Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

NU Sumberwetan Terbitkan Buletin Sumber Pena NU

Probolinggo, Pondok Pesantren Tegal



Dalam rangka sebagai media komunikasi, informasi dan dakwah bil qolam lil ummah, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Sumberwetan Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo menerbitkan buletin Sumber Pena NU. Buletin ini disebarluaskan kepada seluruh Nahdliyin di Kota Probolinggo.

NU Sumberwetan Terbitkan Buletin Sumber Pena NU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sumberwetan Terbitkan Buletin Sumber Pena NU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sumberwetan Terbitkan Buletin Sumber Pena NU

“Buletin Sumber Pena NU singkatan dari Suara Umum Media Berita Pendidikan Agama Nahdlatul Ulama. Buletin ini merupakan sebuah insprirasi yang datang begitu saja tanpa ada undangan dan permintaan dari pihak lain,” kata Ketua PRNU Kelurahan Sumberwetan Hamdan Amrullah, Selasa (10/1).

Menurut Hamdan, buletin ini diterbitkan atas dorongan banyaknya buletin-buletin yang beredar di berbagai masjid dan majelis yang isinya justru memprovokasi dan mendiskriminalisasi keutuhan NKRI, ke-NU-an dan ke-Aswaja-an.

“Menyikapi hal tersebut, kita patut mengklarifikasi dan menjawab yang sebenarnya lewat media buletin juga. Dalam artian membuat tandingan argumen yang sudah jelas dan benar menurut referensi dalil-dalil kitab mu’tabaroh dan fakta sejarah,” jelasnya.

Buletin Sumber Pena NU jelas Hamdan juga diperkuat dan didukung penuh oleh para pengurus Ranting NU Kelurahan Sumberwetan yang dievaluasi setiap lailatul ijtima’ yang diikuti para pengurus ranting NU dan beberapa alumnus berbagi pesantren.

Pondok Pesantren Tegal

“Isi buletin ini meliputi ke-NU-an, ke-Aswaja-an dan konsultasi fiqh yang diisi dan dikaji oleh para pengurus Ranting NU sendiri dan dibahas sebelum diterbitkan. Durasi edarnya setiap bulan dan terdiri 4 halaman sederhana. Buletin ini diedarkan diberbagi masjid se-Kota Probolinggo,” terangnya.

Hamdan menegaskan bahwa pencetaan buletin Sumber Pena NU dilakukan setiap bulan dari 3-4 ribu exemplar. Harapannya penerbitan buletin ini bisa memberikan manfaat kepada seluruh Nahdliyin yang ada di Kota Probolinggo.

Pondok Pesantren Tegal

“Semoga dari MWCNU dan PCNU juga bisa membuat buletin yang lebih bagus atau setidaknya memberikan semangat, penguatan manajemen, dukungan pemikiran, materi, terlebih dukungan pendanaan,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Warta, Halaqoh, Kyai Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Kader IPNU Probolinggo Ikuti Latpel di Banyuwangi

Probolinggo, Pondok Pesantren Tegal. Sedikitnya tiga kader Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Probolinggo mengikuti pelatihan pelatih (latpel) yang digelar oleh Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Provinsi Jawa Timur, Kamis (29/1) hingga Ahad (1/2).

Kader IPNU Probolinggo Ikuti Latpel di Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader IPNU Probolinggo Ikuti Latpel di Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader IPNU Probolinggo Ikuti Latpel di Banyuwangi

Kegiatan yang berlangsung di Pesantren Bahrul Sasrono, Banyuwangi tersebut merupakan sebagai bentuk implementasi pelatihan lanjutan dari Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), Latihan Kader Muda (Lakmud) dan Latihan Kader Utama (Lakut) yang diselenggarakan masing-masing PC/PAC (Pimpinan Anak Cabang).

“Setidaknya dengan mengikuti pelatihan pelatih ini, mereka nantinya siap menjadi fasilitator jika PC, PAC, PR dan PK IPNU mengadakan Makesta, Lakmud dan Lakut,” ungkap Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Eko Cahyono, Jumat (30/1).

Pondok Pesantren Tegal

Dalam latpel ini, PC IPNU Kabupaten Probolinggo mengirimkan kader terbaiknya. Yakni, Mohammad Arifin, Suryadi dan Chandra Dani Cahaya. “Harapan saya dari kegiatan ini adalah ilmu yang diperoleh selama pelatihan nantinya siap diamalkan ke masing-masing PAC, PR dan PK. Selain itu selalu siap membantu PC jika ada pelatihan, baik Makesta, Lakmud ataupun Lakut,” jelasnya.

Pondok Pesantren Tegal

Menurut Eko, ada beberapa materi yang akan diterima oleh para kadernya dalam latpel tersebut. Yakni, analisa diri, kontrak belajar, ideologisasi Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah), ke-NU-an dan ke-IPNU-an, paradigma falsafah pendidikan kader, psikologi dan evaluasi pendidikan kader.

“Materi lain yang akan diikuti adalah managemen pendidikan kader, skill, psikologi perkembangan remaja, metode dan media pendidikan kader, pengembangan kurikulum serta praktek melatih,” terangnya.

Eko menjelaskan keikutsertaan kadernya ini bertujuan untuk mempersiapkan kader-kader terbaik yang nantinya bisa membantu program-program dari PC IPNU Kabupaten Probolinggo. Apalagi program ini merupakan bagian dari program Departemen Kaderisasi dengan PW IPNU Jawa Timur.

“Mudah-mudahan dengan pelatihan ini mereka menjadi pengganti kader-kader PC IPNU berikutnya dan siap menggantikan yang akan segera purna. Di samping juga sebagai patner kami jika ada pelatihan. Setidaknya ada kader yang bisa diandalkan,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Internasional, Daerah, Halaqoh Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Kisah Guru MI Melawan Ketidakadilan Birokrasi (2-Habis)

Pati, Pondok Pesantren Tegal

Ratih pun tak kehilangan akal. Setelah usaha kerasnya “membentur” dinding birokrasi, ia pun mencurahkannya ke media sosial yang dimilikinya. “Waktu saya berkeluh kesah di Facebook, beberapa hari kemudian saya diwawancarai wartawan. Akhirnya, termuat di media online dan cetak,” tutur Ratih.

Rupanya, kejutan demi kejutan dialami Ratih. Dengan sekejap, kehidupannya berubah. Ia di caci-maki oleh panitia POPDA dan teman-temannya. “Saya dianggap lancang dan kurang ajar karena berani mengungkap kasus ini,” kata alumnus PGMI IAIN Walisongo Semarang ini.

Kisah Guru MI Melawan Ketidakadilan Birokrasi (2-Habis) (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Guru MI Melawan Ketidakadilan Birokrasi (2-Habis) (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Guru MI Melawan Ketidakadilan Birokrasi (2-Habis)

Lima hari setelah tayang di media cetak, banyak tamu yang berkunjung di madrasah untuk menemuinya. “Dari berbagai media cetak hingga Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati,” ujar guru enerjik bernama lengkap Agnityas Wulandari ini.

Pasca-kunjungan anggota dewan, lanjut Ratih, dirinya dipanggil di kantor UPT Disdik Kecamatan Tayu, tepatnya pada 12 Desember 2015. Meski perihal di suratnya tertulis membahas POPDA 2016, tetapi ia justru dimaki oleh ketua panitia Popda. “Puas. Sudah puas ya membuat begini,” ungkap Ratih menirukan mereka.?

Pondok Pesantren Tegal

Ratih mengaku, dirinya bahkan ditunjuk-tunjuk oleh Ketua K3S. “Pokoknya saya diintimidasi. Tapi saya tersenyum aja, tidak membalas beliau-beliau yang lagi emosi,” tandas guru muda yang nekat ini.

