Minggu, 07 Desember 2014

Kembangkan Pengetahuan Aswaja Lewat TTS

Solo, Pondok Pesantren Tegal. Berawal dari hobi mengisi TTS (Teka Teki Silang), Kang Zubad berpikir mengapa begitu jarang TTS yang mengasah pengetahuan tentang agama. Dari hal itulah, santri asal Subang tersebut kemudian memiliki ide untuk membuat TaksiNU (Teka Teka Silang NU).

“Isinya kebanyakan tentang sejarah NU,” terang alumni Pesantren Al Hikam Malang ini, saat ditemui di kediamannya di daerah Laweyan Solo, Ahad, (25/8).

Kembangkan Pengetahuan Aswaja Lewat TTS (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Pengetahuan Aswaja Lewat TTS (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Pengetahuan Aswaja Lewat TTS

Menurutnya orang juga bisa belajar Aswaja dan NU melalui permainan, “Jadi memahaminya tidak mesti lewat buku yang serius,” Pengetahuan seperti nama para tokoh NU, singkatan, pesantren, dan hal yang berkaitan dengan keaswajaan dikemas dalam bentuk permainan TTS.

Pondok Pesantren Tegal

Rencananya buku edukasi Aswaja ini akan dibuat sebanyak 9 jilid. “Saat ini baru dalam bentuk PDF, belum kami bukukan,” ungkapnya.

Pondok Pesantren Tegal

Pria yang hobi menulis ini mengaku belum tertarik untuk mengkomersilkannya. “Ya, baru sekedar untuk iseng memenuhi hobi pribadi. Pernah juga ada yang memesan, belum lama ini salah satunya dari IPNU Kab. Malang,” katanya.

Melalui TTS ini, Zubad mengatakan warga Nahdliyyin pada khususnya bisa bermain sekaligus belajar tentang ke-NU-an, “diharapkan mereka bisa memahami apa itu NU beserta pernak-perniknya secara sederhana,” pungkasnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Meme Islam, Fragmen, Ulama Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 05 Desember 2014

Gusdurian Jakarta Putar Film “Jalan Dakwah Pesantren”

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Awal pekan pada November ini, Gusdurian Jakarta kembali menyelenggarakan kegiatan Forum Jumat Pertama. Kegiatan ini digelar di Aula Griya Gus Dur, Jalan Taman Amir Hamzah, Matraman, Jakarta Pusat, Jumat (4/11) malam.

Gusdurian Jakarta Putar Film “Jalan Dakwah Pesantren” (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Jakarta Putar Film “Jalan Dakwah Pesantren” (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Jakarta Putar Film “Jalan Dakwah Pesantren”

Hadir sebagai pembicara Ahmad Ginanjar Sya’ban (Direktur Pusat Studi Islam Nusantara STAINU Jakarta), Najib Burhani (intelektual Muhammadiyah), Yuda Kurniawan (sutradara film), dan Hamzah Sahal (periset film).

Sebagai pembuka acara, para peserta disuguhkan sebuah tayangan film dokumenter berdurasi sekitar 37 menit, yang berjudul “Jalan Dakwah Pesantren”. Dalam film tersebut, dikisahkan sejarah panjang lembaga pendidikan berciri khas keagamaan yang lekat dengan lokalitas dan beragam tradisi serta budaya di Indonesia bernama pondok pesantren.

“Film ini perlu untuk terus disebarkan, bahkan perlu untuk diterjemahkan ke berbagai bahasa. Bahwa ada lembaga pendidikan yang tidak hanya ajarkan karakter, akan tetapi juga warisan ilmu pengetahuan,” tutur Ginanjar Sya’ban.

Sementara itu, Yuda Kurniawan, mengungkapkan film garapannya ini akan diputar di 28 titik. Sebelumnya, film yang diproduksi Kementerian Agama RI, Rekam Docs, dan 1926 ini telah diputar dan menjadi bahan diskusi keliling Pulau Jawa di puluhan pondok pesantren, kampus, dan kantong-kantong pergerakan.

Pondok Pesantren Tegal

“Harapannya kita bisa diskusikan bersama, bagaimana soal dunia pesantren, lewat pemutaran film ini,” kata dia.

