Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Cara Gusdurian Lampung Peringati Hari Lahir Gus Dur

Way Kanan, Pondok Pesantren Tegal?

Memperingati Hari Lahir KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Gusdurian Lampung menggelar Doa Lintas Agama Untuk Gus Dur dan Bakti Sosial Penyembuhan Alternatif Aji Tapak Sesontengan (ATS) di dua kecamatan daerah dipimpin Bupati Raden Adipati Surya.?

Cara Gusdurian Lampung Peringati Hari Lahir Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Gusdurian Lampung Peringati Hari Lahir Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Gusdurian Lampung Peringati Hari Lahir Gus Dur

Penggiat Gusdurian Markus Tri Cahyono, di Blambangan Umpu, Kamis (3/8) menjelaskan, kegiatan bekerja sama dengan Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Way Kanan dan Paguron Swarna Raya Yayasan Aji Tapak Sesontengan Global Indonesia tersebut mengambil tema Merawat Warisan Kebhinekaan, Menebar Warisan Jenius Leluhur Nusantara.

Kegiatan digelar di dua tempat mulai pukul 13.00-17.00 WIB. Pertama di RK IV, Madiun, Kelurahan Campur Asri, Kecamatan Baradatu, Jumat 4 Agustus yang merupakan hari kelahiran Gus Dur. Kemudian di Bale Banjar Adat Sari Agung, Kampung Bali Sadhar Tengah, Kecamatan Banjit, Sabtu 5 Agustus.

Masyarakat yang menderita penyakit asam urat, hernia, kencing nanah, lemah jantung, diabetes, lemah syahwat, stroke, paru-paru, kista, kanker payudara, rematik, pengeroposan tulang bisa menyembuhkan penyakitnya tanpa biaya.

Pondok Pesantren Tegal

Hanya saja, bagi yang Muslim diharapkan membaca tiga kali Al Fatihah dihadiahkan bagi Gus Dur, untuk keselamatan bangsa Indonesia dan seluruh penyelenggara kegiatan. Untuk yang non muslim, dipersilakan berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing dengan tujuan sama.

"Setelah atau sambil menunggu penyembuhan, kami akan mengajak masyarakat berfoto membawa pesan-pesan inspiratif Gus Dur mengenai keberagaman dan kemajemukan. Ini yang kami sebut sebagai merawat kebhinekaan," kata Markus lagi.

Adapun yang dimaksud menebar warisan jenius leluhur nusantara ialah berkumpul dan berdialog dengan masyarakat untuk merampungkan masalah melalui penyembuhan penyakit medis dan non medis dengan ATS, ilmu kuno peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia yang mudah digunakan siapapun yang telah diaktivasi, cukup 15 hingga 30 menit sudah bisa praktik.

Saat ini, ATS sudah banyak dimanfaatkan di mancanegara seperti di Hongkong, Singapura, Polandia, Belanda, Jepang, Amerika, Meksiko, Australia, Belgia hingga Spanyol sehubungan bisa dipelajari oleh siapa pun mulai dari anak kecil dan orang tua. Aktivasi ATS 085382008080. (Erli Badra/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren Tegal

? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Kajian Islam, Fragmen, Olahraga Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Shalat Jenazah yang Dilakukan Lebih dari Sekali

Asalamu’alaikum Wr. Wb. Ustadz pengasuh rubrik Bahtsul Masail yang insyaAllah dimuliakan Allah. Bersama ini saya mohon penjelasannya seputar shalat jenazah yang pelaksanaannya dilakukan lebih dari satu kali karena ruangan tempat shalatnya tidak cukup/sempit.... sementara jumlah jamaah yang menyalatkannya jika ditotal dari kesemua pelaksanaannya ada sekitar 40 orang saja....(satu kali pelaksanaan shalatnya kurang dr 40 jamaah).

Apakah diperbolehkan, dan adakah dalil dari masalah ini....dan apakah pelaksanaan shalat tersebut sudah memenuhi syarat bagi jenazah tersebut untuk mendapatkan syafaat dari yang menyalatkan mengingat jumlah jamaah setiap pelaksanaan shalatnya kurang dari 40 orang.... Walaupun jika ditotal dr semua pelaksanaan sholat jenazah yg lebih dr satu kali itu tetap jamaahnya lebih dr 40 orang....

Shalat Jenazah yang Dilakukan Lebih dari Sekali (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Jenazah yang Dilakukan Lebih dari Sekali (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Jenazah yang Dilakukan Lebih dari Sekali

Semoga pencerahan Ustad menjadi simpanan pahala ilmu yang bermanfaat bagi Ustad dan tambahan ilmu bagi kami...Aamiin... Wassalamu’alaikum.wr.wb. (H.Muhidin ~ Pringsewu Lampung)

Pondok Pesantren Tegal

Jawaban

Pondok Pesantren Tegal

Penanya yang budimana, semoga selalu mendapatkan rahmat Allah swt. Mengenai soal berulang-ulangnya shalat jenazah, menurut madzhab Syafii dan Hanbali pelaksanaan shalat janazah yang dilakukan lebih dari satu kali itu diperbolehkan bagi orang yang yang belum melaksanakan shalat tersebut walaupun setelah jenazah dikuburkan. Bahkan menurut madzhab Syafii dihukumi sunnah. (Abdurrahman al-Juzairi, al-Fiqh ‘ala Madzahib al-Arba’ah, Bairut-Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, cet ke-2, 1424 H/2003 M, juz, 1, h. 479)

Di antara dalil yang menunjukkan kesunnahan untuk melakukan shalat janazah berkali-kali yang dilakukan oleh orang yang berbeda yang belum melakukan shalat janazah adalah sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  -- ? ? ?. Rasulullah sampai di kuburan yang masih basah kemudian shalat di atasnya, dan para sahabat membuat shaf dibelakang beliau. Lantas beliau-pun bertakbir empat kali” (H.R. Bukhari-Muslim)

Sedang dalam masalah jumlah jamaah shalat jenazah ada hadits yang menyatakan bahwa jika ada jenazah dishalati oleh empat puluh orang yang tidak mensekutukan Allah swt, niscaya Allah swt akan mengabulkan permintaan syafaat (doa) mereka untuk si mayyit.

? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ? -- ? ?

“Tidak ada seorang laki-laki yang meninggal dunia kemudian empat puluh orang laki-laki yang sama sekali tidak menyekutukan Allah swt menyalati jenazahnya kecuali Allah akan menerima permintaan syafaat mereka untuknya” (H.R. Muslim)

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, semoga bisa menambah wawasan yang bermanfaat. (Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Nasional, Fragmen Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Tokoh PMII Jawa Timur Imbau Pemuda Terapkan Dakwah Simpatik

Pamekasan, Pondok Pesantren Tegal

Salah seorang tokoh PMII Jawa Timur Baddrut Tamam, menjadi pembicara utama dalam kajian sosial yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pamekasan, Selasa (29/3) malam. Bertempat Kedai 11-12 Jalan Trunojoyo, kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan pemuda.

Tokoh PMII Jawa Timur Imbau Pemuda Terapkan Dakwah Simpatik (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh PMII Jawa Timur Imbau Pemuda Terapkan Dakwah Simpatik (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh PMII Jawa Timur Imbau Pemuda Terapkan Dakwah Simpatik

Dalam kesempatan itu, Baddrut Tamam menegaskan betapa pentingnya pemuda terlibat aktif dalam bidang dakwah. Wujudnya, bisa berupa kritik sosial terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang kurang merakyat.

"Tapi dengan dakwah simpatik, bukan dengan jalan anarkis. Model dakwah ini lebih mengedepankan solutif demi kepentingan-kepentingan masa depan," tegasnya.

Penegasan tersebut dihadirkan karena Baddrut masih sering menemukan gerakan kritik sosial menggunakan jalan kekerasan. Menurutnya, bila pola seperti itu tidak dihindari, maka para pemuda harus siap-siap ditinggal masyarakat. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal Sunnah, Fragmen Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Pasar Rakyat Diawali Workshop Wirausaha

Blitar, Pondok Pesantren Tegal. Kegiatan Pasar Rakyat Indonesia di Blitar Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PBNU bersama PCNU setempat diawali dengan workshop kewirausahaan dan seni yang berlangsung Gedung Radio Mahardika FM, milik Pemkot Blitar.