Ditanya tentang siapa yang mendorong dan memotivasi dirinya berani mendobrak birokrasi untuk memperjuangkan anak didik, Ratih menjawab dirinya tidak tahan atas perlakuan diskriminatif bagi madrasah. “Saya modal nekat aja. Apapun rintangan yang menghadang,” tegasnya.

Setelah mereka puas bicara di forum tersebut, tibalah saatnya mereka membuat perhitungan. Ratih ditawari sebuah solusi. Yaitu, siswanya akan dijadikan wakil kecamatan melaju ke kabupaten tanpa seleksi. Dan permasalahan dianggap selesai.

Rupanya, Ratih tidak terpukau iming-iming tersebut. Ia keukeuh menolak solusi tersebut. “Bagiku belum selesai. Karena tujuan saya berjuang bukan untuk siswa saya saja. Tapi untuk anak-anak MI semua,” tegasnya.

Pondok Pesantren Tegal

Ratih hanya minta supaya tahun depan, MI diikutsertakan dengan syarat yang tidak memberatkan. Awalnya mereka tidak menyepakati permohonan Ratih. “Tapi ketika saya tetap nggak mau penawaran mereka, baru mereka berubah,” ujarnya bangga.

Akhirnya, perjuangan Ratih berbuah manis. Faza yang mendapat gelar Juara II “Sampang Cup” di Madura Oktober 2015 silam itu berhak melaju ke POPDA tingkat kabupaten pada Februari 2016. Anak kelas V MI ini juga memboyong piala Juara I “Bupati Cup” pada turnamen yang dihelat pada 28-30 Desember 2015. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Doa, Budaya, Halaqoh Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

DKN CBP IPNU Ingatkan Kader CBP Sebagai Garda Depan NU

Pekalongan, Pondok Pesantren Tegal. Dewan Koordinasi Nasional Corp Barisan Pelajar (DKN CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengingatkan peran dan tugas CBP bukan hanya sebagai pasukan keamanan internal, akan tetapi bertugas sebagai garda depan Nahdlatul Ulama dalam rangka membentengi dari masuknya faham radikalisme anti-Pancasila di tingkat pelajar serta mengawal ideologi aswaja an Nahdliyah dan menjaga keutuhan NKRI.

Demikian dikatakan DKN CBP IPNU Dede Rosyadi pada acara pengukuhan Pengurus Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) CBP IPNU dan Korp Pelajar Putri (KKP) IPPNU Jawa Tengah Periode 2017 - 2019, Ahad (16/4) di Gedung Bakorwil 3 Kota Pekalongan.

DKN CBP IPNU Ingatkan Kader CBP Sebagai Garda Depan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
DKN CBP IPNU Ingatkan Kader CBP Sebagai Garda Depan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

DKN CBP IPNU Ingatkan Kader CBP Sebagai Garda Depan NU

Dikatakannya, upaya yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mengganti Pancasila serta upaya memecah belah keutuhan NKRI adalah menjadi tugas utama CBP dan KPP khususnya dalam lingkup pelajar di lingkungan Nahdlatul Ulama.

"Ada tugas penting bagi CBP dan KPP sebagai garda depan membantu NU membentengi pelajar dari gerakan ideologi anti-Pancasila, Radikalisme dan intoleransi yang saat ini sudah masuk di kalangan pelajar," ujar Rosyadi.

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal

Sementara itu, Komandan DKW CBP IPNU jawa Tengah Ferial Farhan kepada Pondok Pesantren Tegal mengatakan, dipilihnya Kota Pekalongan sebagai tempat pengukuhan, yakni sebagai upaya mengingatkan kembali sejarah terbentuknya CBP dan semangat akan lahirnya KPP yang dilakukan pada tahun 1964 oleh Asnawi Latif.?

Dikatakan, dengan semangat ini diharapkan akan muncul spirit ? baru dari kader kader CBP dan KPP se-Jawa Tengah yang lebih besar dan lebih bangga menjadi kader CBP dan KPP yang loyal terhadap organisasi.?

Sebagaimana diketahui, kehadiran CBP yang semula bernama Corps Brigade Pembangunan (CBP) merupakan lembaga yang dibentuk pada tahun 1963 dalam hal itu dilatarbelakangi peristiwa persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia atau istilah populernya dikenal dengan istilah Gayang Malaysia.? Peristiwa politik tersebut yang berkaitan dengan persengketaan antara Repuplik Indonesia dengan Malaysia memperebutkan daerah Kalimantan Utara (Serawak).

Kondisi riil yang terjadi pada saat itu untuk lebih jelas konteksnya yaitu politik luar negeri, terjadi pertentangan antara gagasan Presiden Soekarno yang anti imperalisme dengan pihak Barat yang berupaya menancapkan kukunya di wilayah Malaysia. Kemudian Presiden Soekarno menginstruksikan kepada elemen bangsa untuk segera membentuk sukarelawan perang dan siap menggayang Malaysia.

Instruksi Presiden tersebut secara lansung membuat seluruh elemen bangsa bersiap sedia untuk melawan imperalisme yang akan kembali menancapkan kukunya di wilayah Asia Tenggara, Asnawi Latif pada waktu itu selaku Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang merupakan bagian dari elemen bangsa merasa terpanggil untuk berjuang bersama melawan iperalisme dari bangsa barat, yang terbentuk dari kalangan pelajar Nahdliyin yang kemudian dinamakan Sukarelawan Pelajar.

Deklarasi dibentuknya sukarelawan Pelajar diadakan di Djogjakarta yang pada saat itu merupakan lokasi dari kantor pusat PP IPNU, dan di barengi dengan parade militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang merupakan wujud dari kesiapan RI untuk Menggayang Malaysia.

Sejak saat itulah kemudian Sukarelawan Pelajar yang dibentuk oleh Asnawi Latif tersebut berjuang demi memperjuangkan negara dan bangsa untuk keutuhan NKRI. Sukarelawan ini yang merupakan embrio atau cikal bakal bagi berdirinya Corps Brigade Pembangunan (CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang kemudian ditetapkan pada Konferensi Besar IPNU di Pekalongan pada tanggal 25–1 Oktober 1964 dengan nama Corps Brigade Pembangunan (CBP), yang kemudian dikenal dengan Doktrin Pekalongan. (Abdul Muiz/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Anti Hoax, Halaqoh, Olahraga Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Penderita HIV Meningkat, Remaja Wonosobo Diimbau Hindari Pergaulan Bebas

Wonosobo, Pondok Pesantren Tegal. Para remaja dan pelajar di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, diimbau mengendalikan diri dari pergaulan bebas menyusul meningkatnya jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) di daerah ini. Ironisnya, para penderita kebanyakan tengah memasuki usia produktif, yakni 24-35 tahun.

Penderita HIV Meningkat, Remaja Wonosobo Diimbau Hindari Pergaulan Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)
Penderita HIV Meningkat, Remaja Wonosobo Diimbau Hindari Pergaulan Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)

Penderita HIV Meningkat, Remaja Wonosobo Diimbau Hindari Pergaulan Bebas

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Wonosobo Ahmad Haryanto saat selapanan rutin (pertemuan bulanan) bersama Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Kejajar, Wonosobo, di Gedung Olah Raga (GOR) Desa Tieng, Kejajar, Selasa (19/11).

Menurutnya, perlaku seks bebas di kalangan pelajar dan remaja sangat disayangkan, mengingat di usia produktif ini mereka semestinya memanfaatkan lebih banyak kesempatan untuk meraih prestasi atau melakukan hal positif lainya. 

