Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Seri Nasional Liga Santri Nusantara akan Digelar di Bandung

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal - Bandung akan menjadi tuan rumah seri nasional yang akan menjadi bagian dari pagelaran Liga Santri Nusantara (LSN) 2017. Demikian disampaikan Ketua Pengurus Pusat Rabtihah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) KH Abdul Ghoffarrozin (Gus Rozin) yang merangkap sebagai CEO LSN 2017.

"Jawa Barat ini memiliki arti yang sangat strategis bagi dunia santri, di mana provinsi ini memiliki jumlah pesantren terbesar di Indonesia. Pemilihan Bandung sebagai tempat penyelenggaraan putaran nasional LSN telah mempertimbangkan berbagai hal di antaranya adalah Bandung selama ini telah berhasil membuktikan bahwa modernitas bisa bertemu dengan religiusitas, kosmopolitan bisa berdialektika dengan budaya adiluhung," kata Gus Rozin, Ahad (11/6).

Seri Nasional Liga Santri Nusantara akan Digelar di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Seri Nasional Liga Santri Nusantara akan Digelar di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Seri Nasional Liga Santri Nusantara akan Digelar di Bandung

Menurut Gus Rozin, hal ini penting karena LSN 2017 ini ingin memberikan pesan tentang pentingnya merajut nilai-nilai kebangsaan di tengah dialektika kebhinnekaan Indonesia.

CEO LSN 2017 ini menjelaskan, pertimbangan lain dipilihnya Bandung sebagai tempat seri nasional karena keberhasilan ibukota Jawa Barat dalam penyelenggaraan banyak even olahraga nasional, di antaranya adalah Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun lalu.

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal

"Bandung telah terbukti sukses menjadi tuan rumah PON, bukan saja dari aspek olahraganya, melainkan juga aspek lainnya seperti keterbukaan kota ini pada keragaman. Secara teknis Bandung juga memiliki infrastruktur sepakbola yang sangat memadai," imbuh Gus Rozin.

Pagelaran seri nasional LSN 2017 di Bandung ini akan digelar selama delapan hari di mana setiap tim yang lolos seri nasional akan bermain sekali tiap hari. Seri nasional akan digelar di bulan Oktober setelah sebelumnya 1.024 kesebelasan bertarung di Babak Kualifikasi Region.

Tahun ini, distribusi peserta LSN akan tersebar di 32 region yang mencakup 34 provinsi di Indonesia. Secara keseluruhan, LSN 2017 akan menghelat 990 dengan melibatkan lebih dari 3 juta penonton di sepanjang pertandingan. (Ali/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Tegal

Senin, 19 Februari 2018

Apakah Mempelai Wanita Harus Hadir Saat Akad Nikah?

Assalamualaikum. Pak Kiai yang saa hormati. Saya kemarin mengikuti resepsi pernikahan? teman di daerah Jakarta Timur. Nah waktu itu penghulunya nggak mau? nikahkan kalau mempelai wanitanya tidak hadir. Akhirnya mempelai? wanita pun dihadirkan.

Kata pak penghulu, calon mempelai wanita adalah? bagian dari rukun nikah yang harus ada di tempat. Yang ingin saya? tanyakan, apakah pada saat akad nikah, mempelai putri harus hadir? Apakah tidak cukup dihadiri walinya? Terimakasih penjelasannya, semoga kiai sekeluarga sehat-wal afiyat.

Wassalam

?

Apakah Mempelai Wanita Harus Hadir Saat Akad Nikah? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Mempelai Wanita Harus Hadir Saat Akad Nikah? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apakah Mempelai Wanita Harus Hadir Saat Akad Nikah?

Jawaban

Assalamu’alaikum wr. wb

Pondok Pesantren Tegal

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Prosesi akad nikah merupakan hal yang selalu dianggap prosesi yang sakral. Sebab, setelah itu dimulai babak baru kehidupan rumah tangga dua orang anak manusia berlainan jenis.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, bahwa rukun nikah ada lima, yaitu shighat, mempelai wanita, dua orang saksi, mempelai pria, dan wali. Kelima hal ini mesti harus ada dalam sebuah pernikahan. Karena kelima unsur ini merupakan rukun nikah, maka kelima harus terpenuhi. Jika salah satu saja tidak terpenuhi, misalnya tidak ada wali, maka pernikahan tidak dianggap sah.

Kendati demikinan, namun akad nikah dikatakan sah apabila dihadiri oleh wali, mempelai pria, dan dua orang saksi. Dan diperbolehkan bagi wali atau mempelai pria untuk mewakilkan kepada orang lain. Hal ini sebagaimana keterangan yang terdapat dalam kitab Kifayah al-Akhyar sebagai berikut;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren Tegal

“Disyaratkan dalam kesahan akad nikah kehadiran empat pihak, yaitu wali, mempelai pria, dan dua orang saksi yang adil. Dan diperbolehkan wali dan mempelai pria diwakilkan” (Taqiyyuddin al-Husaini al-Hushni,? Kifayah al-Akhyar fi Halli Ghayah al-Ikhtishar, Surabaya-Dar al-‘Ilm, juz, 2, h. 43)

Keterangan dalam kitab Kifayah al-Akhyar tersebut mengandaikan bahwa ketidakhadiran mempelai wanita tidaklah mempengaruhi kesahan akad nikah. Dengan kata lain, jika dalam akad nikah mempelai wanita tidak hadir di majelis akad maka sebenarnya tidak berimplikasi pada ketidaksahan akad nikah.

Berangkat dari penjelasan ini, maka jawaban atas pertanyaan adalah bahwa mempelai wanita tidak diharuskan hadir pada saat pelaksanaan akad nikah. Artinya, akad nikahnya tetap sah meski tanpa kehadiran mempelai wanita. Sebab, kehadiran mempelai wanita dalam akad nikah bukanlah merupakan salah satu syarat sahnya akad nikah.

Demikian jawaban singkat dapat kemukakan. Semoga apa yang kami sampaikan bisa bermanfaat. Saran kami, sebelum melaksanakan akad nikah, terutama jika wali mewakilkan kepada orang lain, jika ada hal-hal yang dipandang berbeda pemahaman, maka sebaiknya dibicarakan sebelum prosesi akad nikah dimulai, sehingga prosesi tersebut bisa berjalan dengan baik dan khidmat. Dan kami selalu terbuka dengan saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

?

?

?

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Makam, Doa, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Resep Meneladani Gus Dur

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Sosok guru bangsa KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur telah banyak ditulis orang, baik itu pemikiran maupun gesturnya. Berbagai atribusi pun melekat pada diri Presiden ke-4 RI ini.?

Resep Meneladani Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Resep Meneladani Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Resep Meneladani Gus Dur

Selain sebagai seorang kiai, Gus Dur juga sering disebut sebagai budayawan, politikus, sastrawan, kolumnis, pengasuh pesantren, negarawan, sufi, waliyullah, dan lain-lain. Pemikirannya yang humanis mampu menginspirasi banyak orang di berbagai belahan dunia.?

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Caringin Bogor, Jawa Barat KH M. Luqman Hakim memberikan semacam resep untuk memahami dan meneladani berbagai atribusi yang melekat pada diri Gus Dur.

Kiai Luqman menuturkan, jika seseorang ingin merdeka seperti Gus Dur, maka jangan campur aduk antara dunia dan akhirat, agama dan politik, agama dan ekonomi, idealisme dan realisme, serta perjuangan dan ambisi.

Kiai yang juga Sufiolog ini menjelaskan hal itu dalam akun twitter miliknya @KHMLuqman, Jumat (9/12). Ia juga memaparkan resep serupa dengan melontarkan beberapa pertanyaan tentang Gus Dur yang dapat diteladani oleh masyarakat. Di antara resep teladan Gus Dur yang dituturkannya ialah sebagai berikut:

Pondok Pesantren Tegal

“Ingin semangat berjuang seperti Gus Dur? Bangkitkan hatimu di hati umat menuju kepada Allah, seperti gairah konser Beethoven dan Bach yang digemari.”

“Ingin ikhlas dan tawakkal seperti Gus Dur? Belajarlah ‘jagongan’ dengan Allah dalam Majelis-Nya sembari menata kemanusiaan.”

