Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Ijazah Pendiri NU untuk Kirab Resolusi Jihad

Jombang, Pondok Pesantren Tegal

Di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU), Jombang, Jawa Timur, rombongan Kirab Resolusi Jihad NU berada mendapat ijazah dari KH M Hasib Wahab secara khusus berupa Shalawat Burdah.

"Setiap menghadapi masalah pelik yang menimpa NU maupun bangsa, maka, KH Abdul Wahab Chasbullah selalu membaca Shalawat Burdah," kata putra Kiai Wahab, salah seorang pendiri NU, Sabtu (15/10) petang.

Ijazah Pendiri NU untuk Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ijazah Pendiri NU untuk Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ijazah Pendiri NU untuk Kirab Resolusi Jihad

Pesan ini disampaikan Gus Hasib, sapaan kesehariannya, ketika menerima rombongan Kirab Resolusi Jihad di PPBU.

Pondok Pesantren Tegal

Dan di hadapan peserta kirab serta ratusan santri yang memadati pesarean, Gus Hasib memberikan ijazah shalawat tersebut.

"Silakan dibaca sesuai kebutuhan," tandas Ketua PBNU tersebut sambil menjelaskan kaifiyatnya.

Pondok Pesantren Tegal

Keampuhan Shalawat Burdah terbukti saat Mbah Wahab memimpin NU dan juga menghadapi problem kenegaraan. "Alhamdulillah selalu ada jalan," ungkapnya.

Kesempatan langka berupa ijazah tersebut langsung dijawab "qabiltu" Ketua Kirab Resolusi Jihad NU Ishfah Abidal Aziz.

Rombongan berada di makam Mbah Wahab sejak sebelum maghrib hingga isya. Rombongan berbaur dengan santri membacakan tahlil. Rombongan kemudian bertolak ke Pesantren Mambaul Maarif di Denanyar. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Ahlussunnah, Nasional, Khutbah Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Bunyi Gamelan Penanda Sekaten Dimulai

Solo, Pondok Pesantren Tegal. Ditabuhnya gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari milik Keraton Kasunanan Surakarta, menandai dibukanya prosesi Sekaten 2014. Prosesi yang juga dikenal dengan Ungeling Gangsa Sekaten itu digelar di bangsal selatan dan utara kawasan Masjid Agung Surakarta, Selasa (7/1).

Bunyi Gamelan Penanda Sekaten Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Bunyi Gamelan Penanda Sekaten Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Bunyi Gamelan Penanda Sekaten Dimulai

Sebelumnya gamelan tersebut dikirab beserta gending-gending di halaman Masjid Agung Solo. Kirab yang menempuh rute Keraton hingga Masjid Agung Solo diakhiri dengan acara tabuhan gamelan, yang menandai dimulainya rangkaian perayaan Sekaten.

“Gamelan ini menandakan dimulainya peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw. dan yang dibunyikan itu Kyai Guntur Madu. Ini akan dibunyikan selama tujuh hari berturut-turut sampai puncaknya, Selasa mendatang,” terang KGPH Puger di sela-sela acara.

Pondok Pesantren Tegal

Menurutnya, gending yang ditabuh ialah Rambu dan Rangkung yang wajib ditabuh pada di awal. Rambu dan Rangkung itu berasal dari bahasa arab, robuna dan rakhuna yang artinya perbuatan baik dan tidak baik. “Gamelan ini ada sejak Sultan Agung atau zaman Paku Buwana (PB) IV,” jelasnya.

Wakil Pengageng Sasana Wilapa, KP Winarno Kusumo mengatakan gamelan akan dibunyikan selama tujuh hari dan hanya akan berhenti saat datang waktu salat.

Pondok Pesantren Tegal

“Dalam hajatan kali ini tidak semata sekadar gothak gathik gathuk saja, tapi setiap prosesi dilandasi dengan ajaran dan falsafah hidup mendalam dari para leluhur yang tidak bertentangan dengan ajaran agama yang ada,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Ahlussunnah, Santri Pondok Pesantren Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Pelajar NU Kaliori Canangkan Tertib Administrasi dan Pengelolaan Kader 2017

Rembang, Pondok Pesantren Tegal

Rapar Kerja Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Kaliori, Rembang, Jawa Tengah bersama dengan Ikatan Pelajar Putri NU setempat, Rabu (9/3), menghasilkan tekad untuk menata administrasi dan mengelola kader yang lebih baik.

Sekretaris IPNU PAC Kaliori Samiran mengklaim, selama ini PAC Kaliori termasuk produsen kader IPNU-IPPNU terbaik di cabang Rembang. Menurutnya, anggota Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU di Kecamatan Kaliori sudah banyak yang aktif di posisi setrategis di Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Rembang.

Pelajar NU Kaliori Canangkan Tertib Administrasi dan Pengelolaan Kader 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kaliori Canangkan Tertib Administrasi dan Pengelolaan Kader 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kaliori Canangkan Tertib Administrasi dan Pengelolaan Kader 2017

"Selama ini Anak Cabang Kaliori merupakan sumber daya kader militan yang dimiliki IPNU-IPPNU Cabang Rembang. Yang harus kita lakukan adalah berbenah dan berbenah dan terus meningkatan kaderisasi demi keberlangsungan paham Ahlussunnah wal Jamaah di Kecamatan Kaliori,” ujarnya.

Pondok Pesantren Tegal

Dengan diadakanya rapat kerja pertama ini, Samiran berharap seluruh kader IPNU-IPPNU Kacamatan Kaliori dapat mendukung secara penuh tekad peningkatan mutu tersebut. Sehingga cita-cita pelajar NU Kaliori tertib dan paham administrasi serta kader yang terkelola secara maksimal dapat terwujud di tahun 2017. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama, RMI NU Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

LSPT Sediakan Layanan Kesehatan Gratis Peziarah Makam Gus Dur

Jombang, Pondok Pesantren Tegal. Pesantren Tebuireng menyediakan layanan kesehatan gratis bagi para peziarah wisata religi makam Gus Dur. Layanan kesehatan itu disediakan Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) bagi mereka yang mengalami gangguan kesehatan saat berkunjung.

