Rabu, 28 Februari 2018

Seri Nasional Liga Santri Nusantara akan Digelar di Bandung

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal - Bandung akan menjadi tuan rumah seri nasional yang akan menjadi bagian dari pagelaran Liga Santri Nusantara (LSN) 2017. Demikian disampaikan Ketua Pengurus Pusat Rabtihah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) KH Abdul Ghoffarrozin (Gus Rozin) yang merangkap sebagai CEO LSN 2017.

"Jawa Barat ini memiliki arti yang sangat strategis bagi dunia santri, di mana provinsi ini memiliki jumlah pesantren terbesar di Indonesia. Pemilihan Bandung sebagai tempat penyelenggaraan putaran nasional LSN telah mempertimbangkan berbagai hal di antaranya adalah Bandung selama ini telah berhasil membuktikan bahwa modernitas bisa bertemu dengan religiusitas, kosmopolitan bisa berdialektika dengan budaya adiluhung," kata Gus Rozin, Ahad (11/6).

Seri Nasional Liga Santri Nusantara akan Digelar di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Seri Nasional Liga Santri Nusantara akan Digelar di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Seri Nasional Liga Santri Nusantara akan Digelar di Bandung

Menurut Gus Rozin, hal ini penting karena LSN 2017 ini ingin memberikan pesan tentang pentingnya merajut nilai-nilai kebangsaan di tengah dialektika kebhinnekaan Indonesia.

CEO LSN 2017 ini menjelaskan, pertimbangan lain dipilihnya Bandung sebagai tempat seri nasional karena keberhasilan ibukota Jawa Barat dalam penyelenggaraan banyak even olahraga nasional, di antaranya adalah Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun lalu.

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal

"Bandung telah terbukti sukses menjadi tuan rumah PON, bukan saja dari aspek olahraganya, melainkan juga aspek lainnya seperti keterbukaan kota ini pada keragaman. Secara teknis Bandung juga memiliki infrastruktur sepakbola yang sangat memadai," imbuh Gus Rozin.

Pagelaran seri nasional LSN 2017 di Bandung ini akan digelar selama delapan hari di mana setiap tim yang lolos seri nasional akan bermain sekali tiap hari. Seri nasional akan digelar di bulan Oktober setelah sebelumnya 1.024 kesebelasan bertarung di Babak Kualifikasi Region.

Tahun ini, distribusi peserta LSN akan tersebar di 32 region yang mencakup 34 provinsi di Indonesia. Secara keseluruhan, LSN 2017 akan menghelat 990 dengan melibatkan lebih dari 3 juta penonton di sepanjang pertandingan. (Ali/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Tegal

IPPNU Dringu Gelorakan Diba’iyah dari Ranting ke Ranting

Probolinggo, Pondok Pesantren Tegal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mempunyai cara tersendiri untuk turut serta menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H. Salah satunya dengan menggelorakan pembacaan diba’iyah bersama dari ranting ke ranting secara bergantian.

Pembacaan diba’iyah sendiri dilakukan secara istiqomah selama sebulan penuh. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Pengurus Ranting (PR) dan Pengurus Komisariat (PK) IPPNU di masing-masing ranting. Pembacaan diba’iyah sendiri dipandu oleh pengurus PAC IPPNU Kecamatan Dringu.

IPPNU Dringu Gelorakan Diba’iyah dari Ranting ke Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Dringu Gelorakan Diba’iyah dari Ranting ke Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Dringu Gelorakan Diba’iyah dari Ranting ke Ranting

Ketua PAC IPPNU Kecamatan Dringu Anis Wulandari mengungkapkan pembacaan diba’iyah ini dilakukan sebagai bentuk rasa cinta kader IPPNU kepada Rasulullah SAW. Selain itu juga untuk melestarikan salah satu tradisi NU sesuai aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang saat ini sudah mulai kurang diminati oleh kalangan anak muda maupun pelajar.

Pondok Pesantren Tegal

“Seiring dengan perkembangan zaman, anak-anak muda mulai terbawa dengan arus kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga mau tidak mau kami harus menyiasati bagaimana lagu yang dibawakan harus bervariasi agar tidak terkesan membosankan,” ujarnya, Senin (19/1).