“Ingin terapkan Begitu saja kok repot-nya Gus Dur? Pisahkan dulu mana minyak dan mana air dalam satu gelas.”

“Ingin kontroversial yang benar seperti Gus Dur? Ikhlaslah dalam bicara dan mengambil keputusan, asal Allah mengiyakan hatimu. Bukan ‘ya’ dari dirimu.”

Pondok Pesantren Tegal

“Ingin melawak seperti Gus Dur? Belajarlah sastra politik, kearifan lokal, psikologi binatang dan hakikat cobaan.”

Kiai Luqman menerangkan, dalam setengah abad terakhir ini belum dijumpai seorang ahli Ushul Fiqih dan Pakar Sastra Arab, kritikus film sehebat Gus Dur.

Bahkan menurutnya, Universitas terkenal di USA membuat jurusan di fakultasnya:Jurusan Pemikiran Abdurrahman Wahid. Satu-satunya tokoh pengubah dunia yang memukau.

“Gus Dur mensinergikan agama dan negara, agama dan budaya, bukan mencampuradukkan. Karena campur aduk lebih gila dibanding sekulerisme,” kata Pengasuh Majalah Cahaya Sufi ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Pelajar NU Kaliori Canangkan Tertib Administrasi dan Pengelolaan Kader 2017

Rembang, Pondok Pesantren Tegal

Rapar Kerja Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Kaliori, Rembang, Jawa Tengah bersama dengan Ikatan Pelajar Putri NU setempat, Rabu (9/3), menghasilkan tekad untuk menata administrasi dan mengelola kader yang lebih baik.

Sekretaris IPNU PAC Kaliori Samiran mengklaim, selama ini PAC Kaliori termasuk produsen kader IPNU-IPPNU terbaik di cabang Rembang. Menurutnya, anggota Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU di Kecamatan Kaliori sudah banyak yang aktif di posisi setrategis di Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Rembang.

Pelajar NU Kaliori Canangkan Tertib Administrasi dan Pengelolaan Kader 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kaliori Canangkan Tertib Administrasi dan Pengelolaan Kader 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kaliori Canangkan Tertib Administrasi dan Pengelolaan Kader 2017

"Selama ini Anak Cabang Kaliori merupakan sumber daya kader militan yang dimiliki IPNU-IPPNU Cabang Rembang. Yang harus kita lakukan adalah berbenah dan berbenah dan terus meningkatan kaderisasi demi keberlangsungan paham Ahlussunnah wal Jamaah di Kecamatan Kaliori,” ujarnya.

Pondok Pesantren Tegal

Dengan diadakanya rapat kerja pertama ini, Samiran berharap seluruh kader IPNU-IPPNU Kacamatan Kaliori dapat mendukung secara penuh tekad peningkatan mutu tersebut. Sehingga cita-cita pelajar NU Kaliori tertib dan paham administrasi serta kader yang terkelola secara maksimal dapat terwujud di tahun 2017. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama, RMI NU Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

PBB Keukeuh Pertahankan Keputusan Tak Undang Iran

PBB, Pondok Pesantren Tegal. Perserikatan Bangsa-Bangsa mempertahankan keputusannya untuk mengeluarkan Iran dari daftar negara-negara yang diundang untuk menghadiri pembicaraan perdamaian Suriah, setelah Rusia dan pemerintah Teheran mengkritiknya. 

PBB Keukeuh Pertahankan Keputusan Tak Undang Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PBB Keukeuh Pertahankan Keputusan Tak Undang Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PBB Keukeuh Pertahankan Keputusan Tak Undang Iran

Iran gagal untuk memberikan pernyataan tertulis sesuai yang dijanjikannya mengenai konflik Suriah sehingga Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon terpaksa bertindak, kata wakil juru bicara PBB Farhan Haq, Selasa, seperti dilaporkan AFP. 

Haq juga mengatakan Ban ingin sekali negara-negara yang menghadiri pembicaraan itu, yang mulai berlangsung di Montreux, Swiss, pada Rabu, berunding dengan "dalam suasana saling percaya."

Pondok Pesantren Tegal

Ban membatalkan undangan bagi Iran pada Senin kurang dari 24 jam setelah mengumumkan bahwa sekutu Presiden Bashar al-Assad itu akan diikutsertakan dalam pembicaraan.

Pondok Pesantren Tegal

Oposisi Suriah telah mengancam akan memboikot acara itu jika Iran hadir dan Amerika Serikat menyatakan bahwa Iran harus menyepakati komunike internasional yang menyerukan suatu pemerintahan transisi di Suriah.

Para pejabat PBB mengatakan Ban menghabiskan beberapa hari berunding dengan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengenai dukungan bagi Komunike Jenewa 2012 yang menyerukan pemerintahan transisi dalam usaha mengakhiri perang saudara tiga tahun di Suriah.

"Ada pemahaman lisan bahwa Sekjen terdorong untuk meyakini akan ada pemahaman tertulis," kata Haq kepada wartawan untuk menjelaskan undangan itu kepada Iran.

"Kenyataannya terbalik, bahwa Iran menyatakan sikap sama seperti yang dipegang sebelumnya. Dan karena itu dia menyatakan kekecewaannya atas keputusan Iran dan mengambil keputusan untuk tak mengundang mereka," kata jubir itu.

Ban mengadakan kontak dengan AS dan pihak-pihak kunci lainnya selama pembicaraan itu, ujar Haq.

Zarif menyayangkan keputusan PBB itu dan menghimbau Ban "untuk memberikan alasan-alasan jelas bagi penarikan (undangan)."

"Sikap ini di bawah martabat Sekjen PBB," kata Menlu itu seperti dilansir media Iran.

Rusia pada Selasa menyebut keputusan PBB menarik undangannya bagi Iran untuk menghadiri konferensi perdamaian Suriah pekan ini suatu "kesalahan" yang dapat membayangi reputasi badan dunia itu.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga mengeluarkan kritik yang diarahkan kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dengan menuduhnya menggunakan bahasa "lihai" untuk menjelaskan keputusannya yang mendadak.

"Tentu ini kesalahan," kata Lavrov kepada wartawan dalam taklimat tahunan. "Ketakhadiran Iran tidak memfasilitasi usaha-usaha untuk menjamin kesatuan dunia Muslim, termasuk dalam perjuangan melawan teror," kata Lavrov. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Bahtsul Masail, Habib, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Ratusan Anggota GP Ansor Subang Dibaiat di Pesantren

Subang, Pondok Pesantren Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang, Jawa Barat, menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Ratusan Anggota GP Ansor Subang Dibaiat di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Anggota GP Ansor Subang Dibaiat di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Anggota GP Ansor Subang Dibaiat di Pesantren

Acara yang dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Anwar, Kelurahan Dangdeur, Subang tersebut diikuti oleh 150 delegasi dari sejumlah Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor di seluruh Kabupaten Subang. Mereka mengikuti kegiatan tersebut sejak hari Jumat-Ahad (20-22/11/2015). Bertindak sebagai pembaiat KH. Zezen Zainal, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Anwar Subang.

Panitia Pelaksana Ade Mahmudin mengatakan, sejak kelahirannya, GP Ansor diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan.

Pondok Pesantren Tegal

"GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan," ujar Ade usai penutupan PKD dan Diklatsar Banser, Ahad (22/11/2015).

Dikatakan, dengan semangat perjuangan itulah kemudian mampu diaktualisasikan dalam bentuk pemikiran dan sikap GP Ansor dalam konteks kekinian, yakni semangat bela negara. "Jadi kalau bicara soal bela negara, GP Ansor sudah lama menjewantahkannya dalam bentuk kegiatan kaderisasi PKD dan Diklatsar," katanya.

Pondok Pesantren Tegal

Sementara, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Subang, Asep Alamsyah Heridinata menegaskan, kegiatan kaderisasi di GP Ansor ini rutin digelar setiap tahunnya. "Saat ini sudah memasuki tahun ke tiga kita laksanakan PKD dan Diklatsar. Artinya, kader-kader Ansor dan Banser sudah merumput di tingkatan grashroot hingga seluruh kecamatan di Kabupaten Subang," kata Asep.