LSPT Sediakan Layanan Kesehatan Gratis Peziarah Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
LSPT Sediakan Layanan Kesehatan Gratis Peziarah Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

LSPT Sediakan Layanan Kesehatan Gratis Peziarah Makam Gus Dur

Pusat layanan kesehatan gratis bagi peziarah ini berada tidak jauh dari areal makam Gus Dur, berjarak sekitar 50 meter, yakni berada di lorong pintu masuk menuju makam.? Dilengkapi dua petugas medis kamar berukuran 2,5 meter x 4 meter itu juga dilengkapi tabung oksigen dan tempat tidur. "Dua petugas berjaga sejak pukul 08.00 hingga pukul 15. 00 WIB. Layanan ini paling tidak bisa membantu mereka yang kelelahan saat perjalan," ujar Ani Iswandari, salah satu petugas medis, ditemui usai memeriksa pasien, Kamis (25/12) siang.

Dikatakannya, dalam sehari tidak kurang 30 hingga 40 peziarah yang memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut. Bahkan dalam tiga hari terakhir layanan kesehatan menerima pasien peziarah hingga 60 orang. "Ada yang sempat pingsan dan ada juga yang hanya cek up karena lemas disebabkan makanan yang dikonsumsi saat perjalanan," bebernya.

Pondok Pesantren Tegal

Disamping melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan peziarah, LSPT juga memberikan obat gratis dan juga air mineral untuk mengembalikan stamina. "Jika kondisinya cukup parah, kita juga menyiapkan ambulan untuk mengantarkan peziarah dirujuk ke rumah sakit terdekat," imbuh perempuan berjilbab ini.

Pondok Pesantren Tegal

Sekadar diketahui, saat liburan sekolah makam mantan Ketua PBNU, Gus Dur semakin dipadati peziarah. Mereka datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa bahkan juga Lombok NTB. "Ada yang rombongan 10 bus, ada yang 5 dan juga ada yang hanya sekeluarga," terang Hasan salah satu penjaga kawasan makam Gus Dur mengungkapkan. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Ahlussunnah, Amalan, Pesantren Pondok Pesantren Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Maulid Nabi, MANU Demak Undang Alumni dan Al-Hidmat

Demak, Pondok Pesantren Tegal. Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Demak memperingati Maulid Nabi dengan mengundang para alumninya. Para murid dan alumni Lembaga pendidikan NU yang beralamat di Jl.Glagah Wangi no.1 Bintoro Demak tersebut membaca maulidurrasul.

Maulid Nabi, MANU Demak Undang Alumni dan Al-Hidmat (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulid Nabi, MANU Demak Undang Alumni dan Al-Hidmat (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulid Nabi, MANU Demak Undang Alumni dan Al-Hidmat

Tak ketinggalan, pada peringatan Maulid Nabi yang diadakan tiap tanggal 11–12 Rabiul Awal itu, hadir para wali murid, pengurus yayasan, dan jamaah Al-Hidmat, jam’iyyah Al bentukan Almarhum KH Asrori.

Kepala MANU Demak H Hariri Sa’id mengatakan, pelaksanaan Maulidurrasul tahun ini sengaja mengundang alumni untuk menanamkan cinta pada Nabi. “Semoga anak didik yang sedang menempuh pendidikan tidak mengandalkan logika akal semata,” katanya.

Pondok Pesantren Tegal

Kebetulan, kata Hariri, sebentar lagi ujian nasional, jadi selain mauludan kita istighotsah bersama jam’iyyah Al Hidmat,” tuturnya.

Pondok Pesantren Tegal

Soal mengundang alumni, Hariri menjelaskan, selain menjalin silaturahim balung pisah untuk tetap bersatu. “Dengan hadirnya alumni ini selain memberikan sumbangsih untuk kemajuan MANU juga memotivasi anak anak karena ternyata banyak alumni yang sukses sampai pejabat tinggi negara,” imbuh Hariri.

Sementara itu bupati Demak H Dachirin Sa’id menghimbau kepada jamaah, khususnya wali murid agar selalu mengawasi anak anak dan memberikan kegiatan positif yang mendidik.

“Bapak dan ibu yang hadir di sini saya mohon putra putri panjenengan diawasi dengam baik dan tolong dibimbing dengan kegiatan positif agar bisa lulus dengan nilai prestasi,” imbau Dachirin. (Shiddiq Sugiarto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Pendidikan, Ahlussunnah Pondok Pesantren Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Pelajar NU Wanasari Didik Kader Antinarkoba

Brebes, Pondok Pesantren Tegal. Kegiatan Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) yang dirangkai kegiatan sosialisasi bahaya narkoba dilaksanakan selama dua hari yaitu pad 24-25 September 2016 di Gedung MI Hidayatul Mubtadiin Jagalempeni Wanasari Brebes, Jawa Tengah yang diikuti oleh 120 peserta yang berasal dari utusan komisariat dan ranting se-Kecamatan Wanasari.

Pelajar NU Wanasari Didik Kader Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Wanasari Didik Kader Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Wanasari Didik Kader Antinarkoba

Edi Purwanto selaku ketua panitia dalam sambutan di acara pembukaan menyampaikan bahwa ini merupakan rangkaian dari program PAC IPNU-IPPNU Wanasari sebelum Konferensi Anak Cabang yang akan diagendakan bulan Desember termasuk Ziarah wisata. "Ini semata-mata untuk regenerasi di masa yang akan datang," terang Edi.

Ketua PAC IPNU Wanasari Wiharjo menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan wahana untuk mencetak kader penerus bangsa yang berakhlakul karimah serta bertanggung jawab atas tegaknya aqidah Ahlussunah wal Jamaah dalam bingkai NKRI. Ketika berbicara kader penerus bangsa tentunya harus faham akan bahaya penyalahgunaan narkoba.?

"Kita berupaya menjadikan pelajar NU yang peka akan musuh bangsa kita salah satunya Narkoba," tutup Edi

Sementara Lukman Suyanto, Kasi Pencegahan BNK Brebes saat menyampaikan materi menjelaskan bahwa Narkoba hari ini merupakan sesuatu yang haru kita lawan. Ketika Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pernah berucap bahwa Indonesia Darurat Narkoba ini yang harus disikapi oleh seluruh elemen masyarakat seperti Pemerintah, TNI/Polri, BNN tanpa terkecuali organisasi pelajar seperti IPNU-IPPNU.?

Pondok Pesantren Tegal

"Kami berharap bahwa peserta sosialisasi bahaya narkoba bisa menjadi agen yang membawa informasi bahaya penyalahgunaan narkoba ke masyarakat," lanjut Lukman.

