqi merupakan sosok ulama yang sangat disiplin, tegas dalam mengambil keputusan. Tulisan beliau yang indah membuat penulis semakin ingin mendalami ilmu agama, setiap usai berjamaah shalat subuh, beliau mengajari santrinya di serambi masjid dan selalu mengukir goresan kapurnya di papan tulis dengan tulisan arab indah bergaya khat naskhi. Memang selain beliau, di pesantren Babakan ada beberapa kiai yang mempunyai tulisan berkaligrafi seperti KH Tamam Kamali dengan tulisan khath riq’ah-nya, KH Muntab yang fanatik dengan gaya diwani-nya, juga ada master kaligrafer yakni Kiai Qasim Muqawi, guru khath yang menginspirasi bakat seni saya, di samping kiai-kiai di atas tadi. ?

Pondok Pesantren Tegal

Penulis sangat beruntung bisa belajar langsung ke KH Masduqi Ali, dahulu ayah saya menitipkan ke beliau beralasan ingin tabarrukan (ngalap berkah), karena KH Masduqi Ali saat itu (1984) adalah sesepuh Pesantren Babakan bersama KH Fathoni Amin, beliau merupakan sosok ulama yang alim, baik dalam disiplin ilmu fiqih, mantiq, balaghah dan nahwu. Di lingkungan Pesantren Babakan, beliau memang dikenal sosok yang dianggap “galak”, namun sebenarnya berhati lembut dan tegas. Ada satu cerita dari penduduk sekitar, suatu ketika Kiai Masduqi mempunyai tukang kayu yang akan mengganti jendela yang rapuh, saat si tukang memotong-motong kayu, kiai nanya ke tukang, “Mang, kenapa kayu bagus gitu koq dipotong-potong?” ditanya begitu si tukang gelagapan kebingungan, dan akhirnya si tukang pergi ke pinggir sungai sambil melamun, saat melamun itu tiba-tiba datang sahabat karibnya dan menegur: “Lho bukannya kamu lagi nuking dirumah kiai, koq malah nyantai sambil ngerokok disini?”. Si tukang kemudian menjawab:”justru itu saya lagi bingung, kan saya diminta untuk ganti jendela rumah kiai, tapi begitu saya gergaji kayu malah saya dimarahi, kenapa kayu bagus-bagus koq dipotong? Lho saya bingung jawabnya?”. Mendengar itu si karibnya ketawa, ya kamu jawab aja: “ya kalau gak dipotong kayunya ya gak bias jadi jendela gitu.” “tapi saya gak berani jawabnya..”. sergah si tukang, “udah jawab aja begitu”.

Akhirnya si tukang kembali ke rumah kiai sambil deg-degan dan melanjutkan penggergajian kayunya, beberapa saat kemudian kiai datang dan menanyakan lagi: “lho kamu masih moton-motong kayu aja, kenapa dirusak itu kayunya?”. Kali ini si tukang berani menjawab: “injih kiai, anu kalau gak dipotong ya gak bisa jadi jendela..”. “Ooo…gitu ya bener, yaudah lanjutin ya yang bener kerjanya”. Pinta Kiai Masduqi kepada tukang tersebut. Cerita tersebut menggambarkan pak Kiai sedang mendidik mengajarkan logika kepada tukang agar tahu apa yang harus dikerjakan dan tahu alasannya, namun kadang banyak yang tidak difahami oleh yang lain, sehingga salah pengertian.

Ada satu hal yang menarik, ketika ayah saya menitipkan saya dan minta didoakan agar selama saya mondok supaya diberi kesabaran, mendengar itu Kiai menjawab dengan nada tinggi: “kamu ini kaya Tuhan saja, gak boleh itu minta sabar, karena sabar itu sifat Allah yakni Asshobur. Bapak saya terdiam sambil menunduk, baru kemudian kiai cerita yang lain, bahwa kiai kenal kakek saya dan pernah ngaji sama kiai, padahal kakek saya lebih sepuh, beliau mencontohkan bahwa orang dulu itu tawaddu’ mau ngaji sama yang lebih muda, walaupun belum tentu lebih alim. Dan belakangan saya baru tahu kalau Kiai Masduqi Ali dengan kakekku, Kiai Ahmad Ali masih satu keturunan dari Mbah Jaha Wanasaba, wallahu a’lam.