Pondok Pesantren Tegal

“Untuk meminimalisir agar penyakit ini tidak semakin meluas, cara yang bisa dilakukan adalah dengan membentuk Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat (PIKM) , dimana para pengurusnya adalah mereka yang ahli di bidangnya,” tegas Ahmad Haryanto. 

Pengasuh Pondok Pesantren Nur Hidayah Kongsi Bumirejo, Mojotengah, Wonosobo, Hakim Muzaki, saat memberi taushiyah mendorong hadirin untuk meneladani semangat juang para ulama NU. Pelajar NU harus sanggup menggunakan masa mudanya untuk berkontribusi kepada NU dan bangsa. 

Pondok Pesantren Tegal

Pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWC NU) Kecamatan Kejajar, Mashud, mengaku senang dengan pertemuan PAC IPNU-IPPNU Kejajar kali ini. Tak hanya dihadiri kader IPNU-IPPNU ditingkat anak cabang tapi juga para pengurus di tingkat cabang. (Fathul Jamil/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Halaqoh Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Penerima Santunan Jompo Sebatang Kara PCNU Rembang Bertambah

Rembang, Pondok Pesantren Tegal - Penerima santunan dalam program Gerakan Peduli Tua Sebatang Kara (Garda Tubakara) yang dilakukan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Rembang terus bertambah. Terdapat tujuh penerima bantuan Garda Tubakara yang kali keempat ini digelar melalui Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Rembang, Ahad (3/9) pagi.

Salah satu panitia S Priyanto menjelaskan, tujuh orang yang mendapat bantuan tersebar di Desa Tasik Agung, Tireman, Sumberjo, Leteh, Sridadi, Padaran dan Tlogomojo. Semuanya berada di kawasan Kecamatan Rembang Kota. Pada santunan sebelumnya, hanya ada enam lokasi yang dituju.

Penerima Santunan Jompo Sebatang Kara PCNU Rembang Bertambah (Sumber Gambar : Nu Online)
Penerima Santunan Jompo Sebatang Kara PCNU Rembang Bertambah (Sumber Gambar : Nu Online)

Penerima Santunan Jompo Sebatang Kara PCNU Rembang Bertambah

Menurutnya, untuk sasaran dari program tiga bulan sekali ini memang baru dipusatkan di kawasan dalam kota. Tetapi, ke depan pihaknya akan menginstruksikan ke kecamatan-kecamatan untuk melakukan hal serupa. Harapanya kegiatan ini terus berlanjut tidak hanya di kawasan dalam kota tetapi juga menyebar ke kecamatan lainya.

"Kegiatan ini kita lakukan sebagai sarana memotivasi diri untuk ikut serta dalam kegiatan sosial dan memberikan solusi bagi mereka yang kekurangan," ungkapnya.

Pondok Pesantren Tegal

Ia menambahkan, dalam kegiatan yang bekerja sama dengan Yayasan Bu Farida, Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dan Dinsosppkb Rembang ini memberikan sumbangan yang berbentuk bingkisan kebutuhan pokok sehari-hari, makanan siap santap, serta dana tali asih. Penerima santunan juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis oleh tim kesehatan yang digandeng oleh PCNU.

Pondok Pesantren Tegal

"Kami juga memberikan obat-obatan yang diperlukan oleh para orang tua dan janda kurang mampu itu. Semuanya kami berikan gratis. Jika orang tua dan janda tersebut belum memiliki keanggotaan jaminan kesehatan, kami akan mengusahaknnya," tandasnya.

Sementara itu, salah satu penerima asal Desa Sumberjo Sutiyem (87) mengaku sangat terbantu dengan uluran tangan yang telah diberikan kepadanya. Sebab, ia tidak mempunyai sanak saudara di daerah setempat. Sutiyem hanya mengandalkan warga setempat yang mau merawatnya selama ini. (Kurnia Wawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Halaqoh Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Berdiri Ketika Melihat Jenazah

Setiap insan pasti akan mengalami kematian, tak ada satupun jiwa yang bernafas bisa menghindar dari kematian. Islam sendiri mengajarkan kepada umatnya untuk saling menghormati dan memuliakan sesama baik ketika masih hidup maupun setelah meninggal dunia.

Kaitannya dengan menghormati dan memuliakan seseorang yang telah meninggal dunia, kewajiban bagi yang masih hidup adalah memandikan, mengkafani, menshalati dan menguburkan mayit, hukum dari kewajiban tersebut adalah Fardlu Kifayah yaitu jika telah dilaksanakan sebagian muslim, maka gugurlah kewajiban tersebut bagi yang lain, tetapi jika tidak ada satupun yang melaksanakan kewajiban tersebut, maka berdosalah semuanya.

Selain itu, Rasulullah saw juga menganjurkan untuk berdiri ketika melihat jenazah yang hendak dikuburkan, dan juga bagi orang yang mengiringi jenazah dianjurkan untuk tidak duduk sebelum mayit dimasukkan keliang lahad, anjuran ini sesuai dengan Hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri,

? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Berdiri Ketika Melihat Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdiri Ketika Melihat Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdiri Ketika Melihat Jenazah

Rasulullah bersabda: Jika kalian melihat jenazah, maka berdirilah, kemudian bagi mereka yang mengiringi jenazah sampai kekuburan janganlah duduk sampai mayit dimasukkan keliang lahad.

Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dan Abu Said Al-Khudri juga menguatkan hadits diatas,

Pondok Pesantren Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Kami sama sekali tidak pernah melihat Rasulullah menyaksikan jenazah dalam keadaan duduk sampai jenazah itu dimasukkan keliang lahad.

Sebagian besar ulama berpendapat bahwa anjuran ini adalah Mustahab dan tidak bersifat keharusan, karena ada riwayat dari Ali Bin Abi Thalib yang mengatakan bahwa Rasulullah pernah juga duduk terhadap jenazah. (Fuad H Basya/ Red. Ulil H).

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Ahlussunnah, Halaqoh Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Khidmat untuk Negeri, Ansor Jombang Gelar Kompetisi Futsal se-Jatim

Jombang, Pondok Pesantren Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang mengambil langkah berbeda untuk membuktikan pengabdiannya terhadap negeri. Kali ini, mereka merealisasikannya dengan mengadakan kompetisi futsal se-Jawa Timur mulai 5-7 Desember 2014.

Khidmat untuk Negeri, Ansor Jombang Gelar Kompetisi Futsal se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Khidmat untuk Negeri, Ansor Jombang Gelar Kompetisi Futsal se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Khidmat untuk Negeri, Ansor Jombang Gelar Kompetisi Futsal se-Jatim

Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Jombang, Zulfikar Damam Ikhwanto, saat pembukaan lomba futsal ini di Arena GOR Merdeka Jombang, Jum’at (5/12). “Amar makruf nahi mungkar itu bisa dilakukan dengan segala cara. Salah satunya dengan mengembangkan potensi pemuda melalui kompetisi seperti ini,” kata pria yang biasa dipanggil Gus Antok ini.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, sudah memberikan kepastian kepada panitia untuk hadir ke acara yang diadakannya besok (Sabtu/6/12). “Saya bersama ketua panitia sudah menemui beliau di kediamannya, Sidoarjo, beberapa hari yang lalu. Dan kemarin sudah mengirimkan informasi via fax, bahwa beliau akan hadir disini besok pukul 18.30,” ujarnya saat memberikan sambutan di depan hadirin.

Pondok Pesantren Tegal

Senada dengan Gus Antok, Ketua Panitia Farid Al Farisi, mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) jombang, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan beberapa sponsor ini sebagai wujud dedikasi Ansor terhadap bangsa di dunia kepemudaan.

Pondok Pesantren Tegal

“Bahkan agenda ini akan kami usahakan dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Dan semoga tetap didukung semua pihak, terutama bupati Jombang,” ungkap Gus Farid sembari menundukkan kepala menghadap bupati jombang sebagai bahasa isyarat permohonan restu.