Pasar Rakyat Diawali Workshop Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat Diawali Workshop Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat Diawali Workshop Wirausaha

Menurut ketua panitia acara, Mohammad Sidik, workshop ini mengambil tema “Membangun Kebersamaan Dalam Seni Budaya di Masa Depan”.

Workshop berlangsung mulai pukul 10.00 hingga pukul 13.00 Wib. Bertindak selaku pembicara Rais Syuriyah PCNU Kota Blitar  KH Abdul Karim Muhaimin  (Gus Karim)dan Hary Panca dari Trans Power Umat yang berbagi pengalaman tentang TV production.  Acara yang dimoderatori oleh Habib Bawafi itu berlangsung gayeng.

Pondok Pesantren Tegal

Acara ini juga mendapat sambutan luar biasa dari warga dan pengurus NU Kota Blitar. "Mereka adalah utusan dari MWCNU, Pengurus Ranting, para guru serta warga sekitar,"  ungkap Mohammad Sidik.

Pondok Pesantren Tegal

Ketua LAZISNU Kota Blitar menyampaikan,  usai kegiatan workshop acara dilajutan dengan penampilan kesenian Islami oleh Group Qosidah moderan dari Mamnu Kota Blitar. 

Pembukaan Pasar Rakyat dilakukan pada Sabtu (26/1) sore dan mendapat sambutan meriah dari masyarakat Blitar dan sekitarnya.  Hadir di lapangan PPIP, Sentul, Jl Dr Mohammad Hatta, tempat dilaksanakannya acara, antara lainWakil Walikota  Blitar H Purnawan Buchori, Rais Syuriyah PCNU Kota Blitar KH Abdul Karim Muhaimin (Gus Karim), Ketua Tafidziyah NU Drs Mohammad Bakir dan sejumlah pengurus lainnya. 

Pasar Rakyat di Kota Blitar akan berlangsung hingga Ahad besok. Para pengunjung bisa mendapatkan beberapa bahan sembako dengan harga lebih murah dari harga pasar. Kegiatan diselingi dengan panggung hiburan.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal AlaSantri, Doa, Fragmen Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

PMII Kentingan Buka Sayembara Menulis tentang "Aku dan Buku"

Solo, Pondok Pesantren Tegal - Menyongsong hari lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-57, LSO Jurnalistik Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Kentingan, Solo, Jawa Tengah, menyelenggarakan kegiatan “Sayembara Menulis” dengan tema “Aku, Buku dan Sepotong Kisah yang Tak Terlupakan”.

Panitia kegiatan, Joko Priyono, menjelaskan 3 naskah terbaik pada lomba ini berhak untuk mendapatkan hadiah dan dari 21 naskah terbaik akan dikumpulkan menjadi sebuah buku.

PMII Kentingan Buka Sayembara Menulis tentang Aku dan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kentingan Buka Sayembara Menulis tentang Aku dan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kentingan Buka Sayembara Menulis tentang "Aku dan Buku"

“Pengiriman tulisan sudah dapat dilakukan mulai tanggal 10 Februari 2017 hingga 10 Maret 2017. Naskah dikirim ke panitia via e-mail: pmiiuns@gmail.com,” terang Joko, kepada Pondok Pesantren Tegal, Rabu (15/2).

Pondok Pesantren Tegal

Joko menambahkan para peserta lomba dapat memilih subtema, antara lain: pengalaman pertama kali dalam membaca buku dan pengalaman menarik tentang buku yang disukai,

Kemudian, sub-tema lainnya, yakni: kiat dalam menjalani dan menekuni hobi membaca buku, cerita untuk memotivasi dalam membaca buku, dan cerita dan deskripsi tentang buku yang disukai.

Joko berharap, melalui lomba menulis ini dapat menumbuhkan budaya literasi di kalangan anggota dan kader PMII. “Lomba ini sekaligus menjadi kegiatan untuk memeriahkan RTK PMII Komisariat Kentingan,: imbuhnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Meme Islam, AlaSantri, Fragmen Pondok Pesantren Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Katib NU Jember: Tak Ada Alasan Muslim Tak Berpuasa

Jember, Pondok Pesantren Tegal

Katib Syuriyah PCNU Jember Kiai MN Harisudin menyatakan bahwa tidak ada alasan bagi orang Islam untuk tidak berpuasa. Semua orang Islam yang sudah baligh dan berakal, tanpa kecuali, dipandang sudah tahu hukum Islam terkait puasa. Oleh karena itu, jika ia tidak berpuasa Ramadhan dengan alasan tidak tahu, hal yang demikian itu tidak diperkenankan.

Katib NU Jember: Tak Ada Alasan Muslim Tak Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib NU Jember: Tak Ada Alasan Muslim Tak Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib NU Jember: Tak Ada Alasan Muslim Tak Berpuasa

Demikian disampaikan Kiai MN Harisudin dalam pengajian Subuh di Masjid Agung Al-Baitul Amien Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (13/6). Lebih dari 150 jamaah masjid yang menghadiri majelis ta’lim tersebut.

“Seperti orang naik mobil, dia memaksa terus berjalan ketika lampu merah, kemudian dia ditangkap polisi. Orang yang melanggar ini lalu mengatakan bahwa ia tidak tahu kalau lampu merah harus berhenti. Tentu, polisi ini tidak mau tahu dengan alasan tersebut. Orang yang melanggar ini tetap ditilang. Nah, demikian juga dengan orang Islam. Dia tidak boleh beralasan, ‘maaf saya tidak tahu kalau zina itu haram. Saya tidak tahu kalau puasa itu wajib. Demikian seterusnya,” kata Kiai MN Harisudin yang juga kepala Prodi Hukum Pidana Islam-Hukum Tata Negara Fakultas Syari’ah IAIN Jember.

Pondok Pesantren Tegal

Dalam Islam, menurut pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember ini, hanya ada dua orang yang ditoleransi yang disebut dengan jahil ma’dzur. Pertama, orang yang baru masuk Islam. Kedua, orang yang jauh dari ulama.

“Jika dua orang ini beralasan, maka masih ditoleransi dalam Islam. Karena memang keadaan mereka berdua memang layak dimaafkan,” jelas kiai muda yang juga Sekretaris YPNU Universitas Islam Jember tersebut.

Pondok Pesantren Tegal

Lebih lanjut, Kiai M.N. Harisudin menyebut ada sejumlah udzur yang menyebabkan orang tidak berdosa ketika meninggalkan puasa. “Mereka adalah orang yang haid, nifas, orang musafir, orang yang sakit, orang yang lanjut usia, orang yang hamil dan orang yang menyusui. Kalau mereka tidak puasa, dimaafkan. Bahkan ada yang haram berpuasa yaitu orang yang haid dan nifas,” ujar penulis banyak buku yang juga Ketua Bidang Intelektualitas dan Publikasi Ilmiah IKA-PMII Jember tersebut.? (Anwari/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Fragmen, Aswaja Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Ketua Umum PB PMII Tak Sepakat PMII Jadi Banom NU

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Addin Jauharudin menyayangkan sikap dan peryataan para pemimpin NU yang menghendaki PMII kembali menjadi Badan Otonom (Banom) NU, namun tidak pernah ikut terlibat dan turun tangan dalam setiap kerja-kerja bersama PMII.

“PMII dan NU merupakan organisasi yang sejajar dan saling memperkuat satu sama lain. Bukan saling melemahkan dan menjadikan PMII sebagai underbow NU,” kata Addin di Jakarta, Jumat (30/5).

Ketua Umum PB PMII Tak Sepakat PMII Jadi Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Umum PB PMII Tak Sepakat PMII Jadi Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Umum PB PMII Tak Sepakat PMII Jadi Banom NU

Dia menegaskan, ada banyak pertimbangan PMII menyatakan independen dari NU pada tahun 1972. Salah satunya karena NU menjadi partai politik, sehingga PMII tidak leluasa dalam melakukan perjuangan sesuai dengan idealisme dan kreatifitas mahasiswa dan pemuda.

Pondok Pesantren Tegal

“PMII memang dilahirkan dari rahim NU, di saat NU menjadi partai politik,” ujarnya.

Namun, menurutnya, deklarasi independen tersebut sejatinya bukan berarti independen dalam arti sepenuhnya. Sebab, pada awal tahun 1990-an PMII kembali menegaskan bahwa independensi PMII hanya secara organisatoris.