Ia mengatakan, kendati saat ini menjelang pelaksanaan Kongres Ansor yang akan digelar pada Rabu (25/11/2015) di Jogjakarta mendatang, urusan kaderisasi menjadi hal yang sangat prioritas sebagai tanggungjawab pemimpinan organisasi.

"Tapi alhamdulillah, kita akhirnya bisa menggelar kaderisasi GP Ansor dengan lancar, kendati sebentar lagi GP Ansor akan menghelat hajat besar, yakni Kongres di Jogjakarta," ujarnya.

Dikatakannya, ratusan kader Ansor dan Banser ini akan diberikan kesempatan untuk mengembangkan sayap di tingkat kecamatan. "Karena persyaratan untuk menjadi anggota dan pengurus Ansor di tingkat kecamatan harus ikut PKD terlebih dahulu. Dan syarat untuk menjadi anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna) itu harus Diklatsar terlebih dahulu," pungkasnya. (Red: Mahbib)

Foto: Suasana saat pembaiatan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Perpusda Temanggung Sediakan Aneka Koleksi Kitab Kuning

Temanggung, Pondok Pesantren Tegal - Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, kini telah menyediakan koleksi kitab-kitab kuning ala pesantren dengan beragam cabang keilmuan Islam, mulai dari fiqih, ilmu kalam, usul fiqh, tafsir, balaghah hingga ilmu alat (gramatika Arab). Khazanah kepustakaan klasik tersebut sekarang sudah bisa dipinjam masyarakat umum yang sudah terdaftar menjadi anggota perpustakaan.

Candra, salah seorang staf pustakawan di Perpusda Temanggung menjelaskan bahwa kitab-kitab itu disediakan untuk memenuhi aspirasi masyarakat daerah Temanggung khususnya kaum santri yang selain memerlukan buku-buku umum dan agama dalam tulisan latin juga membutuhkan literatur keislaman dalam bahasa Arab.

Awalnya ada salah seorang kiai pengasuh pesantren di sekitar Temanggung yang mengusulkan supaya Perpusda menyediakan kitab-kitab kuning berbahasa Arab, di samping buku-buku agama bertulisan latin, agar? bisa dimanfaatkan kaum santri. Candra menambahkan, kitab-kitab kuning tersebut diadakan pihak perpusda Temanggung menggunakan APBD, bukan bantuan atau sumbangan dari suatu instansi atau perorangan.

Perpusda Temanggung Sediakan Aneka Koleksi Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpusda Temanggung Sediakan Aneka Koleksi Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpusda Temanggung Sediakan Aneka Koleksi Kitab Kuning

"Semula kitab-kitab tersebut karena termasuk mahal masih diletakkan di ruang refrensi yang cuma bisa dibaca di tempat, tidak boleh dibawa pulang. Baru beberapa waktu lalu kitab-kitab itu sengaja mulai diletakkan di ruang bacaan umum yang bisa dipinjam untuk dibaca di rumah," kata Candra kepada Pondok Pesantren Tegal, Ahad (21/2/2016).

Dari pantauan Pondok Pesantren Tegal, kitab-kitab yang kini dipajang di salah satu sudut rak ruang baca umum tersebut tergolong kitab-kitab tingkat atas yang biasa dikaji santri senior di level jenjang Ulya atau Aliyah di pesantren yang memakai sistem madrasah. Artinya, bukan menu bacaan dan pelajaran bagi para pelajar dan santri pemula.?

Sebut saja beberapa koleksi kitab tersebut antara lain adalah? Alburhan fi Ulumil Quran karya Imam Badrudin az Zakarsyi, Al-itisom karya Imam as-Syaatibi, Tanwirul Qulub karya Muhammad Amin al Kurdi, Asybah wa Nadhoir karya Imam Suyuti. Ada pula kitab Tafsir al-Baidlawi, Mughni Labib, Jamiu Shaghir, Ummul Barahin, Ianatu Thalibin, Siraju Thalibin, al-Muwatho Imam Malik, Hasyiyah as-Shaban Syarah Alfiyah, Ibnu Aqil, al-Mustasfa fi Ilm Usul, Sirah Nabawiyah ibn Hisyam, Bughyah al-Mustarsyidin dan lain-lain. Hampir semua kitab ini diterbitkan oleh salah satu penerbit terkenal dari Beirut Lebanon.

Solihudin, santri asal Wonoboyo Temanggung, merespon positif dengan tersedianya literatur kitab kuning di perpustakaan daerah Temanggung. "Sangat mendukung sekali. Dan memang seharusnya demikian, karena sumber ilmu agama Islam kebanyakan dari kitab kuning yang ditulis dengan bahasa Arab. Meskipun mungkin orang awam masih sulit memahaminya, namun setidaknya akan lebih mantap bisa mengetahui refrensi aslinya", ujar alumnus Pondok Pesantren Ringin Agung Pare Kediri ini.

Pondok Pesantren Tegal

Taufiq, salah seorang mahasiswa STAINU Temanggung juga mengapresiasi langkah perpustakaan daerah atas penambahan koleksi kitab kuning di Perpusda Temanggung ini. "Saya setuju. Tapi nanti peletakannya harus lebih hati-hati. Soalnya itu kitab yang perlu mendapatkan penghormatan lebih. Jadi mesti diperlakukan beda dengan buku-buku lain dalam penempatannya," kata anggota Lembaga Pers mahasiswa STAINU Temanggung tersebut. (M. Haromain/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Rakercab IPPNU Kabupaten Cirebon Giatkan Kaderisasi

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Rapat kerja cabang (Rakercab) IPPNU masa bakti 2013-2015 Kabupaten Cirebon mengambil kadersisasi sebagai agenda pokok. Kaderisasi merupakan amanah organisasi yang perlu dilanjutkan dari kepengurusan lalu PC IPPNU Cirebon.



Rakercab IPPNU Kabupaten Cirebon Giatkan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakercab IPPNU Kabupaten Cirebon Giatkan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakercab IPPNU Kabupaten Cirebon Giatkan Kaderisasi

Rakercab PC IPPNU diselenggarakan di Madrasah Aliyah NU Putra Buntet Pesantren, Jalan Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Buntet Pesantren, Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Ahad (24/3) siang.

Perihal itu disampaikan oleh Ketua PC IPPNU Kabupaten Cirebon Putri Hidayani kepada Pondok Pesantren Tegal usai Rakercab PC IPPNU Kabupaten Cirebon melalui telepon, Ahad (24/3) siang.

“Kita fokus di kaderisasi karena didasarkan pada rapat evaluasi kepengurusan IPPNU sebelumnya. Kaderisasi menjadi penting. Tanpa anggota, apa artinya kepengurusan IPPNU?” ungkap Putri Hidayani Ketua PC IPPNU Cirebon yang baru dilantik di aula NU Center Sumber Cirebon sehari sebelum rakercab.

Pondok Pesantren Tegal

Dari 48 kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon, kepengurusan lalu PC IPPNU baru membentuk 10 anak cabang IPPNU. Karenanya, PC IPPNU periode ini akan menambah kekurangan itu. Dalam program kaderisasi itu, IPPNU Cirebon sudah menandatangani kontrak kerja sama dengan GP Ansor dan Fatayat NU Cirebon, tambah Putri Hidayani.

Putri Hidayani menyatakan selain akan membentuk 38 anak cabang IPPNU, PC IPPNU Kabupaten Cirebon membentuk komisariat dan ranting IPPNU di Kabupaten Cirebon. Dalam membentuk anak cabang, komisariat dan ranting, pengurus baru PC IPPNU Cirebon menargetkan 1 tahun pertama masa kepengurusannya.

Rakercab yang berawal pada pukul 08.00 berakhir 13.30 siang. Dalam rapat itu ide-ide yang dituangkan dalam program kerja itu bermunculan. Mereka antara lain mengembangkan seni tradisi dan membuat stasiun radio lokal bagi warga NU, tandas Putri.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Menhan Ryamizard Bakal Pimpin Apel Akbar Pagar Nusa

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Menjelang Hari Lahir Pancasila, Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa akan mengumpulkan 13 ribu pendekar se-Provinsi Lampung, untuk menggelar apel akbar pada Selasa (31/5) besok. Apel akbar bertema “Pagar Nusa Bela Bangsa dan Ulama” itu akan digelar di sejumlah daerah sebagai sarana untuk konsolidasi para pesilat se-Nusantara.