Dr H Sa’dullah Affandy, Katib Syuriyah PBNU dan alumni Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Berita, Meme Islam Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Khidmat untuk Negeri, Ansor Jombang Gelar Kompetisi Futsal se-Jatim

Jombang, Pondok Pesantren Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang mengambil langkah berbeda untuk membuktikan pengabdiannya terhadap negeri. Kali ini, mereka merealisasikannya dengan mengadakan kompetisi futsal se-Jawa Timur mulai 5-7 Desember 2014.

Khidmat untuk Negeri, Ansor Jombang Gelar Kompetisi Futsal se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Khidmat untuk Negeri, Ansor Jombang Gelar Kompetisi Futsal se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Khidmat untuk Negeri, Ansor Jombang Gelar Kompetisi Futsal se-Jatim

Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Jombang, Zulfikar Damam Ikhwanto, saat pembukaan lomba futsal ini di Arena GOR Merdeka Jombang, Jum’at (5/12). “Amar makruf nahi mungkar itu bisa dilakukan dengan segala cara. Salah satunya dengan mengembangkan potensi pemuda melalui kompetisi seperti ini,” kata pria yang biasa dipanggil Gus Antok ini.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, sudah memberikan kepastian kepada panitia untuk hadir ke acara yang diadakannya besok (Sabtu/6/12). “Saya bersama ketua panitia sudah menemui beliau di kediamannya, Sidoarjo, beberapa hari yang lalu. Dan kemarin sudah mengirimkan informasi via fax, bahwa beliau akan hadir disini besok pukul 18.30,” ujarnya saat memberikan sambutan di depan hadirin.

Pondok Pesantren Tegal

Senada dengan Gus Antok, Ketua Panitia Farid Al Farisi, mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) jombang, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan beberapa sponsor ini sebagai wujud dedikasi Ansor terhadap bangsa di dunia kepemudaan.

Pondok Pesantren Tegal

“Bahkan agenda ini akan kami usahakan dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Dan semoga tetap didukung semua pihak, terutama bupati Jombang,” ungkap Gus Farid sembari menundukkan kepala menghadap bupati jombang sebagai bahasa isyarat permohonan restu.

Selesai membuka acara ini, kepda para wartawan, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, menyatakan akan mendukung apabila kegiatan ini diadakan setiap tahun. “Kami siap mendukung. Walaupun saat ini masih belum dianggarkan di APBD, tapi kami bantu di luar alokasi dana itu,” kata pria berkumis yang biasa disapa Nyono ini.

“Kami berharap dari kegiatan yang sangat baik ini, bisa tumbuh generasi muda yang kompeten. Khususnya di bidang futsal. Selain itu, semoga ini tidak hanya semata-mata diniatkan untuk bertanding, tapi juga untuk membangun silaturrahim demi kebersamaan antar pemuda Ansor se-Jatim,” pungkasnya. (Romza/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Halaqoh, Meme Islam Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Kapolda Berikan Uang Pembinan Untuk Pemenang LSN Zona Lampung

Lampung, Pondok Pesantren Tegal - Pertandingan LSN Regional Sumatera V Zona Lampung resmi dibuka oleh Kepala Kepolisian Daerah Lampung Brigjen Pol Dr Ike Edwin di Lapangan Sepakbola Pahoman Bandar Lampung, Senin (19/9). Brigjen Pol Ike Edwin sangat mengapresiasi LSN Zonal Lampung sebagai langkah baik untuk pembinaan dan pembibitan pesepak bola kalangan pesantren.

"Ini merupakan langkah yang bagus untuk terus menggelorakan sepakbola kepada masyarakat luas," katanya.

Kapolda Berikan Uang Pembinan Untuk Pemenang LSN Zona Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolda Berikan Uang Pembinan Untuk Pemenang LSN Zona Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolda Berikan Uang Pembinan Untuk Pemenang LSN Zona Lampung

Untuk itu, Kapolda Lampung Brigjen Pol Ike Edwin mendukung penuh kegiatan Liga Santri Nusantra khususnya di zona Lampung.

Langkah nyata dukungan itu diwujudkan dengan pemberian hadiah uang pembinaan untuk para pemenang untuk LSN Regional Sumatera V Zona Lampung.

Pondok Pesantren Tegal

Juara I akan mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar 5 juta. Juara II sebesar 4 juta. Sedangkan juara III mendapatkan 3 juta rupiah.