Materi lain yang disampaikan dalam kegiatan tersebut antara lain Ke-IPNU-IPPNU-an, ke-Aswaja-an, menangkal Radikalisme dan materi dasar kepemimpinan serta keorganisasian.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua PW IPNU Jawa Tengah Amir Mustofa Zuhdi, Ketua PC IPNU Brebes Ferial Farkhan,Ketua PC IPPNU Brebes Ade Melly Seftiana, Pengurus MWCNU Wanasari H. Ahmad Sururi, dan segenap pembina serta alumni. (Bayu/Fathoni)

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Ulama, Ahlussunnah Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Presiden Nigeria Tingkatkan Perlawanan terhadap Boko Haram

Abuja, NU Omline

Presiden Nigeria Muhammadu Buhari bersumber pemerintahannya akan meningkatkan kampanye melawan pemberontak ekstremis yang mengatasnamakan Islam, Boko Haram.

"Teroris dan penjahat harus diperangi dan dihancurkan tanpa henti sehingga mayoritas kita bisa hidup dalam damai dan aman," kata Buhari dalam pidato di televisi seperti dilaporkan AP, Selasa (22/8).

Presiden Nigeria Tingkatkan Perlawanan terhadap Boko Haram (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Nigeria Tingkatkan Perlawanan terhadap Boko Haram (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Nigeria Tingkatkan Perlawanan terhadap Boko Haram

Buhari menyatakan hal itu setelah lebih dari tiga bulan menjalani perawatan medis di London.

Ia berjanji bakal memperkuat dan menghidupkan kembali pertempuran melawan unsur-unsur Boko Haram yang menurutnya telah memakan banyak korban akibat aksi-aksi brutalnya. Ia menyebut Boko Haram sedang menjajaki serangkaian serangan baru.

Boko Haram didirikan Mohammed Yusuf di Maiduguri pada 2002 dengan motivasi politik menegakkan negara Islam murni. Kelompok garis keras ini mempromosikan terwujudnya masyarakat Islam yang "haram" melakukan aktivitas politik maupun sosial yang berasal dari Barat, seperti pemilu, pendidikan sekuler, dan memakai gaya pakaian tertentu.

Hingga kini, Boko Haram melakukan makar dan menimbulkan malapetaka bagi warga Afrika dengan munculnya gelombang aksi bom, penculikan, permusuhan terhadap perbedaan etnis dan agama, serta tindak kekerasan lainnya. (Red: Mahbib)

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Nusantara, Ahlussunnah Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Ketua IPNU Rembang: Meski Bangsawan, Kartini Enggan Dipanggil Raden Ajeng

Rembang, Pondok Pesantren Tegal. Dengan mengadakan pawai kebangsaan, start dari alun-alun kota Rembang dan finis di makam RA Kartini di Desa Mantingan Kecamatan Bulu, Rembang,? Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama? (IPPNU)? menggelar tahlil bersama untuk mendoakan sang pahlawan emansipasi wanita. Kegiatan yang? dilaksanakan pada hari Senin (18/4) siang ini sebagai wujud penghargaan kepada Raden Ajeng Kartini.

Ketua IPNU Cabang Rembang, Ahmad Humam menyampaikan, tujuan pawai kebangsaan ialah mengingatkan kepada masyarakat akan jasa dan sejarah yang diukir oleh Raden Ajeng Kartini. Selain itu, sudah sepantasnya pada momentum hari Kartini ini para pelajar NU ikut memberikan kontribusi berupa tahlil bersama.

"Rembang itu punya Kartini, meski lahir di Jepara tetapi perjuangan dan karya beliau juga banyak di Kabupaten Rembang," ujar Humam

Ketua IPNU Rembang: Meski Bangsawan, Kartini Enggan Dipanggil Raden Ajeng (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua IPNU Rembang: Meski Bangsawan, Kartini Enggan Dipanggil Raden Ajeng (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua IPNU Rembang: Meski Bangsawan, Kartini Enggan Dipanggil Raden Ajeng

Bagi pelajar NU, lanjut dia, Kartini merupakan sosok yang patut menjadi teladan bagi pelajar maupun generasi muda saat ini. Pasalnya, meski berhubungan dan berteman dengan orang Belanda tetapi tidak mengikis kepribadiannya sebagai seseorang yang terlahir sebagai perempuan Jawa.

"Kartini adalah sosok teladan yang baik untuk pelajar dan muda-mudi saat ini, meski terlahir sebagai bangsawan tetapi Kartini enggan dipanggin Raden Ajeng, itu menunjukkan bersahajanya seorang Kartini," tutur Humam.? (Ahmad Asmui/Zunus)

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal Nahdlatul, Ahlussunnah Pondok Pesantren Tegal

Menag Pastikan Pemondokan Haji Setara Hotel Bintang 3 dan 4

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan kualitas pemondokan jamaah haji di Makkah setara dengan hotel bintang 3 dan 4. Menag memastikan hal ini setelah mengecek langsung ke sejumlah hotel yang akan ditempati jamaah haji Indonesia selama di Makkah

“Pagi ini saya melakukan pengecekan terhadap sejumlah hotel yang akan ditempati jamaah. Di Jarwal (sekitar 1 Km dari Masjid Haram), saya mengunjungi bangunan 5 tower berkapasitas 21.500 jamaah yang disewa Tim Urusan Haji Indonesia,” jelas Menag Senin (13/7), sebagaimana siaran pers yang dikirim Humas Kemenag RI.

Menag Pastikan Pemondokan Haji Setara Hotel Bintang 3 dan 4 (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Pastikan Pemondokan Haji Setara Hotel Bintang 3 dan 4 (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Pastikan Pemondokan Haji Setara Hotel Bintang 3 dan 4

Menag bertolak ke Arab Saudi pada Sabtu (11/07) lalu untuk melakukan sejumlah pertemuan dengan pihak-pihak yang terkait dengan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1436H/2015M di Jeddah, Makkah, dan Madinah. Ikut mendampingi Menag dalam pertemuan dengan Muassasah Asia Tenggara, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, Irjen Kemenag M. Jasin, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, dan jajaran Staf Teknik Urusan Haji (TUH) Indonesia yang berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi.

Pondok Pesantren Tegal

Sebelumnya, Menag melakukan pertemuan dengan Muassasah Asia Tenggara dan menyepakati peningkatan layanan untuk jamaah haji Indonesia selama di Arafah dan Mina. Hari ini, Menag melakukan peninjauan langsung kesiapan pemondokan dan transportasi shalawat.