“Pagar Nusa sebagai Badan Otonom NU punya ratusan ribu kader yang konsen dalam melestarikan tradisi pencak Silat. Sebelum Apel Akbar, di Jawa Timur, Pagar Nusa baru saja mengadakan turnamen pencak silat se-Jawa dan Bali. Nanti setelah apel di Lampung, kami akan menggelar apel akbar ini di Kalimantan dan enam daerah lainnya," ungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Ajengan Mimih Haeruman, Senin (30/5).

Menhan Ryamizard Bakal Pimpin Apel Akbar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menhan Ryamizard Bakal Pimpin Apel Akbar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menhan Ryamizard Bakal Pimpin Apel Akbar Pagar Nusa

Pengasuh Pesantren Manuk Heulang, Tasikmalaya ini menguraikan, apel akbar itu akan dipimpin oleh Menteri Pertahanan RI, Jendral (Purn) Ryamizard Ryacudu sebagai inspektur upacara, sementara Rais Amm NU, KH Makruf Amin akan memberikan tausiyah kebangsaan. Selain itu, juga akan menampilkan sejumlah atraksi para pesilat muda NU setempat. Kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Wilayah Pagar Nusa Lampung dan Pengurus Cabang Pagar Nusa se-Provinsi Lampung.

“Apel dan sejumlah atraksi itu bukan ajang pamer atau unjuk kekuatan. Tapi sebagai bentuk tasyakkur Pagar Nusa yang dalam kurun waktu sekian tahun ini telah turut mewarnai khazanah persilatan di Indonesia. Dalam apel nanti juga disampaikan ikrar sebagai komitmen para pendekar Pagar Nusa dalam membela para ulama dan keutuhan bangsa Indonesia,” tuturnya.

Wakil Ketua PBNU, Aizzuddin Abdurrahman yang biasa disapa Gus Aiz mengungkapkan, tradisi silat di pesantren-pesantren NU telah terawat sejak era Wali Songo. “Di mana para kiai, menjadikan silat dan olah spiritual sebagai sarana mengenal keagungan Tuhan. Maka kredo Pagar Nusa adalah La ghaliba Illa billah” paparnya.

Pondok Pesantren Tegal

Mantan Ketua Umum PP Pagar Nusa ini menjelaskan, perguruan silat yang bernaung di bawah bendera NU ini, didirikan secara kolektif oleh para pendekar NU dari sejumlah pesantren di Nusantara. Karena itu, Pagar Nusa kemudian berkembang dan didirikan di berbagai daerah di Indonesia. “Pagar Nusa itu besar karena konfederasi perguruan-perguran pencak silat, yang didalamnya ada para pendekar NU. Kami mengajak para pendekar NU dan perguruan-perguran pencak silat untuk bersama-sama membesarkan Pagar Nusa,” tandasnya. ( Abd Malik/Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal Berita, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Orang-orang Terbaik Menurut Rasulullah

Khutbah I

Orang-orang Terbaik Menurut  Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang-orang Terbaik Menurut Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang-orang Terbaik Menurut Rasulullah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?}? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ?

Pondok Pesantren Tegal

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Jika seseorang bertanya kepada kita tentang siapa orang-orang terbaik, tentu kita harus menjawab pertanyan itu berdasarkan petunjuk Rasulullah SAW.  Beliau telah menyebutkan kelompok orang-orang terbaik sebagaimana dijelaskan dalam beberapa hadits beliau sebagai berikut: 

Pondok Pesantren Tegal

Pertama, orang terbaik adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya. Hal ini sebagaimana ditegaskan beliau dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari sebagai berikut: 

? ? ? ? ?

Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Rasulullah SAW tidak saja mengajurkan kita belajar Al-Qur’an, tetapi juga mendorong  siapa saja supaya mau mengajarkannya kepada orang lain.  Artinya seseorang sesungguhnya tidak cukup jika hanya berhenti pada belajar Al-Qur’an. Ia sebaiknya juga mengajarkannya kepada orang lain setelah cukup menguasainya. Oleh karena itu dalam belajar Al-Qur’an sebaiknya hingga sampai tingkat mahir, yang  tidak saja  mahir membacanya, tetapi juga mahir memahami kandungannya, dan bahkan mahir mengamalkan isinya. Bukankah al-Quran bukan sekedar bacaan, tetapi sekaligus harus diamalkan karena merupakan kitab suci sebagai petunjuk dari Allah SWT bagi seluruh kaum Muslimin.   

Kedua, orang terbaik adalalah orang yang paling baik sikapnya terhadap keluarganya. Hal ini sebagaimana ditegaskan beliau dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi sebagai berikut: 

? ? ? ? ? ?

Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Rasulullah SAW memberikan suri teladan bagaimana sebaiknya seorang suami bersikap kepada keluarganya. Beliau mengatakan bahwa beliau adalah orang yang paling baik sikapnya terhadap keluarga. Ini artinya untuk menjadi suami yang baik, kita bisa mengikuti beliau. Sayyidah Aisyah RA menuturkan bahwa Rasulullah SAW sebagai seorang suami banyak melayani keluarga seperti  menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Beliau bahkan menjahit pakaian sendiri, mengesol sandal sendiri, memerah susu kambing sendiri, hingga berbelanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan sebagainya. Oleh karena itu, sebagaimana sabda beliau diatas, orang terbaik adalah orang yang paling baik sikapnya terhadap keluarganya.    

Ketiga, orang terbaik adalah orang yang  paling bisa diharapkan kebaikannya dan paling sedikit keburukannya. Hal ini sebagaimana ditegaskan beliau dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi sebagai berikut:

? ? ? ? ? ?

Artinya: “Sebaik-sebaik kalian adalah orang yang (paling bisa) diharapkan kebaikannya  dan (paling sedikit) keburukannya hingga orang lain merasa aman.”

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Setiap orang memiliki sisi baik dan sisi buruk. Orang terbaik adalah orang yang sisi kebaikannya jauh lebih besar dari pada sisi keburukannya hingga orang lain merasa aman di sampingnya. Dengan kata lain orang terbaik adalah mereka yang, di satu sisi, dapat memberikan manfaat besar kepada orang lain, di sisi lainnya, dapat mengendalikan potensi buruknya hingga banyak orang merasa aman dan tenang di dekatnya karena terhindar dari peri laku buruknya.  

Keempat, orang terbaik adalah orang yang  memberikan makanan kepada orang lain. Hal ini sebagaimana ditegaskan beliau dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad sebagai berikut:

? ? ? ?

Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang memberikan makanan.” 

Makanan sesungguhnya dibagi menjadi dua, yakni makanan jasmani dan makanan ruhani. Makanan jasmani adalah seperti nasi, roti, buah dan sebagainya yang berguna untuk pengembangan diri yang bersifat fisik atau material. Sedangkan makanan ruhani adalah seperti ilmu, nasihat, dan sebagainya yang berguna untuk pengembangan diri yang bersifat mental spiritual.  Maka orang terbaik berdasarkan hadits ini adalah mereka yang bersedia memberikan makanan, baik jasmani maupun ruhani, kepada orang-orang yang membutuhkan demi menjaga keberlangsungan hidup dan kesehatan mereka baik jasmani maupun ruhani.

Kelima,  orang terbaik adalah orang yang paling baik dalam membayar hutang. Hal ini sebagaimana ditegaskan beliau dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim sebgai berikut: 

 ? ? ? 

Artinya:“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.”