Pondok Pesantren Tegal

“Selebihnya PMII-NU merupakan satu kesatuan dalam pengamalan dan perjuangan menegakkan Islam yang ramah dan toleran, Islam rahmatan lil alamin dan berhaluan Ahlusunnah wal Jamaah. Baik secara kultur, pendidikan, pandangan kebangsaan, kenegaraan dan sebagainya,” tandasnya.

Bahkan, sambung Addin, dalam proses kaderisasi bisa dikatakan PMII selangkah lebih maju daripada NU. “PMII lebih terbuka dan adaptatif bahkan senantiasa melakukan proses dialektika terhadap berbagai perkembangan budaya dan pemikiran yang ada,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan imbauan agar PMII kembali ke pangkuan NU dengan kembali menjadi Banom NU.

“Independensi (PMII) itu kan saat NU menjadi Partai Politik, sekarang kan NU bukan Parpol. Maka kembalilah,” kata Kiai Said di Jakarta, Kamis (29/5).

Imbauan itu disampaikan Kiai Said menjelang Kongres PMII XVIII, yang dibuka pada Jumat hari ini 30 Mei 2014 di Gedung Olahraga Kota Baru Jambi, dan bakal berlangsung hingga 7 Juni 2014 di Asrama Haji Jambi. (Abdul Hady/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Hadits, Fragmen Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Batasan Haid Perempuan Pengguna KB

Assalamu alaikum. Redaksi Pondok Pesantren Tegal yang terhormat. Saya mau bertanya perihal haid pengguna KB dengan alat kontrasepsi hormonal suntik. Setelah mengikut program itu, haid saya jadi tidak teratur. Saya kadang haid lebih dari lima belas hari. Itu pun hanya keluar flek. Apakah darah flek itu darah haid? Kalau bisa disebut haid, apakah flek yang keluar lebih dari 15 hari masih bisa disebut darah haid atau istihadloh? Mohon penjelasannya karena ini menyangkut dengan ibadah. Terima kasih. Wassalamualaikum wr.wr. (Putri Hidayani)

 

Jawaban

Assalamu’alaikum wr. wb.

Batasan Haid Perempuan Pengguna KB (Sumber Gambar : Nu Online)
Batasan Haid Perempuan Pengguna KB (Sumber Gambar : Nu Online)

Batasan Haid Perempuan Pengguna KB

Mbak Putri yang dirahmati Allah. sebagaimana dimaklumi bahwa haid itu menurut madzhab syafi’I paling sedikit selama siang dan malam. Paling lama 15 hari. Namun lazimnya 6 atau 7 hari. Sementara mazdhab Hanafi, haid paling lama 10 hari.

Kendati demikian, di kalangan syafi’iyah sendiri terdapat perbedaan pendapat. Untuk itu baiklah disimak keterangan Imam Nawawi dalam karyanya Raudhotut Tholibin.

? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?

Pondok Pesantren Tegal

Haid paling sebentar hanya sehari semalam menurut ini Madzhab. Atas dasar pendapat ini persoalan bisa bercabang. Paling lama 15 hari. Lazimnya 6-7 hari. Masa suci antara satu dan haid lainnya, 15 hari. Biasanya masa suci sebulan penuh. Paling banyak, tiada batas. Kalau kita dapati seorang perempuan mengalami haid secara teratur kurang dari sehari semalam atau lebih dari 15 hari; atau perempuan yang suci kurang dari 15 hari, maka sekurangnya ada 3 pendapat berbeda di kalangan ulama. Pendapat pertama, tidak ada model pada kasus ini. Kedua, ia harus mengikuti pola siklus demikian. Ketiga, kalau pola ini sesuai dengan temuan sebagian madzhab ulama salaf, kita ikuti pola demikian. Kalau tidak sesuai, kita tidak terima pola demikian.

Iklim dingin dan panas juga memengaruhi siklus haid perempuan. Ini pula yang membuat penetapan bilangan hari-hari haid menjadi berbeda di kalangan ulama. Demikian diterangkan Imam Nawawi dalam Raudhohnya.

Imam Nawawi dalam Al-Majemuk, Syarah Muhadzdzab menyebutkan sejumlah pendapat ulama yang menyatakan bahwa haid perempuan paling lama 15. Ada lagi yang mengatakan, 17 hari. Ada lagi yang menyatakan, 20 hari.

Pondok Pesantren Tegal

Ibrahim Al-Baijuri dalam hasyiyatul Baijuri ala Fathil Qarib menyebutkan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pendapat muktamad pada kasus haid ini harus dadasarkan pada metode istiqra, induktif dengan menarik prinsip umum dari banyak kasus. Artinya prinsip yang bisa dijadikan pedoman dalam menetapkan batas minimal, maksimal, hingga standar kelaziman haid.

Demikian disebutkan Abdurahman Zaidi dalam karyanya Al-Ijtihad bi Tahqiqil Manath wa Sulthonihi fil Fiqhil Islami, Kairo, Darul Hadits, Halaman 429.

? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Para ahli fiqih berbeda pendapat di dalam bilangan lamanya haid. Imam Malik dan imam Syafi’I menyebutkan 15 hari sebagai batasan maksimal. Sementara Imam Hanafi, 10 hari. Sementara tidak ada nash jelas yang menyebutkan ketentuan haid ini. yang jelas, sebab itu tidak bisa dipulangkan pada perbedaan dalil, tetapi pada perbedaan kebiasaan masing-masing perempuan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bersandar pada kaidah ini, bantuan keterangan ahli medis untuk mengetahui kebiasaan haid perempuan sangat dimungkinkan. Demikian halnya pada kasus haid, begitu juga pada kasus nifas.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bila masalah ini tidak bisa dirujuk pada nash secara hakiki-yang mana sebagian dari para ulama merasa nyaman pada sebagian nash-maka dimungkinkan bisa dibantu dengan ketetapan para dokter perihal batasan jenis darah apakah itu memang darah haid, istihadloh, atau nifas. Dengan ini, kesulitan dan kebimbangan perempuan pada isu ini selesai.

Menurut hemat kami, yang lebih pas penetapan jenis darah haid berikut penghitungannya mesti didasarkan pada riset kalangan medis. Mengingat tidak ada nash perihal ini, maka keterangan dokter yang bisa dipercaya akan sangat membantu kita dalam menetapkan apakah darah yang bersangkutan betul darah haid atau bukan.

Jadi, kalau kita memakai patokan sederhana Imam Syafi’i, haid paling lama 15 hari. Lebih dari itu dihukumi sebagai darah istikhadzoh atau darah haid yang tidak lazim dan yang bersangkutan wajib melakukan shalat kembali seperti biasa.

Namun penjelasan dari dokter atau bidan yang mengerti soal ini penting juga sebagai acuan. Pasalnya, makanan, cuaca, macam-macam bahan kimia sudah masuk ke dalam manusia sekarang ini. Itu semua tentu akan memengaruhi darah haid berikut siklus regulernya. Sekali lagi, untuk soal haid, keterangan dokter atau bidan KB sangat membantu untuk menjawab pertanyaan saudari penanya yang terhormat. Wallahu a’lam

Wallahul Muwaffiq ila Aqwami Thoriq.

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Alhafiz K.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Warta, Fragmen, Quote Pondok Pesantren Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Raja Abdullah II Nilai Bush Penting dalam Proses Damai Timteng

Amman, Pondok Pesantren Tegal. Raja Yordania Abdullah II, Senin (12/3) kemarin, menilai bahwa dirinya menemukan adanya "janji" dari Presiden Amerika Serikat (AS), George W Bush, mengenai pentingnya memulai kembali perundingan perdamaian di Timur-Tengah, terutama antara Israel dan Palestina.

"Saya merasakan adanya komitmen dari Presiden George Bush dan pejabat tinggi pemerintahan AS mengenai pentingnya memulai kembali proses perdamaian dengan solusi dua-negara," kata Abudllah II, merujuk pada didirikannya negara Palestina yang berdampingan secara damai dengan Israel.

Ia mengemukakan hal tersebut kepada para mantan perdana menteri dan politikus senior di istana saat menjelaskan hasil perjalanan ke AS pekan lalu, demikian pernyataan Istana Yordania, seperti dikutip AFP.

Raja Abdullah II Nilai Bush Penting dalam Proses Damai Timteng (Sumber Gambar : Nu Online)
Raja Abdullah II Nilai Bush Penting dalam Proses Damai Timteng (Sumber Gambar : Nu Online)

Raja Abdullah II Nilai Bush Penting dalam Proses Damai Timteng

Abdullah II mendapat dukungan "mutlak dan sepenuhnya" dari parlemen dalam pidatonya ke kongres, kata Ketua parlemen Yordania, Abdul Hadi Majali.