“Saya juga melihat hotel di Mahbas Jin yang berkapasitas 5.000 jamaah dan di Syisha yang berdaya tampung 480 jamaah. Kamar di tiap pemondokan memuat 2 s/d 5 orang ber-AC, tv, dan kulkas. Juga terdapat mushalla, aula besar tempat makan bersama, dan ruang kantor,” jelas Menag.

Pondok Pesantren Tegal

“Dari sisi fisik bangunan cukup baik persis hotel setara bintang 3 dan 4,” tambah Menag.

Bus Shalawat

Selain mengecek pemondokan, Menag juga melakukan pengecekan kualitas bus shalawat yang akan menjadi sarana transportasi jamaah haji selama di Makkah dari pemondokan ke Masjidil Haram. Pengecekan dilakukan Menag dengan? menaiki langsung bus Rawaheel yang akan beroperasi 24 jam melayani jamaah pergi-pulang dari pemondokannya ke Masjid Haram.

“Di Terminal Syib Amir berjarak 200 meter dari Haram, saya banyak menerima penjelasan dari Ketua Tim Transportasi. Kondisi Bus Shalawat cukup baik, diproduksi tahun 2009-2014, dan akan melayani 6 wilayah, yaitu: Jarwal, Syisha, Mahbas Jin, Aziziyah, Misfalah, dan Raudhah,” jelas Menag.

Jamaah haji Indonesia di Makkah akan terkonsentrasi pada 6 wilayah saja, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang tersebar sampai di 12 wilayah. Pemusatan pemondokan Haji Indonesia 2015 pada 6 wilayah di Makkah ini diharapkan akan memudahkan pengaturan mobilisasi jamaah dari pemondokan ke Masjidil Haram. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Ahlussunnah, Makam Pondok Pesantren Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Umat Islam Belum Beres soal Kewargaan

Bandung, Pondok Pesantren Tegal. Pengasuh Pesantren Al-Ittifaq Bandung, Jawa Barat, KH Fuad Affandi mengatakan, salah satu kekurangan bangsa ini adalah lemahnya pemikiran terhadap urusan kewargaan.

"Pejabat, politisi, guru, dosen-dosen termasuk juga kiai kebanyakan belum beres dalam memahami hubungan kewargaan sehingga ketika negara berurusan dengan warga seringkali mengalami persoalan. Dan fatalnya lagi orang Indonesia itu kebanyakan umat Islam," tutur kiai yang bergerak di bidang social-entrepreneurship agribisnis karena mampu menyejahterakan kaum tani dengan koperasi dan pesantrennya ini kepada Pondok Pesantren Tegal, Sabtu (14/2).

Umat Islam Belum Beres soal Kewargaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Umat Islam Belum Beres soal Kewargaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Umat Islam Belum Beres soal Kewargaan

Fuad meletakkan pandangan kewargaan atau keumatan sebagai titik sentral karena apapun sistemnya, jika tidak beres pola-pikir dan laku kewargaannya, maka sulit berharap kehidupan bernegara menjadi baik.  Menurutnya, konsep imamah (pemimpin) itu lahir dari ummah (rakyat/warga), karena itu ilmu pengetahuan tentang ke-ummah-an harus dipahami secara baik sebelum lari urusan daulah (negara).

Pondok Pesantren Tegal

"Jangan mentang-mentang melihat kebobrokan ini semata karena sistem kemudian berpikir sistem khilafah atau daulah Islamiyah bisa menyelesaikan persoalan. Itu tidak menjawab persoalan. Jawab dulu, apakah kita sudah benar dalam berwarga, sudah bener bermasyarakat?" tanyanya mengajak berpikir.

Pondok Pesantren Tegal

Ketidakberesan tersebut bisa dilihat dari banyaknya politisi yang tidak memiliki prestasi di masyarakat. Kebanyakan mereka berhasil menduduki jabatan bukan karena keberhasilan mempimpin warga, tapi karena membeli suara atau untung-untungan saat pemilu atau pilkada.

"Akibatnya setelah jadi pejabat mereka tidak merasa bertanggungjawab kepada warga. Ngaku NU, ngaku Muhammadiyah, ngakunya pejabat rakyat tapi maslahat politiknya balik ke keluarga, bukan ke warga," jelasnya.

Tragisnya, karena politisi itu sudah membayar saat pemilu, mereka merasa tidak perlu bertanggungjawab urusan warga. Ketidakjelasan ini menurut Fuad sampai tahap yang paling parah karena "Kalau keluarganya sudah makmur, juga tidak berusaha memakmurkan warga, membuat keluarga baru, alias kawin lagi," ujarnya tertawa.

"Kalau sekadar dukungan keluarga mah, itu pasti ujung-ujungnya wakil keluarga yang berjuang, maksudnya berjuang itu, tujuan beras, baju dan uang melalui lembaga negara," ujarnya berseloroh.

Sebenarnya menurut Fuad Affandi, untuk menjadi politisi tidak sulit selagi seseorang itu punya prestasi kepemimpinan di tengah-tengah warga sudah teruji. "Otomatis dirinya tidak mencalonkan diri pun akan didorong bahkan dibiayai oleh rakyat. Tapi sekarang makin sulit ya, karena sudah muncul tradisi beli suara," keluhnya. (Ferlita Hs/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Anti Hoax, Ahlussunnah, Ubudiyah Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Cegah Radikalisme, Bekali Siswa dengan Islam yang Ramah

Jombang, Pondok Pesantren Tegal. Merebaknya isu radikalisme di kalangan remaja dan siswa harus disikapi dengan bijak. Termasuk bagi guru pendidikan agama Islam (PAI). Harus dicari berbagai strategi untuk menangkalnya. Itulah yang dilakukan Musyawarah Guru Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMK Kabupaten Jombang dengan menggelar Pesantren Kreatif Ramadhan, Selasa-Rabu (7-8/7) di SMK 10 Nopember Jombang dengan 197 peserta.

