Senin, 26 Desember 2016

LD PBNU Kalbar Resmi Dikukuhkan

Pontianak, Pondok Pesantren Tegal. Pengurus Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) Kalimantan Barat resmi dilantik Rabu, (15/11) pagi bertempat di Hotel Dangau Pontianak. Acara ini dirangkai dengan halaqah kebangsaan serta peresmian secara simbolis kantor Sekretariat LD PBNU Kalimantan Barat yang terletak di Desa Arang Limbung Kabupaten Kubu Raya.

Halaqah kebangsaan ini dimaksudkan  untuk menegaskan keutuhan NKRI adalah sesuatu yang substansi. NU hendaknya senantiasa berperan menjaga Islam wasatiyah di tengah-tengah hegemoni pergulatan ideologi serta menjaga netralitas.

Ketua LD PBNU Kalimantan Barat, Saifuddin Herlambang mengatakan LD PBNU Kalbar akan menyediakan lahan sebagai sarana dakwah NU Kallbar.

LD PBNU Kalbar Resmi Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
LD PBNU Kalbar Resmi Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

LD PBNU Kalbar Resmi Dikukuhkan

"Kita juga berencana membuat pesantren teknik LDNU serta mengaktifkan pengurus LDNU di tingkat cabang," tambahnya.

Selain itu, pelatihan dai cyber serta pelatihan kader dakwah yang akan melibatkan para dai dai Nahdiyin di Kalimantan Barat akan digelar dalam waktu dekat.

Pondok Pesantren Tegal

"Kami mohon dukungan kepada segenap komponen dalam rangka terselenggaranya rencana kegiatan ini," lanjut pria lulusan doktoral bidang Tafsir UIN Jakarta.

Sekda Kubu Raya H. Odang Prasetyo menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada LD PBNU Kalbar yang telah memilih Kubu Raya sebagai salah satu lokasi pusat kegiatannya.

Pondok Pesantren Tegal

"LD PBNU dan Pemerintah Kubu Raya harus ada sinergi karena mayoritas penduduk di Kabupaten Kubu Raya adalah Nahdiyin," ungkap Odang.

Dikatakan Odang, LD PBNU adalah salah satu lembaga yang punya tugas dan tanggung jawab menjaga hubungan baik antara Islam dan kebangsaan.

"Hendaknya kegiatan halaqah kebangsaan menjadi sarana mewujudkan terciptanya kedamaian dan kerukunan antar sesama ," harapnya.

Rais Syuriah PWNU Kalbar H. Syahrul Yadi mengatakan, akhir akhir ini trend NU Kalimantan Barat mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan mulai bergeraknya pengurus lembaga termasuk LD PBNU.

"Melalui LD PBNU mewarisi semangat dakwah Nabi juga bisa berkiprah dan berkontribusi dalam mengembangkan NU di Kalimantan Barat. LD PBNU adalah ruh dakwah di NU," tegasnya. 

Menurut Kiai Syahrul Kalimantan Barat mempunyai modal besar yakni masyarakat Muslim di Kalimantan barat rata-rata berkultur NU.

"Ini tentu adalah modal dasar yang bisa digarap oleh LD PBNU. Selain itu modal spirit serta dukungan masyarakat Kalimantan Barat terhadap kehadiran NU sangat besar," tambah dia. 

LD PBNU juga memiliki pekerjaan besar khususnya dalam mengatasi fenomena terkikisnya amaliyah-amaliah NU di  masyarakat. LD PBNU harus terlibat aktif dalam menjaga kesepakatan permanen bersama pemerintah yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, serta NKRI.

Sementara itu, KH Maman Imanul Haq menyampaikan beberapa hal terkait prinsip dakwah. Mengutip QS an Nahl 125 Kiai Maman mengatakan berdakwah dilakukan dengan mengajak, bukan mengejek; merangkul, bukan nyinyir.

"Orientasi dakwah kita adalah kepada jalan Tuhan (sabilillah robbika) yang penuh dengan hikmah," tandas Kiai Maman.