Selama kunjungannya, ia berbicara di hadapan kedua parlemen kongres AS, dan dia menekankan pentingnya Washington memimpin usaha menyelesaikan solusi konflik Arab-Israel.

Pondok Pesantren Tegal

"Pendirian negara merdeka dan berdaulat penuh Palestina di atas tanah bangsa Palestina merupakan kepentingan Yordania, sebagaimana kepentingan Bangsa Palestina," kata raja kepada para politikus tinggi negara tersebut.

Dia memperingatkan "pencegahan solusi atas persoalan bangsa Palestina serta pencegahan pembentukan negara Palestina yang berdampingan dengan Israel, berarti tidak ada keadilan dan stabilitas yang sesungguhnya di kawasan tersebut dan semua pihak akan menanggung akibatnya."

Abdullah II meminta para pemimpin Arab, yang akan mengadakan konferensi tingkat tinggi di Riyadh pada 28 Maret mendatang, untuk menghasilkan "Posisi Arab yang bersatu-padu yang memberi momentum untuk proses perdamaian dan memungkinkan berbagai pihak membangun pencapaian dari bulan-bulan terakhir."

Pondok Pesantren Tegal

Ia secara khusus minta para pemimpin Arab untuk "menghidupkan kembali" Prakarsa Perdamaian Arab yang pertamakali diterimai pada KTT Arab di Beirut 2002.

"Memulai kembali proses perdamaian harus berdasarkan prakarsa ini termasuk peta jalan (kuartet) dan resolusi PBB," kata Abdullah II.

Prakarsa Perdamaian Arab, yang awalnya diusulkan oleh Pangeran Abdullah dari Saudi Arabia, akan memberikan pengakuan terhadap Israel oleh semua negara Arab asalkan Israel menarik diri dari semua tanah Arab yang diduduki dalam perang Arab-Israel 1967.

Abdullah II mengemukakan, Yordania, Mesir dan Saudi Arabia berusaha keras untuk menghentikan blokade ekonomi yang dilakukan terhadap wilayah Palestina setelah Hamas memenangkan Pemilu pada Januari 2005. (ant/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Fragmen, Daerah, Ubudiyah Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

NU Desak Pemerintah Sanksi Kelompok Anti-Pancasila

Semarang, Pondok Pesantren Tegal. Nahdlaltul Ulama mendesak Pemerintah Indonesia untuk menta’zir (sanksi) terhadap kelompok atau organisasi yang menolak menghormati simbol negara dan yang menyatakan Pancasila sebagai ideologi kufur. Sebab tindakan tersebut sama dengan memvonis seluruh bangsa Indoneisa adalah orang kafir.

NU Desak Pemerintah Sanksi Kelompok Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Desak Pemerintah Sanksi Kelompok Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Desak Pemerintah Sanksi Kelompok Anti-Pancasila

Demikian salah satu simpulan hasil sidang bahtsul masail (pembahasan masalah-masalah dalam perspektif hukum Islam) dalam Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah ke-14 di komplek SMP/SMA Semesta, Gunungpati, Semarang, Ahad (23/6).

Alasan simpulan itu, menghormati simbol negara seperti upacara bendera dan berdiri saat menyanyikan lagi Indonesia Raya, hukumnya wajib bagi seluruh warga negara. Hal itu karena telah diwajibkan oleh undang-undang, dan menaati pemerintah hukumnya wajib.

Pondok Pesantren Tegal

Demikian pula, kelompok yang menyatakan Pancasila sebagai ideologi kufur atau thoghut, hukumnya haram. Hal itu termasuk penghinaan dan meremehkan hasil konsensus bangsa. Padahal konsensus itu telah dibuat pada saat mendirikan Republik Indonesia dan seluruh perwakilan elemen bangsa Indonesia telah menyepakati dasar negara.

Pondok Pesantren Tegal

Dalam sidang yang dipimpin KH A’wani dan Ubaidillah Shodaqoh ini, para ulama menyampaikan berbagai pandangannya untuk menjawab tiga pertanyaan umat. Yaitu bagaimana hukumnya menghormati simbol negara yang telah menjadi konsensus nasional, bagaimana hukum menyatakan Pancasila dan NKRI adalah ideologi dan sitem kufur atau thoghut, serta apa yang harus dilakukan pemerintah terhadap organisasi atau kelompok yang menolak Pancasila dengan anggapan kafir.

Disampaikan Kyai Ubaidillah, hukum asal menghormati simbol negara adalah mubah atau jaiz atau boleh. Namun karena sudah menjadi undang-undang, maka hukumnya menjadi wajib. Sesuai dengan keterangan dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin.

Lebih jelas disampaikan KH A’wani, penghormatan kepada bendera atau lambang negara, tidak ada unsur ibadah. Itu sebagai wujud cinta negara. Karena dalam UUD 1945 dijelaskan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia sebagai rahmat Allah Yang Maha Esa, maka menghormati bendera sebagai simbol tanah air sama dengan mensyukuri nikmat Allah Taala.

“Menganggap pancasila sebagai thoghut adalah pengakuan yang batil atau dakwah bathilah. Menganggap demokrasi sebagai sistem kuffur juga dakwah bathilah,” ujarnya mengutip salah satu jawaban dari delegasi PCNU.

Ta’zir dari pemerintah, menurutnya, agar bisa menciptakan efek jera. Tahapannya dimulai dari mengklarifikasi, menasehati, memberi peringatan keras, lalu mengambil tindakan hukum.

Namun bila kelompok tersebut sudah memiliki kekuatan yang bisa menggoyahkan sendi kenegaraan, maka pemerintah wajib memerangi atau menumpasnya. Karena sudah masuk kategori bughot (pemberontakan).

“Semua putusan bahsul masail ini dibuat agar bisa dimengerti masyarakat umum,” pungkas kiai asal Sarang Rembang ini.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Ichwan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Hadits, Fragmen Pondok Pesantren Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Kemenag Rekrut Serentak Penyuluh Agama Islam Non-PNS Se-Indonesia

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal - Kementerian Agama RI menggelar ujian tertulis dalam rangka perekrutan penyuluh agama non-PNS serentak se-Indonesia, Ahad (20/11) pagi. Pihak Kemenag RI mengadakan ujian terbuka untuk calon penyuluh agama yang dikoordinir oleh Kementerian Agama kabupaten dan kota se-Indonesia.

Kementerian Agama RI melakukan rekrutmen terbuka bagi penyuluh agama honorer untuk 2017 dengan masa kontrak tiga tahun. Penyuluh agama merupakan kepanjangan tangan dari Kantor Urusan Agama (KUA) di setiap kecamatan untuk melakukan bimbingan dan penyuluhan di masyarakat.

Kemenag Rekrut Serentak Penyuluh Agama Islam Non-PNS Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Rekrut Serentak Penyuluh Agama Islam Non-PNS Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Rekrut Serentak Penyuluh Agama Islam Non-PNS Se-Indonesia

Per 2017 penyuluh agama Islam non-PNS berjumlah delapan orang di setiap kecamatan. Hal ini ditetapkan oleh Dirjen Bimas H Machasin dengan surat keputusan terkait juknis pengangkatan penyuluh agama Islam non-PNS dengan nomor DJ.III/432 tertanggal 15 Juni 2016.

“Kemenag Kota Jakarta Selatan membawahi sepuluh kecamatan. Dari banyak calon peserta ujian penyuluh agama Islam honorer, yang lolos 187 berkas. Tetapi dari 187 itu, yang diterima hanya 80 orang,” kata Hj Raudhoh, salah seorang penyuluh agama fungsional KUA Kebayoran Lama, Sabtu (19/11) malam.

Pondok Pesantren Tegal

Peserta ujian penyuluh agama Islam non-PNS untuk Kemenag Kota Jakarta Selatan mengikti ujian tertulis di Madrasah Aliyah Negeri 4, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Ahad (20/11) pagi. Mereka menjawab 100 soal pilihan ganda yang dibagikan tim enguji dan pengawas.