Cegah Radikalisme, Bekali Siswa dengan Islam yang Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Radikalisme, Bekali Siswa dengan Islam yang Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Radikalisme, Bekali Siswa dengan Islam yang Ramah

Salah seorang nara sumber, KH Ahmad Mustain Syafii memaparkan, bahwa Indonesia adalah negeri penuh dengan berbagai keberagaman di dalamnya, baik agama, suku, bahasa, adat istiadat ataupun lainnya. Di sisi lain, Islam disebarkan dengan ramah dan penuh kasih sayang. Itulah yang disebut dengan Islam sebagai ajaran rahmatan lil alamin. Bukan dengan perang dan pedang.?

"Ini yang dilakukan Nabi Muhammad SAW saat memimpin Madinah, sebuah kota pertama di dunia yang berperadaban tinggi," kata kiai dari Pesantren Tebuireng ini, Selasa (7/7).

Pondok Pesantren Tegal

Untuk itu, lanjut penulis buku Tafsir Qur’an Bahasa Koran ini, diperlukan kearifan untuk saling bertoleransi. Bukan malah sikap memaksakan. "Jika agama dipaksakan, kok seolah-olah yang butuh agama adalah Tuhan," katanya.

Dosen Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) Tebuireng ini menekankan sebuah kemantapan dalam memahami nilai keberagamaan. Bukan pada pertimbangan logika. "Tuhan pun akan marah jika manusia memaksakan agama. Sebagai pemilik agama, Tuhan tidak suka dengan orang yang bersikap radikal dalam beragama," imbuhnya.

Pondok Pesantren Tegal

Hal senada juga diungkapkan KH Nur Hadi. Kiai muda yang dikenal dengan nama Mbah Bolong ini menggarisbawahi bahwa problematika yang dihadapi remaja sangat banyak. Di jaman modern ini, remaja tidak mustahil terjebak kepada ideologi-ideologi yang aneh. "Baik bersumber dari dalam diri maupun dari luar," ujarnya.

Remaja saat ini, lanjutnya, akan berhadapan langsung dengan berbagai godaan sosial dari manusia yang ada di dalamnya. "Termasuk juga berbagai godaan dari setan dan nafsu sendiri," imbuhnya.

Mbah Bolong mengidentifikasi bahwa jiwa remaja juga menjadi faktor penyebab terjebaknya remaja ke dalam ideologi radikal. "Ini disebabkan karena masa remaja penuh dengan dorongan memenuhi rasa ingin tahu dan coba-coba," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Mbah Bolong mendorong remaja untuk selalu menimba ilmu. "Mengajilah kepada para ahlinya agama dan cari informasi seluas-luasnya tentang apa yang akan dilakukan," imbuhnya.?

Pengasuh Pesantren Falahul Muhibbin Watugaluh Jombang ini juga mengajak para remaja untuk selalu berpegang teguh kepada ajaran Islam yang ramah. "Ini agar hidup di dunia bisa selamat di akhirat kelak," pungkasnya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Kajian, Ahlussunnah, AlaSantri Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Berdiri Ketika Melihat Jenazah

Setiap insan pasti akan mengalami kematian, tak ada satupun jiwa yang bernafas bisa menghindar dari kematian. Islam sendiri mengajarkan kepada umatnya untuk saling menghormati dan memuliakan sesama baik ketika masih hidup maupun setelah meninggal dunia.

Kaitannya dengan menghormati dan memuliakan seseorang yang telah meninggal dunia, kewajiban bagi yang masih hidup adalah memandikan, mengkafani, menshalati dan menguburkan mayit, hukum dari kewajiban tersebut adalah Fardlu Kifayah yaitu jika telah dilaksanakan sebagian muslim, maka gugurlah kewajiban tersebut bagi yang lain, tetapi jika tidak ada satupun yang melaksanakan kewajiban tersebut, maka berdosalah semuanya.

Selain itu, Rasulullah saw juga menganjurkan untuk berdiri ketika melihat jenazah yang hendak dikuburkan, dan juga bagi orang yang mengiringi jenazah dianjurkan untuk tidak duduk sebelum mayit dimasukkan keliang lahad, anjuran ini sesuai dengan Hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri,

? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Berdiri Ketika Melihat Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdiri Ketika Melihat Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdiri Ketika Melihat Jenazah

Rasulullah bersabda: Jika kalian melihat jenazah, maka berdirilah, kemudian bagi mereka yang mengiringi jenazah sampai kekuburan janganlah duduk sampai mayit dimasukkan keliang lahad.

Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dan Abu Said Al-Khudri juga menguatkan hadits diatas,

Pondok Pesantren Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Kami sama sekali tidak pernah melihat Rasulullah menyaksikan jenazah dalam keadaan duduk sampai jenazah itu dimasukkan keliang lahad.

Sebagian besar ulama berpendapat bahwa anjuran ini adalah Mustahab dan tidak bersifat keharusan, karena ada riwayat dari Ali Bin Abi Thalib yang mengatakan bahwa Rasulullah pernah juga duduk terhadap jenazah. (Fuad H Basya/ Red. Ulil H).

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Ahlussunnah, Halaqoh Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

BMTNU Kesamben Terus Tingkatkan Kualitas SDM

Jombang, Pondok Pesantren Tegal

Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Cabang Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur tengah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) demi tercapainya target sebagai jembatan perekonomian warga nahdliyin yang profesional, juga kepuasan pelayanan terhadap nasabah.?

Iin Inayatul Ainiyah, salah satu petugas BMTNU Kesamben mengatakan, pada waktu dekat ini akan diadakan pelatihan bagi seluruh petugas BMTNU. Hal itu telah dikoordinasikan ? dengan pengurus BMTNU pusat dan para petugas BMTNU cabang di Jombang secara keseluruhan. Pelatihan tersebut berupa semua aspek yang dibutuhkan di BMTNU seperti pada umumnya.

BMTNU Kesamben Terus Tingkatkan Kualitas SDM (Sumber Gambar : Nu Online)
BMTNU Kesamben Terus Tingkatkan Kualitas SDM (Sumber Gambar : Nu Online)

BMTNU Kesamben Terus Tingkatkan Kualitas SDM

“Bulan April mendatang kita pelatihan untuk karyawan-karyawan BMTNU pusat dan cabang-cabang di Jombang,” katanya kepada Pondok Pesantren Tegal saat dihubungi, Kamis (24/3).

Seperti diwartakan sebelumnya, BMTNU cabang Kesamben ini baru diresmikan sekitar satu bulan sebelumnya, Ahad, (21/2) lalu, bersamaan dengan peresmian kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat sebagai pusat operasi BMTNU tersebut.