Selesai membuka acara ini, kepda para wartawan, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, menyatakan akan mendukung apabila kegiatan ini diadakan setiap tahun. “Kami siap mendukung. Walaupun saat ini masih belum dianggarkan di APBD, tapi kami bantu di luar alokasi dana itu,” kata pria berkumis yang biasa disapa Nyono ini.

“Kami berharap dari kegiatan yang sangat baik ini, bisa tumbuh generasi muda yang kompeten. Khususnya di bidang futsal. Selain itu, semoga ini tidak hanya semata-mata diniatkan untuk bertanding, tapi juga untuk membangun silaturrahim demi kebersamaan antar pemuda Ansor se-Jatim,” pungkasnya. (Romza/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Halaqoh, Meme Islam Pondok Pesantren Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Belajar dari Kisah Nabi Nuh: Manfaat Istighfar

Ketika kaum Nabi Nuh alaihissalam tidak mau menaati ajakan beliau untuk beriman kepada Allah mereka diberi azab oleh Allah berupa kekeringan dan mandulnya kaum perempuan selama empat puluh tahun. Hal itu menjadikan hancurnya ternak dan tanaman mereka. Setelah keadaan ini berlangsung lama mereka mendatangi Nabi Nuh untuk meminta pertolongan.

Oleh Nabi Nuh mereka diminta untuk beristighfar, meminta ampun dari dosa kekufuran dan kemusyrikan, kepada Allah. Bila mereka mau beristighfar, Nabi Nuh menjanjikan bahwa Allah akan menurunkan hujan yang deras dari langit, memberi limpahan harta dan keturunan, serta menjadikan kebun-kebun dan sungai-sungai yang dpat menghidupi mereka.

Belajar dari Kisah Nabi Nuh: Manfaat Istighfar (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Kisah Nabi Nuh: Manfaat Istighfar (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Kisah Nabi Nuh: Manfaat Istighfar

Penjelasan di atas disampaikan oleh para ulama mufassir dalam berbagai kitab tafsir ketika mereka menafsirkan ayat 10–12 dari Surat Nuh.

? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren Tegal

“Maka aku (Nabi Nuh) katakan, ‘minta ampunlah kalian kepada Tuhan kalian, sesungguhnya Ia maha pengampun. Maka Dia akan menurunkan hujan yang deras dari langit kepada kalian. Dan Ia akan menganugerahkan kepada kalian harta dan anak-anak, serta menjadikan bagi kalian kebun-kebun dan sungai-sungai.”

Pondok Pesantren Tegal

Atas dasar ayat ini para ulama menyimpulkan bahwa istighfar merupakan sebab terbesar diturunkannya hujan dan diperolehnya berbagai macam rezeki serta bertambah dan berkembangnya keberkahan.

Suatu ketika ada orang yang mengadu kepada Imam Hasan al-Bashri perihal kegersangan yang melanda daerahnya. Orang yang lain mengadu perihal sedikitnya hasil bumi yang ia peroleh. Yang lain lagi mengadu perihal sulitnya mendapat keturunan. Dan yang lainnya mengadu perihal kefakirannya. Kepada semua orang ini Imam Hasan menganjurkan untuk memperbanyak beristighfar kepada Allah. Ia ditanya, “Orang-orang datang kepadamu dengan berbagai hajat, mengapa engkau perintahkan mereka semua untuk beristighfar?” Imam Hasan al-Bashri menjawabnya dengan membaca ayat di atas. (Yazid Muttaqin)

Sumber: Tafsir Al-Munir, Wahbah Az-Zuhaili dan kitab tafsir lainnya.



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Hadits, Halaqoh Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Seputar Amalan dan Keutamaan Bulan Sya‘ban

Bulan Sya‘ban merupakan bulan yang di dalamnya terdapat berbagai peristiwa bersejarah, yakni peristiwa pengalihan arah kiblat dari Masjidil Aqsha di Palestina ke Ka‘bah di Arab Saudi dengan penurunan Surat Al-Baqarah ayat 144, Surat Al-Ahzab ayat 56 yang menganjurkan pembacaan shalawat, diangkatnya amal-amal manusia menuju ke hadirat Allah SWT, dan berbagai peristiwa lainnya.

Menilisik dari segi linguistik, Al-Imam ‘Abdurra?m?n As-Shafury dalam literatur kitab momumentalnya Nuzhatul Majâlis wa Muntakhabun Nafâ’is mengatakan bahwa kata Sya’b?n (?) merupakan singkatan dari huruf sh?n yang berarti kemuliaan (?). Huruf ‘ain yang berarti derajat dan kedudukan yang tinggi yang terhormat (?). Huruf ba’ yang berarti kebaikan (?). Huruf alif yang berarti kasih sayang (?). Huruf nun yang berarti cahaya (?).

Seputar Amalan dan Keutamaan Bulan Sya‘ban (Sumber Gambar : Nu Online)
Seputar Amalan dan Keutamaan Bulan Sya‘ban (Sumber Gambar : Nu Online)

Seputar Amalan dan Keutamaan Bulan Sya‘ban

Bila ditinjau dari segi amaliyah, termaktub beberapa hal yang lazim dilaksanakan pada malam Nisfu Sya’b?n, yaitu membaca Surat Yasin sebanyak 3 kali yang dilanjutkan dengan berdoa. Tradisi demikian selain sudah berkembang di Nusantara ini juga menjadi amaliyah tahunan yang dilaksanakan secara rutin terutama oleh masyarakat NU. Rasulullah SAW menyatakan dalam sebuah hadits sebagaimana diriwayatkan oleh Ad-Dailami, Imam ‘Asakir, dan Al-Baihaqy berikut.

Pondok Pesantren Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren Tegal

Artinya, “Ada 5 malam di mana doa tidak tertolak pada malam-malam tersebut, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya‘ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.”

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Siapa saja yang menghidupkan dua malam hari raya dan malam Nisfu Sya‘ban, niscaya tidaklah akan mati hatinya pada hari di mana pada hari itu semua hati menjadi mati.”

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? .

Artinya, “Sungguh telah dikumpulkan doa ma’ts?r yang terkait khusus dengan malam Nisfu Sya‘ban. Doa ini dibaca oleh para muslimin pada malam penuh anugerah secara sendiri-sendiri dan berjamaah. Seorang dari mereka menalqin doa tersebut dan jamaah mengikutinya atau ada juga salah seorang yang berdoa dan jamaahnya mengaminkan saja sebagaimana dimaklum. Caranya, pertama membaca Surat Yas?n 3 kali setalah shalat Maghrib yang diakhiri dengan berdoa.

Informasi tersebut tentu bisa mengindikasikan bahwa melaksanakan ibadah pada malam Nisfu Sya‘ban merupakan suatu anjuran dari syariat Rasulullah SAW. Oleh karena itu, siapapun yang tidak sepakat dengan amaliyah untuk menghidupkan malam Nisfu Sya’b?n, tentu tidak sepatutnya memberikan kecaman yang tidak berdasar karena sikap demikian selain dapat menganggu kerukunan antarmasyarakat juga dapat mengganggu pelaksanaan ibadah bagi orang yang bersedia mengerjakannya.

Upaya menata stabilitas hati dan pikiran merupakan sikap yang sangat bijak untuk dapat diimplementasikan. Kita dianjurkan untuk memelihara persaudaraan sesama Muslim. Di sisi lain penting untuk diperhatikan juga bahwa amaliah menghidupkan malam Nisfu Sya‘ban merupakan persoalan fur?’iyyah yang tetap membuka ruang perbedaan tapi tetap dalam semangat yang saling toleran. Pelaksanaaan amaliyah ini berfungsi untuk mempertebal keimanan hamba terhadap Tuhannya.