Salah satu peserta forum, Wawan, mengapresiasi pemutaran film ini. Menurutnya, dunia pesantren yang terkesan tradisonal, bisa dikenalkan kepada dunia melalui sebuah wajah teknologi modern, yakni film. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal IMNU, Hadits Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 28 November 2014

Warga Pengging Gelar Sebaran Apem Keong Mas

Boyolali, Pondok Pesantren Tegal. Di setiap bulan shafar atau sapar, masyarakat Pengging Boyolali Jawa Tengah menggelar tradisi Sebaran Apem Keong Mas, yang dihelat di kompleks Masjid Cipto Mulyo dan Pasar Pengging, Seperti yang terlhat pada, Jumat (27/12), ribuan orang dari yang datang dari berbagai daerah, berebut untuk mendapatkan apem.

Tradisi ini, konon berhubungan dengan kisah di zaman pujangga kraton Yosodipuro I, kala itu masyarakat mengeluhkan serangan hama keong mas dan tikus yang mengakibatkan gagal panen. Oleh Yosodipuro, petani diminta untuk memasak hama keong mas dengan cara dikukus dan dibungkus dengan janur. Sejak saat itu, hama keong mas menghilang dan petani kembali bisa menikmati panen.

Warga Pengging Gelar Sebaran Apem Keong Mas (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Pengging Gelar Sebaran Apem Keong Mas (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Pengging Gelar Sebaran Apem Keong Mas

Salah satu panitia yang ditemui Pondok Pesantren Tegal, Timboel mengatakan, penyelenggaraan Sebaran Apem Keong Mas ini, baru digelar secara meriah sejak 8 tahun yang lalu. “Acara Saparan Pengging ini baru dimulai sekitar tahun 2005 lalu,” terangnya.

Pondok Pesantren Tegal

Dijelaskan oleh Timboel tentang prosesi acaranya. Apem-apem kecil, yang semalam sebelumnya telah didoakan di Makam Yosodipuro, kemudian esok harinya apem-apem tersebut diletakkan dalam  dua gunungan untuk dikirab mulai dari Kantor Kecamatan Banyudono menuju Masjid Cipto Mulyo dan Pasar.

Dan acara sebaran pun dimulai, para petugas dari atas panggung mengambil apem-apem dari gunungan untuk disebarkan ke warga, dengan cara dilempar. Tak pelak, ribuan warga yang berkumpul di bawah panggung pun saling berebut untuk mendapatkan apem.

Pondok Pesantren Tegal

Wakil Bupati Boyolali, Agus Purmanto, menerangkan inti dari tradisi ini adalah kebersamaan untuk bersama-sama berkumpul. “Dimana saat itu, Yosodipura menggunakan tradisi sebaran apem kukus keong mas untuk berdakwah, agar masyarakat bisa hidup damai,” terangnya. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Budaya, Aswaja, Tegal Pondok Pesantren Tegal

Senin, 17 November 2014

Loket Pendaftaran Mudik Bareng PBNU Dipadati Peminat

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Lembaga Takmir Masjid PBNU kembali membuka pendaftaran Rombongan Mudik Bareng PBNU hari ini, Senin (7/7) pagi di masjid An-Nahdlah PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat. Para pendaftar tampak antre untuk mendapatkan tiket dari 15 bus rombongan mudik untuk tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Loket Pendaftaran Mudik Bareng PBNU Dipadati Peminat (Sumber Gambar : Nu Online)
Loket Pendaftaran Mudik Bareng PBNU Dipadati Peminat (Sumber Gambar : Nu Online)

Loket Pendaftaran Mudik Bareng PBNU Dipadati Peminat

Untuk mendapatkan tiket, para pendaftar cukup mengisi formulir yang disediakan panitia dengan menunjukkan fotokopi KTP atau Kartu Keluarga. Mereka yang sudah mengisi formulir diberikan sebuah nota untuk ditukarkan tiket berangkat pada tanggal yang ditetapkan panitia

“Panitia menentukan Senin depan, 14 Juli di mana pengunjung dapat menukarkan nota yang mereka miliki dengan tiket,” kata seorang penjaga loket, Dedi Kurniawan.