Pondok Pesantren Tegal

Rekrutmen terbuka penyuluh agama Islam non-PNS ini bertujuan menetapkan kualifikasi dan kriteria yang digunakan dalam proses pengangkatan penyuluh agama Islam non-PNS. Selain itu rekrutmen terbuka ini bertujuan untuk merumuskan prosedur, tahapan-tahapan, dan mekanisme pengangkatan penyuluh agama Islam non-PNS. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Fragmen Pondok Pesantren Tegal

MWCNU Compreng Segera Miliki Sekretariat Permanen

Subang, Pondok Pesantren Tegal

Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Compreng Kabupaten Subang akan segera memiliki sekretariat permanen.

MWCNU Compreng Segera Miliki Sekretariat Permanen (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Compreng Segera Miliki Sekretariat Permanen (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Compreng Segera Miliki Sekretariat Permanen

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua MWC NU Compreng, Tata Casmita usai penyelenggaraan Halal Bihalal dan Shilaturahmi Ulama dan Umaro yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Compreng bekerja sama dengan MWC NU Compreng di Pendopo Kecamatan, Sabtu (22/7).

"Alhamdulillah, peletakan batu pertama sudah kita lakukan sekitar bulan Mei kemarin. Dalam momentum halal bihalal ini, kita harapkan progresnya semakin meningkat," ujar Tata yang merupakan Ketua Penyelenggara Halal Bihalal tersebut.

Pondok Pesantren Tegal

Pihaknya berharap proses konstruksi pembangunan sekretariat tersebut bisa segera direalisasikan sehingga bisa selesai pada 2018 mendatang.

"Alhamdulillah pembangunan sekretariat ini mendapatkan support dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Subang sehingga pengerjaannya bisa cepat selesai," jelasnya.

Pondok Pesantren Tegal

Camat Compreng, Deni Setiawan mendorong dan mendukung cita-cita MWC NU Kecamatan Compreng tersebut sebagai pusat kegiatan dakwah Islam di wilayahnya.

"Nantinya ini akan dijadikan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan menjadi benteng ajaran Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah. Dengan keikutsertaan semua kepala desa, mudah-mudahan cita masyarakat Compreng sgera terlaksana," paparnya.

Sekretariat MWC NU Kecamatan Compreng tersebut rencananya akan dibangun di lahan seluas 28 X 19 persegi. Rencananya, sekretariat yang percis berada di depan Kantor Camat Compreng tersebut akan dibangun dua lantai. Selain itu, lokasinya juga berdampingan dengan Masjid Agung Kecamatan Compreng, As-Saad. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pemurnian Aqidah, Fragmen, Santri Pondok Pesantren Tegal

Senin, 18 Desember 2017

PMII Makassar Hadirkan Pakar Bahas Pemilukada

Makassar, Pondok Pesantren Tegal - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia tak hentinya melakukan kajian-kajian persoalan bangsa ini. Pemilihan kepala daerah secara serentak yang akan dilaksanakan 2017 mendatang menjadi topik diskusi PMII Makassar Rabu (5/10).

Diskusi mingguan ini yang digelar di sekretariat PMII Makassar Jl. Recing Center tersebut menghadirkan pakar hukum tata negara dari Universitas Negeri Lampung Iwan Setiawan.

PMII Makassar Hadirkan Pakar Bahas Pemilukada (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Makassar Hadirkan Pakar Bahas Pemilukada (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Makassar Hadirkan Pakar Bahas Pemilukada

Alumni PMII Lampung tersbeut menjelaskan, kader PMII harus mengambil peran dalam proses pemilukada yang akan dilaksanakan 2017 mendatang dengan mengawal guna menghasilkan pemimpin yang berkarakter dan terbebas dari kecurangan.

Ketua PMII Makassar Basri mengatakan, kaum pergerakan harus turut andil mengambil bagian dalam perhelatan pemilukada 2017 mendatang. Peran ini merupakan wujud keseriusan PMII dalam berkonstribusi dalam kemajuan NKRI

Pondok Pesantren Tegal

Dikusi tersebut dihadiri sejumlah pengurus PMII Makassar dan puluhan kader PMII Komisariat Universitas Muslim Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung alot karena antusias peserta sangat tinggi,sehingga terjadi dialog cukup panjang. (Muhammad Aras Prabowo/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Quote, Pertandingan, Fragmen Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Menyikapi Perbedaan; Refleksi Atas Piagam Madinah

Oleh Muhamad Hizbullah



Perbedaan adalah sunnatullah dan sudah ada sejak manusia pertama kali ada di pentas dunia ini. Mulai dari jenis kelamin, warna kulit, budaya, bangsa, bahasa hingga cara pandang. Kemajemukan sudah taken for granted,realitas yang harus diterima dan disikapi secara arif dan bijaksana. Bahkan Allah menjadikan perbedaan tersebut menjadi rahmat sebagai bukti ke-Maha Kuasa dan Kayanya Zat Allah yang mampu menciptakan manusia dengan beraneka bentuk dan rupa yang berbeda.?

Menyikapi Perbedaan; Refleksi Atas Piagam Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyikapi Perbedaan; Refleksi Atas Piagam Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyikapi Perbedaan; Refleksi Atas Piagam Madinah

Tetapi perbedaan tersebut tidak semuanya disikapi dengan bijak dan toleran. Indonesia misalnya sebagai negara terbesar yang terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, budaya, dan agama rawan menimbulkan konflik. Meskipun banyak menyanggah bahwa konflik-konflik yang terjadi di Indonesia tidak berkaitan dengan suku, agama, dan budaya. Konflik-konflik tersebut lebih dilihat karena perbedaan cara pandang dan pemahaman yang berbeda atas sesuatu hal. Tetapi tetap tidak bisa dipungkiri bahwa perbedaan suku, agama, dan budaya jelas memperkuat sinyal konflik tersebut. Kasus Tolikara pada tahun 2015 dan kasus pembakaran Gereja di Aceh bulan Oktober 2015 menjadi saksi sejarah bahwa Indonesia belum bisa menerima perbedaan, mayoritas belum secara utuh menerima dan mengayomi minoritas.?

Benar yang dikatakan Gus Mus dalam bukunya Islam Nusantara: Dari Ushul Fiqh Hingga Faham Kebangsaan (Mizan, 2015) menyatakan, “…kita tidak ? pernah diajari berbeda. Maka, orang pun terkaget-kaget setiap melihat perbedaan. Lalu mereka yang berbeda pun saling memutlakkan pendapat dan kecendrungannya masing-masing.” Kasus perbedaan yang paling dirasakan adalah karena sentimen agama. Karena agama sebagai sebuah doktrin keyakinan maka banyak orang yang memahaminya secara sepintas dan awam, kemudian dengan gampang memberi lebel munafik, murtad, kafir, bahkan masuk neraka terhadap golongan yang berbeda dengan pemahamannya, munculnya intoleransi dan menghalalkan kekerasan hingga pembunuhan atas nama agama, Mayoritas berhak terhadap minoritas apalagi ditambah dengan hukum Indonesia yang tak bertaring maka rusaklah bangsa ini.?

Munculnya konflik berbau SARA, anti terhadap kelompok dan etnis tertentu akhir-akhir ini menjadi kehawatiran bersama dan menjadi tugas lebih berat lagi kepada pemerintah untuk lebih agresif mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Memang diakui penggunanaan simbol-simbol tertentu dan golongan banyak ditunggangi oleh oknum-oknum yang haus kekuasaan dan jabatan, tetapi pemerintah harus lebih agresif melakukan langkah-langkah preventif supaya tidak menimbulkan perpecahan dan percekcokan yang lebih parah lagi. Penyadaran wawasan kebangsaan dan keagamaan oleh para tokoh, ilmuan, dan cendekiawan di perguruan tinggi harus lebih digalakkan kembali. Dalam Pasal 2 UUD No 12/2012 tentang pendidikan tinggi disebutkan, pendidikan tinggi berdasarkan Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. landasan yuridis tersebut harus lebih dimaksimalkan dan menjadikannya sebagai doktrin kebhinekaan yang membumi dalam kehidupan yang beragam. Selain itu,wawasan keagamaan yang ditanamkan harus ingklusif dan terbuka. Agama tidak semata dipandang sebagai sebuah ajaran yang kaku, membahas masalah eskatologis semata, tetapi juga masalah-masalah pembangunan kemanusiaan, keadilan, kerjasama, pergaulan, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat atau menjadi rahmatan lil alamiin.?