Pondok Pesantren Tegal

Dalam perkembangannya, setelah dilakukan pengujian efektivitas keluar masuknya uang oleh pihak BMTNU pusat yang sudah dikelola kurang lebih selama satu bulan ini, dinyatakan sudah cukup baik. “Alhamdulillah mas, kemarin diaudit pusat, menurut pusat baik,” ungkapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal

Pondok Pesantren Tegal Kajian Islam, RMI NU, Ahlussunnah Pondok Pesantren Tegal

Kamis, 30 November 2017

Sahur Bersama Hj Sinta Nuriyah Disambut Antusias di Bojonegoro

Bojonegoro, Pondok Pesantren Tegal

Hj Sinta Nuriyah, istri mendiang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengadakan sahur bersama di Pendopo Pemkab Bojonegoro, Kamis (30/6) dinihari. Kehadirannya mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat.

Sahur Bersama Hj Sinta Nuriyah Disambut Antusias di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)
Sahur Bersama Hj Sinta Nuriyah Disambut Antusias di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)

Sahur Bersama Hj Sinta Nuriyah Disambut Antusias di Bojonegoro

Peserta sahur bersama terdiri dari tukang becak, pemulung, petugas kebersihan, penghuni panti asuhan, santri, dan orang-orang dari lintas agama. Acara ini diselenggarakan Yayasan Puan Amal Hayati bersama Gusdurian, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Pemkab Bojonegoro, Gereja Kristen Indonesia, Gereja Katolik Santo Paulus, TITD Hok Swie Bio, PMII, KP-Lima, Pemuda Bamag, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, dan Satkorcab Banser.

"Jumlah peserta sahur bersama melebihi aspektasi yang direncanakan, dari 450 orang yang diundang hadir hingga 500 orang lebih, panitia akhirnya menyediakan makan sahur tambahan," jelas Hasan Bisri selaku ketua kegiatan.

Pondok Pesantren Tegal

Sahur bersama tersebut berlangsung khidmat dan meriah. Para peserta memenuhi ruang Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro. Turut berpartisipasi tokoh lintas agama di antaranya Ketua FKUB Bojonegoro KH Alamul Huda, Pendeta Stefanus Semianta (Gereje Kristen Indonesia), Romo Antonius Yuni Wimarta (Gereja Katolik Santo Paulus), Pendeta Daiman Sinaga (Ketua Bamag), Pendeta Joko Waluyo (GPPS).

Sebelum acara sahur bersama dimulai, kegiatan diawali dengan sambutan tentang kerukunan yang disampaikan secara bergantian oleh Pendeta Stefanus Semianta dilanjutkan Romo Yuni dan diakhiri KH Alamul Huda.

Pondok Pesantren Tegal

Setibanya Ibu Shinta Nuriyah, langsung menuju ruang utama Pendopo Malowopati dan memimpin sahur bersama tersebut. "Sebagai warga negera yang baik kita harus menjaga hubungan lintas sosial, agama, ras dan golongan sebagai pilar pembangunan Indonesia dan saling menghormati antaragama," terang Bu Sinta. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Santri, Lomba, Ahlussunnah Pondok Pesantren Tegal

Jumat, 24 November 2017

Striker Chelsea Bangun Masjid di Kampung Halamannya

London, Pondok Pesantren Tegal. Demba Ba, anggota tim nasional Senegal dan striker Chelsea yang beragama Islam menawarkan uang yang dibutuhkan untuk membangun sebuah masjid di kampung halaman orang tuanya di Senegal?

"Menjadi Muslim lebih penting daripada menjadi pemain sepak bola,” katanya dalam sebuah wawancara yang dilansir oleh situ sen24heures, Jum’at (9/5).

Striker Chelsea Bangun Masjid di Kampung Halamannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Striker Chelsea Bangun Masjid di Kampung Halamannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Striker Chelsea Bangun Masjid di Kampung Halamannya

“Muslim yang baik adalah orang yang baik, makanya saya berusaha menjadi orang yang baik,” tambahnya.

Pondok Pesantren Tegal

Sebagai muslim yang taati, ia biasanya merayakan gol dengan melakukan sujud.Ia dibesarkan dalam lingkungan yang religius.?

Pondok Pesantren Tegal

Berita tentang sumbangan yang diberikan untuk masjid bari ini menjadi pembicaraan di media Senegal akhir pekan lalu. Masjid baru ini diharapkan dapat diresmikan dalam beberapa pekan mendatang.

Ba merupakan satu dari 40 bintang sepak bola Muslim dalam Liga Primer Inggris.

Eksistensi Muslim dalam sepak bola dapat ditelusuri sejak 1992 saat Nayim menjadi Muslim pertama yang bermain di liga Inggris tabg menjadi gelandang Tottenham.

Para pencari bakat mencari pemain-pemain berbakat untuk liga dari Afrika Barat dan Perancis untuk menjadi bintang global. Masuknya pemain Muslim didorong oleh internasionalisasi sepak bola.

Senegal, tanah kelahiran Ba, merupakan sebuah negara di Afrika Barat dimana Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh 90 persen penduduk. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Doa, Khutbah, Ahlussunnah Pondok Pesantren Tegal

Senin, 20 November 2017

Kiai Subekhan: Pembiaran Maksiat Datangkan Musibah

Brebes, Pondok Pesantren Tegal. Pengasuh Pondok Pesanteren Assalafiyah Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, KH Subekhan Makmun, menegaskan, bila ada pembiaran terhadap kemaksiatan maka akan ditimpakan bencana.

Kiai Subekhan: Pembiaran Maksiat Datangkan Musibah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Subekhan: Pembiaran Maksiat Datangkan Musibah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Subekhan: Pembiaran Maksiat Datangkan Musibah

Hal itu terjadi, kata dia, ketika para pemimpin daerah atau pemimpin umat sudah acuh tak acuh terhadap kemaksiatan yang terjadi di daerah tersebut.

Kiai Subekhan menyampaikan hal tersebut saat mengisi mauidlotul khasanah dalam Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW di Pendopo Bupati Brebes, Kamis (30/1) malam.

Pondok Pesantren Tegal

Menurutnya, azab akan ditimpakan kepada pelaku kemaksiatan secara pribadi-pribadi. Allah tidak akan menimpakan azab kepada orang yang tidak berdosa. Tetapi ketika kemaksiatan sudah menjamur, membudaya dan tidak ada tindakan preventif maupun kuratif dari pemerintah setempat maka azab akan ditimpakan pula kepada orang-orang yang tidak berdosa.