Fakta membuktikan bahwa tidak setiap orang bisa menepati janji-janjinya terkait dengan hutang-hutangnya kepada orang lain. Maka ada dua macam pembayar hutang, yakni pembayar yang baik dan pembayar yang tidak baik. Pembayar yang baik adalah mereka yang bisa menyelesaikan kewajiban hutangnya sesuai waktu yang telah disepakati, atau bahkan lebih awal dari itu. Pembayar hutang yang tidak baik adalah  mereka yang tidak disiplin, seperti para pengemplang dan sebagainya, hingga sering membuat marah orang yang telah berbaik hati memberikan pinjaman. 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Mungkin kita bertanya, apakah orang-orang terbaik itu hanya sebatas mereka yang telah disebutkan diatas? Jawabnya, tentu saja tidak sebab masih ada kelompok orang lain yang juga termasuk orang-orang terbaik sebagaimana pertanyaan seorang Arab Badui kepada Rasulullah SAW sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ?

Artinya: “Wahai Rasulullah, siapakah sebaik-baik manusia?” Beliau menjawab: “Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.”(HR: Tirmidzi) 

Jadi, orang-orang terbaik sesungguhnya tidak dimonopoli oleh kelompok orang tertentu, tetapi terbuka lebar bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang ataupun bidang-bidang tertentu sebab substansi dari hal ini adalah tentang seberapa besar kebermanfaatan seseorang kepada orang lainnya secara nyata sebagaimana ditegaskan Rasulullah SAW dalam haditsnya yang diriwayatkan dari Jabir berikut:  

? ? ? ?

Artinya “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lainnya).” 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Mudah-mudahan apa yang telah saya uraikan ini dapat bermanfaat khususnya bagi saya pribadi dan para jamaah Jumat pada umumnya. Apapun profesi, asal usul  dan status sosial kita, semoga kita semua dapat memberikan manfaat sebesar-sebesarnya kepada orang sebanyak-banyaknya. Amin ya rabbal alamin.   

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.  ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Nahdlatul Ulama, Pahlawan Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Lewat Diklatama, IPPNU-IPPNU Rembang Cetak Kader Tanggap Bencana

Rembang, Pondok Pesantren Tegal

Untuk mewujudkan kader siaga bencana, Pmpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mengadakan Pendidikan Latihan Dasar Tingkat Pertama atau Diklatama bagi anggota dua badan semiotonomnya, Corp Brigade Pembangunan IPNU CBP dan Korps Pelajar Putri IPPNU.

Pelatihan tersebut dipusatkan di Madrasah Mualimin Mualimat Rembang (M3R), mulai Jumat (27/1) dan berakhir pada Ahad (29/1). Sore tadi, terlihat ratusan calon kader tanggap bencana mengikuti upacara pembukaan..

Lewat Diklatama, IPPNU-IPPNU Rembang Cetak Kader Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Diklatama, IPPNU-IPPNU Rembang Cetak Kader Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Diklatama, IPPNU-IPPNU Rembang Cetak Kader Tanggap Bencana

Ketua PC IPNU Rembang Ahmad Humam menjelaskan, hingga pembukaan usai, ada 140 peserta yang sudah mendaftarkan diri untuk mendapatkan pembekalan seputar pertolongan kebencanaan.

Pondok Pesantren Tegal

Menurutnya, jumlah tersebut melebihi kuota dan target yang sudah ditetapkan oleh pengurus cabang, yaitu hanya 120 peserta saja.

"Ya ini merupakan bentuk salah satu program kerja pengurus cabang untuk melakukan Diklatama di tahun 2017. Target kita sementara 120 peserta, tapi sampai sore ini membludak hingga 140 peserta," jelasnya.

Pondok Pesantren Tegal

Sebagai kader pelajar NU yang dipersiapkan untuk mengantisipasi bencana di Kabupaten Rembang, CBP-KPP akan diterjunkan apabila sudah saatnya tiba.

Dengan diadakannya Diklatama tahun ini, Humam berharap tahun depan seluruh lulusan Diklatama dapat mengikuti Diklatmadya yang diselenggarakan pengurus IPNU-IPPNU yang baru. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pendidikan, Humor Islam, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Inilah Tafsir Al-Qur’an Karya Ulama-ulama Nusantara

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal

Pesantren dikenal kental dengan fiqh dan tasawuf. Padahal, menurut Islah Gusmian, saat mengisi kajian di Islam Nusantara Center, Jumat (21/7/2017), ada banyak karya kiai pesantren di bidang tafsir.

“Ada banyak varian yang ditulis para ulama di pesantren itu di bidang tafsir,” ujarnya saat membuka kajian.

Inilah Tafsir Al-Qur’an Karya Ulama-ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Tafsir Al-Qur’an Karya Ulama-ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Tafsir Al-Qur’an Karya Ulama-ulama Nusantara

Kitab Tarjuman al-Mustafid merupakan kitab tafsir Al-Qur’an 30 juz pertama di Nusantara. Tetapi jika dilihat dari praktik penafsiran, kitab tersebut bukan kitab tafsir pertama. Sebab sebelumnya telah ada beberapa tafsiran meskipun tidak secara menyeluruh, seperti dalam bait-bait syairnya Hamzah Fansuri.

Pondok Pesantren Tegal

“Kajian tafsir tidak hanya terjadi pada konteks kitab tafsir, tapi juga pada praktik penafsiran,” katanya.

Pondok Pesantren Tegal

Dosen tafsir Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta itu mengemukakan bagaimana ulama pesantren menulis tafsir Al-Qur’an. Ada yang menulis dengan berbahasa Arab.

Ia mencontohkan Tafsir al-Asrar karya H Habibuddin Arifuddin abad 18, Tafsir al-Muawwidzatain karya KH Ahmad Yaasin Asymuni, Attibyanyang ditulis di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, yang digunakan untuk praktik belajar mengajar, Jami’ al-Bayan karya Kiai Muhammad bin Salman Solo, dan Tafsir Madrasi yang sampai saat ini masih digunakan di Pondok Pesantren Gontor.

Penulis buku Khazanah Tafsir Indonesia itu juga mengatakan bahwa ada banyak tafsir Al-Qur’an yang ditulis dengan bahasa daerah, seperti karya orang Madura, Al-Qur’an al-Karim Nurul Huda dalam bahasa Madura ditulis oleh politisi dan aktivis NU Mudhar Tamim. Ada pula yang berbahasa Sunda bahkan dengan bentuk danding, seperti mocopat kalau di Jawa, karya Kiai Hasan Mustofa.

Dalam konteks aksara, Islah Gusmian menjabarkan, bahwa ada yang ditulis dengan aksara Jawi. “Dalam konteks aksara, misalnya. Tarjuman al-Mustafid ditulis dengan aksara Jawi. Ada juga Nurul Ihsan,” ujarnya.

“Pada era itu, aksara Jawi menjadi sarana ulama untuk menulis tafsir,” lanjutnya.

Ada juga yang ditulis dengan menggunakan aksara Lontara, seperti Tafsir al-Munir karya Gurutta Ismail. Ada pula tafsir berkasara Jawa Honocoroko, seperti Serat Fatekah dan Tafsir Jawen.

Selain itu, tentu lebih banyak lagi karya yang beraksara Pegon. Islah mengatakan, “Ada juga pegon. Ini sangat kaya sekali.”

Alumni Pesantren Kajen itu menyebutkan beberapa kitab tafsir karya para kiai yang beraksara pegon tersebut, seperti Al-Ibriz karya KH Bisri Mustofa, Al-Iklil dan Taj al-Muslimin? karya KH Misbah Mustofa, Raudhatul Irfan yang ditulis oleh KH Ahmad Sanusi dari Sukabumi dua jilid lengkap 30 juz, Faidl al-Rahman yang ditulis Mbah Soleh Darat, Tafsir al-Mahalli karya Mbah Mujab Mahalli Jogja, Tafsir Anom karya Anom, murid Mbah Soleh Darat, dan tafsir yang ditulis oleh Perkumpulan ulama Mardikintoko di Solo.

Sebelum sesi tanya jawab, alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu menyimpulkan, bahwa pada dasarnya, praktik penafsiran yang dilakukan oleh ulama Nusantara, khususnya kiai-kiai pesantren, itu sangat beragam atau dinamis.