Ia menekankan LD PBNU juga harus terlibat dalam dakwah yang menyasar generasi milenial.

"Karena generasi milenial adalah generasi muda yang rasional. Kita perlu mengubah mindset dakwah kita," pungkasnya. (Ahmad Fauzi Muliji/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal IMNU, Cerita Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 25 Desember 2016

Mahasiswa Inzah Genggong Dididik Jadi Pelopor Kajian Aswaja

Probolinggo, Pondok Pesantren Tegal - Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan (Inzah) Genggong Kraksaan Kabupaten Probolinggo saat ini memiliki tiga Fakultas dengan 10 Program Studi (Prodi). Semua fakultas mengarah pada pembentukan sarjana yang mendorong terwujudnya Mabadi’ Khairu Ummah.

Di antaranya Fakultas Tarbiyah dengan enam prodi, Prodi Pendidikan Agama Islam (PBA), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Raudlatul Athfal (PGRA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Manajemen Islam (PMI) dan Akhlak Tasawuf (AT).

Mahasiswa Inzah Genggong Dididik Jadi Pelopor Kajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Inzah Genggong Dididik Jadi Pelopor Kajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Inzah Genggong Dididik Jadi Pelopor Kajian Aswaja

Fakultas Syariah dengan dua prodi, Perbandingan Madzhab (PM) dan Prodi Ahwal Syakhsiyah (AS) atau hukum keluarga. Sementara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam memiliki dua prodi, Prodi Ekonomi Syari’ah (ES) dan Perbankan Syari’ah (PS).

Sebagai pengembangan prodi dan perluasan akses keilmuan kepada masyarakat, Inzah akan mengajukan beberapa prodi umum seperti Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Matematika, IPA dan IPS. Serta program pascasarjana (S2) yang terkonsentrasi pada prodi Menajemen Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam.

Pondok Pesantren Tegal

“Selain itu, arah pengembangan ke depan, orientasinya pada penampilan fisik, personalia, peningkatan pelayanan dan prestasi. Sehingga, Inzah jadi kampus yang memiliki identitas kampus Khairu Ummah dan mahasiswa dididik jadi pelopor Khairu Ummah,” ujar Rektor Inzah Genggong DR H Abd Aziz Wahab, Kamis (21/1).

Pondok Pesantren Tegal

Menurutnya, terkait dengan khairu ummah, mahasiswa dididik menjadi pelopor kajian Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dengan mengamalkan aqidah, syariat, dan akhlak seperti ulama NU dan ulama pesantren.

“Khairu ummah adalah manusia terbaik dalam kehidupan bermasyarakat. Artinya,? setelah menyandang gelar sarjana, alumni bisa menjadi seorang intelektual, ilmuwan, praktisi dan profesional yang saleh. Indikatornya, dengan menyandang gelar sarjana apa pun, mahasiswa bisa menghambakan diri secara maksimal kepada Allah SWT, diri sendiri, taat kepada agama dan memiliki tanggung jawab terhadap sesama.” katanya.

Pria yang juga Kepala Biro Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong itu mengatakan, untuk membentuk pelopor khairu ummah mahasiswa digembleng melalui forum kajian selama menempuh bangku kuliah. Forum kajian itu di antaranya kajian Aswaja yang dilaksanakan oleh Aswaja Center NU kampus secara berkala. Pada kajian Aswaja itu mahasiswa terbaik akan ditugaskan mengabdi di masyarakat.

“Di sini juga ada forum kajian bahasa melalui pusat studi bahasa Arab dan bahasa Inggris yang dilaksanakan dengan sistem SKS dan non SKS selama 1 tahun atau dua semester. Yang berprestasi akan ditugaskan mengabdi di pesantren untuk mengajar Bahasa Arab dan Bahasa Inggris selama satu bulan. Tahun kemarin ada 20 pesantren. Tahun ini ada peningkatan, 40 pesantren,” ungkapnya.