Pondok Pesantren Tegal

Pembukaan turnamen yang akan berlangsung hingga 23 September 2016 ini dihadiri Sekretaris LSN 2016 Khoirudin Abbas, Kakanwil Kemenag Lampung, Fokompinda Lampung, serta Ketua KNPI, serta panpel regional Sumatera V Zona Lampung. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Anti Hoax, Meme Islam, Kajian Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Ansor Diingatkan Lagi Gencarnya Gerakan Wahabi

Brebes, Pondok Pesantren Tegal. Gerakan Pemuda (GP) Ansor kini makin menghadapi tantangan yang berat. Pasalnya, gerakan Islam Transnasional makin terang-terangan menyerang paham ahlussunah wal jamaah. Apalagi dengan telah kembalinya tokoh panutan kita, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Untuk itu, Ansor di minta menjadi benteng terdepan untuk menghalau segala gerakan islam transnasional yang nota bene pelakunya juga para generasi muda. ”NU, juga perlu memiliki kesaktian mandraguna secara fisik yang bisa dilakoni oleh para Ansor,” ujar Mantan Rais Syuriyah Pengurus Cabang (PC) NU Brebes KH Mansyur Tarsudi saat menemui PC GP Ansor Brebes di rumahnya Jumat (19/2).

Ansor Diingatkan Lagi Gencarnya Gerakan Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Diingatkan Lagi Gencarnya Gerakan Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Diingatkan Lagi Gencarnya Gerakan Wahabi

Menurutnya, Ansor juga perlu memiliki kesaktian batiniah. Wujudnya, dengan selalu mendekatkan diri pada Allah SWT. ”Kendati masih muda, jangan lupakan tasbih sebagai alat untuk berdzikir,” pesannya.

Pondok Pesantren Tegal

Dua kekuatan, lanjutnya, yakni kekuatan lahir dan batin akan menyeimbangkan gerak langkah Ansor. Sehingga ansor tidak bisa terombang-ambing dengan badai apapun yang menerpa kehidupan berorganisasi.

Sedang KH Subekhan Makmun, menyarankan agar Ansor dalam kegiatannya lebih menyentuh pada kehidupan sosial. ”Selain berkutat dalam kegiatan taklim, ansor hendaknya menguatkan pada aktivitas mabarot (kegiatan sosial, red),” pinta KH Subekhan yang juga mantan Rais Suriyah PC NU Brebes.

Pondok Pesantren Tegal

Dia mengingatkan, bahwa kita akan ditolong bila menolong orang kecil. ”Ansor itu sendiri artinya penolong. Maka sangat tepat bila kegiatan sosial lebih di teguhkan lagi,” ujarnya.

Selain itu, dia juga berharap akan kemantapan Ansor dalam meneruskan program-program NU. Pasalnya, Ansor itu pada hakekatnya sebagai tulang punggungnya NU. ”Dipundak Ansor lah masa depan NU ini dipertaruhkan,” ucapnya dengan tegas.

Mantan Rais Suriyah PC NU Brebes lainnya KH Said Basalamah, memberi tausiyah agar Ansor senantiasa menjaga kesabaran dalam mengayuh roda organisasi. Pasalnya dalam setiap langkah kehidupan dipastikan akan menemui hambatan. Namun hambatan tersebut jangan dijadikan kendala tapi harus diambil hikmahnya.

Kiai Said memberikan petunjuk kalau dalam Surat 18 ayat 45 Allah SWT sudah memberi rambu-rambu bahwa hidup ini membutuhkan kesabaran dan hati-hati dalam sholat. Yang maksudnya, kita harus sabar untuk mencapai kesuksesan.

Dengan berbagai model tantangan dan hambatan, akan terbersit hikmah sebagai petunjuk ke arah yang di ridloi Allah SWT. ”Problem itu, sebuah seni kehidupan maka perlu dinikmati. Jangan lari dari problem tapi perlu dicari solusi,” tandasnya.

Menurut Ketua PC GP Ansor Brebes H Agus Mudrik Khaelani Al Hafidz, kegiatan silaturokhmi kepada para mantan Rais Suriyah PC NU Brebes sebagai sikap tawadlu. Sebagai orang muda, perlu meminta petunjuk dan arahan dari para sesepuh. Sehingga tidak terjadi salah jalan.