Pondok Pesantren Tegal

Menurut Anis, anak muda saat ini suka yang berbau baru-baru. PAC IPPNU Kecamatan Dringu menyadari hal tersebut agar kalangan anak muda bisa tetap mengikuti perkembangan zaman dengan tidak meninggalkan tradisi Aswaja.

“Jika dibaca dengan khusyu’ dan dihayati dengan maknanya, maka kita akan terasa sangat dekat dengan Rasulullah SAW. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, para pelajar bisa berperan aktif untuk bersama-sama melestarikan tradisi diba’iyah, terutama di bulan Maulid,” jelasnya.

Anis menambahkan bahwa pembacaan diba’iyah ini dilakukan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh PR IPPNU yang ada di Kecamatan Dringu. Dimana kegiatan tersebut juga diikuti oleh masyarakat yang ada di masing-masing ranting.

“Bagaimanapun juga pelajar harus mempunyai andil untuk bisa mengenalkan ciri khas NU dan syiar Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) kepada masyarakat. Mudah-mudahan ke depan pelajar tidak hanya bisa menyampaikan teori saja, namun juga mampu mempraktekkannya sendiri dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal AlaSantri Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 27 Februari 2018

Pencak Silat Membentuk Mental dan Akhlak

Purworejo, Pondok Pesantren Tegal - Sebagai tradisi dan seni warisan nenek moyang Nusantara, pencak silat memiliki banyak manfaat bagi yang mempelajarinya. Di antaranya adalah membentuk mental yang kuat, akhlak dan kepribadian.

Demikian dikatakan Aji Amdani, pelatih sekaligus ketua pencak silat Pagar Nusa NU Purworejo, yang ditemui Pondok Pesantren Tegal usai menjadi juri silat Porsema Maarif, Sabtu petang (11/2).

Pencak Silat Membentuk Mental dan Akhlak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pencak Silat Membentuk Mental dan Akhlak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pencak Silat Membentuk Mental dan Akhlak

"Selain itu, silat juga melatih keberanian anak untuk selalu bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya," katanya. "Silat baik dikenalkan sejak usia dini, akan menyehatkan pertumbuhan," imbuhnya.

Pondok Pesantren Tegal

Aji menambahkan, bahwa senakal-nakalnya anak, jika sudah masuk dalam perguruan pencak silat, ia akan selalu patuh dan menghormati gurunya. "Ini merupakan pendidikan karakter," ungkapnya.

Aji berharap, semua sekolah dan madrasah - khususnya yang berada dibawah naungan Maarif NU - menjadikan kurikulum dalam pelajaran, tak sebatas ekstrakulikuler.

Pondok Pesantren Tegal

"Seperti di Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Maarif Prapagkidul, Pituruh, Purworejo, pencak silat masuk dalam kurikulum," pungkasnya. (Ahmad Naufa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Doa, Bahtsul Masail, Tokoh Pondok Pesantren Tegal

Senin, 26 Februari 2018

Wadah Pencetak Instruktur Banser itu Bernama Susbalan

Mojokerto, Pondok Pesantren Tegal. 150 lebih anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna) dari berbagai Satkorcab di Jatim mengikuti Kursus Banser Lanjutan (Susbalan).Acara berlangsung di Vila Cemara Sajen Pacet Kabupaten Mojokerto, Jumat-Ahad (12-14/8).

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H Rudy Tri Wahid mengatakan Susbalan selain sebagai wahana pendidikan dan latihan Banser (tingkat lanjutan), juga diharapkan dapat ? melahirkan anggota Banser yang memiliki kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang dapat memimpin dan menggerakkan organisasi Banser di tingkat kelompok, rayon, cabang dan wilayah.

Wadah Pencetak Instruktur Banser itu Bernama Susbalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Wadah Pencetak Instruktur Banser itu Bernama Susbalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Wadah Pencetak Instruktur Banser itu Bernama Susbalan

Pernyataan mantan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Ngawi ini disampaikan saat sambutan pembukaan acara Susbalan di Vila Cemara Sajen Pacet Mojokerto, Jumat (12/8).