Pondok Pesantren Tegal

“Apalagi kalau pemerintah setempat menyetujui atau memberi ijin beroperasinya tempat-tempat yang mengundang maksiat, maka azab akan ditimpakan kepada orang yang tidak berdosa juga,” ucapnya.

Diibaratkan, lanjutnya, ketika ada seekor semut menggigit orang maka ketika orang tersebut mengetahui semut bersembunyi ke sarangnya, maka sarang tersebut dibakarnya. “Akibatnya, semut-semut lain yang tidak nakal, ikut terbakar,” katanya.

Untuk itu, kata kiai, Pemerintah Kabupaten harus terus memfasilitasi berbagai kegiatan yang mendorong peningkatan Iman dan Takwa kepada Allah SWT. “Biarlah Brebes penuh dengan jalan yang berlobang, tetapi jangan sampai ada “lubang-lubang” yang berjalan. Jangan sampai ada lokalisasi di Brebes,” tandas kiai.

Kiai mengajak kepada seluruh pengunjung untuk bersyukur karena Kabupaten Brebes terhindar dari marabahaya. Wujud dari rasa syukur, setiap saat harus menghindarkan diri dari perbuatan maksiat dan dzolim. “Agar nikmat tidak lepas, maka harus diikat dengan syukur,” terangnya.

Peringatan Nabi Muhammad SAW yang mengambil tema memetik hikmah, merajut ukhuwah dan menuju masa depan cerah di hadiri ribuan pengunjung. Selain mauidlotul khasanah juga digelar, semaan Quran oleh 30 orang Hafidz dan Istighosah yang dipimpin pengasuh Pesanteren Darussalam Jatibarang Kidul, Kec Jatibarang Brebes KH Syeh Sholeh Basalamah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE mengajak kepada seluruh warga Brebes untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Termasuk meneladani pemimpin umat Nabi Muhammad SAW. Dia menjelaskan, kalau Kabupaten Brebes dalam tahun 2014 menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi Jateng dan Musyawarah Jamiatul Ahlit Thoriqoh Muktabaroh An Nahdliyah (JATMAN) tingkat Jateng.

Kegiatan keagamaan, kata Bupati, menjadi agenda yang tidak terputus bagi Pemkab Brebes. “Semoga dengan ikhtiar peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT, akan membawa Brebes menjadi daerah yang baldatul toyibatun warobun ghofur, rakyat sejahtera dalam lindungan Allah SWT,” pungkas Bupati. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Ahlussunnah, Kiai, Meme Islam Pondok Pesantren Tegal

Rabu, 15 November 2017

PPM Aswaja Sediakan Kebutuhan Informasi Islam Aswaja

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja menyediakan kebutuhan informasi terkait ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jama‘ah. Layanan itu dihadirkan dalam rangka menyediakan informasi alternatif keislaman.

PPM Aswaja Sediakan Kebutuhan Informasi Islam Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PPM Aswaja Sediakan Kebutuhan Informasi Islam Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

PPM Aswaja Sediakan Kebutuhan Informasi Islam Aswaja

Demikian dikatakan oleh Ketua PPM Aswaja Hari Usmayadi pada Khotbah Teknologi dalam rangka peringatan kedua harlah ke-10 Pondok Pesantren Tegal di Gedung PBNU lantai delapan, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Senin (15/4) malam.

Masyarakat dapat memenuhi kebutuhan informasi keislamannya melalui dua layanan, Search Engine Aswaja dan Ensiklopedia Digital Aswaja NU. Keduanya merupakan produk PPM Aswaja yang diluncurkan pada malam Khotbah Teknologi di lokasi yang sama.

Pondok Pesantren Tegal

“Dua layanan itu diharapkan menjadi rujukan utama masyarakat terutama warga NU agar tidak salah menuju layanan informasi keislaman yang tidak bertanggung jawab,” kata Hari Usmayadi di podium.

Menurut Hari Usmayadi, Komunitas PPM Aswaja berinisiatif membuat dua layanan itu mengingat kecenderungan instan masyarakat belakangan ini dalam memenuhi kebutuhan informasi.

Pondok Pesantren Tegal

Kami pun beranggapan, tegas Hari Usmayadi, dua layanan itu dimaksudkan juga untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan informasi keislaman bagi masyarakat urban atau pedesaan yang tidak sempat mengenyam pengajian tradisional sebagai pendidikan informal agama pada ustadz dan para kiai melalui sumber-sumber kitab yang otoritatif.

Sementara internet kini hanya dipenuhi oleh layanan-layanan informasi keislaman yang bersemangat pecah-belah dan menebar kebencian. Kenyataan itu, lanjut Hari Usmayadi, merupakan masalah yang butuh penanganan serius.

Setidaknya dua layanan itu bisa menjadi mencusuar peradaban Islam di tengah layanan informasi keislaman yang bersifat propaganda, tambah Hari Usmayadi.

Karena, dua layanan itu mengandung sejumlah konten keislaman yang dipertanggungjawabkan mulai dari daftar kitab para ulama, sanad keguruan para ulama sebelum, sezaman, dan sesudah Walisongo yang bersambung hingga ke Rasulullah, video streaming, dan para kiai Aswaja Nusantara hingga kini, tandas Hari Usmayadi.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Khutbah, Ahlussunnah, Halaqoh Pondok Pesantren Tegal

Gelar Muludan, MWCNU Jatinunggal Gandeng Pihak Kecamatan

Sumedang, Pondok Pesantren Tegal. Ratusan warga memadati lapangan di halaman kecamatan Jatinunggal kabupaten Sumedang, Kamis (6/2). Mereka menghadiri peringatan maulid yang diselenggarakan atas kerja sama MWCNU Jatinunggal dan pihak kecamatan, polsek, serta koramil setempat.

Gelar Muludan, MWCNU Jatinunggal Gandeng Pihak Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Muludan, MWCNU Jatinunggal Gandeng Pihak Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Muludan, MWCNU Jatinunggal Gandeng Pihak Kecamatan

Sebelum tablig akbar dimulai, Ketua PCNU Sumedang H Sa’dullloh melantik kepengurusan MWCNU Jatinunggal. Di sela pelantikan ia mengajak seluruh warga NU untuk bisa bekerja sama dengan aparat pemerintah untuk menjaga dan mengamalkan tradisi-tradisi ubudiah yang sering dilakukan warga NU.