Dalam safari Silaturokhmi ini, Gus Mudrik menjelaskan tentang personalia pengurus PC Ansor Brebes periode 2009-2012. Selain itu, menerangkan program kerja selama tahun 2010. Dia meminta maaf karena baru bersilaturrahmi akibat keterbatasan waktu. Sebab pada tahun pertama, menguatkan konsolidasi ke dalam jajaran pengurus. ”Alhamdulillah, 8 PAC yang dulunya vakum, kini telah kembali bangkit dan sudah dilantik,” tutur Gus Mudrik kepada para Mantan Rais itu.

Dia menjelaskan, kegiatan Silaturahmi tahap pertama kepada para mantan Rais yang berdomisili di wilayah Brebes utara. ”Tahap kedua, nanti untuk para Kiai di Brebes selatan,” pungkasnya. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Meme Islam, Pendidikan, Kajian Sunnah Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Sejumlah Kalangan Siap Jadi Tutor BPUN Waykanan

Waykanan,Pondok Pesantren Tegal? . Sejumlah kalangan berkompeten di bidang pendidikan hingga keagamaan di Kabupaten Waykanan Lampung menyatakan siap turun tangan menjadi tutor Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN).? Di antara mereka adalah Ketua Umum Forum Guru Independen Indonesia (FGII) yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Gino Vanollie.

Sejumlah Kalangan Siap Jadi Tutor BPUN Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Kalangan Siap Jadi Tutor BPUN Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Kalangan Siap Jadi Tutor BPUN Waykanan

"Meski tidak penuh, mantan Sekretaris Forum Martabat Guru Independen Lampung yang juga guru bidang studi biologi tersebut siap berpartisipasi aktif dalam BPUN," ujar Manajer BPUN Waykanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Rabu (18/3).

BPUN merupakan program utama Yayasan Mata Air yang bekerja sama dengan GP Ansor. Program tersebut, ujar Gatot, memiliki tujuan yaitu mengantarkan sebanyak-banyaknya pelajar untuk melanjutkan kuliah di PTN dengan program studi beragam, seperti Kedokteran, Teknik, Ekonomi, Psikologi, Hubungan Internasional, Pertanian, dan lain-lain.

Pondok Pesantren Tegal

Di Waykanan yang dicanangkan sebagai "Bumi Petani" oleh Bupati Bustami Zainudin, BPUN akan digelar di Pondok Pesantren Assidiqiyah 11, Kampung Labuhan Jaya, Kecamatan Gunung Labuhan mulai Mei hingga 7 Juni 2015.

"Kami mengundang seluruh pelajar di Waykanan yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri atau PTN untuk mengikuti BPUN. Kami akan menyeleksi 60 pelajar, terdiri dari 30 putra dan 30 putri yang terbaik di Waykanan untuk ikut BPUN," ujar yang juga Koordinator Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau masyarakat jurnalis lingkungan hidup di Lampung itu menambahkan.

Pondok Pesantren Tegal

Dukungan untuk penyelenggaraan BPUN di Waykanan juga diberikan Dr Farida Aryani, akademisi dari Universita Negeri Lampung (Unila) yang juga Ketua Dharma Wanita Persatuan Waykanan.

"Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI Waykanan Sugiharto Pandu juga menyatakan siap menurunkan guru-guru tergabung dalam organisasi tersebut untuk menjadi tutor. Sekretaris Dewan Pembina GP Ansor Supri Iswan juga siap turun tangan. Adapun Pengasuh Pondok Pesantren Assidiqiyah 11 KH Syarfudin juga menyatakan siap menangani langsung perihal kerohanian peserta BPUN," kata Gatot pula.

Penggiat ALiansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung itu menambahkan, secara garis besar, BPUN berbicara tentang tiga hal, yakni: pendidikan, kepemimpinan dan keberagamaan yang ramah.

Model pembelajaran BPUN terdiri dari, mengkombinasikan model belajar tutorial, belajar mandiri, diskusi kelompok, belajar in class dan Outdoor, memadukan dengan Leadership Training, memberikan materi lain nonmata pelajaran seperti leadership, enterpreneurship, life skill, keberagamaan yang toleran dan moderat, dan adanya asrama (camp) bagi peserta BPUN selama pelaksanaan program.