Disamping itu juga diharapkan akan muncul calon-calon pendidik dan pelatih Banser yang dapat bergabung dalam Corp Instruktur Banser, yang pada saatnya tinggal dimantapkan dalam pelatihan pelatih atau sering disebut kursus pelatih (Suspelat).?

“Jadi pentingnya Susbalan ini sebagai pintu masuk mencetak instruktur di masing-masing cabang, rayon, dan kelompok. Tentunya setelah ini harus melanjutkan ke jenjang selanjutnya, yakni ikut Suspelat,” ungkap Rudy.

Pondok Pesantren Tegal

Ikut hadir mendampingi Rudy Tri Wahid, diantaranya Kepala Satkorwil Banser Jawa Timur, H. Umar Usman, beserta para pengurus pimpinan PW GP Ansor Jawa Timur beserta para pimpinan Satkorwil Banser-nya. (Imam Kusnin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal Pemurnian Aqidah, PonPes Pondok Pesantren Tegal

Kabupaten Pasuruan Krisis Air Bersih, PMII Pasuruan Galang Bantuan

Pasuruan, Pondok Pesantren Tegal - Puluhan mahasiswa melakukan aksi penggalangan dana untuk warga Lumbang Kabupaten Pasuruan yang mengalami krisis air (kekurangan air bersih). Aksi ini diinisiasi oleh Pengurus Komisariat PMII Merdeka Pasuruan ini bertepatan di Perempatan Semeru Kota Pasuruan.

“Ini adalah sedikit bentuk kepedulian kita kepada masyarakat semoga upaya yang kita lakukan ini dapat membantu krisis air bersih yang melanda Kecamatan Lumbang dan juga dapat dilihat oleh pemerintah dan dinas terkait bahwa ada warganya yang mengalami krisis air bersih," kata korlap aksi Andi Ariyanto.

Kabupaten Pasuruan Krisis Air Bersih, PMII Pasuruan Galang Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kabupaten Pasuruan Krisis Air Bersih, PMII Pasuruan Galang Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kabupaten Pasuruan Krisis Air Bersih, PMII Pasuruan Galang Bantuan

Aksi ini dipicu oleh laporan dari masyarakat. Mereka langsung menyurvei lokasi kekeringan, yaitu Kecamatan Lumbang.

Pondok Pesantren Tegal

"Tepat sekali di sini ada beberapa desa yang mengalami kekurangan air bersih seperti Desa Lumbang, Cukurguling, Karangjati, Watulumbung dan Desa Jeladri, Semberejo di Kecamatan Winongan. Untuk saat ini hanya BPBD yang membantu tapi itupun tidak mampu mencakup seluruh warga,” ujar pengurus cabang PMII Pasuruan Khusnul.

Pondok Pesantren Tegal

Dari hasil turlap PC PMII, data yang diperoleh terdapat kekurangan air mencapai lebih kurang 11.548,796 Liter air di desa lumbang itu sudah termasuk hewan ternak dan unggas.

Krisis air yang terjadi saat ini dipicu beberapa penyebab, di antaranya musim kemarau yang berkepanjangan dan sumber air yang mulai menipis di daerah pegunungan.

"Ini bukan tentang nominal yang kita dapat dari aksi tersebut, tapi ini salah satu wujud implementasi dari Nilai Dasar Pergerakan PMII, yakni hablum minan nas, ujar Ketua Komisariat PMII Merdeka Pasuruan Wahyudi. (Inud Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal PonPes Pondok Pesantren Tegal

YPM Sidoarjo, Tuan Rumah Pasar Rakyat

Sidoarjo, Pondok Pesantren Tegal. Kegiatan Pasar Rakyat Indonesia untuk wilayah Sidoarjo diselenggarakan di dua kampus Yayasan Pendidikan Maarif (YPM). Kampus pertama adalah di Jalan Raya Ngelom Sepanjang Sidoarjo. Ada  lima unit pendidikan yang berada di kampus ini, yakni SMP, SMA serta tiga SMK.

Sedangkan kampus dua di  Megare Sepanjang Sidoarjo menampung kegiatan akademik untuk Akademi Analis Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Teknik, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum, SMP Unggulan serta SMA Unggulan. Kedua kampus jaraknya tidak terlalu jauh, sekitar lima ratus meter.