Oleh karena itu, tidak sepatutnya untuk diarahkan pada dimensi sakralitas hukum. Sakralitas hukum terhadap persoalan keimanan juga bisa berimplikasi pada munculnya gesekan-gesekan. Selama semua amaliyah memiliki dasar dan pijakan ilmu pengetahuan tentu tidak perlu untuk dipertentangkan. Perbedaan merupakan suatu keniscayaan (sunnatullâh), tapi menyikapi perselisihan dengan hal yang tidak bijak tentu semakin menjauhkan umat Islam dari nilai-nilai luhur keislamannya.

Islam adalah agama yang fleksibel terkait perkara prinsip dasar (ushuliyyah) bergerak secara eksklusif, sedangkan terkait perkara cabang (furu’iyyah) bergerak secara inklusif. Urusan-urusan yang termasuk unity of diversity (al-ijtim?’ fil ikhtil?f) merupakan bentuk keluasan dari ajaran Islam itu sendiri. Wallahu alam. (Faruq Hamdi, Sekretaris LBM PWNU DKI Jakarta)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Syariah, Cerita, Halaqoh Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

GP Ansor Karangasem Galang Bantuan Peduli Pengungsi Gunung Agung

Karangasem, Pondok Pesantren Tegal - Ketua GP Ansor Karangasem Hazli Hidafi mengatakan, para pengungsi terdampak aktivitas Gunung Agung membutuhkan banyak kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih dan kebutuhan penting lainnya.

"Ada juga kebutuhan khusus seperti balita, manula, dan pelengkapan mandi dan tidur," kata Hazli.

GP Ansor Karangasem Galang Bantuan Peduli Pengungsi Gunung Agung (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Karangasem Galang Bantuan Peduli Pengungsi Gunung Agung (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Karangasem Galang Bantuan Peduli Pengungsi Gunung Agung

Ia juga mengajak semua pihak untuk bisa membantu meringankan kebutuhan para pengungsi.

"Ada beberapa pengungsi yang tak terdata karena mendirikan tenda tenda mandiri, ini yang akan kita bantu, karena sementara ini bantuan hanya terpusat di tenda tenda induk." tegasnya.

Pondok Pesantren Tegal

Warga NU yang berkeinginan untuk menyumbangkan sebagian hartanya bagi pengungsi Gunung Agung, dapat mentransfer melalui Bank BRI : 460801004147531 a.n Hazli Hidafi (Ketua GP Ansor Karangasem dengan nomor kontak 085237990799.

Pondok Pesantren Tegal

Sebagaimana diketahui aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem semakin mengkhawatirkan. Setelah beberapa kali mengalami fluktuasi, PVMBG meningkatkan status Gunung Agung menjadi awas ( level IV). Untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan, pemerintah setempat melarang aktivitas warga pada radius 12 Kilometer dari Gunung Agung.

Wargapun mengungsi ke daerah daerah yang terbilang aman.

Berdasarkan  data Bidang Humas Satgas Siaga Darurat, hingga Ahad (24/9), sudah terdapat 43.036 jiwa pengungsi yang tersebar di sejumlah kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Karangasem.

Besarnya jumlah pengungsi tersebut menjadikan semua pihak prihatin dengan kondisi pengungsi yang serba kekurangan ini. Selain pemerintah, sejumlah kelompok masyarakat menyalurkan bantuan kepada para pengungsi, termasuk dari Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Karangasem yang menerjunkan Banser Tanggap Bencana (Bagana). (Abraham Iboy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Anti Hoax, Sholawat, Halaqoh Pondok Pesantren Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Realisasikan 5000 Doktor, Kemenag Jalin Kerjasama dengan University of Canberra

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Kementerian Agama RI dan University of Canberra menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam realisasi program 5000 Doktor yang tahun ini menjadi tahun kedua program ini berjalan. Penandantanganan dilakukan Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin dan pihak University of Canberra Australia Frances Shannon di Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Senin (23/5).

Kamaruddin mengungkapkan University of Canberra merupakan salah satu perguruan tinggi di Australia, sedangkan Australia sendiri adalah salah satu negara yang menjadi target untuk mengirim dosen-dosen ke luar negeri. "Seperti sering kami sampaikan di sejumlah kesempatan bahwa program 5000 doktor akan meng-cover 25 persen ke luar negeri di antaranya ke negara di Eropa, Mesir, Arab Saudi, Maroko, Turki, Jepang dan lainnya, dan 75 persen lainnya di universitas dalam negeri. Dan hari ini adalah MoU dengan University of Canberra di negara Australia," ujar Kamaruddin sebagaimana dilansir kemenag.go.id.

Realisasikan 5000 Doktor, Kemenag Jalin Kerjasama dengan University of Canberra (Sumber Gambar : Nu Online)
Realisasikan 5000 Doktor, Kemenag Jalin Kerjasama dengan University of Canberra (Sumber Gambar : Nu Online)

Realisasikan 5000 Doktor, Kemenag Jalin Kerjasama dengan University of Canberra

Menurut Kamaruddin, yang menarik dari MoU ini adalah mereka akan membantu pihaknya mempersiapkan caloh Doktor. "Misalnya, kita mengirim kandiat doktor yang IELTS baru enam, universitas ini menerima, meski standarnya 6.5," ujarnya .

“Mereka (University of Canberra) akan membantu mempersiapkan dan menggembleng lagi bahasa Inggerisnya (calon doktor) tersebut, dan itu sepenuhnya dibiayai oleh pihak universitas. Itu poin atau nilai tambah dari MoU ini,” terang Kamaruddin.

Kamaruddin menambahkan, terdapat beragam program studi yang ditawarkan melalui program 5000 doktor ini, dan tidak semata tentang studi agama, tapi juga studi non agama seperti arsitektur, kedokteran, teknologi informasi dan komunikasi yang bisa dipilih. Diharapkan mereka bisa menyelesaikan studinya sesai target tang ditentukan, 3-4 tahun.?

“Tahun ini kami menyiapkan 250 orang untuk studi di perguruan tinggi luar negeri, dan 750 di perguruan tinggi dalam negeri,” kata Kamaruddin.

Pondok Pesantren Tegal

Penerima program 5000 Doktor ini adalah mereka yang telah lulus melalui sejumlah tahapan yang dilakukan oleh tim seleksi yang dibentuk Kemenag.? (Red-Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Bahtsul Masail, Halaqoh, News Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Prihatin Akhlak Siswa, IPNU NTB Serukan Ayo Mondok!

Lombok Tengah, Pondok Pesantren Tegal

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Nusa Tenggara Barat menyerukan kepada para orang tua agar mendorong putra-putrinya untuk belajar di pesantren. Ajakan ini disampaikan Syamsul Hadi, Ketua PW IPNU NTB.

Prihatin Akhlak Siswa, IPNU NTB Serukan Ayo Mondok! (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Akhlak Siswa, IPNU NTB Serukan Ayo Mondok! (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Akhlak Siswa, IPNU NTB Serukan Ayo Mondok!

PW IPNU NTB prihatin dengan perilaku peserta didik dalam menyikapi cara guru memberi sanksi mereka dalam proses belajar mengajar. Menurutnya, akhir-akhir ini begitu banyak peserta didik melaporkan gurunya ke pihak polisi lataran dicubit atau ditegur.

“Kalau karakter generasi sekarang seperti itu lalu apa jadinya bangsa ini. Dan guru tentu tidak akan berani mendidik melainkan hanya mengajar,” ujarnya pada acara Safari Ramadhan di Yayasan Mambaul Ulum Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, Selasa (28/06) malam. Safari Ramadhan dirangkai dengan santunan anak yatim.