"BPUN sudah berlangsung sejak 2007 dan menghasilkan individu-individu berkompeten. Syukur Alhamdulillah program tersebut bisa masuk ke Waykanan, karenanya sangat sayang jika diabaikan oleh generasi muda calon pemimpin bangsa menginta BPUN memberi harapan kepada pelajar kurang mampu untuk melanjutkan studi ke PTN," ujar pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu lagi.

Program BPUN yang memberikan pendampingan dibidang akademik, penguatan soft skill dan beasiswa studi di PTN di tahun 2015 digelar di 40 kabupaten/kota dari 420 kabupaten dan 94 kota yang ada di Indonesia.

Di Lampung sendiri, BPUN digelar di Waykanan, daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi SUmatera Selatan. Pendaftaran online bisa dilakukan melalui http://mataair.or.id/pendaftaran-bpun-2015/. (Dian Firasta/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Syariah, Nusantara, Meme Islam Pondok Pesantren Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Penyair yang Kader Ansor Jember ‘Go’ Asia Tenggara.

Jember, Pondok Pesantren Tegal



Bulan Maret ini menjadi sebuah momen yang tak akan terlupakan oleh salah satu kader GP Ansor Jember. Muhammad Lefand, sosok pemuda segudang talenta yang sebelumnya memang kerap diundang hadir dalam acara-acara bertajuk seni dan budaya ini membuktikan kecintaannya terhadap seni dengan kepiawaiannya dalam menulis puisi.

Bakatnya di dunia seni semakin diakui kala dia menjadi salah satu aktor dalam gelaran pertemuan penyair tingkat Asia Tenggara serta peluncuran buku bersama yang diikuti oleh penulis dari enam negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Philipina.

Penyair yang Kader Ansor Jember ‘Go’ Asia Tenggara. (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyair yang Kader Ansor Jember ‘Go’ Asia Tenggara. (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyair yang Kader Ansor Jember ‘Go’ Asia Tenggara.

Acara yang digelar pada tanggal 11 Maret 2017 di POD National Library, Victoria Street Singapura tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Bebas Melata dan Perkumpulan Seni Singapura. Dalam acara tersebut diluncurkan sebanyak 54 buku dari berbagai penulis se-Asia Tenggara, Sedangkan Lefand sendiri mengusung empat buah judul buku diantaranya Jangan Panggil Aku Penyair, Revolusi Mental dan Estetika, Khotbah Renungan Tak Utuh Jarak dan Jagung, dan Kronologi Imaji.

Muhammad lefand yang juga merupakan seorang guru di SDN Sumbersalak Kecamatan Ledokombo ini dalam setiap penampilannya tak pernah lepas memakai atribut kebesaran organisasi GP Ansor mengaku sangat senang dan bangga bisa menjadi bagian dari enam penulis dari negara Asia Tenggara yang diundang dalam acara peluncuran buku Nusantara bersama.?

Pondok Pesantren Tegal

"ini akan menjadi sebuah motivasi bagi saya untuk terus berkarya dalam dunia seni," ungkap Muhammad Lefand.

Pada acara tersebut Muhammad Lefand ditemani oleh Husnu Abadi (Riau) dan bunda Free Hearty (Jakarta) sebagai delegasi dari Indonesia di samping banyak tokoh-tokoh penulis dan penggiat seni dari negara Asia Tenggara yang hadir lainnya.

Sementara di tempat yang berbeda, Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Jember HM Ayub Junaidi menyampaikan rasa bangga dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian anggota GP Ansor Jember yang berprestasi. Ayub juga akan senantiasa mendukung dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi para kader Ansor Jember dalam berkarya di bidangnya masing-masing. Red: Mukafi Niam

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Meme Islam, Pondok Pesantren, Kajian Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 28 November 2017

Ah, Ih, Uh Bacaanya Intaha

Dengan metode sorogan, satu persatu santri membaca kitab fiqih, Fathul Muin karya Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibary di hadapan kiai. Hampir semua santri lancar bacanya.

Tiba giliran Otong, kiai mengamati betul pergerakan bibir santri kesayangannya ini.?

"Kenapa berhenti? Tong?" tanya Kiai.

"Anu....ini kiai ada lafal ? (ditulis dengan huruf alif dan ha), saya harus baca apa ya kiai?“ tanya Otong sambil gemetar

Ah, Ih, Uh Bacaanya Intaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Ah, Ih, Uh Bacaanya Intaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Ah, Ih, Uh Bacaanya Intaha

"Coba kamu baca dulu Tong!" perintah Kiai.