Pada akhir semester empat mahasiswa selama sebulan digembleng di pusat studi kajian kitab kuning dan Al-Qur’an dengan metode Amtsilaty (baca cepat). Juga metode baca kitab Ibtida’i (pemula) dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa.

Menurutnya, ada juga pusat studi Asmaul Husna, bimbingan Al Qur’an dengan metode Qur’aniyah. Serta pembinaan kewirausahaan dengan membentuk beberapa kelompok Pos Daya berbasis masjid yang bekerjasama dengan masyarakat yang dilaksanakan pada semester tujuh.

“Materinya kewirausahaan dan penanaman aqidah Aswaja dan cinta negara. Untuk kewirausahaan bersama masyarakat, mahasiswa telah berhasil membuat produk krupuk ikan, pertanian, aneka kerajinan tangan dan lain lain,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Bahtsul Masail, IMNU, Pertandingan Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 24 Desember 2016

Doa Basuh Kaki Kiri saat Wudhu

Kaki kiri adalah anggota tubuh terakhir yang dibasuh saat berwudhu. Meratakan air ke seluruh bagiannya minimal dari ujung kuku hingga atas mata kaki merupakan sebuah keharusan. Doa berikut ini dianjurkan dibaca saat membasuh kaki kiri saat berwudhu.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Basuh Kaki Kiri saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Basuh Kaki Kiri saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Basuh Kaki Kiri saat Wudhu

Allâhumma innî a‘ûdzubika an tazilla qadamayya ‘alas shirâti yauma tazillu aqdâmul munâfiqîna fin nâri.

Pondok Pesantren Tegal

Artinya, “Wahai Tuhanku, aku berlindung kepadamu dari jatuhnya dua kakiku di atas shirath pada hari berjatuhan kaki semua orang-orang munafiq di dalam neraka,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Alhafiz K)

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Sholawat, Meme Islam Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 21 Desember 2016

Dakwah Aswaja di Kampus Harus Kian Diintensifkan

Surabaya, Pondok Pesantren Tegal. Dalam pandangan sejumlah kalangan, perkembangan gerakan Islam ekstrim telah demikian meresahkan, termasuk di kampus. Mereka yang awalnya dididik di lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama, ternyata ketika kuliah justru menjadi penentang. Karenanya dakwah Aswaja di lingkungan perguruan tinggi harus kian diintensifkan.

Setidaknya inilah yang diingatkan KH Abdurrahman Navis saat memberikan sambutan pada halaqah mahasiswa kader Aswaja di Kantor PWNU Jatim, jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya. ? "Kendati telah lama belajar di sekolah NU, tidak ada jaminan ketika kuliah bisa tetap bertahan dengan Aswaja an-Nahdliyah," kata Kiai Navis, Ahad (5/3) pagi.

Dakwah Aswaja di Kampus Harus Kian Diintensifkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Aswaja di Kampus Harus Kian Diintensifkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Aswaja di Kampus Harus Kian Diintensifkan

Direktur Aswaja NU Center PWNU Jatim tersebut kemudian menceritakan sebuah kasus yang menimpa salah seorang mahasiswa yang sejak pendidikan dasar dituntaskan di madrasah. "Akan tetapi saat dua tahun kuliah, ternyata keyakinannya berubah," tandas Wakil Ketua PWNU Jatim ini.?

Hal tersebut dapat terjadi lantaran yang bersangkutan salah dalam memilih teman dan pergaulan. "Bayangkan, ditempa selama lebih dari 12 tahun di lembaga pendidikan NU, ternyata 2 tahun bisa berubah," kisahnya.

Sadar dengan kian beratnya dakwah Aswaja di lingkungan perguruan tinggi, Aswaja NU Center Jatim menyelenggarakan kegiatan halaqah untuk kalangan mahasiswa. "Yang kami undang juga mahasiswa dari kampus umum lantaran intensitas dakwah non Aswaja sangat mengkhawatirkan," kata dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Pondok Pesantren Tegal

Kiai Navis berharap, dari kegiatan halaqah nantinya akan ditemukan sinergi sekaligus strategi baru demi meneguhkan paham Aswaja di lingkungan mahasiswa dan kampus. "Karenanya mohon para peserta bersabar dan mengikuti kegiatan hingga rampung agar ditemukan strategi terbaik," tandas pengasuh Pesantren Nurul Huda Surabaya tersebut.