Pondok Pesantren Tegal

Oleh karen itu, lanjutnya, madarasah dan pesantren khususnya adalah harapan terakhir yang bisa membentengi generasi ini untuk memiliki karakter yang baik dan tidak melawan kepada guru.

Pondok Pesantren Tegal

Dia juga berpesan kepada siswa Yayasan Mambaaul Ulum yang hadir saat itu agar bangga menjadi siswa madrasah meskipun swasta.

“Dunia sudah terbuka lebar, alumni swasta maupun negeri sama-sama memiliki ruang dan peluang kompetensi yang sama. Dan pesantren memiliki kalebihan tersendiri? ? yaitu tertanamnya karakter santri yang bertaqwa, berbudi luhur dan menghargai guru serta hidup sederhana,” tuturnya.

Kemajuan teknologi yang begitu pesat saat ini juga bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak ke hal yang tidak baik jika tidak diimbangi dengan pendidikan yang baik.

Kasi Kelmbagaan Sistem Informasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementrian Agama Provinsi NTB H Kabarudin yang hadir dalam itu mengatakan hal yang sama. Ia berpesan agar anak-anak dibina dan diawasi perkembangannya.

“Banyak anak yang melawan orang tua bahkan orang tuanya dilaporkan ke polisi. Yang lebih disayangkan lagi juga ada anak yang bunuh orang tuanya gara-gara tidak mampu orang tuanya memenuhi keinginan si anak,” ujarnya. (Muslim/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Halaqoh Pondok Pesantren Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Pesantren Nuris, Ladang Subur Persemaian Bibit Aswaja (1)

Jember, Pondok Pesantren Tegal. Jika berbicara soal Aswaja, kurang lengkap rasanya kalau tidak memperbincangkan ? Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Antirogo, Jember, Jawa Timur. Pasalnya, pesantren yang terletak di 5 kilometer ke arah utara Kota Jember ini mengusung komitmen yang kuat untuk menyemai ? bibit-bibit Aswaja.?

Pesantren Nuris, Ladang Subur Persemaian Bibit Aswaja (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nuris, Ladang Subur Persemaian Bibit Aswaja (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nuris, Ladang Subur Persemaian Bibit Aswaja (1)

Berawal dari sebuah kerisauan yang merajam jiwa KH. Muhyiddin Abdusshomad, pengasuh Pesanten Nuris. Sebagai tokoh NU, ia merasa gundah karena posisi Aswaja (NU) yang moderat semakin lama semakin terjepit oleh dua aliran yang berseberangan. Yang satu adalah aliran liberal.?

Dan satunya lagi aliran radikal. Yang disebut terakhir ini, gerakannya cukup massif, dan gampang meraih simpati ? masyarakat. Tidak hanya itu, mereka juga berani terang-terangan mencaci-maki, mencap amaliah NU sebagai amalan bidah, khurarat, bahkan kafir.

Sebagian orang, menilai hal tersebut sebagai persoalan yang remeh-temeh. Namun bagi Kiai Muhyiddin, menjamurnya aliran radikal di Indonesia, termasuk Jember ? merupakan awal petaka. Sebab, mereka mempunyai kemampuan menyusup dan berbaur di tengah-tengah masyarakat.?

Dengan semangat "dakwah" yang militan, didukung oleh finansial yang memadai, sungguh mereka bisa menjadi ancaman serius bagi NU, bahkan bangsa Indonesia. Betul, Islam mungkin tak akan hilang dari bumi Indonesia. Tapi bukan mustahil, ? NU kelak hanya tinggal papan nama ? jika agresifitas kelompok radikal dibiarkan leluasa bergerak menebar propaganda palsu.?

Pondok Pesantren Tegal

"Mesir asalnya sunni. Begitu juga ? Turki, Irak dan masih banyak lagi. Tapi akhirnya aliran sunni di situ jadi minoritas bahkan habis sama sekali," tukas putra Kiai Muhyiddin, Ra Robith Qashidi kepada Pondok Pesantren Tegal.

Pondok Pesantren Tegal

Itulah sebabnya, Kiai Muhyiddin mengadakan perlawanan dengan menerbitkan sejumlah buku yang berisi dalil atau argumentasi tentang amaliah warga NU. Sebab, mereka menyerang ajaran atau amaliah NU. Berarti benteng dalilnya harus diperkuat. Diantara bukunya adalah "Fiqih Tradisionalis: Jawaban Pelbagai Persoalan Keagamaan Sehari-hari", "Tahlil Dalam Perspektif Alquran dan As-sunnah (kajian Kitab Kuning)",? dan sebagainya.?

Satu lagi kitab "perlawanan" Kiai Muhyiddin berbahasa Arab, yaitu "Al-Hujjaj ? al-Qathiyyah lil-Aqaaid wal Amaliyyah an-Nahdliyyah". Kitab ini bahkan menjadi materi kajian dan dihatamkan ? di sejumlah pesantren besar seperti Matholiul Falah asuhan Kiai Sahal Mahfudz, Pesantren Ngunut, Tulungagung, pesantren Mojogeneng, Mojokerto, pesantren Langitan, Tuban, Pesantren Ilmu Al-Quran pimpinan Kiai Bashori Alwi, Malang dan Sekolah Tinggi Agama Islam, Tambak Beras Jombang.?

"Masih banyak pesantren besar lain yang bahkan menjadikan buku dan kitab abah sebagai materi pelajaran wajib bagi santrinya," lanjut Ra Robith.

Gerakan Kiai Muhyiddin ternyata merangsang timbulnya ghirah di kalangan tokoh NU dan pengasuh ? pesantren. Antusiasme sejumlah pesantren di atas dalam mengkaji kitab dan buku ? karya Kiai Muhyiddin ? menjadi petunjuk sahih betapa langkah dan gerakannya dapat menginspirasi "perlawanan" pesantren terhadap aliran kontra NU, dengan cara memperkuat benteng dalil amaliyah NU.

Dalam perkembangan yang sama, Kiai Muhyiddin juga mendorong pendirian Aswaja Center ? dan memaksimalkan kiprah Lembaga Bahtsul Masail PCNU Jember. Munculnya nama-nama seperti Ustdaz Idrus Ramli, Mahmulul Huda, Abdul Haris, Gus Wahab ? dan lain-lain tak lepas dari besutan tangan dingin Kiai Muhyiddin.?

Mereka siap "tempur" untuk mendebat aliran radikal dan liberal dalam kondisi dan situasi apapun. Kiai Muhyiddin sendiri saat itu juga keliling Nusantara memenuhi undangan pelatihan Aswaja.

Pesantren Nuris, tentu saja menjadi ladang subur untuk menyemaikan bibit Aswaja. Karena itu, Kiai Muhyidin lalu mencanangkan tekad bahwa pesantren yang dipimpinnya ? merupakan kawah candradimuka bagi lahirnya kader-kader Aswaja yang mumpuni. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Ulama, Jadwal Kajian, Halaqoh Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Ketua NU Sumedang Lantik Kepala MTs Cikeruh

Jatinangor, Pondok Pesantren Tegal. Ketua PCNU Kabupaten Sumedang KH Sadulloh SQ, pada Sabtu (6/6) siang melantik kepala MTs Maarif Cikeruh yang baru Baban Sutaeban, S.Pd.I. untuk 4 (empat) tahun ke depan. Prosesi pelantikan ini dimulai pada pukul 13.00 sampai 15.30 bertempat di kampus MTs Maarif Cikeruh Jatinangor.