Pondok Pesantren Tegal

Dua tahun ke depan, tahun 2019 sebagai puncak pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, antsipasi penggunaan isu berbau sara harus diperhatikan dari sekarang oleh pemerintah dan semua pihak. Pilkada DKI Jakarta yang baru berlangsung beberapa waktu lalu cukup menyita dan menguras tenaga serta merongrong nilai-nilai berdemokrasi, percekcokan, hingga perhatian lupa terhadap masalah-masalah pembangunan bangsa.?

Refleksi Piagam Madinah?

Contoh interaksi dengan masyarakat plural adalah pada saat Rasulullah hijrah ke Madinah. Ketika itu beliau mendapati keadaan masyarakat yang beraneka ragam, ada yang dahulu menjadi musuhnya, golongan Yahudi, dan ada yang Muslim dan non-Muslim. Langkah pertama Rasulullah ketika tiba di Madinah adalah membangun masjid sebagai tempat ibadah, kemudian mempersatukan kaum Muhajirin dan Ansor, dan selanjutnya Rasulullah membuat perjanjian dengan seluruh penduduk Madinah yang kemudian dikenal dengan Piagam Madinah. Dalam Piagam Madinah itu semua golongan diakui eksistensinya, berhak menjalankan ritual keagamaanya, dan tidak boleh diganggu oleh siapapun. Ketika itu mereka bersepakat menjadikan Nabi Muhammad sebagi pemimpin mereka dan berjanji bersama-sama menjaga Madinah dari segala macam bentuk rongrongan dan intimidasi dari pihak luar. Mereka mendirikan pasar, pusat interaksi masyarakat, dan segala macam bentuk kesejahtraan warga Madinah. Mayoritas tidak boleh menindas minoritas. Muhammad sebagai pemimpin ketika itu menjunjung tinggi nilai keadilan. Siapapun yang terbukti melakukan kesalahan harus disalahkan dan diberikan sanksi walaupun Muslim. QS. An-Nisa’: 105 menyatakan seorang Yahudi yang dituduh melakukan pencurian oleh seorang Muslim padahal si Muslim sang pencurinya. Ayat tersebut memberikan penegasan kepada Muhamad supaya jangan terpengaruh dengan “keislaman” sang pencuri itu kemudian ia memenangkan sang Yahudi.?

KH Hasyim Muzadi menyampaikan pendapatnya dalam seminar di ITS Surabaya dalam acara Isra Mi’raj 2015, “Indonesia itu ? mirip dengan kondisi yang terjadi pada masa Rasulullah, karena Indonesia bukan negara agama seperti Vatikan dan Timur Tengah, dan Indonesia bukan negara sekuler seperti AS dan Eropa, namun Indonesia negara Pancasila atau daulah salam (negara bangsa) yang menjadikan agama sebagai inspirasi kenegaraan.” Lebih jauh ia menyatakan Pancasila itu harus menjadi “pintu masuk” mengundang semua tokoh agama dari NU, Muhamadiyah, NW, bahkan dengan agama di luar Islam untuk membuat kesepakatan seperti Piagam Madinah supaya tidak menimbulkan konflik intraagama dan antaragama. Karena Piagam Madinah tidak hanya sebuah perjanjian antarumat Islam tetapi dengan seluruh penduduk Madinah yang heterogen dan multikultural ketika itu.?

Karena tidak mungkin menciptakan tatanan global tanpa prinsip-prinsip keadilan, kerjasama, toleransi, dll seperti yang terkandung dalam Piagam Madinah tersebut. Hans Kungdalam Global Responsibility: In Search of a New World Ethic, pun ketika memaparkan rumusan deklarasi Dewan Parlemen Agama-agama yang kemudian menjadi 4 point yaitu, pertama, komitmen budaya antikekerasan dan menghormati kehidupan. Kedua, solidaritas dan tatanan ekonomi yang adil. Ketiga, toleransi dan hidup tulus. Keempat, kesamaan hak dan membangun kerjasama antara laki-laki dan perempuan. secara tidak sadar point-point tersebut sudah mengadopsi butir-butir isi Piagam Madinah yang dibuat Rasulullah empat belas abad yang lalu.?

Pondok Pesantren Tegal

Rasulullah di tengah keragaman mampu membangun sebuah masyarakat madani, membangun peradaban, dan stabilitas politik Madinah menjadi lebih baik. Dengan prinsip cinta kasih, damai, toleransi, keadilan, kerjasama, dan menerima perbedaan, beliau mampu merangkul semua pihak tanpa ternodai hak-haknya sebagai warga Madinah. Indonesia sebagai sebuah negara yang hampir sama dengan kondisi Madinah ketika itu juga bisa menjadikan point-point tersebut untuk menjadikan keberagaman Indonesia ini menjadi modal dan anugerah besar membangun masyarakat Indonesia yang maju dalam keberagaman.?

Penulis adalah Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Fragmen, Humor Islam, IMNU Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 24 November 2017

Lakpesdam: Ruh NU ada di Desa-desa

Banjarmasin,Pondok Pesantren Tegal . Ranting sebagai ujung tombak NU di desa dalam garis struktural berada dalam posisi terbawah. Namun justru di situlah basis massa kekuatan NU berkedudukan. Legitimasi kebesaran NU berangkat dari amaliyah Aswaja yang dipraktikkan warga nahdliyin di desa (kelurahan) ini, seperti yasinan, tahlilan, sholawatan, dan seterusnya. 

Lakpesdam: Ruh NU ada di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam: Ruh NU ada di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam: Ruh NU ada di Desa-desa

Di Kalimantan Selatan, semisal di Banjarmasin, meski amaliyah warganya mayoritas adalah NU, tapi mereka jarang bahkan tidak pernah bersentuhan dengan pengurus Ranting di desanya masing-masing. 

Secara struktural, pengurus NU di tingkat desa/kelurahan adalah pengurus ranting. “Karena itu, kami tertarik dengan Pelatihan Penggerak Ranting yang digagas oleh PP Lakpesdam ini yang secara khusus ingin menggerakkan pengurus ranting,” ujar Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Kalimantan Selatan Syarbani Haira.

Pondok Pesantren Tegal

PWNU Kalsel menunjuk PW Lakpesdam NU agar bekerja sama dengan PP Lakpesdam NU untuk menggerakkan pengurus-pengurus ranting se-Kalimantan Selatan. Pada tanggal 13-15 Maret, pelatihan tersebut telah digelar dengan menghadirkan fasilitator dan narasumber dari PP Lakpesdam dan alumni Kader NU asal Kalsel yang bertempat di Gedung Dakwah NU Kalsel.

“Pelatihan ini diikuti sebanyak 30 orang yang terdiri atas pengurus ranting dan aktivis NU di desa dan berusia di bawah 40 tahun. Sebagian dari peserta merupakan intelektual muda NU yang sudah menyelesaikan pendidikan SLTA, S1 dan S2 sehingga diharapkan tenaga mereka untuk berperan besar di ranting,” ujar Sudirwo dalam Laporan Ketua PW Lakpesdam NU Kalsel.

Pondok Pesantren Tegal

Pada kesempatan tersebut, Ketua PP Lakpesdam NU Yahya Ma’shum mengatakan, ranting-ranting NU di tingkat desa maupun kelurahan harus digerakkan. Karena, tanpa gerakan warga nahdliyin di level ranting, kebesaran jamiyah NU akan terasa kurang sempurna. 

“Ruh NU adalah aktivitas atau gerakan warga NU yang ada di desa-desa itu,” tandasnya. Untuk itu, pelatihan penggerak ranting ini dimaksudkan untuk membuat model-model gerakan NU di tingkat ranting dengan memanfaatkan sumberdaya yang tersedia di desa.

Apalagi, dengan adanya Undang-Undang Desa, pengurus ranting NU dan warga Nahdliyin saat ini harus lebih berperan aktif dalam kebijakan desa, mengawal pemerintahan desa, dan juga berkontribusi dalam mengelola sumberdaya di desa. 

“Apa jadinya jika pengurus ranting tidak aktif, sumberdaya desa akan dikelola oleh orang lain, dan warga NU akan jadi penonton saja?” pungkas Yahya. Pada akhir pelatihan, para aktivis ranting ini bersepakat untuk membuat berbagai model gerakan yang akan dilaksanakan di desa/kelurahan, antara lain: model gerakan lailatul ijtima, advokasi kebijakan desa, pengembangan pendidikan melalui sekolah terbuka, pengembangan ekonomi melalui BMT, dan gerakan kampung media. (Abd.U- Sud/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Nusantara, Fragmen, Internasional Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Marhabanan Keliling Ala Pelajar NU

Brebes, Pondok Pesantren Tegal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Ketanggungan Brebes menggelar marhabanan keliling. Tradisi sebagai ungkapan penghormatan atas kelahiran Nabi Muhammad tersebut digelar sebagai rangkaian gebyar Maulid Nabi 1438 Hijriyah pelajar NU.