“Sangat dinamis sebetulnya cara ulama menulis tafsir di Nusantara ini, bahkan ada yang danding itu” ujarnya. (Syakirnf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Ketika Bendera NU Penuhi Jalan Arteri Pulau Lombok

Lombok, Pondok Pesantren Tegal . Aroma perhelatan acara Pra-Muktamar NU tercium sangat kuat ketika Pondok Pesantren Tegal menjejakkan kaki di Pulau Lombok, Rabu (8/4) siang waktu setempat. Tak sampai satu kilometer meninggalkan Bandar Udara Internasional Lombok, bendera NU terus berkibar, diterpa angin sepoi-sepoi.

Ketika Bendera NU Penuhi Jalan Arteri Pulau Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Bendera NU Penuhi Jalan Arteri Pulau Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Bendera NU Penuhi Jalan Arteri Pulau Lombok

Bendera dan umbul-umbul yang berjajar rapat tersebut seolah menyambut kedatangan warga Nahdliyin yang ingin memeriahkan perhelatan pra-muktamar. Selain itu, kain hijau bergambar bola dunia dengan di kelilingi bintang sembilan dan logo muktamar itu seakan hendak mewartakan besarnya warga Nahdliyin di pulau sebelah timur Bali tersebut.

Dari pantauan Pondok Pesantren Tegal, bendera warna hijau tua khas NU, umbul-umbul acara pra-muktamar, dan logo muktamar yang telah dinyatakan menang sayembara terpasang rapi di sepanjang jalan arteri mulai bandara dari hingga lokasi pesantren.

Pondok Pesantren Tegal

“Padahal, jarak dari sini ke pesantren kurang lebih enam hingga tujuh kilometer. Kalau jarak antara bendera dan umbul-umbul hanya dua meter, rasanya cukup lelah juga kita menghitungnya,” ujar Abdul Hamid sesaat setelah meninggalkan bandara menuju arena pra-muktamar.

Pondok Pesantren Tegal

Hamid, kader PMII jebolan UIN Jakarta ini, tampak antusias menceritakan semangat warga Nahdliyin di “bumi para tuan guru” menyambut perhelatan akbar di wilayahnya. Tak tanggung-tanggung, spanduk berukuran besar di perempatan dan pertigaan sepanjang jalan tersebut juga terpasang dengan gagahnya.

Suasana kian semarak ketika memasuki gang Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan, tempat perhelatan pra-muktamar. Pengunjung dipastikan terpesona melihat warna-warni hijau tua yang mendominasi mulai depan papan nama pesantren hingga halaman yang berukuran cukup luas.

“Besok pagi, halaman pesantren ini akan penuh dengan warga Nahdliyin. Kurang lebih, 2500-an. Kami mengundang seluruh PCNU se-Provinsi NTB. Para wali santri yang jumlahnya tak kurang 1500 orang,” ujar TGH Taqiuddin Manshur di kediamannya, Rabu sore.

Ditanya soal asal muasal pesantren asuhannya terpilih sebagai tempat pra-muktamar, TGH Taqiuddin menjawab singkat. “Sederhana saja sebenarnya. Mungkin karena saya Ketua Tanfidziyah PWNU NTB yang punya pesantren. Itu barangkali ya,” ujarnya gembira.

Hal tak kalah penting, lanjut Tuan Guru, pesantrennya kini sangat strategis menyusul diresmikannya Bandara Internasional Lombok. Bandara tersebut dibuka pertama kali pada 1 Oktober 2011 untuk menggantikan fungsi Bandara Selaparang Mataram. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Nahdlatul Ulama, RMI NU Pondok Pesantren Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Bersama Kapolri, Dua Menteri Teken MoU Awasi Dana Desa

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, dan Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pencegahan, pengawasan, dan penanganan permasalahan dana desa. Penandatanganan dilakukan di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (20/10).

Bersama Kapolri, Dua Menteri Teken MoU Awasi Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Kapolri, Dua Menteri Teken MoU Awasi Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Kapolri, Dua Menteri Teken MoU Awasi Dana Desa

Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo mengatakan, kerja sama dengan pihak kepolisian adalah upaya untuk menghindari terjadinya penyimpangan dana desa. Menurutnya, unit kepolisian yang terjaring hingga pelosok desa akan sangat efektif memperkuat pengawasan dana desa.

"Intinya adalah bagaimana untuk memperkuat pengawasan dana desa," ujarnya di hadapan awak media.

Dalam kerjasama tersebut, Menteri Eko meminta pihak kepolisian untuk mengawasi proses serta mengajak masyarakat untuk turut serta mengawasi dana desa.

Pondok Pesantren Tegal

Ia juga menegaskan bahwa setiap desa wajib memasang baliho terkait rencana dan realisasi dana desa. 

"Masih banyak desa-desa yang tidak melibatkan masyarakat dalam Musdes (Musyawarah Desa).  Dalam pelaksanaannya ada ketentuan bahwa setiap desa wajib memasang baliho, kita harus memastikan bahwa desa-desa memasang baliho," ujarnya.

Terkait hal tersebut, Mendagri, Tjahjo Kumolo mengatakan, kerjasama tersebut dilakukan atas arahan Presiden RI, Joko Widodo yang menegaskan bahwa dana desa harus secara optimal dimanfaatkan oleh desa. Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat harus benar-benar dimaksimalkan.

Pondok Pesantren Tegal

"Penyelenggaraan dana desa harus padat karya, tidak boleh dipihakketigakan. Ini adalah program strategis sebagaimana dalam nawacita ke tiga," ujarnya.

Ia berharap, pihak kepolisian dapat menjadi penggerak dan mengorganisir keterlibatan masyarakat desa. Selain itu, kepolisian juga diharapkan dapat membimbing pihak-pihak aparatur desa untuk menyusun program dengan baik, sebagaimana arahan dari Kemendes PDTT.

"Supaya dana desa yang begitu besar ini, akan bisa optimal bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dengan padat karya tadi," ujarnya.

Di sisi lain, Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian mengungkapkan, berdasarkan data dari kepolisian terdapat dugaan penyalahgunaan dana desa sebanyak 214 kasus yang merugikan negara sebesar Rp46 Miliar. Persoalan pun beragam mulai adanya pemotongan anggaran hingga laporan fiktif.

"Memang tidak terlalu besar dibandingkan total anggaran  yang jumlahnya triliun. Ini yang terungkap, tapi mungkin ada yang tidak terungkap. Bahwa potensi penyalahgunaan itu terjadi," ujarnya.

Tito menegaskan, kerjasama pengawasan dana desa tersebut bukan untuk mengintip  dan mencari-cari kesalahan kepala desa untuk ditangkap. Sebab ia mengakui, bahwa terdapat kesalahan kepala desa yang disebabkan oleh ketidaktahuan persoalan administrasi.

"Penegakan hukum adalah upaya terakhir, ketika itu dijadikan sengaja dan niat buruk. Untuk memberikan efek jera kepada yang lain," ujarnya.

Sebagai tahap awal, evaluasi kerjasama tersebut akan dilakukan pada pengawasan dana desa 2017 bulan Desember mendatang. Mulai tahun depan, evaluasi akan dilaksanakan per tiga bulan sekali.

"Saya akan berikan punishmen berat kalau ikut cawe-cawe. Bukan teguran, tapi pidanakan. Kapolda, Kapolsek, Kapolres, karirnya pasti berhenti, kita berikan sanksi tegas," ujarnya.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut disaksikan langsung oleh jajaran Kapolda seluruh Indonesia melalui konferensi video. Konferensi video tersebut juga sekaligus dalam rangka memberikan arahan terkait pencegahan, pengawasan, dan penanganan permasalahan dana desa, yang juga disaksikan oleh pemerintah dan  kabupaten.

Selain itu, pemerintah sejak tahun 2015 telah mengeluarkan anggaran dana desa sebesar Rp127 triliun. Dengan rincian dana yang disalurkan langsung ke desa ini sebesar Rp20,8 triliun di tahun 2015, Rp46,9 triliun di tahun 2016, dan Rp60 Triliun di tahun 2017. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Cerita, Nahdlatul Ulama, IMNU Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Pendiri NU dan Muhammadiyah Berguru ke Tremas

Kalangan pesantren pasti mengenal Pondok Pesantren Tremas. Paling tidak, ingat kepada sosok ulama Nusantara kaliber internasional yang bermukim dan wafat di Makkah, Syekh Mahfuzh Tremas. Namun, mungkin hanya sebagian orang yang mengetahui seluk-beluk, kisah-kisah, dan sepak terjang para kiainya yang lain. 