Pondok Pesantren Tegal

Sementara penjaga lainnya, Sahid memastikan, kuota tiket tujuan Banyuwangi, Surabaya, Madura, Lamongan, Mojokerto, Yogyakarta, dan Solo sudah habis. Yang tersisa Gresik, Semarang, Rembang, Temanggung, Tegal, Brebes, Pekalongan.

“Panitia tidak memastikan hari penutupan. Pastinya pendaftaran akan ditutup kalau kuota tiket dari semua tujuan sudah terpenuhi,” kata Sahid.

Pondok Pesantren Tegal

LTM PBNU menyediakan lima belas bus dengan tiga provinsi tujuan. Rombongan mudik bareng ini akan berangkat pada Ahad 20 Juli. Sebanyak delapan bus akan menyebar ke sejumlah kabupaten di Jateng. Enam bus menuju Jawa Timur. Sementara satu bus untuk tujuan Jawa Barat.

Saat menukarkan nota pada 14 Juli nanti, para pendaftar disyaratkan berinfaq untuk Gerakan Infaq dan Shodaqah Masjid (Gismas) LTM PBNU sebesar Rp. 10.000, tandas Sahid. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Aswaja, Pertandingan Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 16 November 2014

Jokowi: Perbedaan Pilihan Politik Jangan Memecah Belah Persatuan

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Presiden RI Joko Widodo bersama ibu negara Iriana kembali menyalurkan hak pilihnya dalam Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di TPS 04 Kelurahan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (19/4). Seperti halnya pada putaran pertama, Jokowi memberikan pernyataan singkat usai melakukan pencoblosan.

Jokowi: Perbedaan Pilihan Politik Jangan Memecah Belah Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi: Perbedaan Pilihan Politik Jangan Memecah Belah Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi: Perbedaan Pilihan Politik Jangan Memecah Belah Persatuan

Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini meyakini, Pemilihan Gubernur DKI Jakarta ini akan menghasilkan pemimpin yang terbaik dan terpercaya.

“Sebab itu perbedaan pilihan politik jangan sampai memecah belah persatuan kita. Karena kita ingat, kita semua bersaudara,” ujar Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno, Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede, dan Camat Gambir Fauzi.

Menurut ayah tiga anak ini, apapun hasilnya dan siapapun yang terpilih harus diterima oleh seluruh kalangan dengan lapang dada.

Pondok Pesantren Tegal

Setelah menyampaikan pernyataan resminya, Jokowi yang mengenakan kemeja khas putihnya langsung meninggalkan TPS 04 Gambir. Terlihat sejumlah aparat Kepolisian dan TNI berjaga dan mengatur lalu lintas di sekitar TPS.?

Di Pilkada DKI Jakarta putaran kedua ini, personil polisi dan TNI dikerahkan untuk menjaga setiap TPS. Formasi 1 Polisi dan 1 TNI ditempatkan di setiap TPS dengan dibantu oleh Personil Linmas.?

Pondok Pesantren Tegal

Menurut keterangan Mabes Polri, sebanyak 65.000 aparat gabungan dari Polri, TNI, Pemda, dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) diterjunkan untuk membantu pengamanan jalannya pemungutan suara. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Habib, Doa, Nasional Pondok Pesantren Tegal

Senin, 29 September 2014

Ini Cara Melaporkan Akun-akun Radikal di Twitter

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal

Narasi ekstrimisme begitu masif dan viral di media sosial, khususnya Twitter Konten ini sampai mampu menjadi image Islam yang seolah identik dengan kekerasan, perang, dan bom. Dasar ini adalah salah satu alasan bagi The Wahid Institute untuk menggandeng Twitter Indonesia untuk menggelar Workshop Tweet For Peace bersama puluhan aktivis media.

Ini Cara Melaporkan Akun-akun Radikal di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Melaporkan Akun-akun Radikal di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Melaporkan Akun-akun Radikal di Twitter

Menurut salah satu narasumber dari pihak Twitter Indonesia Roy Simangunsong, twitter memang dibangun berdasarkan konsep freedom of expressions atau kebebasan berekspresi para penggunanya.