“Memperingati Maulid Nabi, kami semarakan dengan marhabanan keliling ke mushola dan masjid,” ungkap Pembina PAC IPNU-IPPNU Ketanggungan Ahmad Fauzan El Azizi di sela kegiatan di Masjid Jami Darussalam Desa Baros Kec Ketanggungan Brebes, Ahad (4/12) kemarin. Marhabanan dikonsep dengan gelaran PAC IPNU-IPPNU Bersholawat yang dihadiri ribuan pelajar dan anak muda NU se-Kec Ketanggungan.?

Fauzan berharap, dengan momentum? marhabanan, anak-anak muda NU akan bisa meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai Uswatun Hasanah.?

Marhabanan Keliling Ala Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Marhabanan Keliling Ala Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Marhabanan Keliling Ala Pelajar NU

Ketua PAC IPNU Ketanggungan Rekan Abdul Azid dalam sambutannya mengatakan kekompakan seluruh anggota IPNU-IPPNU dalam setiap kegiatan diharapkan bisa istiqomah. “Kemajuan organisasi, terletak pada kebersamaan atau kekompakan seluruh anggota,” tegas Azid.?

Marhabanan diawali dengan pembacaan Tahlil, Barzanzi dan shalawat serta mauidhotul hasanah oleh KH Hasan Amrozi dari Tegal.?

Pondok Pesantren Tegal

Kiai kondang tersebut berpesan hendaknya, anak-anak muda NU bisa menjadi suri tauladan yang baik di masyarakat sekitarnya. Selain itu untuk faham sejarah Wali Songo saat menyebarkan Islam di Indonesia. Pelajar NU harus meneruskan juga bagaimana para ulama berjuang untuk kemerdekaan NKRI. “Kalian IPNU-IPPNU adalah generasi muda aset bangsa yang kelak menjadi penerus para ulama serta nanti ada pula yg menjadi pejabat atau birokrat.

Kiai Amrozi juga mengajak kepada seluruh orang tua yang hadir, untuk mendukung dan dorong anak-anaknya agar ikut IPNU-IPPNU. Jangan sampai, ikut IPNU IPPNU malah dimarahi. Kiai Amrozi menyakini, IPNU-IPPNU menjadi wadah yang benar bagi kalangan pelajar. “IPNU IPPNU bisa menjadi benteng anak muda untuk melawan maraknya penggunaan narkoba dan pergaulan bebas di kalangan anak muda,” pungkasnya.

Pondok Pesantren Tegal

Dalam kesempatan tersebut juga dilantik Pengurus Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Baros Kecamatan Ketanggungan. Kepengurusan PR IPNU-IPPNU desa Baros antara lain Ketua IPNU A Cecep Maulana, Sekretaris Agus Munawir. Bendahara Ahmad Noor Basor. Sedangkan untuk PR IPPNU Baros Ketua Nina Inayah, Sekretaris Siti Zulfatmah dan Bendahara Aidha Nurussyamsi. (wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Humor Islam, Fragmen Pondok Pesantren Tegal

Senin, 25 September 2017

Inilah Indeks PAI Hasil Riset Kemenag pada Siswa SMA di Serang

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Hasil penelitian Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balitbang dan Diklat Kemenag (2015) tentang indeks Pendidikan Agama Islam Tingkat Sekolah Menengah (SMA) di Kabupaten Serang, Banten, mendapati tidak adanya perbedaan perilaku siswa yang signifikan antara siswa laki-laki dan siswa perempuan.?

Namun, terdapat perbedaan perilaku yang signifikan antara siswa dari jurusan IPA dengan siswa dari jurusan IPS pada alpha 0,046 dimana siswa dari jurusan IPA perilakunya lebih baik daripada siswa dari jurusan IPS. Tidak terdapat perbedaan perilaku yang signifikan berdasarkan perbedaan jenis pekerjaan orangtua masing-masing.

Inilah Indeks PAI Hasil Riset Kemenag pada Siswa SMA di Serang (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Indeks PAI Hasil Riset Kemenag pada Siswa SMA di Serang (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Indeks PAI Hasil Riset Kemenag pada Siswa SMA di Serang

Selain itu, tidak terdapat perbedaan perilaku siswa yang signifikan antara siswa yang berasal dari SMP dengan siswa yang berasal dari MTs. Tidak terdapat perbedaan perilaku siswa yang signifikan antara siswa yang berasal dari SD dengan siswa yang berasal dari MI. Terdapat perbedaan perilaku siswa yang signifikan antara siswa yang mengaji di Pesantren/Diniyah dengan yang di TPQ pada alpha 0,058 di mana yang mengaji di Pesantren/Diniyah kemampuannya lebih tinggi daripada yang di TPQ.

Terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan baca tulis Al Quran antara siswa yang aktif di Rohis dengan yang tidak aktif di Rohis pada alpha 0,081 di mana yang aktif di Rohis perilakunya lebih baik daripada yang tidak aktif di Rohis. Antara yang aktif di Rohis dengan yang kurang aktif di Rohis pada alpha 0,053 di mana yang aktif di Rohis perilakunya lebih baik daripada yang kurang aktif di Rohis.

Sementara dikaitkan antara profil responden terhadap karakter tidak ditemukan perbedaan karakter yang signifikan antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. Tidak terdapat perbedaan karakter yang signifikan antara siswa dari jurusan IPA dan siswa dari jurusan IPS. Tidak terdapat perbedaan karakter siswa yang signifikan berdasarkan perbedaan jenis pekerjaan orangtua masing-masing.

Pondok Pesantren Tegal

Tidak terdapat perbedaan karakter siswa yang signifikan antara yang berasal dari SMP dengan yang berasal dari MTs. Tidak terdapat perbedaan karakter yang signifikan antara siswa yang berasal dari SD dengan siswa yang berasal dari MI. Tidak terdapat perbedaan karakter yang signifikan antara siswa yang mengaji di Pesantren/Diniyah, dengan yang Privat, di TPQ, maupun dengan yang hanya belajar agama Islam di SMA saja. Tidak terdapat perbedaan karakter yang signifikan antara siswa yang aktif, kurang aktif, dan tidak aktif di Rohis SMAN tersebut.

Dikaitkan dengan profil responden terhadap afeksi, tidak terdapat perbedaan afeksi yang signifikan antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. Terdapat perbedaan afeksi yang signifikan antara siswa dari jurusan IPA dan siswa dari jurusan IPS pada alpha 0,047 di mana afeksi ? siswa IPA relatif lebih tinggi dari siswa IPS. Tidak terdapat perbedaan afeksi siswa yang signifikan berdasarkan perbedaan jenis pekerjaan orangtua masing-masing.

Pondok Pesantren Tegal

Tidak terdapat perbedaan afeksi yang signifikan antara siswa yang berasal dari SMP dengan siswa yang berasal dari MTs. Tidak terdapat perbedaan afeksi yang signifikan antara siswa yang berasal dari SD dengan siswa yang berasal dari MI. Tidak terdapat perbedaan afeksi yang signifikan antara siswa yang mengaji di Pesantren/Diniyah, dengan yang Privat, di TPQ maupun yang hanya belajar agama Islam di SMAN 1 Jawilan semata. Tidak terdapat perbedaan afeksi yang signifikan antara siswa yang aktif, kurang aktif, dan tidak aktif di Rohis SMAN se-Kabupaten Serang. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Sholawat, Pertandingan, Fragmen Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 23 Juni 2017

Rampak Bedug Semarakkan Makesta IPNU-IPPNU di Cisarua

Sumedang, Pondok Pesantren Tegal. Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan pembentukan Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, sukses dilaksanakan selama dua hari pada 1-2 Februari 2014 di Madrasah Riyadul Jinaan Kecamatan Cisarua.