YPM Sidoarjo, Tuan Rumah Pasar Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
YPM Sidoarjo, Tuan Rumah Pasar Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

YPM Sidoarjo, Tuan Rumah Pasar Rakyat

Cukup beralasan kalau kemudian  pasar murah  diselenggarakan di kampus ini, khususnya di kampus Megare karena mayoritas masyarakat sekitar adalah alumnus dari kampus ini. Bahkan beberapa siswa dan mahasiswa yang kini menempuh studi juga adalah warga sekitar.

Pondok Pesantren Tegal

Pada acara pembukaan Sabtu (19/1) sore, lautan manusia berduyun-duyun mendatangi kampus YPM Megare. "Antuasias masyarakat luar biasa," kata Achmad Farich ST MPd yang dipercaya sebagai ketua panitia.  Pak Farich sangat bangga karena hampir seluruh stand diserbu pengunjung. "Para peserta pasar rakyat puas dengan antusias pengunjung," katanya kepada Pondok Pesantren Tegal.

Apalagi sebelum acara pembukaan, masyarakat menyaksikan kirab drum band dari kampus Ngelom menuju Megare. Jarak antara kampus yang dialui atraksi drum band seakan memberikan pengumuman bahwa akan ada acara penting di kampus ini. Dan benar saja, warga dengan antusias memadati kampus YPM Megare yang memang terbilang baru tersebut.

Pondok Pesantren Tegal

YPM selain mengelola lembaga pendidikan formal di dua lokasi tersebut juga mendirikan dan mengelola unit pendidikan di berbagai daerah. Total ada 28 unit pendidikan yang meliputi Play Grup, TK, SD, SMP (tujuh unit), MTs (dua unit), SMA (empat unit), SMK (sembilan unit) dan perguruan tinggi (empat unit). Jumlah ini mengalami penyusutan karena beberapa sekolah cabang YPM yang berada di luar Sidoarjo dudah dilepas dan dipasrahkan kepada NU maupun pengelola setempat.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Kajian Sunnah, Meme Islam Pondok Pesantren Tegal

Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah

Jepara, Pondok Pesantren Tegal

Komunitas Mata Air Kabupaten Jepara, Sabtu-Ahad (13-15/02) menggelar kegiatan leadership camp. Pelatihan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan, keorganisasian dan kepedulian kader terhadap masalah-masalah lingkungan. Kegiatan yang merupakan salah satu program tahunan Mata Air Jepara itu dilaksanakan di sekitar destinasi wisata Guamanik, Donorojo, Jepara.

Ika Widya, selaku panitia leadership camp mengatakan bahwa tahun ini merupakan kali kedua kegiatan tersebut dilaksanakan. “Setiap tahunnya kita melaksanakan seperti ini, agar kader Mata Air dapat seimbang antara akademik di kampus dan peran mengembangkan daerah,” katanya.

Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah

Dia mengatakan bahwa kegiatan tersebut diisi dengan berbagai acara, diantaranya materi kepemimpinan, keaswajaan, apresiasi budaya, hingga outbound.?

“Kita memilih tempat diujung Jepara ini agar anggota Mata Air tahu bahwa di daerah kita ada tempat sebagus ini,” jelasnya.

Pondok Pesantren Tegal

Adib Khoiruzzaman, pembina Mata Air Kabupaten Jepara dalam nasehatnya menegaskan bahwa semua kader Mata Air Jepara harus memegang nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di manapun berada.?

“Saat ini ancaman terhadap faham radikal begitu besar, kampus menjadi salah satu gerbang masuknya paham radikal, sehingga kalian semua harus memegang teguh prinsip aswaja di manapun berada,” tegasnya.

Ia menghimbau kepada seluruh anggota Mata Air Jepara untuk aktif berorganisasi, baik di kampus maupun di daerah.?

“Semakin orang berkumpul dengan banyak orang, maka akan semakin banyak pelajaran hidup yang didapatkan, maka berorganisasi adalah salah satu kunci sukses seorang,” pungkasnya. (Mazid Maulana/Mukafi Niam)

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Nusantara, Doa Pondok Pesantren Tegal