Otong pun membacanya dengan bacaan IH

Pondok Pesantren Tegal

Kiai mengetuk meja dengan kayu, Tok. Tanda bacaan Otong keliru.

Otong membaca lagi, AH.

Pondok Pesantren Tegal

Suara tok kembali terdengar.

Otong coba lagi dengan bacaan lain, ? UH. Terdengar lagi suara tok.

Akhirnya Otong mencoba dengan bacaan AH IH UH

"Intaha (?) ? Tong," jelas Kiai Kampung.

Otong disuruh mundur oleh kiai, dan itu menandakan ia harus mengulangi bacaannya besuk.

(Ahmad Rosyidi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Meme Islam, Kiai, Nasional Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 26 November 2017

Pelajar NU Jombang Dapatkan Fasilitas Beasiswa Perguruan Tinggi

Jombang, Pondok Pesantren Tegal

Capaian Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Pelajar Putri Nahdaltul Ulama (IPNU-IPPNU), dalam hal ini dimotori Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Jombang, Jawa Timur mendapat banyak sorotan petinggi NU setempat. Sebab pada awal kepengurusan PC IPNU-IPPNU periode 2016-2018 ini, dua perguruan tinggi (PT) menyediakan beasiswa untuk pelajar NU di Jombang. PT tersebut adalah Insitut Agama Islam Bani Fattah (IAI-BAFA) Tambakberas dan Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang.

Kerjasama yang ditandai dengan penyerahan MOU (Memorandum Of Understanding) secara simbolis dari dua kampus tersebut sudah dilakukan setelah PC IPNU-IPPNU resmi dilantik pada Ahad, (14/2/2016) lalu di aula Pondok Pesantren Bahrul Ulum (BU) Tambakberas, Jombang. Dan diterima langsung melalui penandatanganan oleh Ketua IPNU dan IPPNU Jombang.

Pelajar NU Jombang Dapatkan Fasilitas Beasiswa Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jombang Dapatkan Fasilitas Beasiswa Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jombang Dapatkan Fasilitas Beasiswa Perguruan Tinggi

Ketua IPPNU Jombang, Qurrotul Aini mengatakan, bahwa para pelajar NU Jombang yang tidak mampu melanjutkan pendidikannya hingga jenjang perguruan tinggi karena faktor ekonomi sudah terjawab. Pasalnya dua PT ternama di Jombang sudah memberikan kelonggaran biaya sampai 50%.?

“Pelajar NU Jombang sudah dapat potongan biaya di IAI-BAFA hingga 50% untuk semua jurusan, sedangkan di kampus Undar kita juga mendapat diskon biaya spp 50% untuk semua jurusan juga,” katanya kepada Pondok Pesantren Tegal saat dihubungi, Jumat (19/2) siang.

Di samping itu, Aini sapaan akrabnya menambahkan bahwa pelajar Jombang ? yang masih belum masuk di jajaran kepengurusan IPNU-IPPNU, juga bisa memperoleh beasiswa di dua perguruan tinggi tersebut, dengan syarat mendapat surat rekomendasi dari PC IPNU-IPPNU setempat.?

Pondok Pesantren Tegal

“Kalaupun mereka mau kuliah di dua kampus itu harus dapat surat rekomendasi dari PC IPNU-IPPNU,” tambahnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Meme Islam Pondok Pesantren Tegal

Senin, 20 November 2017

Kiai Subekhan: Pembiaran Maksiat Datangkan Musibah

Brebes, Pondok Pesantren Tegal. Pengasuh Pondok Pesanteren Assalafiyah Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, KH Subekhan Makmun, menegaskan, bila ada pembiaran terhadap kemaksiatan maka akan ditimpakan bencana.

Kiai Subekhan: Pembiaran Maksiat Datangkan Musibah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Subekhan: Pembiaran Maksiat Datangkan Musibah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Subekhan: Pembiaran Maksiat Datangkan Musibah

Hal itu terjadi, kata dia, ketika para pemimpin daerah atau pemimpin umat sudah acuh tak acuh terhadap kemaksiatan yang terjadi di daerah tersebut.