Kisah-kisah itu, itu kini didokumentasikan dalam Bunga Rampai dari Tremas; Dari Catatan Sejarah, Kisah Penuh Hikmah hingga Anekdot dan Cerita Khas yang Tak Terlupakan, buah karya Ahmad Muhammad. 

Buku itu ditulis dengan cuplikan-cuplikan dimulai dari riwayat singkat mencari ilmu hingga pendirian pesantren oleh Bagus Darso atau kemudian dikenal KH Abdul Manan hingga riwayat-riwayat para santri pesantren terkini, misalnya kesurupan jin. 

Pendiri NU dan Muhammadiyah Berguru ke Tremas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendiri NU dan Muhammadiyah Berguru ke Tremas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendiri NU dan Muhammadiyah Berguru ke Tremas

Kiai Abdul Manan merupakan generasi awal orang Nusantara yang menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Salah seorang gurunya pada waktu itu adalah Syekh Ibrahim Al-Bajuri. Sebelumnya, ketika di Nusantara, ia pernah nyantri di Pondok Pesantren Tegalsari, Ponorogo, semasa dengan Ronggo Warsito III. 

Kemudian setelah berguru ke berbagai tempat, Kiai Abdul Manan mendirikan pondok pesantren di Tremas. Di situlah ia mulai mengkader putra-putranya menjadi pemuka agama pilihan serta menggembleng para santri yang berdatangan. 

Pondok Pesantren Tegal

Buah dari kaderisasi itu, di kemudian hari, salah seorang cucu KH Abdul Manan, yaitu KH Mahfuzh Tremas, menjadi salah seorang ulama terkemuka di Makkah, menjadi guru pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Cucunya yang lain, KH Ahmad Dahlan menjadi guru pendiri Muhammadiyah yang memiliki nama kecil Muhammad Darwis, yang kemudian mengubah namanya menjadi KH Ahmad Dahlan.

KH Ahmad Dahlan memiliki murid KH Ahmad Dahlan ketika ia menjadi menantu KH Saleh Darat. Di pesantren itu pula KH Hasyim Asy’ari pernah menjadi santri.      

Tremas sebagai pusat 

Kiai Abdul Manan memiliki putra yaitu KH Abdullah yang menimba ilmu di Makkah. Kiai Abdullah memiliki putra empat yakni Syekh Mahfuzh Tremas, KH Ahmad Dahlan, KH Dimyathi, dan KH Abdurrazaq. Syekh Mahfuhz Tremas memiliki keturunan yang mendirikan pesantren Busytanu Usyaqil Qur’an di Betengan, Demak, Jawa Tengah. 

Pondok Pesantren Tegal

Sementara KH Ahmad Dahlan memilliki putra KH Ahmad Al-Hadi yang mendirikan Pondok Pesantren di Loloan, Jembrana, Bali, sekitar tahun 1930. Pesantren itu kemudian menjadi pelopor NU Bali sejak tahun 1934 (hal 17). 

Masa keemasan pondok Pesantren Tremas terjadi pada masa KH Dimyathi Abdullah 1894-1934. Dalam catatan KH Wahid Hasyim yang ditulis Abubakar Aceh pada buku Sejarah Hidup K.H.A.Wahid Hasyim dan Karangan Tersiar, KH Dimyathi hadir pada Muktamar NU kelima di Pekalongan pada 1930. 

Pada masa KH Dimyathi, santri Pondok Pesantren Tremas pernah mencapai 2000 orang lebih. Mereka berasal dari penjuru Nusantara, termasuk Malaysia dan Singapura (hal 27). 

Menurut buku itu, ada dua faktor yang menyebabkan Tremas pada masa KH Dimyathi disebut sebagai masa keemasan, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor yang pertama adalah keberhasilan kaderisasi dari dalam pesantren itu sendiri. Empat putra Kiai Abdullah saat itu menjadi ulama jempolan sehingga Tremas menjadi pusat tujuan para pecinta ilmu.  

Kedua, lahirnya Politik Etis penjajah Belanda. Saat itu, Belanda membuka sekolah-sekolah yang menerima murid dari pribumi. Namun, sekolah itu hanya menerima murid dari kalangan bangsawan. Sehingga anak-anak rakyat biasa menyalurkan pendidikan di pondok pesantren (hal 24-25). 

Karya Tulis

Karya tulis yang dilahirkan kiai-kiai Tremas menunjukkan penguasaan ilmu mereka yang luas dan mendalam. Contohnya Syekh Mahfuzh Tremas. Karyanya yang terdokumentasi ada sekitar 20 kitab. Kitab-kitab itu menjadi rujukan di Timur Tengah dan Afrika Utara. 

Kiai lain yang memiliki karya tulis adalah adiknya Syekh Mahafudz Tremas, KH Ahmad Dahlan. Ia dikenal ahli falak sehingga hal itu melekat menjadi nama belakangnya. 

Dan tentu saja ada karya-karya lain, termasuk buku ini yang merupakan cucu dari KH Abddurozaq, serta kisah yang layak dibaca oleh kalangan pesantren untuk berkaca dengan kisahnya sendiri di pesantren masing-masing. Selamat membaca

Judul : Bunga Rampai dari Tremas; Dari Catatan Sejarah, Kisah Penuh Hikmah                              hingga Anekdot dan Cerita Khas yang Tak Terlupakan 

Penulis : Ahmad Muhammad

Penerbit         : Phoenix Publisher

Cetakan : Pertama, 2017

ISBN : 978-602-5416-12-5

Peresensi : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Nahdlatul Ulama, Pesantren, Nusantara Pondok Pesantren Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Komnas Haji Desak Penghapusan Ibadah Haji Khusus

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Komnas Haji menilai Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus menegaskan jurang lebar antara si kaya dan si miskin. Dengan menyetor dana sebesar Rp.80-100 juta, calon jamaah haji khusus memangkas waktu antrean dari 10-20 tahun menjadi 3 tahun waktu tunggu. Kemenag RI karenanya harus menghentikan praktik diskriminasi ini.

Komnas Haji Desak Penghapusan Ibadah Haji Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
Komnas Haji Desak Penghapusan Ibadah Haji Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

Komnas Haji Desak Penghapusan Ibadah Haji Khusus

Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj menyebutkan data 2013 PIHK menghabiskan kuota sebesar 13 ribu jamaah haji 2013. “Kuota haji khusus itu sangat tidak adil karena terlalu besar dan tidak jelas dasar pertimbangannya,” ujar Mustolih kepada Pondok Pesantren Tegal, Ahad (6/9) siang.

Sementara calon jamaah haji reguler hanya memegang uang pas-pasan. Mereka menyetorkan uang sebesar Rp. 30 juta dengan waktu tunggu 10-20 tahun. Mostolih menyayangkan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji Kemenag RI yang ditentukan atas dasar tebal-tipisnya kocek jamaah.

Pondok Pesantren Tegal

“Lalu apa bedanya ibadah perjalanan menuju rumah Allah dengan perjalanan wisata biasa pada umumnya?” Mustolih menegaskan.

Pondok Pesantren Tegal

Kementerian Agama RI, Mustolih manambahkan, lebih baik menghapus kuota kelas premium ini sehingga kedudukan jamaah sejajar dalam hal pelayanan dan waktu tunggu. Pihak Kemenag RI juga harus meningkatkan layanan yang prima bagi jamaah.

“Kaya dan miskin harus sama-sama antre, tidak boleh dibedakan,” tandas Mustolih. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Diiringi Shalawat, Kiai Said Resmi Lantik PP Muslimat NU 2016-2021

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Shalawat menggema mengiringi pelantikan Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Selasa (28/3) di Masjid Istiqlal Jakarta. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang melantik para pengurus bangga terhadap tradisi baru yang dilakukan oleh Muslimat NU.