Rampak Bedug Semarakkan Makesta IPNU-IPPNU di Cisarua (Sumber Gambar : Nu Online)
Rampak Bedug Semarakkan Makesta IPNU-IPPNU di Cisarua (Sumber Gambar : Nu Online)

Rampak Bedug Semarakkan Makesta IPNU-IPPNU di Cisarua

Penampilan rampak bedug oleh para santri Madrasah Riyadul Jinaan Kecamatan Cisarua memeriahkan acara pembukaan kegiatan pengaderan IPNU-IPPNU kali ini. Makesta secara resmi dibuka MWCNU Kecamatan Cisarua Kiai Aceng Mahmud

Selain para para santri Madrasah Riyadul Jinaan yang tersebar di seluruh Kecamatan Cisarua, hadir pula pada kesempatan ini Ketua MUI Kecamatan Cisarua, Sekretaris MWCNU Kecamatan Cisarua Kiai Subhan Taufik, Ketua PC IPNU Sumedang Salman Al-Farishi, dan pimpinan Madrasah Riyadul Jinaan, Ustad Suryana.

Pondok Pesantren Tegal

Subhan Taufik berharap, PAC IPNU-IPPNU Cisarua menjadi motivator bagi para remaja di Kecamatan Cisarua, khususnya dalam hal organisasi. Pihaknya merasa terbantu dengan keberadaan organisasi beranggotakan para pelajar ini dalam hal pendidikan agama.

“Semoga ini menjadi awal kebangkitan yang manis bagi IPNU-IPPNU serta NU di kecamatan Cisarua,” ucapnya.

Pondok Pesantren Tegal

Di akhir acara, evaluasi dan pemilihan ketua PAC IPNU-IPPNU Cisarua pun dilakukan. Cepi terpilih sebagai ketua PAC IPNU Cisarua dan Linda Sri Wulandari sebagai ketua PAC IPPNU Cisarua. Dalam sambutan penutupan, Ketua PC IPNU Sumedang Salman Al-Farishi berpesan tentang tanggung jawab pelajar NU.

“Ingatlah bahwa kalian di IPNU-IPPNU itu sebagai anak dari para kiai, ulama, da ustadz-ustadz di sini, maka sudah menjadi kewajiban kalian untuk membantu para ayah-ayah kalian di NU dan membantu tugas mereka mengabdi pada masyarakaat dengan cara mengawal para pelajar di kecamatan ini agar tidak melakukan hal-hal yang negatif. Terus semangat, belajar, berjuang, bertaqwa!” ujarnya. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Daerah, Pendidikan, Fragmen Pondok Pesantren Tegal

Kamis, 08 Juni 2017

Ribuan Jamaah Padati Majelis Habib Abu Bakar Depok

Depok,Pondok Pesantren Tegal. Ribuan jamaah menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis Habib Abu Bakar Bin Hasan Al-Athas di Jalan Karya Bakti 9, Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat.

Ribuan Jamaah Padati Majelis Habib Abu Bakar Depok (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Padati Majelis Habib Abu Bakar Depok (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Padati Majelis Habib Abu Bakar Depok

Acara pada Rabu (24/12) tersebut berjalan dengan penuh khidmat dan khusuk. Kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan pembacaan kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan tersebut Habib Salim bin Abdullah Syatiri dari Yaman menyampaika tausiyah dalamm bahasa Arab. Dalam terjemahan bahasa Indonesia, dia berpesan agar meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Pondok Pesantren Tegal

Ia juga menambahkan, Islam menjunjung tinggi harkat dan martabat seorang wanita. Salah satunya, ajaran untuk menghormati Ibu dan perempuan. "Kita harus menghormati ibu,” katanya.

Pondok Pesantren Tegal

Selain itu, pendidikan pada anak sejak dini merupakan hal yang utama. Tentunya, dalam mendidik anak tidaklah mudah dan dalam tuntunan ajaran Islam sudah jelas diajarkan.

Dirinya juga menegaskan, dalam dakwah Islam selalu mengedepankan dakwah secara hikmah atau bijaksana dan bukan dengan jalan kekerasan.

"Tentunya, untuk mempelajari Islam harus dari sumber aslinya dan bukan dari para orientalis. Ini yang banyak dijumpai, orang belajar ilmu tentang agama Islam tapi di tempat para orientalis seperti Rusia dan lainnya,"terangnya.

Di akhir taushiyah, ia berdoa untuk keselamatan umat Islam dan bangsa Indonesia. Serta mengajak agar mendidik anak dengan ketakwaan, menjauhi kalangan yang memusuhi wali Allah dan membenci sahabat.

Sementara Habib Abu Bakar bin Hasan al-Atthas sendiri tidak tampil di podium. Ia memilih menyambut dan menemani tamu. Tampak hadir para alim ulama diantaranya Ketua PCNU Depok KH Burhanudin Marzuki,  Habib Alwy bin Abdurrahman al-Habsyi, KH Abuya Abdurrahman Nawi, KH Syafii Ahmad, H. Yuyun Wirasaputra dan lainnya. Seusai acara, para tamu dijamu dengan makanan nasi kebuli. (Aan Humaidi/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal AlaSantri, Fragmen Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 10 Mei 2017

KH Miftahul Akhyar: Pola Pendidikan Pesantren adalah Warisan Rasulullah

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Pola pendidikan pesantren dengan sistem pondok telah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Hal ini dinyatakan oleh Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Akhyar saat memberikan materi dalam kegiatan Halaqah Nasional Penyusunan Kerangka Kurikulum Ma’had Aly yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama dengan menggandeng Lakpesdam PBNU, Kamis (2/6) di Jakarta.

KH Miftahul Akhyar: Pola Pendidikan Pesantren adalah Warisan Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Miftahul Akhyar: Pola Pendidikan Pesantren adalah Warisan Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Miftahul Akhyar: Pola Pendidikan Pesantren adalah Warisan Rasulullah

Dalam forum yang dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ini, Kiai Miftah menceritakan bahwa dahulu Rasulullah mengumpulkan sekaligus memondokkan sekitar 400 sahabat di Suffah yang secara rutin mengadakan pengajian dan transfer ilmu.

“Keterangan tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa Rasulullah bersabda, siapapun nantinya yang meneruskan thalabul ilmi sebagai amanat ilmiah, maka mereka itulah teman-temanku di surga,” terang Kiai Miftah yang hadir bersama Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dan Waketum PBNU KH M. Maksoem Mahfoedz.

Sebagai warisan Rasulullah, lanjut Kiai Miftah, pesantren secara konsisten memberikan pengajaran dan pemahaman Islam yang baik dan benar dengan sumber kitab-kitab klasik karangan berbagai ulama masyhur.

Pondok Pesantren Tegal

“Selain mencetak generasi mandiri, pesantren juga menghasilkan generasi yang pinter dan bener,” ujarnya.

Dalam konteks Ma’had Aly, imbuhnya, lembaga pendidikan tinggi di pesantren ini harus tetap mewarisi karakter pesantren yang senantiasa menjunjung tinggi keilmuan dan menjaga tradisi yang baik dari para pendahulu (sahabat Nabi dan para ulama).

Kiai asal Jawa Timur ini menegaskan bahwa prinsip ilmu agama yang nanti dikembangkan di Ma’had Aly jangan lepas dengan konteks masyarakat global. Karena menurutnya, perubahan di masyarakat merupakan ayat-ayat Kauniyah dalam sudut pandang teologis.

Pondok Pesantren Tegal

Lebih jauh, Kiai Miftah menjelaskan, pendidikan di lingkungan pondok pesantren saat ini menghadapi berbagai tantangan globalisasi dengan liberalisasi di berbagai bidang.?

“Oleh karena itu, penyusunan kurikulum bisa diarahkan pada 3 pokok meliputi, Grand Strategi, Grand Design, dan Grand Control. Hal ini agar produk pendidikan pesantren tetap menemui relevansinya dengan perubahan masyarakat di zaman global. Karena secara keilmuan, pesantren sebetulnya sudah mendunia dengan mengkaji berbagai literatur ulama-ulama dunia,” papar Kiai Miftah.

Seperti diinformasikan sebelumnya bahwa Kementerian Agama telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang Izin Pendirian Ma’had Aly pada Pondok Pesantren, Ahad (29/5/2016) lalu di Pesantren Tebuireng Jombang. Ada 13 Ma’had Aly yang telah menerima SK dan masing-masing membuka satu dari 6 pilihan program studi, yaitu Sejarah dan Peradaban Islam, Fiqih dan Ushul Fiqih, Tafsir dan Ilmu Tafsir, Hadits dan Ilmu Hadits, Aqidah dan Filsafat, serta Tasawuf dan Tarekat. (Fathoni)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Fragmen, Anti Hoax Pondok Pesantren Tegal