Ketua NU Sumedang Lantik Kepala MTs Cikeruh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua NU Sumedang Lantik Kepala MTs Cikeruh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua NU Sumedang Lantik Kepala MTs Cikeruh

Baban yang merupakan alumni MTs Maarif Cikeruh angkatan ke-2 tahun 1983 ini dilantik menggantikan H Totoh Faeturrohman S.Ag. yang menjabat semenjak tahun 2012.

Baban terpilih menjadi kepala sekolah menyisihkan satu calon lainnya Dra Hj. Cucu Rohayati yang juga diusulkan oleh para pendidik dan tenaga kependidikan MTs Maarif Cikeruh. Kedua orng ini kemudian mengikuti seleksi yang diadakan PC LP Maarif pada tanggal 23 Mei 2015.

Pondok Pesantren Tegal

Komponen yang dinilai dalam seleksi tersebut diantaranya kepribadian dan sosial, kepemimpinan pembelajaran, pengembangan sekolah, manajemen sumber daya, kewirausahaan, supervisi pembelajaran dan ke-NU-an, yang dinilai oleh Pengurus PCNU, Pengurus LP Maarif dan tim profesional dari luar.

Pondok Pesantren Tegal

Totoh dalam sambutan terakhirnya menyampaikan bahwa MTs Maarif Cikeruh pada Tahun Pelajaran 2014/2015 memiliki 926 siswa dengan jumlah rombongan belajar sebanyak 19. Sampai saat ini, panitia PSB sudah menerima 400-an calon siswa. Dia pun berharap agar kepala yang baru bisa membawa MTs Maarif Cikeruh lebih maju lagi.

Sementara itu, Ketua PCNU mengamanatkan supaya MTs Maarif jatinangor terus membentengi siswa-siswinya dari faham radikalisme. 

"Jatinangor sebagai kawasan pendidikan di Sumedang bahkan Jawa Barat sangat rawan dimasuki berbagai macam faham, termasuk faham radikalisme dan faham yang akan memecah belah NKRI, oleh karena itu hendaknya para siswa diikutkan dengan berbagai macam kegiatan khususnya IPNU dan IPPNU," ujar Sadulloh.

Sadulloh juga menambahkan, bahwa faham Ahlussunnah wal Jamaah sampai saat ini terbukti sangat efektif menjadi perekat keutuhan NKRI. Oleh karena itu faham Ahlussunah wal jamaah an nahdliyyah perlu terus dijaga dan disebarkan, imbuhnya. (ayi abdul qohar/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Halaqoh Pondok Pesantren Tegal

Senin, 20 November 2017

LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami

Jombang, Pondok Pesantren Tegal. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jombang terus berupaya untuk meningkatkan taraf perekonomian warga nahdliyin. Salah satu langkah yang mereka lakukan dengan mengadakan acara workshop perekonomian di Aula PCNU Jombang Jl. Gatot Subroto No. 4 Jombang, Selasa (30/12).

Ketua LPNU Jombang M Muchlis mengatakan, bahwa keberadaan BMT NU yang merupakan badan usaha di bawah naungan LPNU Jombang merupakan wujud konkrit upaya lembaganya dalam mensejahterakan warga NU.

LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami (Sumber Gambar : Nu Online)
LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami (Sumber Gambar : Nu Online)

LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami

“Kesejahteraan Masyarakat, khususnya warga nahdliyin menjadi visi besar kami. Karena pemikiran yang selama ini menyatakan NU hanya berkutat pada urusan keagamaan akan kami hapus dengan program-program penguatan perekonomian seperti ini,” jelas Muchlis saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan workshop.

Pondok Pesantren Tegal

Workshop yang diikuti anggota BMT NU dari berbagai kecamatan se Kabupaten Jombang itu difasilitatori oleh Siti Arifah Anas. Bendahara BMT NU itu memaparkan manajemen keuangan untuk kehidupan berumah tangga.

Pondok Pesantren Tegal

“Kita harus mampu mengatur uang, bukan uang yang mengatur kita,” kata aktivis perempuan muda NU yang biasa dipanggil Ari itu.

Lebih lanjut ia meyakinkan peserta dengan memberikan contoh pengelolaan keuangan yang tidak boleh ditiru. “sebenarnya tukang parkir itu kan penghasilannya besar setiap harinya. Tapi taraf hidupnya begitu-begitu saja, itu karena mereka kurang baik dalam pengelolaan keuangannya,” pungkasnya.

Selain itu, mantan pengurus Lakpesdam NU Jombang itu juga mengajak peserta untuk mendukung dan mengikuti gerakan seribu rupiah per hari. “BMT NU siap menerima tabungan anggota walaupun hanya seribu rupiah setiap harinya. Asalkan rutin atau konsisten. Ini dalam rangka membantu memudahkan anggota mengatasi pembiayaan pendidikan anak-anaknya,” ujarnya.

Di sela-sela mengisi materi workshop itu, ia juga mengabarkan kepada anggota bahwa BMT NU Jombang juga siap melayani anggota yang akan umroh, berangkat haji, maupun mengembangkan usahanya masing-masing. (Romza/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Sholawat, Halaqoh, Kajian Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 15 November 2017

PPM Aswaja Sediakan Kebutuhan Informasi Islam Aswaja

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja menyediakan kebutuhan informasi terkait ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jama‘ah. Layanan itu dihadirkan dalam rangka menyediakan informasi alternatif keislaman.

PPM Aswaja Sediakan Kebutuhan Informasi Islam Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PPM Aswaja Sediakan Kebutuhan Informasi Islam Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

PPM Aswaja Sediakan Kebutuhan Informasi Islam Aswaja

Demikian dikatakan oleh Ketua PPM Aswaja Hari Usmayadi pada Khotbah Teknologi dalam rangka peringatan kedua harlah ke-10 Pondok Pesantren Tegal di Gedung PBNU lantai delapan, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Senin (15/4) malam.

Masyarakat dapat memenuhi kebutuhan informasi keislamannya melalui dua layanan, Search Engine Aswaja dan Ensiklopedia Digital Aswaja NU. Keduanya merupakan produk PPM Aswaja yang diluncurkan pada malam Khotbah Teknologi di lokasi yang sama.

Pondok Pesantren Tegal

“Dua layanan itu diharapkan menjadi rujukan utama masyarakat terutama warga NU agar tidak salah menuju layanan informasi keislaman yang tidak bertanggung jawab,” kata Hari Usmayadi di podium.

Menurut Hari Usmayadi, Komunitas PPM Aswaja berinisiatif membuat dua layanan itu mengingat kecenderungan instan masyarakat belakangan ini dalam memenuhi kebutuhan informasi.

Pondok Pesantren Tegal

Kami pun beranggapan, tegas Hari Usmayadi, dua layanan itu dimaksudkan juga untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan informasi keislaman bagi masyarakat urban atau pedesaan yang tidak sempat mengenyam pengajian tradisional sebagai pendidikan informal agama pada ustadz dan para kiai melalui sumber-sumber kitab yang otoritatif.

Sementara internet kini hanya dipenuhi oleh layanan-layanan informasi keislaman yang bersemangat pecah-belah dan menebar kebencian. Kenyataan itu, lanjut Hari Usmayadi, merupakan masalah yang butuh penanganan serius.

Setidaknya dua layanan itu bisa menjadi mencusuar peradaban Islam di tengah layanan informasi keislaman yang bersifat propaganda, tambah Hari Usmayadi.

Karena, dua layanan itu mengandung sejumlah konten keislaman yang dipertanggungjawabkan mulai dari daftar kitab para ulama, sanad keguruan para ulama sebelum, sezaman, dan sesudah Walisongo yang bersambung hingga ke Rasulullah, video streaming, dan para kiai Aswaja Nusantara hingga kini, tandas Hari Usmayadi.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Khutbah, Ahlussunnah, Halaqoh Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 14 November 2017

Alumni Sukorejo Tasyakuran atas Gelar Pahlawan Nasional Kiai As’ad

Banyuwangi, Pondok Pesantren Tegal. Ikatan Santri Salafiyah Syafiiyah (IKSASS) Banyuwangi menggelar tasyakuran atas gelar Pahlawan Nasional yang dianugerahkan Pemerintah Republik Indonesia kepada KH Asad Syamsul Arifin.?