Pada kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini menghadirkan narasumber yakni Pembantu Rektor III Universitas Airlangga Surabaya, H Mochammad Amir Alamsjah. Juga Ketua PW Lembaga Perguruan Tinggi NU Jatim, Babun Suharto, serta dosen ITS Muhammad Mashuri. Kegiatan ini dipandu oleh Ustadz Fathul Qodir. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal Khutbah, Kajian Pondok Pesantren Tegal

Senin, 19 Desember 2016

Aktifitas Kiai Marzuki Tak Terganggu Pengaduan MTA

Jombang, Pondok Pesantren Tegal. Laporan kelompok garis keras yang menamakan diri Majelis Tafsir Alquran (MTA) ke Bareskrim Mabes Polri tidak membuat nyali KH Marzuki Mustamar ciut. Pengasuh Pondok Pesantren "Sabilur Rosyad" Malang yang juga Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang ini tetap mengisi pengajian sebagaimana biasa.

Aktifitas Kiai Marzuki Tak Terganggu Pengaduan MTA (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktifitas Kiai Marzuki Tak Terganggu Pengaduan MTA (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktifitas Kiai Marzuki Tak Terganggu Pengaduan MTA

Kiai Marzuki Mustamar mengaku tidak keder dengan laporan MTA atas isi ceramahnya yang dinilai melecehkan Ormas MTA dan seorang pengurusnya. Sejauh ini, ujar dia, laporan MTA tidak berimbas apapun pada aktifitasnya sebagai dai dan ulama.

"Dilaporkan atau tidak saya akan tetap ngaji. Dimana saya dibutuhkan untuk ngaji, disitu saya akan hadir untuk ngaji," ujar KH Marzuki usai mengisi ceramah di acara wisuda MTsN Tambakberas, Selasa (18/6/2013).

Pondok Pesantren Tegal

Ketua PCNU Kota Malang ini mengaku tidak mempersiapkan apapun untuk menghadapi laporan MTA ke Mabes Polri. Bagi Kiai Marzuki, berdakwah tentang ajaran islam dan melayani umat lebih penting daripada meladeni laporan MTA.

"Saya tidak mempersiapkan apapun untuk menghadapi laporan itu. Saya masih tetap konsen ngaji demi umat," katanya.

Pondok Pesantren Tegal

Terkait dengan reaksi sejumlah elemen NU dan warga Nahdliyin yang siap melakukan pembelaan dengan segala cara bahkan sampai rela mati, KH. Marzuki meminta apa yang menimpa dirinya sekarang ini tidak ditanggapi berlebihan. 

"Jangan sampai direaksi dengan fisik. Saya minta seluruh komponen menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Sebab para ulama kita sudah keluar banyak darah untuk mempertahankan ini," tandas dia. 

Seperti diwartakan, KH Marzuki Mustamar dilaporkan ke Mabes Polri oleh ormas MTA terkait poin ceramah pada acara Haflah Akhirussanah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang pada 2011 lalu yang menerangkan tentang MTA yang berpusat di Solo. 

Kiai Marzuki dilaporkan dengan tudingan berlapis yakni penyebar fitnah, pencemaran nama baik, institusi dan pribadi. Isi ceramah Kiai Marzuki juga dinilai menyebabkan perasaan tidak nyaman serta ada dugaan pelanggaran Undang Undang TIK dengan ancaman 6 tahun penjara.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Ulama, Makam Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 16 Desember 2016

Pandangan Mbah Maimoen soal Fenomena Belajar Islam dari Terjemah dan Internet

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Tidak terpungkiri, saat ini tidak sedikit Muslim yang belajar Islam melalui karya terjemahan dan internet. Hal ini turut mempengaruhi karakter Muslim tersebut dalam memahami Islam sehingga menjadi perhatian tersendiri bagi Mustasyar PBNU, KH Maimoen Zubair.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah ini menilai bahwa zaman sekarang memang sudah berubah. Banyak orang yang sudah masuk pada era terjemah. Banyak orang paham Islam lewat terjemah, malah terkadang orang yang hafal Al-Qur’an tidak tahu artinya.