Kiai Subekhan menyampaikan hal tersebut saat mengisi mauidlotul khasanah dalam Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW di Pendopo Bupati Brebes, Kamis (30/1) malam.

Pondok Pesantren Tegal

Menurutnya, azab akan ditimpakan kepada pelaku kemaksiatan secara pribadi-pribadi. Allah tidak akan menimpakan azab kepada orang yang tidak berdosa. Tetapi ketika kemaksiatan sudah menjamur, membudaya dan tidak ada tindakan preventif maupun kuratif dari pemerintah setempat maka azab akan ditimpakan pula kepada orang-orang yang tidak berdosa.

Pondok Pesantren Tegal

“Apalagi kalau pemerintah setempat menyetujui atau memberi ijin beroperasinya tempat-tempat yang mengundang maksiat, maka azab akan ditimpakan kepada orang yang tidak berdosa juga,” ucapnya.

Diibaratkan, lanjutnya, ketika ada seekor semut menggigit orang maka ketika orang tersebut mengetahui semut bersembunyi ke sarangnya, maka sarang tersebut dibakarnya. “Akibatnya, semut-semut lain yang tidak nakal, ikut terbakar,” katanya.

Untuk itu, kata kiai, Pemerintah Kabupaten harus terus memfasilitasi berbagai kegiatan yang mendorong peningkatan Iman dan Takwa kepada Allah SWT. “Biarlah Brebes penuh dengan jalan yang berlobang, tetapi jangan sampai ada “lubang-lubang” yang berjalan. Jangan sampai ada lokalisasi di Brebes,” tandas kiai.

Kiai mengajak kepada seluruh pengunjung untuk bersyukur karena Kabupaten Brebes terhindar dari marabahaya. Wujud dari rasa syukur, setiap saat harus menghindarkan diri dari perbuatan maksiat dan dzolim. “Agar nikmat tidak lepas, maka harus diikat dengan syukur,” terangnya.

Peringatan Nabi Muhammad SAW yang mengambil tema memetik hikmah, merajut ukhuwah dan menuju masa depan cerah di hadiri ribuan pengunjung. Selain mauidlotul khasanah juga digelar, semaan Quran oleh 30 orang Hafidz dan Istighosah yang dipimpin pengasuh Pesanteren Darussalam Jatibarang Kidul, Kec Jatibarang Brebes KH Syeh Sholeh Basalamah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE mengajak kepada seluruh warga Brebes untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Termasuk meneladani pemimpin umat Nabi Muhammad SAW. Dia menjelaskan, kalau Kabupaten Brebes dalam tahun 2014 menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi Jateng dan Musyawarah Jamiatul Ahlit Thoriqoh Muktabaroh An Nahdliyah (JATMAN) tingkat Jateng.

Kegiatan keagamaan, kata Bupati, menjadi agenda yang tidak terputus bagi Pemkab Brebes. “Semoga dengan ikhtiar peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT, akan membawa Brebes menjadi daerah yang baldatul toyibatun warobun ghofur, rakyat sejahtera dalam lindungan Allah SWT,” pungkas Bupati. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Ahlussunnah, Kiai, Meme Islam Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 10 November 2017

PWNU dan PCNU di Daerah Bisa Lakukan Pemekaran

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal - Pengurus Besar Nahatul Ulama (PBNU) mempersilakan kepengurusan di tingkat wilayah ataupun cabang untuk melakukan pemekaran bila hal tersebut memang dibutuhkan dan disepakati kepengurusan NU setempat. Struktur NU tidak harus mengikuti pola pembagian berdasarkan daerah administrasi pemerintahan.

Menurut Ketua PBNU H M Iman Aziz, hal tersebut dimungkinkan lantaran Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU mengakomodasi upaya pemekaran itu, kendati hal itu belum diatur secara rinci, khususnya terkait persyaratan dan hal teknis lainnya.

PWNU dan PCNU di Daerah Bisa Lakukan Pemekaran (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU dan PCNU di Daerah Bisa Lakukan Pemekaran (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU dan PCNU di Daerah Bisa Lakukan Pemekaran

Hal itu ia sampaikan dalam acara sosialisasi hasil Muktamar Ke-33 NU kepada sekitar seratus pengurus NU DKI Jakarta dari berbagai tingkatan, Ahad (28/2). Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara Pra-Konferensi Wilayah PWNU DKI Jakarta.