“Warga NU jangan takut lagi membesarkan NU di zaman sekarang. Zaman Orde Baru sudah terlewati. Marilah kita besarkan NU dengan memperkuat kepengurusan strukturalnya dan istiqomah menjalankan ubudiah-ubudiah NU. Tidak hanya NU yang harus diperjuangkan, tapi keutuhan NKRI pun harus kita jaga,” tuturnya.

Pondok Pesantren Tegal

Ceramah agama disampaikan KH Udin Fakhrudin. Selama kegiatan berlangsung, tim pembuat kartu tanda anggota NU (Kartanu) yang dimotori pengurus LTNNU Sumedang terus mendata dan membuat Kartanu di lokasi. Selain warga, anggota satpol PP dan patugas kecamatan menyertakan diri membuat kartanu.

Selain tablig akbar, peringatan maulid ini juga dimeriahkan dengan bazar yang inisiasi panitia pelaksana maulid. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Pondok Pesantren Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal RMI NU, Ahlussunnah, Nasional Pondok Pesantren Tegal

Minggu, 12 November 2017

Ketua DPRD Jatim Usul Calon Santri Harus Tes Urine

Sidoarjo, Pondok Pesantren Tegal

Upaya mengantisipasi agar peredaran narkoba tidak masuk ke pesantren, Ketua DPRD Jawa Timur H Abdul Halim Iskandar mengusulkan, di saat penerimaan santri baru atau peserta didik baru supaya dilakukan tes urine. Hal ini untuk mencegah peredaran narkoba sejak dini.

Ketua DPRD Jatim Usul Calon Santri Harus Tes Urine (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua DPRD Jatim Usul Calon Santri Harus Tes Urine (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua DPRD Jatim Usul Calon Santri Harus Tes Urine

Tak hanya itu, pria yang pernah menjadi aktivis PMII ini juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk lebih tegas dan gigih lagi dalam memberantas peredaran narkoba. Pasalnya, narkoba saat ini menjadi momok di kalangan masyarakat.

"Bagi santri pindahan atau siswa baru tidak ada salahnya jika dilakukan tes urine. Karena, narkoba saat ini menjadi momok bagi kita semua dan harus diperangi bersama," kata Halim saat menghadiri acara halal bihalal bersama Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Maarif (IKAPPMAM) Denanyar, Jombang, di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (24/7).

Pondok Pesantren Tegal

Halim mengaku, dirinya pernah menelusuri sebuah pesantren yang dikabarkan ada tersangka narkoba. Ia menyatakan, penelusurannya itu hanya ingin memastikan kebenarannya. Dan ternyata, santri yang terjerat kasus narkoba itu sebelum berada di pesantren.

Pondok Pesantren Tegal

"Jadi, sebelum berada di pesantren, santri itu sudah terlibat kasus narkoba. Bukan saat berada di pesantren. Setelah saya mengetahui hal itu, akhirnya saya merasa lega," jelasnya.

Ia berharap, jangan sampai ada anak yang terlibat narkoba, kemudian mondok dan mempengaruhi santri yang lain. Untuk itu, pihaknya mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk senantiasa memerangi peredaran barang haram tersebut.

"Mari, kita jaga keluarga kita dengan sebaik mungkin, serta kita jauhi narkoba sekarang juga," tegasnya. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal Habib, Ahlussunnah Pondok Pesantren Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Sri Mulyani Nilai Target 100 Triliun KUR Tercapai Jika Gandeng Warga NU

Jakarta, Pondok Pesantren Tegal. Kredit Usaha Rakyat (KUR) memberikan kemudahan masyarakat kecil dan menengah dalam mengakses modal usaha. Namun, implementasinya kurang merata sehingga tidak semua masyarakat mendapat layanan KUR.

Terkait hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak memungkiri bahwa target KUR pemerintah yang mencapai 100 Triliun terasa sulit jika tidak menggandeng komunitas atau perkumpulan yang sudah terorganisir seperti warga Nahdlatul Ulama (NU).

Sri Mulyani Nilai Target 100 Triliun KUR Tercapai Jika Gandeng Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sri Mulyani Nilai Target 100 Triliun KUR Tercapai Jika Gandeng Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sri Mulyani Nilai Target 100 Triliun KUR Tercapai Jika Gandeng Warga NU

Selama ini yang telah dijalankan oleh pemerintah adalah kredit usaha rakyat (KUR) mencapai 100 Triliun. Namun dirasa ada pangsa pelaku ekonomi yang belum tersentuh sehingga belum merasakan semua,” ujar Sri Mulyani.

Menurut Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, pemerintah tidak bisa sendirian untuk mencapai target. “Sebab itu, harus melalui kegiatan ekonomi dan kelompok yang diorganisir seperti Nahdlatul Ulama adalah hal yang paling mungkin untuk dilakukan program,” ucapnya.

Pondok Pesantren Tegal

Lewat penandatanganan nota kesepahaman dengan Kemenkeu, Kemenkop UMKM, dan Kemkominfo ini, NU dan pemerintah berkomitmen membangun pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil dan menengah.?

Adapun program kerja sama ultra mikro ini, pemerintah memang telah menyediakan anggaran 1,5 Triliun. Dengan banyak lembaga yang meneken kerja sama dengan NU, banyak program dan layanan yang dapat diakses sehingga aktivitas ekonomi masyarakat meningkat.

Pondok Pesantren Tegal

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan, ketiga kementerian tersebut sangat strategis jika menggandeng NU dan warganya untuk mengembangkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat serta bersinergi membangun dinamika informasi yang baik di era digital seperti sekarang.

Menurut Kiai Said, membangun revolusi mental dan integritas selalu mudah jika menggandeng warga NU karena kalangan Nahdliyin sudah terbiasa dengan sikap kejujuran dan menghargai sesama untuk membangun integritas bangsa secara keseluruhan.

“Membangun integritas bangsa ini telah lama dilakukan oleh para kiai NU di berbagai pelosok daerah. Mereka juga selama ini ikut andil dalam memabngun perekonomian nasional dengan menghidupkan pasar, mendirikan koperasi, dan terus berupaya manangkal radikalisme serta berita palsu atau hoax di dunia maya,” ujar Kiai asal Kempek Cirebon ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren Tegal AlaNu, Ahlussunnah, Kyai Pondok Pesantren Tegal