Pandangan Mbah Maimoen soal Fenomena Belajar Islam dari Terjemah dan Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Pandangan Mbah Maimoen soal Fenomena Belajar Islam dari Terjemah dan Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Pandangan Mbah Maimoen soal Fenomena Belajar Islam dari Terjemah dan Internet

“Dulu kalau ada orang hafal Al-Qur’an itu pasti orang alim,” ujar Mbah Maimoen seperti dilansir Majalah Nahdlatul Ulama AULA edisi 11/Tahun XXXVIII/November 2016, halaman 41.

Fenomena belajar dari terjemah dan internet menurut Mbah Maimoen memberikan pelajaran bahwa masyarakat harus tahu mana yang baik dan tidak. Jangan berkiblat dari terjemah Al-Qur’an atau terjemah kitab, apalagi pada internet yang tak jelas referensinya.

Pondok Pesantren Tegal

Kiai kelahiran Rembang 28 Oktober 1928 ini juga mengingatkan bahwa saat ini sudah memasuki akhir zaman. Orang Islam pintar-pintar karena pakai huruf latin atau terjemah. Menurutnya, jarang sekali bahkan tidak ada orang yang menulis skripsi dengan Bahasa Arab, andalannya selalu huruf latin.

“Semua itu sudah digambarkan sebelum manusia diciptakan. Jika tidak mengikuti segala aturan qadla Allah, maka cari Tuhan yang lain. Kita harus bisa menyesuaikan. Yang baru harus kita terima, tapi yang dulu harus kita pertahankan,” tandas kiai sepuh berumur 88 tahun ini. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal Hadits, Berita, Kyai Pondok Pesantren Tegal

PBNU Instruksikan Konsolidasi Internal Kepengurusan

Samarinda, Pondok Pesantren Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj didampingi beberapa pengurus harian selama dua hari kemarin, 13-14 April 2012, menghadiri rapat koordinasi dari empat lembaga di dua tempat yang berbeda.

PBNU Instruksikan Konsolidasi Internal Kepengurusan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Instruksikan Konsolidasi Internal Kepengurusan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Instruksikan Konsolidasi Internal Kepengurusan

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU), Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU), dan Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBHNU) di Samarinda, Kalimantan Timur. Sementara Rakornas Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) digelar di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, JawaTimur.

Saat memberikan arahan pada pembukaan Rakornas di Samarinda, Jum’at (13/4), Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengamanatkan agar para pengurus NU se-Indonesia melakukan konsolidasi internal kepengurusan.

Pondok Pesantren Tegal

“Saya rekomendasikan agar semua jajaran pengurus, baik tingkat ranting (PR), MWC, PC, dan PW melakukan konsolidasi. Data nama-nama pengurus, mohon kirim ke PBNU. Ini tahap awal membenahi administrasi kepengurusan NU se-Indonesia,” harap Kiai Said.

Pondok Pesantren Tegal

“Kita harus tetap optimis bahwa NU akan selalu maju hingga akhir masa,” tandasnya yang direspon positif oleh hadirin. Tepuk tangan pun menggema, menambah semaraknya acara NU di Hotel ternama di Kalimantan Timur.

Sementara Ketua PBNU Saifullah Yusuf saat membuka Rakornas LKNU di Jombang, Jum’at (13/4), memimta Rakornas LKNU merumuskan tata pengelolaan lembaga kesehatan di bawah naungan NU agar lebih baik. Diharapkan NU dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik untuk warganya, dan juga untuk masyarakat umum.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam, Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Warta, News, Kajian Pondok Pesantren Tegal