Pondok Pesantren Tegal

"Untuk kasus DKI, misalnya, bila ada dua MWCNU (Majelis Wakil Cabang) bersepakat membentuk cabang, dan nanti konferwil merekomendasikan (pemekaran), PBNU siap," ujarnya kepada Pondok Pesantren Tegal usai mengisi acara.

Di daerah Ibu Kota, katanya, jumlah penduduk dalam satu kelurahan saja bisa beberapa kali lipat dibanding kelurahan di daerah lain. Artinya, dari segi jumlah penduduk, usulan pemekaran bisa dimaklumi.

Pondok Pesantren Tegal

Sebenarnya, NU di sejumlah daerah juga sudah memiliki dua cabang dalam satu kabupaten, seperti PCNU Bangil dan PCNU Pasuruan yang berada di Kabupaten Pasuruan, PCNU Kencong dan PCNU Jember di Kabupaten Jember, dan PCNU Lasem dan PCNU Rembang di Kabupaten Rembang. Hanya, mayoritas masih mengikuti pola pembagian berdasarkan daerah administrasi pemerintahan, yakni satu kabupaten/kota mendirikan satu PCNU.

Imam menambahkan, untuk kasus DKI Jakarta, selain faktor kepadatan penduduk, aspirasi memekarkan diri juga dimaklumi lantran NU di Tanah Betawi ini dulu memiliki puluhan cabang NU, yang kini hanya menjadi empat PCNU. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal RMI NU, Meme Islam Pondok Pesantren Tegal

Kisah Ahmad Sholehan Ziarah Wali Songo dengan Ontel dari Sumsel

Way Kanan, Pondok Pesantren Tegal. Sejak salah satu putra terbaik Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdurahhman Wahid (Gus Dur) memimpin Indonesia, Ahmad Solehan, warga Dusun Sido Mulyo, Desa Sri Menanti, Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan Provinsi Sumatera Selatan bertekad menuju Pulau Jawa dengan sepeda ontelnya untuk ziarah Wali Songo.

Kisah Ahmad Sholehan Ziarah Wali Songo dengan Ontel dari Sumsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Ahmad Sholehan Ziarah Wali Songo dengan Ontel dari Sumsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Ahmad Sholehan Ziarah Wali Songo dengan Ontel dari Sumsel

"Tekad itu menggebu lagi setelah dua tahun lalu, dan baru bisa saya lakukan tahun ini. Tepatnya 22 April 2016, saya berangkat dari rumah untuk memulai ziarah Wali Songo dengan sepeda onthel," ujar ayah tiga anak kelahiran Fajaresuk, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung itu di Gunung Labuhan, Selasa (3/5).

Untuk keperluan makan, hal dilakukan Ahmad ialah dengan berjualan gambar-gambar tokoh NU dengan harga seikhlasnya pembeli. Untuk istirahat dan tidur, suami dari Nurhayati itu memilih singgah di pesantren atau masjid.

"Pesantren Assiddiqiyah 11 asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi merupakan tempat ke lima saya singgahi. Pertama di Pesantren Ramadhan dan Yayasan Pendidikan Masyarakat (YPM) di Martapura, Kabupaten OKU Timur, lalu di Pesantren Sabihul Hidayah di Blambangan Umpu dan Pesantren Darul Hikmah di Baradatu Way Kanan," kata Ahmad saat diwawancarai peserta Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2016 yang digelar GP Ansor Way Kanan.

Pondok Pesantren Tegal

Ziarah Wali Songo merupakan sarana silaturahmi dengan para kiai. Selain itu, imbuh Ahmad, tujuan perjalanan dilakukan ialah untuk mengingat mati.

"Selain untuk mengetahui sejarah, saya juga belajar mengingat mati. Hidup ini sementara, perjalanan saya lakukan merupakan upaya mengkaji diri, tahu diri, dan sadar diri," paparnya.

Selain memberikan pelajaran ilmu akademik lima hari dalam seminggu, try out, motivasi dan bimbingan ruhani istiqomah. BPUN juga mengajarkan kecakapan hidup ilmu jurnalistik dibimbing yang dibimbing oleh Gatot Arifianto, anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, Koordinator The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Lampung dan Ketua PC GP Ansor Way Kanan. (Septiana Nurul Fajriah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal Meme Islam Pondok Pesantren Tegal