Tasyakuran dilaksanakan di masjid Baiturrohim Rogojampi, Banyuwangi Jumat (11/11) dihadiri para alumni santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur dan jamaah rutin masjid tersebut.

Alumni Sukorejo Tasyakuran atas Gelar Pahlawan Nasional Kiai As’ad (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Sukorejo Tasyakuran atas Gelar Pahlawan Nasional Kiai As’ad (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Sukorejo Tasyakuran atas Gelar Pahlawan Nasional Kiai As’ad

Salah seorang alumni, H. Ikrom Hasan, menyampaikan, sebagai alumni patut bersyukur atas terakuinya Kiai As’ad sebagai pahlawan.

"Sebenarnya sudah sejak dulu prosedur persyaratan supaya Kiai Asad Syamsul Arifin untuk mendapatkan gelar pahlawan. Berangkat dari pengakuan Kiai Ahmad Shiddiq Jember dalam ? pidatonya. Beliau mengakui betapa luar biasanya perjuangan dalam mengawal dan merebut kemerdekaan NKRI dan menggerakkan roda organisasi Nahdlatul Ulama. Maka seharusnya kiai kita mendapatkan gelar pahlawan secara resmi," jelasnya.

Pondok Pesantren Tegal

Namun, karena almarhum Kiai Fawaid, salah seorang putranya, tidak berkenan, gelar kepahlawanan untuk ayahandanya mengalami kemacetan. Kiai Fawaid berpandangan seorang ulama tidak memerlukan gelar-gelar seperti itu. Cukup di hadapan Allah SWT yang mengetahui derajat keluhuran Kiai Asad Syamsul Arifin.

"Semenjak meninggalnya Kiai Fawaid, prosedur kepengurusan gelar pahlawan diajukan kembali karena tuntutan sejarah perjuangan beliau semasa hidup menarik untuk diperjuangkan kembali. Dan Alhamdulillah saat ini gelar pahlawan dapat diakui negara. Oleh karenanya kita sebagai alumni patut bersyukur, salah satunya dengan kita kumpulkan seluruh alumni di masjid ini untuk tasyakuran," pungkasnya.

Pondok Pesantren Tegal

Guntur Al-Badri, salah satu panitia dan juga alumni juga menyampaikan beberapa harapan kepada seluruh alumni dan seluruh jamaah yang hadir.

"Kita sebagai alumni, patut bersyukur dengan pengakuan negara sebagai pahlawan kepada guru kita. Tak luput dengan itu, harapan kita sebagai alumni bisa meneladani perjuangan dalam komitmen berbangsa dan bernegara serta komitmen dalam berorganisasi di Nahdlatul Ulama. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Doa, Halaqoh Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 11 November 2017

40 Santriwati MA Ali Maksum Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Krapyak, Pondok Pesantren Tegal. Sebanyak 40 santriwati Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum tingkat Madrasah Aliyah mengikuti Training and Workshop Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Lentera Foundation bersama Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) dan Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta (US Embassy).

40 Santriwati MA Ali Maksum Ikuti Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
40 Santriwati MA Ali Maksum Ikuti Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

40 Santriwati MA Ali Maksum Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Tema pelatihan ini ‘Journalism Training and Women Leadership Program for Female Students in Islamic Boarding School (pesantren)’. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari pada 14-15 September 2015 di gedung pengajian Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta.

Dalam acara pembukaan, Indar, perwakilan dari Kedutaan Amerika menyampaikan sambutan dan rasa senang bisa mengadakaan pelatihan ini di pesantren. "Kami merasa senang, selain bisa mengunjungi pesantren, kami juga berharap potensi-potensi besar yang dimiliki santri khususnya santriwati bisa dikembangkan terutama bidang jurnalistik," katanya.

Pondok Pesantren Tegal

Dari pihak yayasan pondok pesantren yang diwakili oleh Ibu Ny Hj Maya Fitria sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. "Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara dan kami berharap para santriwati mendapat pemahaman dan pengalaman dalam pelatihan ini," jelasnya.

Pelatihan ini sebelumnya juga dilaksanakan di PPMI Assalaam Solo. Kemudian usai dari pesantren Krapyak, kegiatan ini akan dilanjutkan ke Semesta Boarding School Semarang. (Muyas/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal Nasional, Hikmah, Halaqoh Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 10 November 2017

Warga Jember, Ikutilah Jalan Santai Santri 5 November 2017

Jember, Pondok Pesantren Tegal. Pimpinan Cabang GP Ansor Jember, Jawa Timur menginisiasi Jalan Sehat Santri. Kegiatan untuk memeriahkan Hari Santri Nasional 2017 tersebut dijadwalkan Ahad, 5 November 2017 mulai pukul 06.00 WIB, berpusat di Alun-alun Kabupaten Jember.

Saat ini persiapan telah seratus persen rampung dan tinggal menunggu hari H nya. Pantauan Pondok Pesantren Tegal, Rabu (1/11) hari ini tampak panitia sibuk melayani para pendaftar dari berbagai kalangan.

“Diperkirakan JSS diikuti 30 ribu lebih peserta baik santri dari pondok pesantren atau lembaga pendidikan maupun masyarakat umum,” ungkap H Kholidi Zaini, salah satu panitia pelaksana.

Warga Jember, Ikutilah Jalan Santai Santri 5 November 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Jember, Ikutilah Jalan Santai Santri 5 November 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Jember, Ikutilah Jalan Santai Santri 5 November 2017

Kholidi menyebut, yang unik dari kegiatan rutin tahunan ini mewajibkan pesertanya memakai busana muslim.

"Syaratnya bersarung bagi para peserta putra dan berbusana muslimah untuk peserta putri,” ujar Kholidi.

Syarat pemakaian sarungan bagi peserta putra karena sarungan sudah menjadi identitas santri terlebih bagi warga Nahdliyin dan merupakan salah satu kearifan budaya lokal. 

Pondok Pesantren Tegal

“Di samping itu, kegiatan ini mudah-mudahan menjadi semakin mengeratkan kebersamaan dan persatuan antarsesama anak bangsa, khususnya warga masyarakat Kabupaten Jember,” papar Kholidi.

Untuk menjadi peserta JSS, tidak dipungut biaya pendaftaran. Meskipun gratis, peserta berpeluang mendapatkan puluhan hadiah utama dan ratusan hadiah menarik lainnya.

Jalan Sehat Santri terlaksana berkat kerjasama dengan PCNU Jember, SBA Institute dan dukungan banom NU.

Pondok Pesantren Tegal

Masyarakat yang berminat mengikuti kegiatan, dapat mendaftarkan diri di Kantor PC GP Jember, Jl.Danau Toba No.1 Tegalgede Sumbersari Jember. Pendaftaran dibuka pukul 09.00-15.00.

Berikut syarat dan ketentuan pendaftaran:

1. Membawa fotokopi KTP/SIM/Kartu Pelajar/Mahasiswa/Kartu Santri untuk ditukar dengan 1 Kupon JSS.

2. Peserta utk 1 keluarga membawa fotokopi KK untuk ditukar dengan Kupon JSS.

3. Peserta dari lembaga/Pondok pesantren membawa surat rekomendasi dari pengurus/pengasuh untuk ditukar dengan Kupon JSS.

(Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Halaqoh, Sholawat, Habib Pondok Pesantren Tegal