“Tetapi kebebasan berekspresi tetap harus menjunjung tanggung jawab dan etika. Sebab itu, Twitter sangat mendukung dalam memerangi radikalisme,” tegas Roy.

Roy mengajak kepada para pengguna twitter untuk melaporkan akun-akun radikal yang berpotensi ke tindakan terorisme dengan melaporkan ke platform yang disediakan oleh Twitter yaitu dengan mengakses: support.twitter.com/forms.

Untuk mendukung gerakan radikal di media sosial, lanjut Roy, twitter juga menyediakan berbagai tools (alat) yang dapat dimanfaatkan oleh para pengguna. Hingga saat ini menurut Roy, tagar atau hashtag merupakan tools yang sangat efektif untuk mempopulerkan konten atau pesan damai. Selain itu, banyak tools-tools lain yang bisa dimanfaatkan.

Pondok Pesantren Tegal

“Namun demikian, partisipasi aktif dalam menyampaikan konten dan informasi yang baik sangat penting. Karena Twitter juga sangat menekankan konten yang beretika di Twitter,” tutur Roy.

Kegiatan workshop ini dihadiri oleh puluhan aktivis media dan komunitas yang aktif dalam menangkal serta memerangi radikalisme dan terorisme di dunia maya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal Tegal Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 14 September 2014

Kaderisasi Miliki Peran Penting dalam Organisasi

Jember, Pondok Pesantren Tegal. Hidup matinya sebuah organisasi sangat tergantung pada kaderisasi. Jika kaderisasi lancar, maka organisasi tersebut bisa ‘survive’. Sebaliknya, jika kaderisasi stagnan, maka umur organisasi itu tinggal menunggu waktu. Hal tersebut diungkapkan Ketua Pengurus Cabang IPNU Kencong, Jember, Jawa Timur, Muhammad Mansur saat menyampaikan materi dalam acara Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IPNU-IPPNU di aula MA Yunisma, Kencong, Rabu (28/9).?

Kaderisasi Miliki Peran Penting dalam Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaderisasi Miliki Peran Penting dalam Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaderisasi Miliki Peran Penting dalam Organisasi

Menurutnya, kaderisasi sangat penting dan harus dilakukan secara terus-menerus agar organisasi tak kekurangan kader. “Demikian juga IPNU-IPPNU, tak boleh berhenti melakukan kaderisasi. Semakin banyak kader atau anggota maka kita semakin kokoh. Semakin banyak yang memahami nilai-nilai Aswaja sekaligus mendakwahkannya,” ucapnya.

Mahasiswa semester akhir Jurusan Matematika FKIP Univeritas Islam Jember tersebut ? menambahkan, dalam hal pengkaderan, IPNU-IPPNU ? selalu berada di garda terdepan dan paling awal memperkenalkan NU kepada pelajar. IPNU-IPPNU-lah yang pertama kali keluar masuk sekolah untuk merekrut anggota.?

Baru setelah “lulus” IPNU-IPPNU, mereka aktif di berbagai ? organisasi sayap atau Banom NU yang lain. Dengan demikian, maka sesunguhnya IPNU-IPPNU merupakan ujung tombak untuk menanamkan pondasi ke-NU-an di kalangan pelajar.?

“Itu tugas mulya dan amanah yang wajib kita laksanakan. Dari sinilah banyak tokoh bahkan pemimpin bangsa muncul. Anggota IPNU-IPPNU saat ini adalah calon pemimpin ? NU di masa depan, dan kami harus bangga dengan itu semua,” tukasnya.

Pondok Pesantren Tegal

Makesta itu sendiri berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh 60 orang peserta. Sebelum menyampaikan meteri, Mansyur melakukan pembai’atan terhadap peserta Makesta. Sejumlah narasumber dihadirkan untuk mengasah sekaligus memperluas wawasan mereka mengenai soal kepemimpinan, organisasi dan tentu saja soal ke-NU-an. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Makam, Halaqoh, Tegal Pondok Pesantren Tegal