Diiringi Shalawat, Kiai Said Resmi Lantik PP Muslimat NU 2016-2021 (Sumber Gambar : Nu Online)
Diiringi Shalawat, Kiai Said Resmi Lantik PP Muslimat NU 2016-2021 (Sumber Gambar : Nu Online)

Diiringi Shalawat, Kiai Said Resmi Lantik PP Muslimat NU 2016-2021

“Membaca shalawat dalam pelantikan adalah tradisi baik. Muslimat NU mengawalinya. Hal ini menjadi contoh bagi para pengurus lembaga dan banom NU yang lain,” ujar Kiai Said sesaat setelah melantik PP Muslimat NU.

Dalam pembacaan janji dan sumpah pelantikan, Kiai Said menegaskan sejumlah hal terkait loyalitas dan komitmen para pengurus dalam menggerakkan organisasi.

“Apakah ibu-ibu siap untuk menjadi pengurus PP Muslimat NU?” tanya Kiai Said. Pertanyaan ini dijawab tegas dan lantang oleh Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawnasa dibarengi para pengurus lain.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini juga memberikan penegasan kepada para pengurus agar senantiasa setia menjaga NKRI, menjaga bangsa dan negara, menegakkan Ahslussunnah wal Jamaah (Aswaja), serta menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

Pondok Pesantren Tegal

Dalam kegiatan yang juga dirangkai dengan peringatan Harlah ke-71 dan dihadiri oleh sekitar 23.000 kader Muslimat NU ini, hadir Menko PMK Puan Maharani, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, dan Nyai Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Budaya, Warta, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

PMII: Percepat Pembangunan di Papua

Jayapura, Pondok Pesantren Tegal. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menyerukan supaya pemerintah Republik Indonesia mempercepat pembangunan di Papua.

PMII: Percepat Pembangunan di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII: Percepat Pembangunan di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII: Percepat Pembangunan di Papua

Hal tersebut dinyatakana Ketua Umum PB PMII Addin Jauharuddin saat konfrensi pers yang digelar di Hotel Sentani Jayapura, Selasa (11/12).

Menurutnya, selama ini kita juga merasakan ketidakadilan ekonomi di bumi cendrawasih, disparitas pembangunan sangat tidak merata. “Kami mendesak pada pemerintah untuk serius dalam memberikan kesejahteraan pada saudara-saudara kita di papua,” tegas Addin seperti dilaporkan Zaen Muhammad dari Papua.

Pondok Pesantren Tegal

Addin Menambahkan, Papua salah satu halaman depan NKRI. Kalau tidak ada Papua, maka tidak ada Indonesia. Sebagai halaman depan seharusnya terlihat elok, terlihat kemajuan yang nyata tidak timpang seperti yang terjadi sekarang ini.

PB PMII sedang menggelar Musyawarah pimpinan nasional (Muspimnas) dengan tema “Tata peradapan baru; membangun bangsa dari Papua”. Rangkaian kegiatannya dari tanggal 11 sampai 16 Desember antara lain dialog nasional, bakti sosial dan haul Gus Dur. Kegiatan tersebut diikuti oleh PKC dan Cabang PMII Se-Indonesia.

Pondok Pesantren Tegal

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Zaen Muhammad

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Nahdlatul Ulama, Ubudiyah, Makam Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

GP Ansor NTT Kecam Keras Pelaku Pemboman Gereja Oikomene HKBP Samarinda

Kupang, Pondok Pesantren Tegal - Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Nusa Tenggara Tenggara Timur (NTT), mengutuk keras pelaku pemboman gereja? pada Ahad tanggal 13 Nopember 2016 sekitar pukul 10.00 wita bertempat di Gereja? Oikumene HKBP Jalan Cipto Mangun Kusumo Kelurahan Sengkotek Kecamatan Loa Janan Ilir Samarinda Kaltim.

"Kami minta kutuk keras pelaku dan bila perlu penjara seumur hidup. Sebab tindakan itu tidak berkemanusiaan, tidak berkeadalian serta benar-benar hilang dari rasa persaudaraan sesama bangsa," kata Ketua GP Ansor NTT Abdul Muis, Ahad (13/11).

GP Ansor NTT Kecam Keras Pelaku Pemboman Gereja Oikomene HKBP Samarinda (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor NTT Kecam Keras Pelaku Pemboman Gereja Oikomene HKBP Samarinda (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor NTT Kecam Keras Pelaku Pemboman Gereja Oikomene HKBP Samarinda

Menurut Muis, jika pelaku sudah ditangkap pihak berwajib, harus segera diproses secara hokum. Aparat hukum harus mampu membongkar semua sistem atau kelompok yang dianggap radikal yang memiliki strategis untuk menghancurkan kerukunan di Indonesia.

Tindakan yang dilakukan pelaku itu, kata Muis, benar-benar mencederai persendian kerukunan yang sudah dibangun sekian lama sejak Indonesia merdeka.

Pondok Pesantren Tegal

GP Ansor NTT minta penegak hukum memproses pelaku seberat-beratnya agar bisa memberikan efek jera kepada kelompok-kelompok yang berkeinginan mengganggu kebinekaan kita.

Pondok Pesantren Tegal

“Kami minta kepada Bapak Presiden Jokowi mendorong penegak hukum dan Kapolri semoga bisa menelusuri motif pemboman.”

Sementara Sekretaris GP Ansor NTT Ajhar Jowe menduga kasus pemboman di gereja Oikamene bermotif anti agama lain. “Dengan adanya aksi-aksi seperti itu perlu kita waspada. Jika ditemukan orang yang diduga, segera kita laporkan ke pihak yang berwajib.” (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Hadits, Nahdlatul Ulama, Quote Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Mbah Wahab, Peletak Kesadaran Nasionalisme di Kalangan Pesantren

Surabaya, Pondok Pesantren Tegal. KH Abdul Wahab Hasbullah yang lazim dikenal Mbah Wahab, ialah sosok yang mula-mula menanamkan kesadaran kolektif di kalangan pesantren dalam melawan penjajah. Karena, nalar perlawanan secara kolektif inilah yang sangat dibutuhkan ketika itu.

Mbah Wahab, Peletak Kesadaran Nasionalisme di Kalangan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Wahab, Peletak Kesadaran Nasionalisme di Kalangan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Wahab, Peletak Kesadaran Nasionalisme di Kalangan Pesantren

Demikian dilontarkan Wakil Ketua PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur Ainul Yakin saat menjadi pembicara dalam acara Menakar Nasionalisme Pemuda Islam melalui Kancah Pemilu 2014 yang diselenggarakan DPW Gemasaba Jawa Timur, di Wisma Bahagia Surabaya, Ahad (26/1) sore.

Nasionalisme sebagai gerakan perlawanan terhadap penjajah, hadir di paruh pertama abad 20 dengan sejumlah organisasi modern seperti Budi Utomo, Syarikat Islam (SI), NU dan lainnya, jelas Yakin.

Pondok Pesantren Tegal

"Pendirian NU sendiri sebenarnya diawali anak-anak mudanya. Dan Mbah Wahab menjadi motor kesadaran kolektif di kalangan pesantren yang kemudian berdiri NU," tegas Yakin yang mantan PKC PMII Jatim.

Pondok Pesantren Tegal

Sebelumnya, sambung Yakin, kesadaran melawan sebenarnya sudah ada. Hanya saja nalar perlawanan belum menjadi kesadaran kolektif masyarakat dan terorganisir dengan baik.

Saat itu perlawanan muncul secara sporadis dan bersifat lokal. “Sehingga, kekuatan perlawanan tidak begitu dahsyat untuk memukul mundur penjajah secara keseluruhan,” lanjut Yakin.

Sementara Nasionalisme itu terkait dengan kesadaran kolektif. Yakni, kesadaran untuk merdeka, melawan penjajah, berdaulat, mandiri, dalam naungan satu negara dan bangsa, tandas Yakin di hadapan sedikitnya seratus peserta dialog interaktif.

Selain Yakin, seorang narasumber dialog Suyitno menunjuk salah satu medan perjuangan pemuda saat ini pada penguasaan teknologi informasi. "Itu cara lain untuk melakukan gerakan-gerakan perubahan yang penting juga dilakukan pemuda Islam," tegasnya. (Abdul Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Nahdlatul Ulama, Tegal Pondok Pesantren Tegal